Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL INDEKS MASA TUBUH PADA PESEPAKBOLA WANITA AMATIR Ningrum, Ika Annisa Rahayu; Dewangga, Mahendra Wahyu
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil indeks massa tubuh (IMT) pada pesepakbola wanita amatir di Kota Surakarta. Pesepakbola wanita amatir sering kali diabaikan dalam studi yang berfokus pada kesehatan dan kebugaran, meskipun olahraga ini semakin populer di kalangan wanita. Penelitian ini merupakan penelitian survey, melibatkan 20 pesepakbola wanita amatir dengan rentang usia 18-30 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung tinggi badan dan berat badan untuk menghitung IMT setiap partisipan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas partisipan memiliki IMT dalam kategori normal (16 orang)l, sedangkan terdapat beberapa dalam kategori underweight (4 orang). Faktor-faktor seperti frekuensi latihan, pola makan, dan pengetahuan tentang nutrisi juga dianalisis untuk memahami pengaruhnya terhadap IMT. Temuan penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai kondisi fisik pesepakbola wanita amatir dan dapat digunakan sebagai dasar untuk program kesehatan dan kebugaran yang lebih baik bagi mereka. Selain itu, penelitian ini menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan pesepakbola wanita amatir untuk memastikan performa optimal dan pencegahan cedera.
Penerapan program latihan dan edukasi postur guna mengatasi keluhan nyeri leher dan meningkatkan produktivitas pembatik Pristianto, Arif; Dewangga, Mahendra Wahyu; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Setiyaningsih, Rita; Amanda, Mutiara Sabta; Triasari, Ana; Siddiq, Muhammad Nizar; Samiyem, Samiyem; Nabila, Khansa Nuriashinta
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i3.22217

Abstract

Pekerjaan yang dilakukan manusia beresiko menyebabkan munculnya keluhan pada fisik (muskuloskeletal). Pekerjaan membatik yang dengan posisi dan postur yang kurang ergonomis serta dalam durasi yang panjang, memicu munculnya keluhan pada leher. Dampak dari keluhan ini tentunya menurunkan kemampuan fungsional serta mengganggu produktifitas para pembatik. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman serta menurunkan keluhan fisik/muskuloskeletal pada pembatik dan meningkatkan produktivitas pekerja. Metode yang digunakan untuk menilai resiko terhadap sikap kerja menggunakan Rapid Entry Body Assestment (REBA) sedangkan untuk keluhan nyeri digunakan Visual Analogue Scale (VAS). Program yang diberikan berupa latihan stretching dengan tehnik Integrated Neuromuscular Inhibition Technique (INIT) serta edukasi terkait posisi ergonomis. Pelaksanaan program dilakukan sejak Maret hingga Mei 2024. Lokasi kegiatan bertempat di Kampung Batik Laweyan Surakarta dengan jumlah responden adalah 34 orang. Pekerja dalam industri batik terbagi dalam beberapa jenis pekerjaan yang memiliki tingkat resiko keluhan muskuloskeletal yang berbeda. Informasi secara masif berupa simulasi secara langsung terkait gerakan stretching dan pemasangan terkait poster informasi latihan. Pemberian program yang dipantau selama 2 pekan didapatkan peningkatan pemahaman para pekerja terhadap posisi yang baik dan cara mengatasi keluhan terkait nyeri leher dengan tehnik yang diajarkan. Kegiatan pemberian program fisioterapi secara komprehensif berupa teknik latihan, terapi manual, dan edukasi terkait posisi ergonomis dalam bekerja, terbukti dapat menurunkan resiko munculnya keluhan pada tubuh dan juga menurunkan tingkat nyeri.
AKTIVITAS OTOT EKSTERMITAS ATAS PADA TEKNIK SERANGAN DALAM OLAH RAGA ANGGAR Krisna Viandara, Dewa Made; Kusumawati, Yuli; Wahyu Jatmiko, Safari; Wahyu Dewangga, Mahendra
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 5 No 2 (2025): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52019/ijpt.v5i2.11038

Abstract

Background : Fencing is a combat sport that requires upper limb strength, speed, and coordination, especially during attack techniques. Muscle activity of the infraspinatus, anterior deltoid, and triceps brachii plays a crucial role in producing quick, accurate, and stable movements during offensive actions. Methods : This study used an observational design with a cross-sectional approach. A total of 36 fencing athletes were divided into three age categories: cadet (13–17 years), junior (17–20 years), and senior (>20 years). Muscle activity was measured using electromyography (EMG) on the selected muscles. Data analysis was performed using One Way ANOVA. Results : The results showed significant differences (p < 0.05) in the activity of the three muscles across age groups. The senior group demonstrated the highest muscle activity, followed by junior and cadet groups. Conclusion : There is a significant difference in upper limb muscle activity during fencing attack techniques based on age category. Specific training programs tailored to the athlete's muscle development stage are needed to improve performance and prevent injuries.
Physiotherapy Management For Pedicled Ld Flap And Stsg E.C Soft Tissue Tumor : A Case Report Kamela Afrelia; Mahendra Wahyu Dewangga; Nilam Nur Hamidah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v4i1.2948

Abstract

Background: Pedicled LD Flap and STSG are reconstructive measures to cover defects in extensive tumor conditions in the brachii region, especially the elbow. In this case, physiotherapy management is given to accelerate recovery to be more optimal, reduce the risk of complications and improve functional results in the brachii region. Methods: In this study using the Case report method conducted at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Bali Hospital in a male patient aged 15 post Pedicled LD Flap and STSG with complaints of pain in the surgical scar area, limited joint motion, and impaired functional ability. Given exercise, infrared modality, and ADL training with 1x a week for 2 weeks. Results: Overall there was an increase in sinistra AGA muscle strength, increased joint motion scope, and improved functional ability with the SPADI Index. Conclusion: Based on research using this case report, it shows that physiotherapy management in post Pedicled LD Flap and STSG E.C Soft Tissue Tumor conditions given infrared, exercise, and ADL training can be concluded to be able to reduce pain, reduce stiffness, increase the scope of joint motion, increase muscle strength, and improve joint functional abilities and daily activities of patients.
PENGARUH NEUROMUSCULAR TAPING TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE Dewangga, Mahendra Wahyu; Rahayu, Umi Budi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan gangguan musculoskeletal yang sering terjadi pada aktivitas kerja. Nyeri punggung bawah pada pengemudi ojek online disebabkan karena biomekanik, usia, jenis kendaraan, IMT, lama bekerja, dan jenis kelamin. Keluhan nyeri punggung bawah dapat dikurangi dengan pemberian Neuromuscular Taping. Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Neuromuscular Taping terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada pengemudi ojek online. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan two group pre dan post test design with control. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, kelompok perlakuan diberikan Neuromuscular Taping sedangkan pada kelompok kontrol diberikan Taping. Pemberian Taping pada kelompok kontrol hanya untuk pembutaan kepada responden. Alat ukur nyeri yang digunakan adalah VAS (Visual Analog Scale). Uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk, uji pengaruh menggunakan uji paired sampel t-test, uji beda pengaruh menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil Penelitian: Pada kelompok kontrol hasil pre test rata-rata 4,08 dan post test rata-rata 4,12. Pada kelompok perlakuan hasil pre test ata-rata 4,96 dan post test rata-rata 1,97. Kesimpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Neuromuscular Taping pada penurunan nyeri punggung bawah (p=0,0001), dan Neuromuscular Taping lebih efektif menurunkan nyeri punggung bawah.
Pengaruh Penambahan Traksi pada Intervensi Graston Technique terhadap Penurunan Nyeri Gerak pada Lansia dengan Osteoarthritis Lutut Wijianto, W; Dewangga, Mahendra Wahyu; Choirunisa, Dea
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi lansia saat ini sejalan dengan permasalahan kesehatan yang juga meningkat pada lansia. Permasalahan kesehatan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup dan merupakan tantangan bagi keluarga dan masyarakat. Permasalahan kesehatan pada lansia yang sering terjadi adalah penyakit degeneratif, salah satunya yaitu Osteoarthritis (OA). Prevalensi OA di Indonesia sendiri mencapai 23,6% - 31,3% dan diperkirakan 1-2 juta lansia menderita cacat akibat OA. Penanganan pada osteoarthritis lutut bertujuan untuk mengurangi nyeri terutama nyeri gerak yang diakibatkan karena adhesi dan spasme otot, meningkatkan aktifitas fungsional dan mencegah disabilitas. Modalitas fisioterapi yang digunakan dalam penanganan osteoarthritis lutut yaitu graston technique dan traksi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara intervensi graston technique dengan penambahan traksi pada intervensi graston tehnique terhadap penurunan nyeri gerak pada lansia dengan osteoarthritis lutut. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan Quasi Experiment yang dilakukan untuk mencari sebab akibat dengan desain penelitian pre and post test with group control. Desain penelitian tersebut membandingkan antara 2 kelompok (kelompok perlakuan dan kelompok kontrol). Kelompok perlakuan diberikan intervensi graston technique dan kelompok kontrol diberikan traksi dan graston technique. Pemeriksaan menggunakan Numeric Rating Scale dan Time Up and Go Test. Hasil analisis menggunakan uji Independent sample t test didapatkan nilai p sebesar 0,002. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan pengaruh antara pemberian graston technique dan traksi pada OA.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS KNEE Wijianto, W; Andzani, Fahreza Ayu; Dewangga, Mahendra Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Osteoarthritis (OA) knee adalah penyakit sendi yang paling umum terjadi pada orang tua dan terkait dengan kejadian penurunan kemampuan aktivitas fungsional secara signifikan. OA knee berupa kerusakan tulang dan tulang rawan yang menyebabkan kekakuan dan menjadi penyebab dari kecacatan fisik, kecemasan, depresi, menurunnya kualitas hidup. Menurunnya kualitas hidup ini salah satunya disebabkan adanya nyeri yang terdapat pada penderita osteoarthritis knee, penderita osteoarthritis knee biasanya diderita pada orang dengan usia 50 tahun lebih. Tujuan: Mengetahui adanya hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas hidup pada penderita osteoartritis knee. Metode: Pada penelitian ini mengambil 15 orang responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan observational analitik dan metode pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan setelah mendapat perizinan dengan diterbitkan Etichal Clearance dengan nomor 3121/B.1/KEPK-FKUMS/I/2021. Hasil: Hasil uji normalitas dengan menggunakan uji shapiro wilk dengan nilai 0,098 untuk kelompok WHOQOL-BREF dan nilai 0,365 untuk kelompok WOMAC yang mempunyai arti normal karena kedua nilai p > 0,05. Uji korelasi dengan menggunakan uji pearson correlation mendapat nilai p <0,05. Hasil uji korelasi mempunyai nilai 0,852 dan mempunyai hubungan negatif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat antara intensitas nyeri dengan kualitas hidup pada penderita osteoarthritis knee.
KORELASI INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT KEBUGARAN KARDIOVASKULAR SELAMA PANDEMI COVID-19 DI SMA X WONOGIRI Dewangga, Mahendra Wahyu; Amarseto, Binuko
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah merugikan semua sektor, termasuk sektor pendidikan. Sejak pandemi Covid-19 di Indonesia, semua aktivitas dibatasi. Pendidikan juga merupakan salah satu tempat yang terkena dampak negatif. Kebijakan belajar dari rumah tentunya akan mempengaruhi aktivitas fisik siswa. Ketika siswa memiliki aktivitas yang rendah, maka akan mempengaruhi indeks massa tubuh dan tingkat kebugaran kardiovaskular mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Body Mass Index dengan tingkat kebugaran kardiovaskular siswa SMA X Wonogiri yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Besar sampel adalah 40 atlet yang terdiri dari 20 siswa putra dan 20 siswa putri. Tingkat kebugaran kardiovaskular diukur menggunakan tes lari 2,4 kilometer. Uji analisis menggunakan pearson product-moment test untuk melihat hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran kardiovaskular. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran kardiovaskular siswa SMA X Wonogiri yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga, dengan nilai signifikansi p = 0,882. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran kardiovaskular pada siswa SMA X Wonogiri yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga selama pandemi COVID-19Indeks Masa Tubuh, Kebugaran Kardiovaskuler, Covid-19
MANAGEMEN FISIOTERAPI DALAM PEMULIHAN PASCA REKONSTRUKSI ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT PADA FASE 3 Khairunnisa, Shafira Rizky Nur; Mahendra Wahyu Dewangga; Hakny Kusuma Maulana Arkan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7503

Abstract

Peran sendi lutut sangat penting terhadap stabilitas dari tubuh saat melakukan aktivitas, maka besar kemungkinan akan sering mengalami cedera. Salah satu cedera yang paling sering terjadi di area sendi lutut yaitu pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). Cedera pada ACL ini paling sering terjadi pada beberapa cabang olahraga yaitu seperti sepak bola dan basket. Terdapat dua macam prosedur dalam penanganan cedera ACL yaitu rekonstruksi atau konservatif. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan pemberian managemen fisioterapi berupa latihan yang diberikan pada fase 3 pasca rekonstruksi ACL. Hasil dan Pembahasan: Setelah diberikan intervensi fisoterapi selama 4 kali pertemuan didapatkan hasil bahwa meskipun tidak ada peningkatan kekuatan otot pada setiap pertemuan namun terdapat peningkatan endurance pada setiap latihan. Selain itu juga terdapat peningkatan kemampuan fungsional pada akhir pertemuan. Kesimpulan: Management fisioterapi dalam upaya pemulihan terbukti efektif pada kasus pasca rekonstruksi ACL fase 3.
Efektivitas Intervensi Nonfarmakologis terhadap Low Back Pain Kronik dalam Meningkatkan Kualitas Tidur: Tinjauan Naratif Ginting, Erma Juana BR; Dewangga, Mahendra Wahyu
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Chronic Low Back Pain (CLBP) merupakan satu dari beberapa permasalahan muskuloskeletal yang sangat biasa terjadi pada orang dewasa serta kerap kali berhubungan dengan gangguan tidur, yang pada akhirnya memperburuk kualitas hidup. Keterkaitan antara nyeri dan tidur menciptakan tantangan dalam penanganan jangka panjang individu dengan nyeri punggung bawah kronis.Method: Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan pemenggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Naratif Literatur Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Tinjauan sistematis ini menelaah uji coba terkontrol secara acak (RCT) yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dan meneliti efektivitas intervensi terhadap kualitas tidur pada orang dewasa dengan nyeri punggung bawah kronis. Artikel dikumpulkan dari database PubMed menggunakan kata kunci "chronic low back pain" dan "sleep quality". Kriteria inklusi meliputi peserta berusia ≥18 tahun dengan LBP ≥12 minggu, serta penggunaan alat ukur kualitas tidur yang tervalidasi seperti PSQI, ISI, atau PROMIS.Result: Sebanyak enam studi RCT memenuhi kriteria. Intervensi yang dianalisis mencakup mindfulness-based stress reduction (MBSR), latihan akuatik, yoga virtual, fisioterapi konvensional, stimulasi listrik (TENS), kinesio taping, dan diatermi radiofrekuensi. Mayoritas studi menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur, terutama pada intervensi yang menggabungkan komponen fisik dan psikologis. Mindfulness dan terapi akuatik menunjukkan hasil paling konsisten dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan kualitas tidurDiscussion: Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan multimodal yang mengintegrasikan relaksasi psikologis dan latihan fisik lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dibandingkan pendekatan tunggal yang hanya bersifat fisik. Intervensi yang fokus pada pengurangan stres dan pengaturan sistem saraf memberikan hasil yang lebih nyata dibandingkan teknik pasif seperti kinesio taping.Conclusion: Tinjauan ini memperkuat pemahaman bahwa kualitas tidur perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam tujuan terapi bagi pasien dengan nyeri punggung bawah kronik. Pendekatan yang menggabungkan aspek fisik dan psikologis secara bersamaan direkomendasikan karena mampu memberikan manfaat klinis yang lebih menyeluruh.
Co-Authors Adhi, Wisnu Prasetyo Agus Susanta Agus Tiyawan Alif Rahmadhani, Dimas Amanda, Mutiara Sabta Amarseto, Binuko Ambardhani, Nurul Andy Sirada Andzani, Fahreza Ayu Anggraeni, Fitria Rizky Anggraheni, Anindya Veta Annisa Rizky Amalia Antya Candrika, Anindita Aquariza, Eliska Elok Ardiansyah, Faizin Arianti, Bella Arianto, Fransiska Ike Natalia Arif Pristianto Arif Setiawan Arif, Akbar Maulana Auliya, Fitrotul Ayuninggar, Lintang Az-Zahra, Fadhilah Batubara, Nuraida Belinda, Melur Billa, Azizah Shalsa Choirunisa, Dea Condrowati Condrowati Dea Choirunisa Dewi, Annisa Fitri Djoko Pekik Irianto Dzakiyah Widyaningrum Eko Prasetyo Fadjriyah, Mandha Noor Fahreza Ayu Andzani Faizah Nashrillah Reyhana Fajar Kholillulloh Farizqi, Kurnia Lutfi Firdaus, Muhammad Naufal Firjatulla, Rakha Fitriani, Dessy Fitriyah, Oktaviani Galih Adhi Isak Setiawan Ginting, Erma Juana BR Hakny Kusuma Maulana Arkan Ilmuddin, Fathul Wahid Israhnanto Isradji Izzatul Arifah Jasir Pabrizadinata, M. Irfan Jati, Daru Kumoro Cipto Kamela Afrelia Karyanto, Muhammad Dhaffa Kasumbung, M Tasa Khairuddin, Gumilang Wahyu Khairunnisa, Shafira Rizky Nur Kinasih, Putri Kirana, Sasi Komalasari, Dwi Rosella Krisdeana, Afinda Krisna Viandara, Dewa Made Kurniady, Devi Arthamevia Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Lathifani, Nabila Rizka lestari, sulis M maisaroh, M Mailani, Rena Miftah Fariz Muryanto, Satroda Musyafa, Zafaf Mutiara, Farrah Rizky Nabila Rubianti Nabila, Annora Shafa Nabila, Khansa Nuriashinta Nadhiira Dwi Amri Nadia Salsabiela Mumtazi Luthfiah Naufal, Adnan Faris Nazhira, Fidyatul Nilam Nur Hamidah Ningrum, Ika Annisa Rahayu Ninik Setyoningsih Nisa, Natasya Aulia Choirun Novalino Rechtsi Medistianto, Tri Nuraida Batubara Nurma, Hanifah Dwi Nurwahidah, Kamila Perdana, Suryo Saputra Perdana, Suryo Saputro Prasetyo, Arya Tri Pratamasari, Nastiti Puspitsari, Dyah Ayu Aprilyana Putri, Adelia Kurnia Putri, Hena Aura Rahma Septiara Ramadhani, Hanum Wahyu Ratih Wulandari Rinna Ainul Maghfiroh Safira, Chrisnami Ika Salsabila, Shofa Salma Samiyem, Samiyem Saputro, Sigit Sembiring, Rico Anandri Setiawan, Galih Adhi Isak Setiyaningsih, Rita Siddiq, Muhammad Nizar Silaen, Nevada Bulandari Sonia Januarizy Sri Yunanto Syamsul Ari Wicaksono Taufik Eko Susilo Taufiqurrachman Nasihun Tiara Fatmarizka Totok Budi Santoso Triasari, Ana Umi Budi Rahayu Utami, Mulatsih Nita Viandara, Dewa Made Krisna Vivin Sari Sukmawati Vlorentyna Wilger, Ribka W Wijianto W. Wijianto Wahyu Jatmiko, Safari Wahyu Tri Sudaryanto Widayani Wahyuningtyas Wijayanti, Wahyu Kusuma Wijianto, W Wijianto, W. Wulan Adis Aranti Yuda, Wanda Kurnia Yuli Kusumawati Zaki, Andi Muhammad