Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Latihan Curl-up dan Core Activation pada Pemulihan Wanita Post-partum dengan Diastasis Recti Abdominis : Case Report Nadia Salsabiela Mumtazi Luthfiah; Mahendra Wahyu Dewangga; Vivin Sari Sukmawati
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): July: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i4.1548

Abstract

Diastasis Recti Abdominis (DRA) is a common postpartum condition in women, characterized by separation of the rectus abdominis muscles due to a weekend linea alba. This case study aimed to evaluate the effectiveness of e combined core activation.and curl-up exercise program in reducing intra-recti distance in a postpartum patient.The subject was a spontaneous postpartum woman at 39 weeks of gestation. Initial assessment revealed intra-recti distance of 28 mm above and 17 mm below the umbilicus, exceeding normal limits. The intervention consisted of a 4-day program including curl-up and five core activation excercises : diaphragmatic breathing, abdominal drawing-in manuver, supine pelvic tilt, heel slide and knee fall out. Measurements showed no significant reducyion in intra-recti distance; however, the patient reported improved abdominal tightness and core stability. The study concludes that although measurable changes were not significant within a short evaluation period, the intervention had positive subjective effects. Longer-term assessment is recommended for more conclusive results.
Age and ergonomic position as determinants of musculoskeletal disorders among Batik workers: A cross-sectional study Pristianto, Arif; Naufal, Adnan Faris; Dewangga, Mahendra Wahyu; Setiyaningsih, Rita; Aranti, Wulan Adis; Triasari, Ana; Amanda, Mutiara Sabta; Lathifani, Nabila Rizka; Billa, Azizah Shalsa; Samiyem, Samiyem; Siddiq, Muhammad Nizar
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v6i1.282

Abstract

Background: Musculoskeletal disorders (MSDs) are complaints that occur in human muscles and bones, which are caused by several factors such as excessive work, lifting heavy loads, age, gender, and others. This study aimed to analyze the relationship between age and ergonomic working positions with the occurrence of MSDs across different divisions and types of batik production. Methods: This study used a cross-sectional design with cross-divisional analysis based on the type of batik worked on. The study involving 60 respondents selected through purposive sampling from Laweyan Batik Village. Research data was collected using several instruments, including: Nordic body map (NBM), Oswestry disability index (ODI), work ergonomic risk assessment (WERA), and numeric rating scale (NRS). Results: It was found that age was not related to the cause of changes in waist functional ability, with p-value= 0.342. There is a relationship between the level of waist ergonomics when working and the risk of lower back pain in batik makers, with p-value= 0.030. Conclusion: There is a relationship between the level of waist ergonomics when working and the risk of lower back pain in batik makers, but age was not related with musculoskeletal disorders in batik workers.
Flexibility Lumbal Exercise Efektif dalam Mengurangi Keluhan Low Back Pain: Systematic Review berdasarkan Randomized Control Trial Mutiara, Farrah Rizky; Dewangga, Mahendra Wahyu; Fatmarizka, Tiara
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Low back pain atau nyeri punggung bagian bawah yang sering terjadi pada individu terutama pada pekerja, Hal tersebut terjadi karena jenis pekerjaan dan faktor ergonomis saat bekerja. LBP yang terjadi dengan jangka waktu yang lama disebut dengan CLBP. Faktor ergonomi atau postur yang buruk saat bekerja yang dilakukan secara berulang serta gaya hidup seperti aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dapat menjadi salah satu faktor terjadinya LBP pada pekerja sehingga dapat mempengaruhi tingkat fleksibilitas lumbal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review) menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait intervensi untuk lumbal flexibility dalam meningkatkan kualitas hidup pada setiap individu terutama pada pekerja melalui analisis data sekunder. Hasil: Fleksibilitas lumbal memiliki banyak manfaat bagi tiap individu khususnya bagi yang mengalami keluhan LBP. Fleksibilitas dapat di maksimalkan dengan Exercise yang dilakukan secara rutin di rumah. Selain pengukuran tingkat fleksibilitas lumbal (Sit And Reach Test & Finger to Floor), beberapa komponen yang dapat diatasi dengan Exercise yaitu penurunan tingkat nyeri (Numeric Rating Scale), peningkatan fungsional tiap individu (Owestry Disability Index) dan Peningkatan Kualitas hidup tiap individu (Short Form-36 (SF-36)). Kesimpulan: Exercise menjadi salah satu pengobatan non-farmakologi dan dapat dijangkau dengan mudah dan murah tetapi memiliki efek yang banyak dalam mengatasi CLBP terutama pada pekerja.
PENTINGNYA KOLABORASI INTERPROFESI TENAGA KESEHATAN DALAM PELAYANAN FISIOTERAPI Dewangga, Mahendra Wahyu; Fitriyah, Oktaviani; Lestari, Sulis; Adhi, Wisnu Prasetyo; Muryanto, Satroda; Jati, Daru Kumoro Cipto; Arif, Akbar Maulana; Kasumbung, M Tasa; Yuda, Wanda Kurnia; Dewi, Annisa Fitri; Arianto, Fransiska Ike Natalia; Viandara, Dewa Made Krisna
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3867

Abstract

Kolaborasi interprofesi (interprofessional collaboration) dalam pelayanan kesehatan merupakan pendekatan yang integral untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien. Dalam konteks fisioterapi, kolaborasi ini melibatkan berbagai tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, ahli gizi, dan pekerja sosial yang bekerja sama untuk mencapai tujuan rehabilitasi pasien. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya kolaborasi interprofesi dalam pelayanan fisioterapi serta dampaknya terhadap hasil klinis dan kepuasan pasien. Metode penelitian yang digunakan meliputi tinjauan literatur dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan serta studi kasus implementasi kolaborasi interprofesi di beberapa pusat rehabilitasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi interprofesi yang efektif dapat meningkatkan efisiensi perawatan, mempercepat pemulihan pasien, dan mengurangi risiko kesalahan medis. Selain itu, interaksi antarprofesi juga meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap peran masing-masing profesi, yang pada akhirnya berkontribusi pada perbaikan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Kesimpulannya, kolaborasi interprofesi merupakan komponen krusial dalam pelayanan fisioterapi yang harus terus didorong dan diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan untuk mencapai perawatan pasien yang optimal
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Viandara, Dewa Made Krisna; Dewangga, Mahendra Wahyu
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3874

Abstract

Pendahuluan Lansia mengalami proses penuaan yang mengakibatkan lansia mengalami beberapa gangguan salah satunya gangguan tidur, dimana lansia sering mengalami kesulitan pada tidur dan mempertahankan tidur nyenyak dan bangun lebih pagi. Irama sirkandia merupakan pola siklus tidur dimana pada bagian dari hipotalamus anterior disebut nucleus suprakiasmatikus (NSC). Jika lansia mengalami gangguan tidur akan berdampak pada kesehatannya salah satunya fungsi kognitif. Dimana fungsi kognitif merupakan suatu proses dimana sensori masuk (taktil, visual, dan audiotorik) akan diubah, diolah, disimpan dan digunakan untuk hubungan interneuron secara sempurna sehingga mampu melakukan penalaran terhadap sensori tersebut. Tujuan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dan kualitas tidur pada lansia. Metode menggunakan PICO dan penccarian artikel menggunakan SCOPUS dan menggunakan kata kunci pada Medical Subject Headings (MesH). Hasil penelitian ini kelompok yang tidak merokok memiliki skor kualitas tidur yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang merokok, tapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan, sedangkan kelompok perokok menunjukkan skor fungsi kognitif yang lebih tinggi dibandingkan kelompok tidak merokok, tapi tidak ada perbedaan yang signifikan. Kedua, kualitas tidur dan fungsi kognitif berdasarkan status minum dimana kelompok peminum alkohol memiliki skor fungsi kognitif dan kualitas tidur yang lebih tinggi dibandingkan kelompok non-alkohol. Simpulan terdapat hubungan pada kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia
PERBANDINGAN CENTER OF PRESSURE PADA PENDERITA FLAT FOOT DAN NORMAL FOOT Arif, Akbar Maulana; Dewangga, Mahendra Wahyu
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan distribusi dan karakteristik Center of Pressure (COP) pada individu dengan flat foot dan normal foot. Hal ini, dapat membantu memahami perbedaan-perbedaan tersebut dan diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik mengenai pengobatan dan terapi penderita kaki datar. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan metodologi pencarian menggunakan prinsip sistematika yang berpedoman pada skema PICO dan tersirat kata kunci teks bebas serta judul yang ditentukan oleh peneliti. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam jalur COP, distribusi tekanan, dan variabilitas COP antara kedua kelompok, yang mencerminkan variasi dalam biomekanik kaki. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengetahui biomekanik dan COP untuk mengatasi masalah pada orang dengan flat foot
PROFIL INDEKS MASA TUBUH PADA PESEPAKBOLA WANITA AMATIR Ningrum, Ika Annisa Rahayu; Dewangga, Mahendra Wahyu
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil indeks massa tubuh (IMT) pada pesepakbola wanita amatir di Kota Surakarta. Pesepakbola wanita amatir sering kali diabaikan dalam studi yang berfokus pada kesehatan dan kebugaran, meskipun olahraga ini semakin populer di kalangan wanita. Penelitian ini merupakan penelitian survey, melibatkan 20 pesepakbola wanita amatir dengan rentang usia 18-30 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung tinggi badan dan berat badan untuk menghitung IMT setiap partisipan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas partisipan memiliki IMT dalam kategori normal (16 orang)l, sedangkan terdapat beberapa dalam kategori underweight (4 orang). Faktor-faktor seperti frekuensi latihan, pola makan, dan pengetahuan tentang nutrisi juga dianalisis untuk memahami pengaruhnya terhadap IMT. Temuan penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai kondisi fisik pesepakbola wanita amatir dan dapat digunakan sebagai dasar untuk program kesehatan dan kebugaran yang lebih baik bagi mereka. Selain itu, penelitian ini menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan pesepakbola wanita amatir untuk memastikan performa optimal dan pencegahan cedera.
Penerapan program latihan dan edukasi postur guna mengatasi keluhan nyeri leher dan meningkatkan produktivitas pembatik Pristianto, Arif; Dewangga, Mahendra Wahyu; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Setiyaningsih, Rita; Amanda, Mutiara Sabta; Triasari, Ana; Siddiq, Muhammad Nizar; Samiyem, Samiyem; Nabila, Khansa Nuriashinta
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i3.22217

Abstract

Pekerjaan yang dilakukan manusia beresiko menyebabkan munculnya keluhan pada fisik (muskuloskeletal). Pekerjaan membatik yang dengan posisi dan postur yang kurang ergonomis serta dalam durasi yang panjang, memicu munculnya keluhan pada leher. Dampak dari keluhan ini tentunya menurunkan kemampuan fungsional serta mengganggu produktifitas para pembatik. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman serta menurunkan keluhan fisik/muskuloskeletal pada pembatik dan meningkatkan produktivitas pekerja. Metode yang digunakan untuk menilai resiko terhadap sikap kerja menggunakan Rapid Entry Body Assestment (REBA) sedangkan untuk keluhan nyeri digunakan Visual Analogue Scale (VAS). Program yang diberikan berupa latihan stretching dengan tehnik Integrated Neuromuscular Inhibition Technique (INIT) serta edukasi terkait posisi ergonomis. Pelaksanaan program dilakukan sejak Maret hingga Mei 2024. Lokasi kegiatan bertempat di Kampung Batik Laweyan Surakarta dengan jumlah responden adalah 34 orang. Pekerja dalam industri batik terbagi dalam beberapa jenis pekerjaan yang memiliki tingkat resiko keluhan muskuloskeletal yang berbeda. Informasi secara masif berupa simulasi secara langsung terkait gerakan stretching dan pemasangan terkait poster informasi latihan. Pemberian program yang dipantau selama 2 pekan didapatkan peningkatan pemahaman para pekerja terhadap posisi yang baik dan cara mengatasi keluhan terkait nyeri leher dengan tehnik yang diajarkan. Kegiatan pemberian program fisioterapi secara komprehensif berupa teknik latihan, terapi manual, dan edukasi terkait posisi ergonomis dalam bekerja, terbukti dapat menurunkan resiko munculnya keluhan pada tubuh dan juga menurunkan tingkat nyeri.
AKTIVITAS OTOT EKSTERMITAS ATAS PADA TEKNIK SERANGAN DALAM OLAH RAGA ANGGAR Krisna Viandara, Dewa Made; Kusumawati, Yuli; Wahyu Jatmiko, Safari; Wahyu Dewangga, Mahendra
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 5 No 2 (2025): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52019/ijpt.v5i2.11038

Abstract

Background : Fencing is a combat sport that requires upper limb strength, speed, and coordination, especially during attack techniques. Muscle activity of the infraspinatus, anterior deltoid, and triceps brachii plays a crucial role in producing quick, accurate, and stable movements during offensive actions. Methods : This study used an observational design with a cross-sectional approach. A total of 36 fencing athletes were divided into three age categories: cadet (13–17 years), junior (17–20 years), and senior (>20 years). Muscle activity was measured using electromyography (EMG) on the selected muscles. Data analysis was performed using One Way ANOVA. Results : The results showed significant differences (p < 0.05) in the activity of the three muscles across age groups. The senior group demonstrated the highest muscle activity, followed by junior and cadet groups. Conclusion : There is a significant difference in upper limb muscle activity during fencing attack techniques based on age category. Specific training programs tailored to the athlete's muscle development stage are needed to improve performance and prevent injuries.
Physiotherapy Management For Pedicled Ld Flap And Stsg E.C Soft Tissue Tumor : A Case Report Kamela Afrelia; Mahendra Wahyu Dewangga; Nilam Nur Hamidah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v4i1.2948

Abstract

Background: Pedicled LD Flap and STSG are reconstructive measures to cover defects in extensive tumor conditions in the brachii region, especially the elbow. In this case, physiotherapy management is given to accelerate recovery to be more optimal, reduce the risk of complications and improve functional results in the brachii region. Methods: In this study using the Case report method conducted at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Bali Hospital in a male patient aged 15 post Pedicled LD Flap and STSG with complaints of pain in the surgical scar area, limited joint motion, and impaired functional ability. Given exercise, infrared modality, and ADL training with 1x a week for 2 weeks. Results: Overall there was an increase in sinistra AGA muscle strength, increased joint motion scope, and improved functional ability with the SPADI Index. Conclusion: Based on research using this case report, it shows that physiotherapy management in post Pedicled LD Flap and STSG E.C Soft Tissue Tumor conditions given infrared, exercise, and ADL training can be concluded to be able to reduce pain, reduce stiffness, increase the scope of joint motion, increase muscle strength, and improve joint functional abilities and daily activities of patients.
Co-Authors Adhi, Wisnu Prasetyo Adnan Faris Naufal Agus Susanta Agus Tiyawan Alif Rahmadhani, Dimas Amanda, Mutiara Sabta Amarseto, Binuko Ambardhani, Nurul Ameilia Nurhadiyastuti Ana Triasari Andy Sirada Andzani, Fahreza Ayu Anggraeni, Fitria Rizky Anggraheni, Anindya Veta Annisa Dewi Cahya Annisa Rizky Amalia Antya Candrika, Anindita Aquariza, Eliska Elok Ardiansyah, Faizin Arianeputri, Gemma Nurulfatiha Arianti, Bella Arianto, Fransiska Ike Natalia Arif Pristianto Arif Setiawan Arif, Akbar Maulana Auliya, Fitrotul Ayuninggar, Lintang Az-Zahra, Fadhilah Batubara, Nuraida Belinda, Melur Billa, Azizah Shalsa Chintya Putri Wibowo Choirunisa, Dea Condrowati Condrowati Dea Choirunisa Dewi, Annisa Fitri Dian Hudiyawati Dinda Marini Putri Djoko Pekik Irianto Dzakiyah Widyaningrum Eko Prasetyo Fadjriyah, Mandha Noor Fahreza Ayu Andzani Faizah Nashrillah Reyhana Fajar Kholillulloh Fardani Nur Annisa Farizqi, Kurnia Lutfi Fathul Wahid Ilmuddin Firdaus, Muhammad Naufal Fitriani, Dessy Fitriyah, Oktaviani Galih Adhi Isak Setiawan Ginting, Erma Juana BR Hakny Kusuma Maulana Arkan Hamidah, Nilam Nur Iik Monika Israhnanto Isradji Izzatul Arifah Jasir Pabrizadinata, M. Irfan Jati, Daru Kumoro Cipto Jihadilia Islami Putri Kamela Afrelia Karyanto, Muhammad Dhaffa Kasumbung, M Tasa Khairuddin, Gumilang Wahyu Khairunnisa, Shafira Rizky Nur Khansa Nuriashinta Nabila Kinasih, Putri Kirana, Sasi Komalasari, Dwi Rosella Krisdeana, Afinda Krisna Viandara, Dewa Made Kurniady, Devi Arthamevia Lathifani, Nabila Rizka lestari, sulis M maisaroh, M Mailani, Rena Medistianto, Tri Novaliano Rechtsi Miftah Fariz Muhammad Isa Hanafi Tabah Tohamik Muhammad Nizar Siddiq Muhammad Rafif ‘Ulwan Mulatsih Nita Utami Muryanto, Satroda Musyafa, Zafaf Mutiara Sabta Amanda Mutiara, Farrah Rizky Nabila Rubianti Nabila, Annora Shafa Nabila, Khansa Nuriashinta Nadhiira Dwi Amri Nadia Salsabiela Mumtazi Luthfiah Nazhira, Fidyatul Nilam Nur Hamidah Ningrum, Ika Annisa Rahayu Ninik Setyoningsih Nisa, Natasya Aulia Choirun Novalino Rechtsi Medistianto, Tri Nuraida Batubara Nurma, Hanifah Dwi Nurwahidah, Kamila Perdana, Suryo Saputra Perdana, Suryo Saputro Prasetyo, Arya Tri Pratamasari, Nastiti Puspitsari, Dyah Ayu Aprilyana Putri Nurlia Anggraini Putri, Adelia Kurnia Putri, Hena Aura Rahma Septiara Rakha Firjatulla Ramadhani, Hanum Wahyu Ratih Wulandari Rini Anggita Rinna Ainul Maghfiroh Safari Wahyu Jatmiko Safira, Chrisnami Ika Salsabila, Shofa Salma Samiyem Samiyem Samiyem, Samiyem Saputro, Sigit Sembiring, Rico Anandri Septia Denok Sugiharto Setiawan, Galih Adhi Isak Setiyaningsih, Rita Siddiq, Muhammad Nizar Silaen, Nevada Bulandari Sonia Januarizy Sri Yunanto Syamsul Ari Wicaksono Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Eko Susilo Taufiqurrachman Nasihun Tiara Fatmarizka Totok Budi Santoso Triasari, Ana Umi Budi Rahayu Viandara, Dewa Made Krisna Vivin Sari Sukmawati Vlorentyna Wilger, Ribka W Wijianto Wahyu Tri Sudaryanto Widayani Wahyuningtyas Wijayanti, Wahyu Kusuma Wijianto, W Wijianto, W. Wilger, Ribka Vlorentyna Wulan Adis Aranti Yuda, Wanda Kurnia Yuli Kusumawati Zaki, Andi Muhammad