Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Kapasitas Aerobik Mahasiswa Fisioterapi Selama Pandemi Covid-19: A Survey Report Mahendra Wahyu Dewangga; Andy Sirada
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic has forced people to limit their daily activities. The Indonesian government issued regulations requiring almost all sectors to be carried out at home (work from home). Students are no exception required to study from home during the COVID-19 pandemic. Conducting lectures at home and limited access to activities outside the home can affect a decrease in students' aerobic capacity. This study aims to asses the level of aerobic capacity of physiotherapy students at UPN Veteran Jakarta. This research is a quantitative descriptive study with test and measurement methods. The population is all 6th semester students of the UPN Veteran Jakarta physiotherapy study program for the 2021/2022 academic year, totaling 68 people. This study was conducted in July 2022. The level of aerobic capacity was measured using the bleep test. The results showed that the student's aerobic capacity level was in the perfect category, none (0%), very good category, none (0%), good category 1 person (1.5%), average category 3 people (4, 5%), sufficient category is 7 people (10.2%), bad category is 26 people (38.2%), and very bad category is 31 people (45.6%). Most of the aerobic capacities of the 6th semester Physiotherapy students at UPN Veteran Jakarta are poor. This is because the COVID-19 pandemic has affected the physical activity level of Physiotherapy students.Keywords: Aerobic Capasity; Physiotherapy; Pandemic; Covid-19AbstrakPandemic COVID-19 membuat masyarakat harus membatasi aktivitas sehari-hari. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan yang mewajibkan hampir semua sektor untuk dilakukan di rumah (work from home). Tak terkecuali para mahasiswa diwajibkan untuk belajar dari rumah pada masa pandemi COVID-19. Melakukan perkuliahan di rumah dan dibatasi akses untuk beraktivitas di luar rumah mampu mempengaruhi penurunan kapasitas aerobik para mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas aerobik mahasiswa program studi fisioterapi UPN Veteran Jakarta. Penelitian ini adalah  penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan metode pengukuran tes dan. Populasi pada pebelitian ini ialah seluruh mahasiswa semester 6 program studi fisioterapi UPN Veteran Jakarta tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 68 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022. Tingkat kapasitas aerobik diukur menggunakan bleep test. Hasil pengukuran dan tes pada penelitian mendapatkan data bahwa tidak terdapat mahasiswa dengan tingkat kapasitas aerobik sempurna (0%), mahasiswa dengan tingkat kategori sangat baik tidak ada (0%), mahasiswa dengan tingkat kategori baik sebanyak 1 orang (1,5%), mahasiswa dengan tingkat kategori rata-rata sebanyak 3 orang (4,5%), mahasiswa dengan tingkat kategori cukup sebanyak 7 orang (10,2%), mahasiswa dengan tingkat kategori buruk sebanyak 26 orang (38,2%), dan mahasiswa dengan tingkat kategori sangat buruk sebanyak 31 orang (45,6%). Kesimpulan pada penelitian ini sebagian besar kapasitas aerobik mahasiswa Fisioterapi semester 6 di UPN Veteran Jakarta adalah Buruk. Hal ini disebabkan karena pandemi COVID-19 mempengaruhi tingkat aktivitas fisik mahasiswa Fisioterapi.Kata kunci: Kapasitas Aerobik; Fisioterapi; Pandemi; Covid-19
Edukasi Program Latihan Fisik Untuk Mencegah Kejadian Skoliosis Pada Siswa SMP 3 Surakarta Dewangga, Mahendra Wahyu; Kinasih, Putri; Farizqi, Kurnia Lutfi
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i1.1355

Abstract

Masa pertumbuhan remaja yaitu periode pertumbuhan antara masa kanak kanak menuju masa dewasa. Kebiasaan buruk remaja saat sekolah yaitu membawa perlengkapan sekolah yang tidak sedikit, bahkan ia membawa tas jinjing tambahan untuk pergi ke sekolah. Hal tersebut jika dilakukan dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan postur buruk atau kelainan tulang belakang. Postur yang buruk mengakibatkan masalah musculoskeletal dan berujung ke gangguan postural scoliosis. Scoliosis yang terjadi pada remaja biasanya dikarenakan penggunaan tas ransel yang tidak sesuai, postur tubuh saat duduk yang buruk dan membawa beban berat hanya satu sisi. Siswa-siswi OSIS SMPN3 Surakarta masih belum cukup familiar dengan permasalahan scoliosis. Hal ini dapat mendorong untuk melakukan kegiatan edukasi terkait program latihan fisik untuk mencegah kejadian skoliosis pada siswa SMP N 3 Surakarta. Kegiatan ini diikuti sebanyak 28 siswa-siswi pengurus dan anggota OSIS SMP N 3 Surakarta. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah, dan praktikum terkait program latihan fisik untuk mencegah dan menangani scoliosis. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan ini mendapatkan pemahaman dari peserta dengan cukup baik.
Edukasi dan Survey Kejadian Cedera Olahraga Pada Atlet Pencak Silat Jasir Pabrizadinata, M. Irfan; Dewangga, Mahendra Wahyu
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i1.1631

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan survey tentang kasus cedera olahraga yang terjadi pada atlet pencak silat. Kegiatan ini dilakukan dengan cross sectional dan dilakukan selama satu waktu yang bersamaan dengan teknik survei. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket dan pengisian pertanyaan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan zoom meeting dan angket diisi melalui google form. Hasil dan simpulan penelitian menunjukkan bahwa dari 110 responden atlet pencak silat di Kota Surakarta yang pernah mengalami cedera olahraga menurut lokasi cedera sebagai berikut: cedera pada kepala 25%, cedera pada leher 51%, cedera bahu 56%, cedera pada siku 79%, cedera pada pergelangan tangan 97%, cedera pada jari tangan 92%, cedera pada panggul 70%, cedera pada lutut 94% dan cedera pada pergelangan kaki sebesar 78%.
Tingkat Pengetahuan Atlet Sepak Bola Wanita tentang Penanganan Cidera Olahraga Nurwahidah, Kamila; Dewangga, Mahendra Wahyu
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i1.1671

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan survey tentangtingkat pengetahuan atlet sepak bola wanita tentang penanganan cedera olahraga. Kegiatan ini dilakukan dengan cross sectional dan dilakukan selama satu waktu yang bersamaan dengan teknik survei. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket dan pengisian pertanyaan. Kegiatan dilaksanakan di Akademi Sepakbola Putri Surakarta pada bulan Nopember 2023. Sampel pada kegiatan ini berjumlah 30 orang. Bersasarkan hasil penelitian diambil dari penelitian tetang pengatahuan atlet sepak bola pengenai penanganan cedara pertolongan pertama menggunakan P.R.I.C.E, bahwa tingkat pengetahuan responden sepak Bola putri di Surakarta dalam kategori cukup baik.
Edukasi Cold Water Immersion Sebagai Cara Recovery Untuk Atlet Sepak Bola Putri Dewangga, Mahendra Wahyu
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i2.2664

Abstract

Pemulihan yang efektif sangat penting bagi atlet untuk menjaga performa optimal dan mencegah cedera. Cold Water Immersion (CWI) atau perendaman air dingin merupakan salah satu metode pemulihan yang dikenal efektif dalam membantu atlet pulih lebih cepat, mengurangi nyeri otot, dan mengembalikan performa setelah aktivitas fisik yang intens. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai manfaat dan teknik CWI kepada atlet dan pelatih sepak bola putri di Akademi Sepak Bola Putri Surakarta. Metode penyampaian dalam program ini meliputi workshop edukasi, demonstrasi langsung, dan penyebaran materi edukasi yang mudah dipahami. Workshop bertujuan memberikan pengetahuan dasar dan lanjutan mengenai CWI, sementara demonstrasi langsung memperlihatkan teknik yang tepat dalam melakukan CWI. Materi edukasi disediakan dalam bentuk brosur, panduan langkah-demi-langkah, dan video tutorial yang dapat diakses oleh peserta. Evaluasi program dilakukan melalui kuesioner dan wawancara untuk menilai pemahaman dan kesesuaian metode penyampaian. Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atlet dan pelatih sepak bola putri dalam menggunakan CWI sebagai bagian dari rutinitas pemulihan mereka. Dengan demikian, diharapkan dapat tercapai peningkatan performa dan pengurangan risiko cedera, serta mendukung perkembangan sepak bola putri di Indonesia.
Pendampingan Kesehatan Fisik bagi Pembatik sebagai Upaya Mengurangi Risiko dan Keluhan Work-related Musculoskeletal Disorder (WMSD) di Kampung Batik Laweyan Pristianto, Arif; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Dewangga, Mahendra Wahyu; Ilmuddin, Fathul Wahid; Amanda, Mutiara Sabta; Triasari, Ana; Siddiq, Muhammad Nizar; Samiyem, Samiyem; Nabila, Khansa Nuriashinta
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.5171

Abstract

The high incidence of Work-related Musculoskeletal Disorder (WMSD) in workers is caused by various factors from the individual and the work environment. Musculoskeletal complaints in workers also occur and disrupt productivity for batik workers. Batik itself has several types and several divisions of work. Workload, duration, and poor work posture cause excess work on the muscles which results in functional disorders of the structural muscles in the neck and causes myofascial trigger point syndrome (MTPS). This service activity is carried out to resolve complaints, prevent further impacts, and increase worker productivity. The program is provided in the form of Integrated Neuromuscular Inhibition Technique (INIT) and Self Stretching combined with infrared radiation. Apart from that, educational efforts are also being made regarding Musculoskeletal Disorders and ergonomic working positions. Measurement of activity effectiveness is carried out using the VAS, NDI, NBM and WERA instruments. Based on the results of the activities carried out, it can be concluded that health assistance efforts for batik workers in Laweyan Batik Village in the form of providing therapeutic and educational measures have proven effective in reducing complaints and incidents of WMSD. By reducing complaints, the work output and productivity of batik makers increases.
Physiotherapy Management For Pedicled Ld Flap And Stsg E.C Soft Tissue Tumor : A Case Report Kamela Afrelia; Mahendra Wahyu Dewangga; Nilam Nur Hamidah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v4i1.2948

Abstract

Background: Pedicled LD Flap and STSG are reconstructive measures to cover defects in extensive tumor conditions in the brachii region, especially the elbow. In this case, physiotherapy management is given to accelerate recovery to be more optimal, reduce the risk of complications and improve functional results in the brachii region. Methods: In this study using the Case report method conducted at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Bali Hospital in a male patient aged 15 post Pedicled LD Flap and STSG with complaints of pain in the surgical scar area, limited joint motion, and impaired functional ability. Given exercise, infrared modality, and ADL training with 1x a week for 2 weeks. Results: Overall there was an increase in sinistra AGA muscle strength, increased joint motion scope, and improved functional ability with the SPADI Index. Conclusion: Based on research using this case report, it shows that physiotherapy management in post Pedicled LD Flap and STSG E.C Soft Tissue Tumor conditions given infrared, exercise, and ADL training can be concluded to be able to reduce pain, reduce stiffness, increase the scope of joint motion, increase muscle strength, and improve joint functional abilities and daily activities of patients.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Post Sectio Caesarea e.c. Impending Eklampsia: Studi Kasus Auliya, Fitrotul; Dewangga, Mahendra Wahyu; Setiawan, Galih Adhi Isak
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: pre eklampsia merupakan suatu kelainan yang dapat terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan dimana terdapat tekanan darah tinggi dan tanda-tanda gangguan organ lain. Tekanan darah tinggi saat hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya pre eklampsia, kelahiran prematur, solusio plasenta, dan kelahiran sesar. Sectio caesarea adalah sebuah teknik operasi untuk melahirkan janin dan hasil kehamilan melalui sayatan pada abdomen. Permasalahan yang terjadi pada kasus post sectio caesarea e.c. impending eklampsia adalah hipertensi, nyeri pada bekas luka operasi sectio caesarea di perut bawah, penurunan kekuatan otot abdominal dan pelvic floor, penurunan kemampuan fungsional, dan oedema pada ankle kanan dan kiri. Adapun intervensi fisioterapi yang dapat diberikan yaitu diaphragmatic breathing exercise, active movement exercise, knee rolling, abdominal exercise, pelvic tilting, pelvic floor exercise, dan latihan mobilisasi bertahap. Presentasi Kasus: pasien Ny. AK usia 37 tahun dengan diagnosa medis post sectio caesarea e.c. impending eklampsia mengalami permasalahan berupa hipertensi, nyeri pada bekas luka operasi sectio caesarea di perut bawah, penurunan kekuatan otot abdominal dan pelvic floor, penurunan kemampuan fungsional, dan oedema pada ankle kanan dan kiri. Intervensi dan Hasil: pasien diberikan intervensi fisioterapi berupa diaphragmatic breathing exercise, active movement exercise, knee rolling, abdominal exercise, pelvic tilting, pelvic floor exercise, dan latihan mobilisasi bertahap sebanyak 3 kali dan didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan tekanan darah, penurunan nyeri (diam, tekan, gerak), peningkatan kekuatan otot (abdominal dan pelvic floor), peningkatan kemampuan fungsional, dan penurunan oedema pada ankle kanan dan kiri. Diskusi: penurunan tekanan darah dan nyeri terjadi setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa diaphragmatic breathing exercise. Selain itu, terjadi juga peningkatan kekuatan otot abdominal dan pelvic floor setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa knee rolling, abdominal exercise, pelvic tilting, dan pelvic floor exercise. Peningkatan kekuatan otot juga dapat dipengaruhi oleh nyeri yang mulai berkurang sehingga pasien tidak takut untuk bergerak atau melakukan latihan. Kemampuan fungsional pasien juga mengalami peningkatan setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa active movement exercise dan latihan mobilisasi bertahap. Peningkatan ini juga dipengaruhi oleh kondisi umum pasien yang semakin hari semakin membaik, tekanan darah yang mulai terkontrol, dan penurunan nyeri. Oedema pada ankle kanan dan kiri juga mengalami penurunan setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa active movement exercise anggota gerak bawah (AGB) berupa ankle pumping dan dipengaruhi oleh pemberian obat furosemide. Kesimpulan: pemberian intervensi fisioterapi berupa diaphragmatic breathing exercise, active movement exercise, knee rolling, abdominal exercise, pelvic tilting, pelvic floor exercise, dan latihan mobilisasi bertahap sebanyak 3 kali dapat untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi nyeri (diam, tekan, gerak), meningkatkan kekuatan otot (abdominal dan pelvic floor), meningkatkan kemampuan fungsional, dan mengurangi oedema pada ankle kanan dan kiri pada kasus post sectio caesarea e.c. impending eklampsia.
Manajemen Fisioterapi pada Kasus Post Posterior Cruciate Ligament Reconstruction (PCLR): Studi Kasus Kurniady, Devi Arthamevia; Dewangga, Mahendra Wahyu; Saputro, Sigit
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Posterior cruciate ligament adalah salah satu dari empat ligamen utama di sendi lutut dan bertanggung jawab untuk menstabilkan tibia di dalam tulang paha. PCL berfungsi untuk menahan gaya varus, valgus, dan rotasi eksternal. Cedera PCL disebabkan oleh gaya anterior ekstrem yang bekerja pada tibia proksimal pada lutut yang tertekuk. PCL juga bisa terluka karena terjatuh ke depan dengan lutut ditekuk. Penyebab paling umum cedera PCL adalah kecelakaan dalam berkendara dan cedera olahraga. Presentasi kasus: Pasien mengalami keterbatasan gerak dan nyeri saat fleksi lutut kanan sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Pasien mengalami cedera olahraga ketika bermain sepak bola yaitu karena pasien ditekel oleh lawan main dari samping kiri. Setelah kejadian pasien mencoba berjalan kecil dan merasakan belakang lutut seperti ditusuk jarum. Pasien mendatangi rumah sakit dan melakukan MRI dengan hasil ruptur PCL kanan. Pasien mengeluhkan nyeri gerak dan nyeri tekan pada area lutut kanan, kelemahan otot fleksor dan ekstensor, penurunan rentang gerak sendi. Manajemen dan Hasil: Pasien diberikan latihan fase 2 berupa quadriceps setting, gluteus setting, SLR, hold bridging, isotonic bridging, ankle therraband, calf raise, balance training (single leg), squat, steup up dan lateral step up box 20 cm, leg press, static cycle, dan plank. Evaluasi yang diukur oleh peneliti berupa evaluasi nyeri menggunakan NRS, evaluasi kekuatan otot dengan MMT, evaluasi LGS menggunakan goniometer, evaluasi atrofi otot menggunakan midline, dan evaluasi kemampuan fungsional menggunakan lysholm knee score index. Diskusi: Berdasarkan intervensi yang diberikan ditemukan hasil bahwa latihan penguatan mempunyai manfaat pada pasien pasca rekonstruksi PCL fase akut yang memiliki tujuan perlindungan maksimal pada healing graft, menjaga tonus otot paha depan, mempertahankan ekstensi lutut penuh, pengendalian nyeri dan edema, meningkatkan propioseptif, stabilisasi otot core, serta meingkatkan rentang gerak sendi fleksi lutut Kesimpulan: Kesimpulan yang didapatkan pada pasien dengan kasus PCLR fase 2 setelah diberikan intervensi fisioterapi berupa modalitas kompres es dan exercise yang dilakukan sebanyak 4x menunjukkan hasil berupa penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, pengurangan atrofi otot, peningkatan lingkup gerak sendi, dan peningkatan kemampuan fungsional.
Manajemen Fisioterapi pada Spinal Cord Injury et causa Spine Tuberculosis di RSUD Saiful Anwar Malang: A Case Study Putri, Hena Aura; Dewangga, Mahendra Wahyu; Belinda, Melur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Spinal Cord Injury adalah kondisi medis yang terjadi pada kerusakan sumsum tulang belakang yang menyebabkan disfungsi motoric, sensorik dan otonom. Kerusakan SCI dibagi menjadi dua yaitu traumsatic (kecelakaan) dan non traumatic (infeksi dan kanker). Case Presentation: Seorang pelajar wanita berusia 21 Tahun dengan riwayat Spine Tuberculosis sehingga mengakibatkan terjadinya kompresi atau disebut Spondilytis Tuberculosis yang diaanjurkan untuk melakukan Operasi. Management and Outcome: Kombinasi Breathing Exercise, Motor Training, Walking Exercise, Balance Training, Training Unsupported Sitting, NMES memberikan hasil yang cukup baik dalam meningkatkan kemampuan fisik, daya tahan, fungsional serta kemampuan koordinasi dan keseimbangan. Discussion: Beberapa artikel yang ditemukan memberikan kesamaan dengan memberikan latihan fisik sebagai rehabilitasi yang efektif guna meningkatkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup pasien. Conclusion: Manajemen fisioterapi dengan rehabilitasi dini serta mengoptimalkan dan memfokuskan aktivitas fisik seperti Breathing Exercise, Motor Training, Walking Exercise, Balance Training, Training Unsupported Sitting, NMES mremberikan hasil yang bagus jika dilakukan secara rutin dan memaksimalkan kemampuan pasien.
Co-Authors Adhi, Wisnu Prasetyo Agus Susanta Agus Tiyawan Alif Rahmadhani, Dimas Amanda, Mutiara Sabta Amarseto, Binuko Ambardhani, Nurul Ameilia Nurhadiyastuti Andy Sirada Andzani, Fahreza Ayu Anggraeni, Fitria Rizky Anggraheni, Anindya Veta Annisa Dewi Cahya Annisa Rizky Amalia Antya Candrika, Anindita Aquariza, Eliska Elok Ardiansyah, Faizin Arianeputri, Gemma Nurulfatiha Arianti, Bella Arianto, Fransiska Ike Natalia Arif Pristianto Arif Setiawan Arif, Akbar Maulana Auliya, Fitrotul Ayuninggar, Lintang Az-Zahra, Fadhilah Batubara, Nuraida Belinda, Melur Billa, Azizah Shalsa Chintya Putri Wibowo Choirunisa, Dea Condrowati Condrowati Dea Choirunisa Dewi, Annisa Fitri Dian Hudiyawati Dinda Marini Putri Djoko Pekik Irianto Dzakiyah Widyaningrum Eko Prasetyo Fadjriyah, Mandha Noor Fahreza Ayu Andzani Faizah Nashrillah Reyhana Fajar Kholillulloh Fardani Nur Annisa Farizqi, Kurnia Lutfi Firdaus, Muhammad Naufal Fitriani, Dessy Fitriyah, Oktaviani Galih Adhi Isak Setiawan Ginting, Erma Juana BR Hakny Kusuma Maulana Arkan Hamidah, Nilam Nur Iik Monika Ilmuddin, Fathul Wahid Israhnanto Isradji Izzatul Arifah Jasir Pabrizadinata, M. Irfan Jati, Daru Kumoro Cipto Jihadilia Islami Putri Kamela Afrelia Karyanto, Muhammad Dhaffa Kasumbung, M Tasa Khairuddin, Gumilang Wahyu Khairunnisa, Shafira Rizky Nur Kinasih, Putri Kirana, Sasi Komalasari, Dwi Rosella Krisdeana, Afinda Krisna Viandara, Dewa Made Kurniady, Devi Arthamevia Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Lathifani, Nabila Rizka lestari, sulis M maisaroh, M Mailani, Rena Miftah Fariz Muhammad Isa Hanafi Tabah Tohamik Muhammad Rafif ‘Ulwan Mulatsih Nita Utami Muryanto, Satroda Musyafa, Zafaf Mutiara, Farrah Rizky Nabila Rubianti Nabila, Annora Shafa Nabila, Khansa Nuriashinta Nadhiira Dwi Amri Nadia Salsabiela Mumtazi Luthfiah Naufal, Adnan Faris Nazhira, Fidyatul Nilam Nur Hamidah Ningrum, Ika Annisa Rahayu Ninik Setyoningsih Nisa, Natasya Aulia Choirun Novalino Rechtsi Medistianto, Tri Nuraida Batubara Nurma, Hanifah Dwi Nurwahidah, Kamila Perdana, Suryo Saputra Perdana, Suryo Saputro Prasetyo, Arya Tri Pratamasari, Nastiti Puspitsari, Dyah Ayu Aprilyana Putri Nurlia Anggraini Putri, Adelia Kurnia Putri, Hena Aura Rahma Septiara Rakha Firjatulla Ramadhani, Hanum Wahyu Ratih Wulandari Rini Anggita Rinna Ainul Maghfiroh Safira, Chrisnami Ika Salsabila, Shofa Salma Samiyem, Samiyem Saputro, Sigit Sembiring, Rico Anandri Septia Denok Sugiharto Setiawan, Galih Adhi Isak Setiyaningsih, Rita Siddiq, Muhammad Nizar Silaen, Nevada Bulandari Sonia Januarizy Sri Yunanto Syamsul Ari Wicaksono Taufik Eko Susilo Taufiqurrachman Nasihun Tiara Fatmarizka Totok Budi Santoso Triasari, Ana Umi Budi Rahayu Viandara, Dewa Made Krisna Vivin Sari Sukmawati Vlorentyna Wilger, Ribka W Wijianto W. Wijianto Wahyu Jatmiko, Safari Wahyu Tri Sudaryanto Widayani Wahyuningtyas Wijayanti, Wahyu Kusuma Wijianto, W Wijianto, W. Wulan Adis Aranti Yuda, Wanda Kurnia Yuli Kusumawati Zaki, Andi Muhammad