Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Budhi, Angka; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7634

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi penggunaan non-pertanian merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan, terutama di wilayah agraris yang berada dalam tekanan pembangunan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab alih fungsi lahan pertanian dan merumuskan strategi pengendaliannya di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan kombinasi analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui uji Chi-Square dan koefisien kontingensi untuk mengukur pengaruh faktor ekonomi dan sosial terhadap alih fungsi lahan, sedangkan analisis kualitatif digunakan dalam perumusan strategi melalui pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi memiliki pengaruh paling dominan terhadap alih fungsi lahan dengan nilai Chi-Square sebesar 95,77 dan koefisien kontingensi 0,70 (kategori kuat), sedangkan faktor sosial juga berpengaruh signifikan dengan nilai Chi-Square 31,09 dan koefisien kontingensi 0,49 (kategori sedang). Analisis SWOT menempatkan posisi strategi pengendalian pada Kuadran III (Weakness–Threats), sehingga strategi yang direkomendasikan adalah defensive strategy (WT). Strategi ini berfokus pada penguatan sistem pengawasan partisipatif berbasis masyarakat, pemberian insentif dan disinsentif yang konsisten, serta revisi dan penegakan peraturan zonasi yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa pengendalian alih fungsi lahan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan regulatif, tetapi perlu diintegrasikan dengan pendekatan sosial dan kelembagaan partisipatif untuk mewujudkan perlindungan lahan pertanian yang berkelanjutan di tingkat lokal. The conversion of agricultural land to non-agricultural uses is an increasingly worrying phenomenon, especially in agrarian regions under pressure from spatial development. This research aims to identify the factors causing the conversion of agricultural land and formulate strategies for its control in Kampung Bumi Raya, Nabire Barat District, Nabire Regency. The research used a mixed methods approach, combining quantitative and qualitative analysis. Quantitative analysis was conducted using the Chi-Square test and contingency coefficient to measure the influence of economic and social factors on land conversion, while qualitative analysis was used in formulating strategies thru the SWAT approach. The research results showed that economic factors had the most dominant influence on land conversion, with a Chi-Square value of 95.77 and a contingency coefficient of 0.70 (strong category), while social factors also had a significant influence with a Chi-Square value of 31.09 and a contingency coefficient of 0.49 (moderate category). The SWAT analysis places the strategic control position in Quadrant III (Weakness–Threats), so the recommended strategy is a defensive strategy (WT). This strategy focuses on strengthening community-based participatory monitoring systems, providing consistent incentives and disincentives, and revising and enforcing zoning regulations that are more adaptable to local conditions. This research confirms that controlling the conversion of agricultural land use is not sufficient by relying solely on a regulatory approach; it needs to be integrated with participatory social and institutional approaches to achieve sustainable agricultural land protection at the local level.
Percepatan Pemetaan Bidang Tanah Pada Program PTSL Dengan Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/Pesawat Nirawak Di Kabupaten Jeneponto Salim, M. Fikri Hasymi; Syafri, Syafri; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7660

Abstract

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) membutuhkan metode pemetaan yang efisien dan akurat untuk mempercepat proses legalisasi aset masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/pesawat nirawak dalam pemetaan bidang tanah sebagai alternatif terhadap metode ekstraterestris konvensional. Studi kasus dilakukan di Kabupaten Jeneponto, dengan membandingkan hasil deliniasi UAV terhadap data referensi dari metode ekstraterestris pada empat jenis tutupan lahan: permukiman, sawah, kebun, dan empang. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif terhadap akurasi luas bidang (dengan batas toleransi ±0,5L), efisiensi waktu, biaya, dan personil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UAV mampu mempercepat proses pemetaan hingga 5 kali lebih cepat dibanding metode ekstraterestris, dengan rata-rata waktu 7,7 menit per bidang. Dari segi biaya, UAV memberikan efisiensi sebesar 77,1% pada seluruh jenis lahan. Ketelitian hasil pemetaan UAV juga cukup tinggi, terutama pada lahan sawah (83,33% bidang sesuai toleransi) dan permukiman (80,56%), sedangkan lahan kebun menunjukkan tingkat ketelitian rendah (hanya 9,38% bidang sesuai toleransi) karena batas bidang sulit diidentifikasi dari udara. Kesimpulannya, UAV merupakan teknologi yang efektif untuk percepatan pemetaan dalam program PTSL, terutama pada area terbuka seperti sawah dan empang. Namun, diperlukan mitigasi terhadap kendala seperti cuaca buruk dan keterbatasan SDM melalui pelatihan teknis dan perencanaan operasional yang tepat. The Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) requires efficient and accurate mapping methods to accelerate the process of land legalization for the community. This study aims to analyze the effectiveness of using Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) as an alternative to conventional terrestrial methods for land parcel mapping. A case study was conducted in Jeneponto Regency by comparing UAV-based parcel delineation results with reference data from terrestrial methods across four land use types: residential, rice fields, plantations, and fishponds. The research employed quantitative analysis to assess area accuracy (with a tolerance threshold of ±0.5L), time efficiency, cost, and manpower. Results show that UAVs can accelerate the mapping process up to five times faster than terrestrial methods, with an average of 7.7 minutes per parcel. In terms of cost, UAV implementation yielded a 77.1% efficiency across all land types. The accuracy of UAV mapping was notably high in open areas, particularly rice fields (83.33% parcels within tolerance) and residential areas (80.56%), while plantation areas showed lower accuracy (only 9.38% within tolerance) due to unclear boundaries in aerial imagery. In conclusion, UAVs are an effective technology for accelerating mapping activities in the PTSL program, especially in open and unobstructed terrain. However, challenges such as weather conditions and technical capacity need to be addressed through training and strategic operational planning.
Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terhadap Akses Layanan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Arta, Baso; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7686

Abstract

Sanitasi yang aman dan layak merupakan salah satu indikator penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan ke-6, yaitu menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi untuk semua. Salah satu komponen penting dalam sistem sanitasi terdesentralisasi adalah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Namun, tingkat pemanfaatan IPLT di berbagai daerah di Indonesia masih rendah, termasuk di Kabupaten Barru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat terhadap akses layanan IPLT serta merumuskan strategi peningkatan partisipasi masyarakat di Kelurahan Sumpang Binangae. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan 99 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar faktor partisipasi (kesempatan, kemauan, dan kemampuan), serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesempatan, kemauan, dan kemampuan berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan IPLT. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan edukasi masyarakat, penerapan sistem penyedotan terjadwal, kemitraan publik–swasta, pemberian insentif, serta pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat terhadap layanan IPLT harus dilakukan secara kolaboratif, dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan kelembagaan pemerintah daerah. Safe and adequate sanitation is one of the important indicators in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), especially goal number 6, which is to ensure the availability of clean water and sanitation for all. One important component in a decentralized sanitation system is the Fecal Sludge Treatment Plant (FSTP). However, the utilization rate of IPLT in various regions of Indonesia is still low, including in Barru Regency. This research aims to analyze the factors influencing low community participation in accessing IPLT services and to formulate strategies for increasing community participation in Sumpang Binangae Village. The research method uses a mixed methods approach with 99 respondents determined using Slovin's formula. Data analysis was conducted using the Chi-square test to examine the relationship between participation factors (opportunity, willingness, and ability), and SWAT analysis to formulate improvement strategies. The research findings indicate that the factors of opportunity, willingness, and ability significantly influence the level of community participation in accessing IPLT services. Recommended strategies include strengthening public education, implementing a scheduled pumping system, public-private partnerships, providing incentives, and involving the community from the planning stage thru maintenance. This research confirms that increasing community participation in IPLT services must be done collaboratively, with a community-based approach and the support of local government institutions.
Evaluasi Ketersediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Pada Perumahan Subsidi: Studi Kasus Kawasan Moncongloe Indonesia Lutfiyah, Sayyidatul; Syafri, Syafri; Ridwan, Ridwan
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan efektivitas pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perumahan subsidi Moncongloe, Kabupaten Maros, dengan pendekatan campuran yang menggabungkan analisis spasial dan wawancara partisipatif. Penelitian dilakukan pada dua lokasi utama: Perumahan Subsidi A dan Perumahan Subsidi B, untuk membandingkan pola penyediaan dan pemanfaatan RTH. Data diperoleh melalui interpretasi citra satelit, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan warga, pengembang, dan aparat pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi RTH masih jauh dari standar nasional 30%, dengan Perumahan Subsidi A memiliki 9% RTH dan Perumahan Subsidi B mencapai 20%. Minimnya vegetasi dan fasilitas pendukung mengakibatkan rendahnya pemanfaatan sosial dan fungsi ekologis RTH. Warga cenderung menggunakan RTH secara terbatas karena kurangnya kenyamanan, sementara pengembang lebih berfokus pada efisiensi lahan. Namun, Perumahan Subsidi B menunjukkan tata ruang yang lebih baik dengan taman di tengah jalan dan area hijau di setiap blok. Diskusi menyoroti perlunya kebijakan tata ruang yang lebih kuat, penerapan insentif bagi pengembang yang menerapkan konsep green infrastructure, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan RTH. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan warga untuk menciptakan RTH yang fungsional dan berkelanjutan. Implikasi praktis dari studi ini adalah perlunya integrasi pendekatan spasial dan partisipatif dalam perencanaan lingkungan perumahan subsidi di kawasan suburban. This study aims to evaluate the availability and effectiveness of green open space (GOS) utilization in the subsidized housing area of Moncongloe, Maros Regency, using a mixed-method approach that combines spatial analysis and participatory interviews. The research was conducted in two main locations Subsidized Housing A and Subsidized Housing B to compare the patterns of GOS provision and utilization. Data were collected through satellite imagery interpretation, field observations, and in-depth interviews with residents, developers, and government officials. The results show that the proportion of GOS remains far below the national standard of 30%, with Subsidized Housing A having only 9% GOS and Subsidized Housing B reaching 20%. The lack of vegetation and supporting facilities has led to low social and ecological functionality of the GOS. Residents tend to use the GOS minimally due to a lack of comfort, while developers focus more on land-use efficiency. However, Subsidized Housing B demonstrates better spatial planning, with green areas along road medians and small parks in each block. The discussion highlights the need for stronger spatial planning policies, the implementation of incentives for developers who adopt green infrastructure concepts, and greater community participation in GOS maintenance. This study emphasizes the importance of collaboration among the government, developers, and residents to create functional and sustainable GOS. The practical implication of this research lies in the necessity of integrating spatial and participatory approaches in the environmental planning of subsidized housing areas in suburban regions.
Co-Authors Agus, Muhammad Jepri Agustinus Agustinus AKBAR, MAULANA Akbar, Musthafa Akhsan, Mohammad Akrim, Djusdil Almas, Dhafina Amran, Ellyana Andi Muhibuddin, Andi Anita Susilawati Ansarullah, Ansarullah Anuar, Kaspul Arafi, Gani Ardinata, Aljaliil Arief Wicaksono, Arief Arta, Baso Asdan, Asdan Asral, Asral Awaluddin, Ahmad Awaru, A.Octamaya Tenri Azilia, Andi Mirza Batara Surya, Batara Begung, Adrian Ahmadi Budhi, Angka Bully, Gilberth Suryadi Buraerah, Muh. Fikruddin Congge, Umar Cupu, Dedi Rosa Putra Daud, Andriani Y. Dedy Masnur, Dedy Diksi Alfaris, Risnandha Dodi Sofyan Arief, Dodi Sofyan Feblil Huda Febrian, Muri Frederich, Ryozky Hadijah Hadijah Haeruddin Haeruddin Haikal, Muh Fikri Handoko, Yulli Haq, Iyanul Haruna, Nadyah Herisiswanto, Herisiswanto Herminawaty, Herminawaty Idris Taking, Muhammad Ifdaniyah, Elfira Ilham Alimuddin, Ilham Irianti, Irianti Januardi, M. Ikhsan Jaya, Baso Jumain, Aslam Kastono, Kastono Kawer, Dantje Wilian Kesumawardani, Nadia Laka, Oktafatahna Lestari, Esa Lutfiyah, Sayyidatul Mailadani, Diah Ayu Margolang, Syamsuddin Mary Selintung Meitryano, Denis Muchlis Djuniarsah Mugni, Panjhi Arieq Naufal Muhammad Ardi, Muhammad Muhammad Arif MUHAMMAD REZA FAHLEVI Muhammad Sidratul Munthoha, Andi Alief Munarsyah, Resky Ahmad Murshal Manaf, Murshal Musfida, Andi N. Nazaruddin Nasution, Muh Arief Nawiyah, Nawiyah Nildawati, Nildawati Nujumunnisa, Nujumunnisa Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurliasari Yulis, Dewi Oktary, Dian Paembong, Bernadeth Prawira, Wa Ode Hesty Eka Priatna, Azis Putra Cupu, Dedi Rosa Putra, C. Reynald Putri Nawangsari, Putri Rahmat Hidayat Ramadhani, Hafiz Rasyidi, Emil Salim Rayhan R. Syams, Muhammad Regem, Erianser Requelmy TulungAllo, Gebryl Ridwan, Ridwan Riri Jonuarti Risnawati K, Risnawati Risyandi, Danul Rosintan S, Lydia Rudianto, Irwan Ruslan, Rusneni Rustam , Rinaldi Salim, M. Fikri Hasymi Sariman, Syahrul Sibala, Evisanty Sulastri Sulastri Sumastono, Andi Ari Syam, Esse Syamsiar, Syamsiar Syamsul Bahri Tampikalih, Satia Tang, M Tantu, A. Gusti Tayeb, Naufal Fahri Muliadin Tussalam, Al Fitra Umar, Dinanti Wahidan, Nur Warman Fatra, Warman Wellang, Marini Ambo Wulandari, Padmarani Yahya, Destinus Yauri, Ahmad Yenni Darvina Yusman, Yusman