Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi dan Survey Kejadian Cedera Olahraga Pada Atlet Pencak Silat Jasir Pabrizadinata, M. Irfan; Dewangga, Mahendra Wahyu
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i1.1631

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan survey tentang kasus cedera olahraga yang terjadi pada atlet pencak silat. Kegiatan ini dilakukan dengan cross sectional dan dilakukan selama satu waktu yang bersamaan dengan teknik survei. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket dan pengisian pertanyaan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan zoom meeting dan angket diisi melalui google form. Hasil dan simpulan penelitian menunjukkan bahwa dari 110 responden atlet pencak silat di Kota Surakarta yang pernah mengalami cedera olahraga menurut lokasi cedera sebagai berikut: cedera pada kepala 25%, cedera pada leher 51%, cedera bahu 56%, cedera pada siku 79%, cedera pada pergelangan tangan 97%, cedera pada jari tangan 92%, cedera pada panggul 70%, cedera pada lutut 94% dan cedera pada pergelangan kaki sebesar 78%.
Tingkat Pengetahuan Atlet Sepak Bola Wanita tentang Penanganan Cidera Olahraga Nurwahidah, Kamila; Dewangga, Mahendra Wahyu
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i1.1671

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan survey tentangtingkat pengetahuan atlet sepak bola wanita tentang penanganan cedera olahraga. Kegiatan ini dilakukan dengan cross sectional dan dilakukan selama satu waktu yang bersamaan dengan teknik survei. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket dan pengisian pertanyaan. Kegiatan dilaksanakan di Akademi Sepakbola Putri Surakarta pada bulan Nopember 2023. Sampel pada kegiatan ini berjumlah 30 orang. Bersasarkan hasil penelitian diambil dari penelitian tetang pengatahuan atlet sepak bola pengenai penanganan cedara pertolongan pertama menggunakan P.R.I.C.E, bahwa tingkat pengetahuan responden sepak Bola putri di Surakarta dalam kategori cukup baik.
Edukasi Cold Water Immersion Sebagai Cara Recovery Untuk Atlet Sepak Bola Putri Dewangga, Mahendra Wahyu
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i2.2664

Abstract

Pemulihan yang efektif sangat penting bagi atlet untuk menjaga performa optimal dan mencegah cedera. Cold Water Immersion (CWI) atau perendaman air dingin merupakan salah satu metode pemulihan yang dikenal efektif dalam membantu atlet pulih lebih cepat, mengurangi nyeri otot, dan mengembalikan performa setelah aktivitas fisik yang intens. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai manfaat dan teknik CWI kepada atlet dan pelatih sepak bola putri di Akademi Sepak Bola Putri Surakarta. Metode penyampaian dalam program ini meliputi workshop edukasi, demonstrasi langsung, dan penyebaran materi edukasi yang mudah dipahami. Workshop bertujuan memberikan pengetahuan dasar dan lanjutan mengenai CWI, sementara demonstrasi langsung memperlihatkan teknik yang tepat dalam melakukan CWI. Materi edukasi disediakan dalam bentuk brosur, panduan langkah-demi-langkah, dan video tutorial yang dapat diakses oleh peserta. Evaluasi program dilakukan melalui kuesioner dan wawancara untuk menilai pemahaman dan kesesuaian metode penyampaian. Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atlet dan pelatih sepak bola putri dalam menggunakan CWI sebagai bagian dari rutinitas pemulihan mereka. Dengan demikian, diharapkan dapat tercapai peningkatan performa dan pengurangan risiko cedera, serta mendukung perkembangan sepak bola putri di Indonesia.
Physiotherapy Management For Pedicled Ld Flap And Stsg E.C Soft Tissue Tumor : A Case Report Kamela Afrelia; Mahendra Wahyu Dewangga; Nilam Nur Hamidah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v4i1.2948

Abstract

Background: Pedicled LD Flap and STSG are reconstructive measures to cover defects in extensive tumor conditions in the brachii region, especially the elbow. In this case, physiotherapy management is given to accelerate recovery to be more optimal, reduce the risk of complications and improve functional results in the brachii region. Methods: In this study using the Case report method conducted at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Bali Hospital in a male patient aged 15 post Pedicled LD Flap and STSG with complaints of pain in the surgical scar area, limited joint motion, and impaired functional ability. Given exercise, infrared modality, and ADL training with 1x a week for 2 weeks. Results: Overall there was an increase in sinistra AGA muscle strength, increased joint motion scope, and improved functional ability with the SPADI Index. Conclusion: Based on research using this case report, it shows that physiotherapy management in post Pedicled LD Flap and STSG E.C Soft Tissue Tumor conditions given infrared, exercise, and ADL training can be concluded to be able to reduce pain, reduce stiffness, increase the scope of joint motion, increase muscle strength, and improve joint functional abilities and daily activities of patients.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Post Sectio Caesarea e.c. Impending Eklampsia: Studi Kasus Auliya, Fitrotul; Dewangga, Mahendra Wahyu; Setiawan, Galih Adhi Isak
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: pre eklampsia merupakan suatu kelainan yang dapat terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan dimana terdapat tekanan darah tinggi dan tanda-tanda gangguan organ lain. Tekanan darah tinggi saat hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya pre eklampsia, kelahiran prematur, solusio plasenta, dan kelahiran sesar. Sectio caesarea adalah sebuah teknik operasi untuk melahirkan janin dan hasil kehamilan melalui sayatan pada abdomen. Permasalahan yang terjadi pada kasus post sectio caesarea e.c. impending eklampsia adalah hipertensi, nyeri pada bekas luka operasi sectio caesarea di perut bawah, penurunan kekuatan otot abdominal dan pelvic floor, penurunan kemampuan fungsional, dan oedema pada ankle kanan dan kiri. Adapun intervensi fisioterapi yang dapat diberikan yaitu diaphragmatic breathing exercise, active movement exercise, knee rolling, abdominal exercise, pelvic tilting, pelvic floor exercise, dan latihan mobilisasi bertahap. Presentasi Kasus: pasien Ny. AK usia 37 tahun dengan diagnosa medis post sectio caesarea e.c. impending eklampsia mengalami permasalahan berupa hipertensi, nyeri pada bekas luka operasi sectio caesarea di perut bawah, penurunan kekuatan otot abdominal dan pelvic floor, penurunan kemampuan fungsional, dan oedema pada ankle kanan dan kiri. Intervensi dan Hasil: pasien diberikan intervensi fisioterapi berupa diaphragmatic breathing exercise, active movement exercise, knee rolling, abdominal exercise, pelvic tilting, pelvic floor exercise, dan latihan mobilisasi bertahap sebanyak 3 kali dan didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan tekanan darah, penurunan nyeri (diam, tekan, gerak), peningkatan kekuatan otot (abdominal dan pelvic floor), peningkatan kemampuan fungsional, dan penurunan oedema pada ankle kanan dan kiri. Diskusi: penurunan tekanan darah dan nyeri terjadi setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa diaphragmatic breathing exercise. Selain itu, terjadi juga peningkatan kekuatan otot abdominal dan pelvic floor setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa knee rolling, abdominal exercise, pelvic tilting, dan pelvic floor exercise. Peningkatan kekuatan otot juga dapat dipengaruhi oleh nyeri yang mulai berkurang sehingga pasien tidak takut untuk bergerak atau melakukan latihan. Kemampuan fungsional pasien juga mengalami peningkatan setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa active movement exercise dan latihan mobilisasi bertahap. Peningkatan ini juga dipengaruhi oleh kondisi umum pasien yang semakin hari semakin membaik, tekanan darah yang mulai terkontrol, dan penurunan nyeri. Oedema pada ankle kanan dan kiri juga mengalami penurunan setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa active movement exercise anggota gerak bawah (AGB) berupa ankle pumping dan dipengaruhi oleh pemberian obat furosemide. Kesimpulan: pemberian intervensi fisioterapi berupa diaphragmatic breathing exercise, active movement exercise, knee rolling, abdominal exercise, pelvic tilting, pelvic floor exercise, dan latihan mobilisasi bertahap sebanyak 3 kali dapat untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi nyeri (diam, tekan, gerak), meningkatkan kekuatan otot (abdominal dan pelvic floor), meningkatkan kemampuan fungsional, dan mengurangi oedema pada ankle kanan dan kiri pada kasus post sectio caesarea e.c. impending eklampsia.
Manajemen Fisioterapi pada Kasus Post Posterior Cruciate Ligament Reconstruction (PCLR): Studi Kasus Kurniady, Devi Arthamevia; Dewangga, Mahendra Wahyu; Saputro, Sigit
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Posterior cruciate ligament adalah salah satu dari empat ligamen utama di sendi lutut dan bertanggung jawab untuk menstabilkan tibia di dalam tulang paha. PCL berfungsi untuk menahan gaya varus, valgus, dan rotasi eksternal. Cedera PCL disebabkan oleh gaya anterior ekstrem yang bekerja pada tibia proksimal pada lutut yang tertekuk. PCL juga bisa terluka karena terjatuh ke depan dengan lutut ditekuk. Penyebab paling umum cedera PCL adalah kecelakaan dalam berkendara dan cedera olahraga. Presentasi kasus: Pasien mengalami keterbatasan gerak dan nyeri saat fleksi lutut kanan sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Pasien mengalami cedera olahraga ketika bermain sepak bola yaitu karena pasien ditekel oleh lawan main dari samping kiri. Setelah kejadian pasien mencoba berjalan kecil dan merasakan belakang lutut seperti ditusuk jarum. Pasien mendatangi rumah sakit dan melakukan MRI dengan hasil ruptur PCL kanan. Pasien mengeluhkan nyeri gerak dan nyeri tekan pada area lutut kanan, kelemahan otot fleksor dan ekstensor, penurunan rentang gerak sendi. Manajemen dan Hasil: Pasien diberikan latihan fase 2 berupa quadriceps setting, gluteus setting, SLR, hold bridging, isotonic bridging, ankle therraband, calf raise, balance training (single leg), squat, steup up dan lateral step up box 20 cm, leg press, static cycle, dan plank. Evaluasi yang diukur oleh peneliti berupa evaluasi nyeri menggunakan NRS, evaluasi kekuatan otot dengan MMT, evaluasi LGS menggunakan goniometer, evaluasi atrofi otot menggunakan midline, dan evaluasi kemampuan fungsional menggunakan lysholm knee score index. Diskusi: Berdasarkan intervensi yang diberikan ditemukan hasil bahwa latihan penguatan mempunyai manfaat pada pasien pasca rekonstruksi PCL fase akut yang memiliki tujuan perlindungan maksimal pada healing graft, menjaga tonus otot paha depan, mempertahankan ekstensi lutut penuh, pengendalian nyeri dan edema, meningkatkan propioseptif, stabilisasi otot core, serta meingkatkan rentang gerak sendi fleksi lutut Kesimpulan: Kesimpulan yang didapatkan pada pasien dengan kasus PCLR fase 2 setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa modalitas kompres es dan exercise yang dilakukan sebanyak 4x menunjukkan hasil berupa penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, pengurangan atrofi otot, peningkatan lingkup gerak sendi, dan peningkatan kemampuan fungsional.
Manajemen Fisioterapi pada Spinal Cord Injury et causa Spine Tuberculosis di RSUD Saiful Anwar Malang: A Case Study Putri, Hena Aura; Dewangga, Mahendra Wahyu; Belinda, Melur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Spinal Cord Injury adalah kondisi medis yang terjadi pada kerusakan sumsum tulang belakang yang menyebabkan disfungsi motoric, sensorik dan otonom. Kerusakan SCI dibagi menjadi dua yaitu traumsatic (kecelakaan) dan non traumatic (infeksi dan kanker). Case Presentation: Seorang pelajar wanita berusia 21 Tahun dengan riwayat Spine Tuberculosis sehingga mengakibatkan terjadinya kompresi atau disebut Spondilytis Tuberculosis yang diaanjurkan untuk melakukan Operasi. Management and Outcome: Kombinasi Breathing Exercise, Motor Training, Walking Exercise, Balance Training, Training Unsupported Sitting, NMES memberikan hasil yang cukup baik dalam meningkatkan kemampuan fisik, daya tahan, fungsional serta kemampuan koordinasi dan keseimbangan. Discussion: Beberapa artikel yang ditemukan memberikan kesamaan dengan memberikan latihan fisik sebagai rehabilitasi yang efektif guna meningkatkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup pasien. Conclusion: Manajemen fisioterapi dengan rehabilitasi dini serta mengoptimalkan dan memfokuskan aktivitas fisik seperti Breathing Exercise, Motor Training, Walking Exercise, Balance Training, Training Unsupported Sitting, NMES mremberikan hasil yang bagus jika dilakukan secara rutin dan memaksimalkan kemampuan pasien.
Penyuluhan Penanganan Cedera Olahraga dengan Metode Price pada Akademi Sepakbola Putri di Lapangan Jajar Surakarta Dewangga, Mahendra Wahyu; Sudaryanto, Wahyu Tri; Prasetyo, Arya Tri; Pratamasari, Nastiti
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): IJPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.627

Abstract

Cedera olahraga adalah cedera yang timbul saat berlatih, bertanding ataupun saat setelah berolahraga. Cedera olahraga terjadi karena ketidakmampuan jaringan otot, persendian, tendon, kulit) dan organ tubuh lainnya dalam menerima beban latihan pada saat berolahraga. Metode PRICE digunakan untuk penanganan awal cedera ringan seperti keseleo atau terkilir dengan tujuan untuk mencegah cedera lebih lanjut dan mengurangi rasa nyeri. PRICE merupakan singkatan dari berbagai kata yaitu Protect (melindungi), Rest (istirahat), Ice (es), Compress (membebat), Elevate (meninggikan). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemain sepak bola wanita terkait penanganan cedera olahraga dengan metode PRICE. Metode penulisan dengan deskripsi dimana para siswa diberi kuesioner yang berisi tentang pertanyaan tentang pengetahuan tentang cedera olahraga pada sepakbola wanita. Kegiatan yang dipilih untuk menyampaikan edukasi adalah penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang penanganan cedera olahraga dengan metode PRICE dilakukan menggunakan kuesioner baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi. Didapatkan hasil jawaban YA sebanyak 295 poin (67%), jawaban Tidak sebanyak 118 poin (27%), dan 26 (6%) orang menjawab tidak tahu. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan Penanganan Cedera Olahraga pada atlet sepak bola Wanita di Surakarta sebanyak 34 orang dengan jenis kelamin keseluruhan Perempuan dengan latar belakang pendidikan TK sampai dengan mahasiswa dengan rentang usia 6 tahun sampai 21 tahun Dari kegiatan tersebut kami memberikan edukasi tentang merode PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, Elevate) kepada para atlet di Lapangan Jajar Surakarta.
Smartphone-Based Early Child Dection To Monitor Children's Growth And Development Kirana, Sasi; Pristianto, Arif; Dewangga, Mahendra Wahyu; Khairuddin, Gumilang Wahyu
Gaster Vol 22 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v22i2.1635

Abstract

Background: Communication technologies, especially smartphones, offer great potential in improving health education by providing easily accessible information. Provide knowledge and understanding as well as attention to the child's developmental conditions, namely the physical and motor conditions that exist within the individual to avoid and overcome the occurrence of disorders. Methods: This type of research uses Research and Development (R&D) research and development methods. To produce certain products, research is used in the nature of needs analysis and to test the effectiveness of the product so that it can function in the wider community, research is needed to test the effectiveness of the product. Results: These test results are important for further improvements and for future research. Users say that this application is very helpful in monitoring children's growth and development and can be accessed at any time. Conclusion: This application about child growth and development is quite suitable for use. although it still requires further improvements and development so that the application is better used in the future.
PROGRAM PREVENTIF DAN DETEKSI DINI SKOLIOSIS PADA ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH DI SMPN 3 SURAKARTA Dewangga, Mahendra Wahyu; Kinasih, Putri; Farizqi, Kurnia Lutfi; Anggraheni, Anindya Veta; Safira, Chrisnami Ika; Pristianto, Arif
Servirisma Vol. 4 No. 1 (2024): Servirisma : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/servirisma.2024.41.43

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. Physically, adolescents experience an increase in body growth, such as an increase in height, as well as the maturity of the organs including the maturity of the reproductive function. Meanwhile, cognitive maturity is identified with the ability to think abstractly. The bad habit of teenagers at school is carrying not a few school supplies, they even carry an extra tote bag to go to school. This if done for a long period of time will result in bad posture or spinal abnormalities. Poor posture results in musculoskeletal problems and leads to postural skoliosis. Many students have complaints of pain and discomfort in the back and waist area, this is caused by sitting in the wrong position for a long time and also many students carry bags that are too heavy and even carry with a tote bag or sling. This can encourage educational activities related to preventive programs and early detection of skoliosis at OSIS SMPN 3 Surakarta. The method we use consists of presentation of material, discussion sessions, exercises and practices. The results obtained after delivering the material were an increase in students' knowledge and increased awareness of the importance of maintaining a good sitting pattern to avoid skoliosis.
Co-Authors Adhi, Wisnu Prasetyo Adnan Faris Naufal Agus Susanta Agus Tiyawan Alif Rahmadhani, Dimas Amanda, Mutiara Sabta Amarseto, Binuko Ambardhani, Nurul Ameilia Nurhadiyastuti Ana Triasari Andy Sirada Andzani, Fahreza Ayu Anggraeni, Fitria Rizky Anggraheni, Anindya Veta Annisa Dewi Cahya Annisa Rizky Amalia Antya Candrika, Anindita Aquariza, Eliska Elok Ardiansyah, Faizin Arianeputri, Gemma Nurulfatiha Arianti, Bella Arianto, Fransiska Ike Natalia Arif Pristianto Arif Setiawan Arif, Akbar Maulana Auliya, Fitrotul Ayuninggar, Lintang Az-Zahra, Fadhilah Batubara, Nuraida Belinda, Melur Billa, Azizah Shalsa Chintya Putri Wibowo Choirunisa, Dea Condrowati Condrowati Dea Choirunisa Dewi, Annisa Fitri Dian Hudiyawati Dinda Marini Putri Djoko Pekik Irianto Dzakiyah Widyaningrum Eko Prasetyo Fadjriyah, Mandha Noor Fahreza Ayu Andzani Faizah Nashrillah Reyhana Fajar Kholillulloh Fardani Nur Annisa Farizqi, Kurnia Lutfi Fathul Wahid Ilmuddin Firdaus, Muhammad Naufal Fitriani, Dessy Fitriyah, Oktaviani Galih Adhi Isak Setiawan Ginting, Erma Juana BR Hakny Kusuma Maulana Arkan Hamidah, Nilam Nur Iik Monika Israhnanto Isradji Izzatul Arifah Jasir Pabrizadinata, M. Irfan Jati, Daru Kumoro Cipto Jihadilia Islami Putri Kamela Afrelia Karyanto, Muhammad Dhaffa Kasumbung, M Tasa Khairuddin, Gumilang Wahyu Khairunnisa, Shafira Rizky Nur Khansa Nuriashinta Nabila Kinasih, Putri Kirana, Sasi Komalasari, Dwi Rosella Krisdeana, Afinda Krisna Viandara, Dewa Made Kurniady, Devi Arthamevia Lathifani, Nabila Rizka lestari, sulis M maisaroh, M Mailani, Rena Medistianto, Tri Novaliano Rechtsi Miftah Fariz Muhammad Isa Hanafi Tabah Tohamik Muhammad Nizar Siddiq Muhammad Rafif ‘Ulwan Mulatsih Nita Utami Muryanto, Satroda Musyafa, Zafaf Mutiara Sabta Amanda Mutiara, Farrah Rizky Nabila Rubianti Nabila, Annora Shafa Nabila, Khansa Nuriashinta Nadhiira Dwi Amri Nadia Salsabiela Mumtazi Luthfiah Nazhira, Fidyatul Nilam Nur Hamidah Ningrum, Ika Annisa Rahayu Ninik Setyoningsih Nisa, Natasya Aulia Choirun Novalino Rechtsi Medistianto, Tri Nuraida Batubara Nurma, Hanifah Dwi Nurwahidah, Kamila Perdana, Suryo Saputra Perdana, Suryo Saputro Prasetyo, Arya Tri Pratamasari, Nastiti Puspitsari, Dyah Ayu Aprilyana Putri Nurlia Anggraini Putri, Adelia Kurnia Putri, Hena Aura Rahma Septiara Rakha Firjatulla Ramadhani, Hanum Wahyu Ratih Wulandari Rini Anggita Rinna Ainul Maghfiroh Safari Wahyu Jatmiko Safira, Chrisnami Ika Salsabila, Shofa Salma Samiyem Samiyem Samiyem, Samiyem Saputro, Sigit Sembiring, Rico Anandri Septia Denok Sugiharto Setiawan, Galih Adhi Isak Setiyaningsih, Rita Siddiq, Muhammad Nizar Silaen, Nevada Bulandari Sonia Januarizy Sri Yunanto Syamsul Ari Wicaksono Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Eko Susilo Taufiqurrachman Nasihun Tiara Fatmarizka Totok Budi Santoso Triasari, Ana Umi Budi Rahayu Viandara, Dewa Made Krisna Vivin Sari Sukmawati Vlorentyna Wilger, Ribka W Wijianto Wahyu Tri Sudaryanto Widayani Wahyuningtyas Wijayanti, Wahyu Kusuma Wijianto, W Wijianto, W. Wilger, Ribka Vlorentyna Wulan Adis Aranti Yuda, Wanda Kurnia Yuli Kusumawati Zaki, Andi Muhammad