Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

POTENSI MADU RAMBUTAN MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans PADA GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK Yuslianti, Euis Reni; Ardan, Rachman; Arifianti, Isti; Ekaputri, Shaula
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.3909

Abstract

Latar belakang: gigi tiruan merupakan protesa yang digunakan untuk menggantikan gigi yang hilang. Resin akrilik yang sering dipakai sebagai basis gigi tiruan adalah resin akrilik heat cured. Candida albicans merupakan salah satu mikroorganisme dalam pembentukan plak pada gigi ataupun basis gigi tiruan resin akrilik Bahan pembersih gigi pada umumnya berasal dari bahan kimia dan alami. Bahan alam yang digunakan dalam penelitian ini adalah madu rambutan. Madu merupakan bahan alam yang digunakan sebagai obat tradisional. Tujuan: mengetahui potensi madu rambutan sebagai pembersih gigi tiruan resin akrilik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Metode: eksperimental laboratorium. Sampel terbuat dari resin akrilik polimerisasi panas dengan ukuran 10x10x1 mm sebanyak 24 buah yang dibagi atas 6 kelompok (madu rambutan konsentrasi 20%, 40%,60%, 80%, kelompok kontrol positif klorheksidin, dan kelompok kontrol negatif akuabides) dengan masing-masing 4 buah sampel. Data dianalisis dengan Kruskall Wallis dan Mann Whitney (p0,05). Hasil: menunjukkan terdapat pengaruh madu rambutan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans pada resin akrilik(p=0,002) dengan konsentrasi 80%. Kesimpulan: madu rambutan berpotensi sebagai pembersih gigi tiruan resin akrilik karena dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans.
The effect of averrhoa bilimbi L. gel as a natural teeth whitening ingredient on the hardness of tooth email: Study experimental Rahaju, Asih; Endrowahyudi, Hartanto; Fadhil, Andi Muhammad; Yuslianti, Euis Reni
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 8, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v8i3.59464

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Averrhoa bilimbi L, known for its oxalic acid and peroxide content, may serve as a natural alternative to synthetic whitening agents Synthetic teeth-whitening agents, such as carbamide peroxide, are effective but often cause adverse effects like enamel demineralization and sensitivity. This study aimed to evaluate the effect of 50% Averrhoa bilimbi L gel on enamel hardness and compare it with a synthetic whitening agent and a negative control.  Methods:  This experimental laboratory study utilized 36 teeth from 18 New Zealand rabbits (Oryctolagus cuniculus), Averrhoa bilimbi L extract was obtained via maceration with 96% ethanol and formulated into a gel. Eighteen New Zealand rabbits (36 teeth) were divided into three groups: negative control, carbamide peroxide (10%), and 50% Averrhoa bilimbi gel. Each group underwent a 4-hour daily treatment for 14 days, following which enamel hardness was evaluated using the Vickers hardness test. Data were analyzed using ANOVA (p<0.05). Results: There were no significant differences in enamel hardness among the three groups (p=0.4240), indicating that Averrhoa bilimbi L gel had comparable effects on enamel hardness to carbamide peroxide and the negative control. Conclusions: 50% Averrhoa bilimbi L gel is a safe natural alternative for teeth whitening, as it does not significantly impact enamel hardness. Further research is recommended to explore its effects on soft tissues and overall dental safety.KEY WORDS: Averrhoa bilimbi L, hardness, whiteningPengaruh gel Averrhoa bilimbi L. sebagai bahan pemutih gigi alami terhadap kekerasan email gigi: studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: Averrhoa bilimbi L, yang dikenal karena kandungan asam oksalat dan peroksidanya, dapat menjadi alternatif alami pengganti bahan pemutih gigi sintetis. Bahan pemutih gigi sintetis, seperti karbamid peroksida, efektif tetapi sering menimbulkan efek samping seperti demineralisasi email gigi dan sensitivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek gel Averrhoa bilimbi L 50% terhadap kekerasan email gigi dan membandingkannya dengan bahan pemutih sintetis serta kontrol negatif. Metode: Studi laboratorium eksperimental ini menggunakan 36 gigi dari 18 kelinci New Zealand (Oryctolagus cuniculus), ekstrak Averrhoa bilimbi L diperoleh melalui maserasi dengan etanol 96% dan diformulasikan menjadi gel. Delapan belas kelinci New Zealand (36 gigi) dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol negatif, carbamide peroksida (10%), dan gel Averrhoa bilimbi 50%. Setiap kelompok menjalani perlakuan harian selama 4 jam selama 14 hari, setelah itu kekerasan email dievaluasi menggunakan uji kekerasan Vickers. Data dianalisis menggunakan ANOVA (p<0,05). Hasil: tidak ada perbedaan signifikan dalam kekerasan enamel gigi di antara ketiga kelompok (p = 0,4240), yang menunjukkan bahwa gel Averrhoa bilimbi memiliki efek yang sebanding dengan karbamid peroksida dan kontrol negatif. Simpulan: Gel Averrhoa bilimbi dengan konsentrasi 50% merupakan alternatif alami yang aman untuk pemutih gigi, karena tidak memengaruhi kekerasan enamel secara signifikan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi efeknya pada jaringan lunak dan keseluruhan keamanan gigi.KATA KUNCI: averrhoa bilimbi, kekerasan, pemutih
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kampung Adat Cireundeu Cimahi-Jawa Barat Mengenai Potensi Tanaman untuk Kesehatan Gigi Yuslianti, Euis Reni; Meliawaty, Florence; Sabirin, Indah Puti R.; Juliastuti, Henny; Rakhmat, Iis Inayati; Handayani, Dewi Ratih; Faramayudha, Fahrauk; Riyanti, Soraya; Syam, Akhirul Kahfi; Rahaju, Asih; Suntana, Mutiara Sukma; Khaerunnisa, Rahmadaniah; Adinugraha, Irham M.
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/53ye5t32

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam kesejahteraan masyarakat, namun masih sering kurang mendapatkan perhatian, terutama di komunitas adat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Padahal, alam menyediakan berbagai tanaman yang memiliki potensi sebagai agen perawatan gigi dan mulut, seperti yang ditemukan di Kampung Adat Cireundeu, Cimahi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman termasuk daun reundeu bagi kesehatan gigi dan mulut melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi. Metode pengabdian masyarakat berupa penyuluhan interaktif dengan partisipasi warga mengenai tanaman berkhasiat antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan kaya nutrisi, serta pemeriksaan kesehatan gigi untuk menilai kondisi gigi warga Kampung Adat Cireundeu. Evaluasi dilakukan melalui pretes dan postes terhadap 46 warga sebelum dan setelah penyuluhan Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat tanaman termasuk daun reundeu tuntuk kesehatan gigi. Selain itu, kegiatan ini membantu dalam identifikasi masalah kesehatan gigi yang dihadapi warga. Kesimpulan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi tanaman untuk kesehatan gigi. Sebagai langkah lanjutan, diperlukan program edukasi berkelanjutan dan pendampingan dalam pemanfaatan tanaman secara mandiri guna menjaga kesehatan gigi dan mulut secara optimal.
Penyuluhan Kesehatan Gigi Mulut untuk Meningkatkan Pengetahuan Keluarga Pasien Celah Bibir dan Langit-Langit sebagai Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Nasroen, Saskia Lenggogeni; Yuslianti, Euis Reni; Meliawaty, Florence; Ardan, Rachman; Isnaeni, Rheni Safira; Irsyad, Widya; Irfianti, Isti
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v3i1.172

Abstract

Masyarakat yang keluarganya mengalami kondisi bibir sumbing atau celah bibir dan langit-langit mayoritas berasal dari kalangan ekonomi lemah. Kelainan bawaan yang bermanifestasi dari bibir atas ke gusi, dan langit-langit yang tidak sepenuhnya menyatu atau berkembang secara terpisah yang dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Keluarga yang memiliki riwayat dengan celah bibir dan langit-langit penting mengetahui pengetahuan tentang celah bibir dan langit-langit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Unjani untuk membantu masyarakat luar kampus yang tidak terjangkau edukasi dari pelayanan kesehatan dengan intensif. Selain itu dilakukan penelitian dengan metode kuesioner kepada para orang tua penderita di Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit Bandung. Data dianalisis T-test dependent (p<0,05). Hasil menunjukkan terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan dibandingkan dengan sebelum penyuluhan pada keluarga pasien celah bibir dan langit-langit (p=0,00). Dapat disimpulkan bahwa program MBKM yang dilaksanakan dapat berperan pada perubahan pengetahuan keluarga mengenai kesehatan gigi dan mulut pasien dengan riwayat celah bibir dan langit-langit setelah dilakukannya penyuluhan.
Peran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Pengembangan Pengetahuan Dokter Gigi melalui Edukasi Tatalaksana Pasien dengan Penyakit Sistemik di Tempat Praktik Tammama, Tichvy; Yuslianti, Euis Reni; Darwis, Rudi S.; Jeffrey, Jeffrey; Zakaria, Myrna N.
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v3i2.173

Abstract

Dokter gigi dalam praktiknya terkadang menghadapi pasien dengan kelainan sistemik serta kasus kedaruratan medik, terutama syok anafilaksis. Fakultas Kedokteran Gigi Unjani mempunyai program unggulan kedaruratan medik dental sehingga perlu untuk menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat secara berkesinambungan, dalam hal ini untuk dokter gigi secara umum. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan mengenai penatalaksanaan pasien dengan syok anafilaksis dan penyakit sistemik pada tempat praktik dokter gigi. Metode kegiatannya berupa edukasi dalam bentuk webinar bagi dokter gigi, bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kegiatan dibagi dalam 2 sesi, sesi pertama mengenai penyakit sistemik dan sesi kedua mengenai kedaruratan medis. Hasil kegiatan dihadiri secara antusias oleh sekitar 200 peserta dari daerah KBB dan sekitarnya.
Penyuluhan Jajanan Sehat dan Higienis di Desa Binaan Mekarsaluyu Kabupaten Bandung Rahaju, Asih; Djajasasmita, Daswara; Suntana, Mutiara Sukma; Adinugraha, Irham M; Yuslianti, Euis Reni
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i1.285

Abstract

Kebiasaan jajan anak-anak sudah menjadi perilaku umum di semua lapisan sosial ekonomi masyarakat. Jajanan anaksering dijumpai di lingkungan sekolah dan sering dikonsumsi oleh sebagian besar anak usia sekolah, terutama anak usia sekolah dasar, karena harganya yang terjangkau dan dikonsumsi sebagai energi tambahan. Namun, peran strategis jajanan tersebut belum diimbangi dengan kualitas dan nilai gizi yang diharapkan. Artikel ini menguraikan tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendayagunaan peran mahasiswa Pembelajaran Luar Kelas (PLK). Metode yang dilaksanakan berbentuk penyuluhan kepada para kader di Desa Mekarsaluyu Kabupaten Bandungmengenai jajanan sehat untuk kesehatan tubuh, gigi dan mulut. Kegiatan diikuti oleh 29 orang kader desa dan berjalan efektif. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk audio visual dan demonstrasi pembuatan bekal minuman sehat berupa infused water dari buah kepada para kader. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias.
Edukasi Dan Pelatihan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Masyarakat Di Desa Tanimulya Kabupaten Bandung Barat Yuslianti, Euis Reni; Kusmala, Yudith Yunia; Anggraeny, Dian; Rakhmat, Iis Inayati; Juliastuti, Henny; Ratwita, Welly; Khairunnisa, Rahmadaniah
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i2.286

Abstract

Pengetahuan mengenai perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sangat penting karena CTPS merupakan perilaku yang dapat membantu menjaga tangan agar tangan tetap bersih dari kotoran dan dapat membunuh kuman penyebab penyakit berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu penyuluhan mengenai CTPS pada kegiatan pengabdian masyarakat perlu dilakukan sebagai salah satu bentuk promosi kesehatan. Tujuan penyuluhan ini yaitu untuk mengedukasi pentingnya mencuci tangan sebagai langkah awal mencegah masuknya berbagai penyakit serta untuk mengetahui kesadaran pentingnya menjaga kesehatan melalui perilaku cuci tangan pada masyarakat Desa TanimulyaKabupaten Bandung Barat. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, masyarakat dapat menerapkan cara awal menjaga kesehatan dengan mengikuti 6 langkah cuci tangan menurut WHO. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan dan praktik memeragakan CTPS langsung kepada 46 masyarakat desa Tanimulya Kabupaten Bandung Barat diakhiri dengan evaluasi yaitu mengisi pre-test dan post-test untuk alat ukur sederhana mengevaluasi pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat sangat antusias dan berdasarkan post-test menunjukkan nilai pemahaman masyarakat terhadapmateri-materi tersebut sudah sangat baik, dapat diartikan bahwa masyarakat sudah memahami materi-materi yang sudah diberikan pada saat penyuluhan. Sebanyak 100% partisipan telah memahami enam langkah cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Green Nanotechnology for Oral Health (GNOH): Patch Nano-Hydrogel Berbasis Daun Sirih Sebagai Terapi Sariawan Efektif Akbar, Rizki Zaelani; Yuslianti, Euis Reni
Action Research Literate Vol. 9 No. 1 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i1.2604

Abstract

Green nanotechnology memberikan peluang besar dalam pengembangan produk kesehatan berbasis alam yang inovatif dan ramah lingkungan. Penelitian ini mengkaji potensi patch nano-hydrogel berbasis ekstrak daun sirih (Piper betle) sebagai terapi efektif untuk sariawan (stomatitis aftosa). Daun sirih dipilih karena kandungan senyawa bioaktifnya yang terbukti memiliki sifat antimikroba, antiinflamasi, dan penyembuhan luka. Teknologi nano-hydrogel memungkinkan kontrol pelepasan senyawa aktif secara bertahap, meningkatkan efektivitas dan kenyamanan penggunaan. Metode penelitian mencakup ekstraksi daun sirih, sintesis nano-hydrogel dengan teknik polimerisasi silang, karakterisasi produk menggunakan FTIR, SEM, dan analisis kapasitas pelepasan senyawa aktif. Pengujian dilakukan secara in vitro untuk mengevaluasi efektivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans dan Candida albicans, serta secara in vivo untuk mengamati percepatan penyembuhan sariawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patch nano-hydrogel daun sirih memiliki kemampuan pelepasan senyawa aktif yang terkontrol, dengan aktivitas antimikroba signifikan dan peningkatan penyembuhan luka dibandingkan terapi konvensional. Inovasi ini menunjukkan potensi besar dalam aplikasi klinis sebagai alternatif terapi sariawan yang aman, efektif, dan ramah lingkungan.
Efektivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun gambir (Uncaria gambir.roxb) dalam menurunkan jumlah sel inflamasi pada tikus Wistar yang mengalami gingivitis: eksperimental laboratoris Yuslianti, Euis Reni; Herryawan, Herryawan; Koswara, Teja; Pragita, Tria
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 36, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v36i1.53293

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Gingivitis merupakan penyakit inflamasi pada gingiva terjadi karena faktor lokal, konsumsi obat, dan malnutrisi. Inflamasi merupakan respons pertahanan tubuh dapat merugikan apabila terjadi berlebihan. Bahan alternatif obat antiinflamasi adalah daun gambir. Daun gambir mengandung katekin, tanin, dan gambirin. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas ekstrak etanol daun gambir sebagai antiinflamasi dilihat dari jumlah sel inflamasi dan mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun gambir dengan dosis 5%, 10%, dan 20% pada tikus jantan galur wistar yang mengalami gingivitis. Metode: Penelitian adalah eksperimental laboratoris menggunakan Post-test randomized control group design sebanyak 40 sampel tikus dibagi menjadi empat kelompok yaitu kontrol negatif (KN), tikus yang mengalami gingivitis diberikan ekstrak etanol daun gambir 5%(Do-1), tikus gingivitis diberikan ekstrak etanol daun gambir 10%(Do-2), dan tikus yang mengalami gingivitis diberikan ekstrak etanol daun gambir 20%(Do-3). Ekstrak bentuk sediaan pasta diberikan topikal di area gingiva gigi anterior rahang bawah tikus pada pagi dan sore hari selama lima hari. Jaringan diambil hari ke-1, ke-3, dan ke-5 setelah perlakuan, diwarnai dengan hematoxylin eosin. Data dianalisis dengan uji ANOVA dan uji Bonferroni (p<0,05). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gambir topikal memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap tikus galur Wistar gingivitis dilihat dari penurunan jumlah sel inflamasi yaitu sel neutrofil, eosinofil, makrofag, limfosit, dań sel mast (P=0,000). Konsentrasi ekstrak 5% tidak menunjukkan perbedaan efektivitas. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif pada konsentrasi 10% dan 20%. Simpulan: Ekstrak etanol daun gambir topikal efektif menurunkan jumlah sel inflamasi tikus Wistar yang mengalami gingivitis. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif adalah 10% dan 20%.KATA KUNCIekstrak etanol daun gambir, gingivitis, sel inflamasiThe effectiveness of ethanol extract of gambir leaves (Uncaria gambir.roxb) as an anti-inflammatory agent in reducing the number of inflammatory cells in Wistar strain gingivitis rats: experimental laboratoryIntroduction:Gingivitis is an inflammatory disease of gingiva that occurs due to local factors, medication consumption, and malnutrition. Inflammation is a body defense response that can be detrimental. An alternative anti-inflammatory drug is gambir leaf which contains catechins, tannins, and gambirin. The purpose of this study was to determine effectiveness of gambir leaf ethanol extract as an anti-inflammatory agent based on inflammatory cells number and to determine anti-inflammatory effect at doses of 5%,10%,and 20% in Wistar gingivitis rats. Methods: The study was an experimental laboratory using a Post-test randomized control group design with a total of 40 rat samples divided into four groups: negative control(NC), gingivitis rats treated with 5% gambir leaf ethanol extract(Do-1), gingivitis rats treated with 10% gambir leaf ethanol extract(Do-2), and gingivitis rats treated with 20% gambir leaf ethanol extract(Do-3). The paste form extract was applied topically to lower anterior teeth gingival area rats in the morning and evening for five days. Tissue samples were taken on days 1, 3, and 5 after treatment and stained with hematoxylin eosin. Data were analyzed using ANOVA and Bonferroni(p<0.05). Result: The study showed that topical ethanol extract of gambir leaves has anti-inflammatory activity against Wistar strain gingivitis rats seen from decrease in inflammatory cells number such as neutrophils, eosinophils, macrophages, lymphocytes, and mast cells(p=0.000). This effect likely due to catechin, tannin, and gambirin presence, which may inhibit arachidonic acid via cyclooxygenase and lipooxygenase pathways. Konsentrasi ekstrak 5% tidak menunjukkan perbedaan efektivitas. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif pada konsentrasi 10% dan 20%. Conclusion: Ekstrak etanol daun gambir topikal efektif menurunkan jumlah sel inflamasi tikus Wistar yang mengalami gingivitis. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif adalah 10% dan 20%KEYWORDGambir leaf ethanol extract, gingivitis, inflammatory cell
PENETAPAN KADAR VITAMIN C INFUSA DAUN DAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrofolia L.) SEBAGAI BAHAN ALAM UNTUK ANTIOKSIDAN SEKUNDER Yuslianti, Euis Reni; Koswara, Teja; Dwisatria, Ligiandra
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C merupakan antioksidan sekunder yang sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu metabolisme sel yang baik. Vitamin C banyak terdapat dalam tumbuhan dan sayur dari alam sekitar. Daun dan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat menjadi alternatif sumber antioksidan sekunder vitamin C yang dapat dimanfaatkan masyarakat selain dari buah dan sayuran biasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C infusa daun dan buah mengkudu sebagai bahan alam sumber antioksidan sekunder tubuh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode uji laboratoris in vitro. Subjek penelitian menggunakan infusa daun dan buah mengkudu. Pengujian vitamin C infusa daun dan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dilakukan dengan prosedur titrasi iodometri dan dihitung dengan persamaan kadar asam askorbat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan vitamin C infusa daun mengkudu sebesar 146 mg/100g dan buah mengkudu sebesar 264 mg/100g. Kesimpulannya adalah memenuhi kebutuhan vitamin C harian dari daun mengkudu diperlukan konsumsi 61,64 gram daun mengkudu untuk laki-laki dan 51,36 gram daun mengkudu untuk perempuan setiap harinya, sedangkan memenuhi kebutuhan vitamin C harian dari buah mengkudu diperlukan 34,09 gram buah mengkudu untuk laki-laki, 28,4 gram buah mengkudu untuk perempuan setiap harinya. Kata kunci: infusa, mengkudu, vitamin C DOI : 10.35990/mk.v7n2.p146-155
Co-Authors Adinugraha, Irham M Adinugraha, Irham M. Afra, Aldilla Akbar, Rizki Zaelani Akhirul Kahfi Syam Al-wasi, Dimas Mohamad Ari Prayogo Pribadi Arif, Bayu Syamsul Arifianti, Isti Arsista, Dede Bahrul Ulum Boy M Bachtiar Darwis, Rudi S. Dewi Fatma Suniarti Dian Anggraeny Djajasasmita, Daswara Djohan, Frita FS. Dwisatria, Ligiandra Ekaputri, Shaula El Fitriyah, Rhabiah Endrowahyudi, Hartanto Fadhil, Andi Muhammad Fahrauk Faramayuda, Fahrauk Faramayudha, Fahrauk Fathonah, Dea Isny Florence Meliawaty Handayani, Dewi Ratih Henri Hartman, Henri Herryawan Herryawan, Herryawan Hillda Herawati, Hillda Indah Puti Rahmayani Sabirin, Indah Puti Rahmayani Irfianti, Isti Irsyad, Widya Isnaeni, Rheni S. Isnaeni, Rheni Safira Isryad, Widya Jeffrey ., Jeffrey Juliastuti, Henny Jusuf, Chrisni Oktavia Khaerunnisa, Rahmadaniah Khairunnisa, Rahmadaniah Koswara, Teja Kusmala, Yudith Yunia Maskoen, Ani Melanie Myrna N. Zakaria, Myrna N. Nasroen, Saskia Lenggogeni Ningrum, Anindya Sekar Ayu Noviani, Indah Yuri NURFIANTI NURFIANTI, NURFIANTI Nurhalizah, Dinda Siti Polii, Amanda Debora Pragita, Tria Prayudha, Ramadhita Paramananda Puteri NF, Rina Putri, Reika Yulia Rachman Ardan, Rachman Rahaju, Asih Rahmani, Hasna Fasya Rakhmat, Iis Inayati Ramadhan, Muhammad Zidan Ratih Widyasari, Ratih Ratwita, Welly Ridhayani Hatta, Ridhayani Rina Putri Noer Fadillah, Rina Putri Noer Ris Kristiana, Ris Sabirin, Indah Puti R. Saskia L. Nasroen, Saskia L. Setianingtyas, Prastiwi Soraya Riyanti, Soraya Sulaksana, Sutrania Dewi Suntana, Mutiara S. Suntana, Mutiara Sukma Suriyah, Wastuti Hidayati Sutjiatmo, Afifah B Tichvy Tammama, Tichvy Trisusanti, Ratna WAHYU WIDOWATI Yuwaka, Sridewi Anggrainy Zwista Yulia Dewi, Zwista Yulia