Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Ekonomi Dan Nilai Lapangan Nasional Sinjai Sebagai Ruang Terbuka Hijau Nujumunnisa, Nujumunnisa; Haeruddin, Haeruddin; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i2.4493

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai fungsi pelayanan lapangan Nasional Sinjai terbuka hijau, menganalisis nilai ekonomi RTH pada taman Nasional Sinjai dan menganalisis besarnya manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan keberadaan taman Nasional Sinjai. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif dan juga motode kombinasi. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan model pendugaan nilai ekonomi. Dengan menghitung dugaan nilai rataan WTP setelah memperoleh nilai penawaran dan selanjutnya dilakukan pendugaan kurva WTP yang dibentuk menggunakan jumlah kumulatif dari jumlah individu yang bersedia memilih satu nilai WTP tertentu selanjutnya penjumlahan data WTP yang dilakukan setelah didapatkan dugaan nilai rataan WTP yang dikalikan dengan jumlah polulasi. Diperoleh hasil penelitian sarana rekreasi keluarga (52.9%) merupakan nilai tertinggi dalam fungsi ini. Fungsi ekologis didapatkan pada indikator 35.8% sebagai pelestarian taman lingkungan, dan fungsi ekologis sebesar 40.1% menunjukkan taman Nasional Sinjai dapat menjadi salah satu wadah dalam perbaikan kualitas udara di Kabupaten Sinjai. Nilai ekonomi Taman Nasional Sinjai berdasarkan konsep WTP mendapatkan nilai ekonomi dari keberadaan Taman Nasional Sinjai dan didapatkan yaitu sebesar Rp.183.633.890. Keberadaan Taman Nasional Sinjai memberikan pengaruh yang positif terhadap perubahan pendapatan sebagian masyarakat dan menurut pengunjung kebaradaan Taman Nasional Sinjai mampu menjadi salah satu pilihan sebagai tempat bersantai setelah bekerja. This research aims to analyze the service function value of the Sinjai National open green field, analyze the economic value of green open space in the Sinjai National Park and analyze the magnitude of the economic benefits for the community from the existence of the Sinjai National Park. The analytical methods used in this research are quantitative and qualitative approaches and combination methods. Testing in this research was carried out using an economic value estimation model. By calculating the estimated average WTP value after obtaining the bid value and then estimating the WTP curve which is formed using the cumulative number of individuals who are willing to choose a particular WTP value, then adding up the WTP data which is carried out after obtaining the estimated average WTP value which is multiplied by the total population. Research results showed that family recreation facilities (52.9%) had the highest value in this function. The ecological function was found to be an indicator of 35.8% as environmental park preservation, and the ecological function of 40.1% shows that the Sinjai National Park can be a forum for improving air quality in Sinjai Regency. The economic value of Sinjai National Park is based on the WTP concept to obtain economic value from the existence of Sinjai National Park and is obtained at IDR 183,633,890. The existence of Sinjai National Park has had a positive influence on changes in the income of some people and according to visitors, the existence of Sinjai National Park can be an option as a place to relax after work.
Perubahan Tata Guna Lahan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Pinggiran: Studi Kasus: Pengembangan Kawasan Kota Baru Moncongloe Metropolitan Mamminasata Prawira, Wa Ode Hesty Eka; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i2.4498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih fungsi guna lahan yang mempengaruhi perkembangan permukiman, menganalisis pengaruh alih fungsi guna lahan, sistem aktivitas, dan ketersediaan lahan terhadap kebutuhan pembangunan permukiman, serta menentukan strategi pengembangan kawasan permukiman di Desa Moncongloe Bulu. Variabel yang digunakan adalah alih fungsi guna lahan (X1), sistem aktivitas (X2), ketersediaan lahan (X3), dan perkembangan permukiman (Y). Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif kuantitatif, analisis regresi linear berganda, dan analisis kualitatif SWOT untuk mengkaji dan menentukan strategi pengendalian pemanfaatan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi guna lahan (X1) dan ketersediaan lahan (X3) mempengaruhi pemenuhan kebutuhan pembangunan permukiman, sementara sistem aktivitas (X2) tidak. Strategi yang disarankan adalah memanfaatkan peluang untuk mempertahankan kekuatan, menghindari pembangunan di daerah rawan bencana, mengatur ruang secara proporsional, mempertahankan kawasan lindung, memenuhi kebutuhan RTH, mempertahankan lahan pertanian produktif, serta mengembangkan konsep urban farming untuk memanfaatkan lahan di kota baru Desa Moncongloe Bulu. This research aims to analyse land use change that affects settlement development, analyse the influence of land use change, activity system, and land availability on settlement development needs, and determine the strategy for developing residential areas in Moncongloe Bulu Village. The variables used are land use change (X1), activity system (X2), land availability (X3), and settlement development (Y). The analytical methods used include quantitative descriptive analysis, multiple linear regression analysis, and SWOT qualitative analysis to assess and determine spatial utilisation control strategies. The results show that land use change (X1) and land availability (X3) affect the fulfilment of settlement development needs, while the activity system (X2) does not. The suggested strategy is to utilise opportunities to maintain strengths, avoid development in disaster-prone areas, regulate space proportionally, maintain protected areas, meet green space needs, maintain productive agricultural land, and develop the concept of urban farming to utilise land in the new town of Moncongloe Bulu Village
Strategi Adaptasi Terhadap Banjir Perkotaan: Studi Kasus: Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Munarsyah, Resky Ahmad; Syafri, Syafri; Nasution, Muh Arief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i2.4521

Abstract

Salah satu bencana yang sering terjadi di Kabupaten Mamuju Khususnya Kecamatan Mamuju ialah bencana banjir hal ini dipengaruhi oleh kondisi tofografi yang relatif rendah di daerah permukiman dan sungai – sungai yang melintas di tengah perkotaan, persoalan banjir pada lokasi studi merupakan fenomena yang nyata dimana saat terjadi curah hujan tinggi menyebabkan banjir,Masyarakat yang terdampak banjir memiliki pengalaman langsung dalam kejadian bencana dan pemahaman terhadap bencana tersebut menjadi modal untuk pengurangan dampak bencana sehingga kemanpuan adaptasi menjadi upaya yang tepat untuk mengatasi banjir yang terjadi di Kecamatan Mamuju mengingat fenomena ini tidak dapat untuk dihindari dikarenakan akibat dari perubahan iklim dan lingkungan. Analsis yang digunakan dalam penelitian ini  yakni pertama, Analisis spasial dengan metode pembobotan menggunakan Software Arc Gis dengan melakukan  tumpang tindih (overlay) terhadap semua parameter bencana banjir untuk mengatahui kelas rawan banjir pada lokasi penelitian. Kedua Analisis spasial menggunakan analisis Swot untuk merumuskan strategi adaftasi terhadap bencana banjir . Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kerawanan banjir tinggi 1411.07 Ha, tingkat kerawanan banjir sedang 7754.99 Ha dan tingkat kerawanan banjir rendah 15354.06 Ha. Adapun stretegi berdasarkan analisis ASWOT didapatkan matriks space berada di kuadran III (turn around) strategi W-O yaitu a). Pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas dan kapasitas masyarakat yang rentan, pembentukan dan pengembangan masyarakat yang peduli bencana, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya; b).Meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan drainase dengan memperluas jaringan drainase; c).Menggunakan teknologi informasi berbasis smartphone untuk berkomunikasi tentang early warning system dan informasi bencana lainnya untuk memudahkan masyarakat untuk menerima informasi; d). Perlu adanya kebijakan pemerintah daerah untuk pembangunan permukiman yang berada pada daerah rawan bencana banjir dan pengawasan aturan tataruang yang berkaitan dengan sempadan sungai. One of the disasters that often occurs in the Mamuju Regency, especially Mamuju District, is flood disasters. This is influenced by relatively low topographic conditions in residential areas and rivers that pass through urban areas. The problem of flooding at the study location is a real phenomenon when heavy rainfall occurs. High rains cause flooding. Communities affected by floods have direct experience in disaster events. Understanding these disasters becomes capital for reducing the impact of disasters so that adaptability becomes the right effort to overcome floods that occur in Mamuju District considering that this phenomenon cannot be avoided because of the consequences. from climate and environmental change. The analysis used in this research is first, spatial analysis with a weighting method using Arc Gis software by overlaying all flood disaster parameters to determine the flood-prone class at the research location. Second, spatial analysis uses SWOT analysis to formulate adaptation strategies for flood disasters. The results of this research show a high level of flood vulnerability of 1411.07 Ha, a medium level of flood vulnerability of 7754.99 Ha and a low level of flood vulnerability of 15354.06 Ha. As for the strategy based on ASWOT analysis, it was found that the space matrix was in quadrant III (turn around) of the W-O strategy, namely a). Developing human resources, improving the quality and capacity of vulnerable communities, forming and developing communities that care about disasters, and community participation in protecting the environment where they live; b). Increasing the capacity and quality of the drainage network by expanding the drainage network; c). Using smartphone-based information technology to communicate about early warning systems and other disaster information to make it easier for the public to receive information; d). There needs to be a regional government policy for the development of settlements in areas prone to flood disasters and supervision of spatial regulations relating to river borders.
Strategi Penataan dan Pengelolaan Kawasan Permukiman Kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Regem, Erianser; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i2.4522

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab permukiman kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kelurahan Sambaliung dan  merumuskan arahan penanganan kawasan permukiman kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan TImur. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menggunakan analisis chi-square dan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis chi-square faktor yang menjadi penyebab permukiman kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kelurahan Sambaliung yaitu faktor pendapatan berpengaruh kuat, faktor kondisi bangunan berpengaruh sedang, faktor status kepemilikan lahan berpengaruh lemah, faktor air bersih pengaruh sangat lemah, faktor jaringan jalan pengaruh sangat kuat, faktor sistem drainase tidak terdapat pengaruh, faktor sistem pengelolaan air limbah pengaruh sangat lemah, faktor sistem pengelolaan persampahan tidak terdapat pengaruh. Sedangkan arahan untuk penanganan kawasan permukiman kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung adalah memanfaatkan potensi sumber daya alam Sungai Kelay memberdayakan pengembangan ekonomi kreatif, pemeliharan jalan secara berkala, peningkatan struktur/perbaikan permukaan jalan tanah menjadi pembangunan jalan aspal/beton pada lokasi kawasan, peningkatan kualitas hunian dengan perbaikan rumah yang dalam kondisi tidak baik/rusak, dan  peningkatan estetika lingkungan permukiman. The purpose of this study is to find out what factors are the causes of slum settlements in the Kelay River Border, Sambaliung Village and formulate directions for handling slum areas in the Kelay River Border, Sambaliung Village, Sambaliung District, Berau Regency. This research method is carried out by using chi-square analysis and qualitative descriptive analysis. From the results of the chi-square analysis, the factors that cause slum settlements on the Kelay River Border, Sambaliung Village, are income factors that have a strong influence, building condition factors have a moderate effect, land ownership status factors have a weak influence, clean water factors have a very weak influence, and road network factors have a very strong influence. , the drainage system factor has no effect, the wastewater management system factor is very weak, the solid waste management system factor has no effect. While the directions for handling slum areas on the Kelay River Border, Sambaliung Village, Sambaliung District are utilizing the potential of the Kelay River natural resources empowering creative economic development, regular road maintenance, structural improvement/repair of dirt roads into asphalt/concrete road construction at regional locations, improving the quality of housing by repairing houses that are in bad/damaged condition, and improving the aesthetics of the residential environment.
Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah (Kurs), Dan Produk Domestik Bruto (Pdb) Terhadap Inflasi Di Indonesia Tahun 1980-2022 Ifdaniyah, Elfira; Syafri, Syafri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 14 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13691138

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak Jumlah Uang Beredar (JUB), Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah (KURS), dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap inflasi di Indonesia periode 1980-2022. Inflasi mempunyai dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat dan stabilitas perekonomian, tingkat inflasi yang stabil dan terkendali memberikan manfaat positif terhadap daya beli, investasi dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder. Metode yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL). ARDL dilakukan dengan menambahkan nilai variabel. Nilai variabel ini memiliki kemampuan untuk menunjukkan nilai variabel independen masa kini atau masa lalu. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pada variabel Jumlah Uang Beredar (JUB) terhadap inflasi dimana model persamaan jangka pendek maupun jangka panjang menunjukkan pengaruh positif dan tidak signifikan. Pada variabel Suku Bunga (SB) terhadap inflasi dimana model persamaan jangka pendek dan jangka panjang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Pada variabel Nilai Tukar Rupiah (KURS) terhadap inflasi dimana model persamaan jangka pendek menunjukkan pengaruh positif dan tidak signifikan sedangkan model persamaan jangka panjang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Kemudian variabel Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap inflasi dimana model persamaan jangka pendek dan jangka panjang menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan.
Analisis Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Pdrb Kabupaten/Kota (Studi Pada 13 Kabupaten Tertinggal Di Nusa Tenggara Timur Tahun 2017-2021) Bully, Gilberth Suryadi; Syafri, Syafri; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 15 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13824672

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dari pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi 13 kabupaten tertinggal di Nusa Tenggara Timur yang dilihat melalui data PDRB dari 13 Kabupaten selama tahun 2017-2021. Analisis ekonometrika melibatkan penerapan metode Panel dan Uji Asumsi Klasik. Hasil pengujian mengungkapkan bahwa infrastruktur listrik, jalan, prasarana pendidikan dan kesehatan berpengaruh singnifikan positif terhadap PDRB di kabupaten tertinggal di NTT. Sebaliknya infrasturuktur air tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten tertinggal di NTT. Oleh karena itu para pembuat kebijakan di daerah Nusa Tenggara Timur harus memprioritaskan pembangunan infrasktur prasarana sekolah dan kesehatan yang menjadi variabel dengan kontribusi tertinggi pada pertumbuhan ekonomi 13 kabupaten tertinggal di NTT.
Sustainable Strategies to Reduce Water Pollution from Domestic Wastewater Discharge Ridwan, Ridwan; Tang, M; Syafri, Syafri; Jumain, Aslam; Akrim, Djusdil; Buraerah, Muh. Fikruddin; Wellang, Marini Ambo
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i3.792-808

Abstract

Urban rivers are increasingly threatened by pollution from domestic and industrial waste, leading to water quality degradation. The Pampang River in Makassar, an essential water source for residential, agricultural, and industrial use, faces growing pressure from untreated wastewater discharge. This study evaluates the current water quality status of the Pampang River by analyzing BOD, COD, pH, and temperature, and projects future pollution trends using predictive modeling. Water samples were collected from six strategic locations along the river to represent various pollution sources. BOD and COD were analyzed according to SNI 6989.72:2009 and SNI 6989.02:2019, while pH and temperature were measured in situ. A time series regression model predicted pollution levels over the next five years. Results indicate BOD (4.426–6.439 mg/L) and COD (34.1594–43.4827 mg/L) remain within regulatory standards but show an upward trend, potentially exceeding acceptable limits in 3–4 years. pH (7.39–8.08) and temperature (31.9°C–34.4°C) reflect the impact of detergents and urban runoff, threatening biodiversity and oxygen levels. Without intervention, the river's pollution will escalate, posing ecological and health risks. Sustainable strategies, including better wastewater treatment, stricter industrial regulations, and community-based waste management, are essential for long-term water quality sustainability.
Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Budhi, Angka; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7634

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi penggunaan non-pertanian merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan, terutama di wilayah agraris yang berada dalam tekanan pembangunan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab alih fungsi lahan pertanian dan merumuskan strategi pengendaliannya di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan kombinasi analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui uji Chi-Square dan koefisien kontingensi untuk mengukur pengaruh faktor ekonomi dan sosial terhadap alih fungsi lahan, sedangkan analisis kualitatif digunakan dalam perumusan strategi melalui pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi memiliki pengaruh paling dominan terhadap alih fungsi lahan dengan nilai Chi-Square sebesar 95,77 dan koefisien kontingensi 0,70 (kategori kuat), sedangkan faktor sosial juga berpengaruh signifikan dengan nilai Chi-Square 31,09 dan koefisien kontingensi 0,49 (kategori sedang). Analisis SWOT menempatkan posisi strategi pengendalian pada Kuadran III (Weakness–Threats), sehingga strategi yang direkomendasikan adalah defensive strategy (WT). Strategi ini berfokus pada penguatan sistem pengawasan partisipatif berbasis masyarakat, pemberian insentif dan disinsentif yang konsisten, serta revisi dan penegakan peraturan zonasi yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa pengendalian alih fungsi lahan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan regulatif, tetapi perlu diintegrasikan dengan pendekatan sosial dan kelembagaan partisipatif untuk mewujudkan perlindungan lahan pertanian yang berkelanjutan di tingkat lokal. The conversion of agricultural land to non-agricultural uses is an increasingly worrying phenomenon, especially in agrarian regions under pressure from spatial development. This research aims to identify the factors causing the conversion of agricultural land and formulate strategies for its control in Kampung Bumi Raya, Nabire Barat District, Nabire Regency. The research used a mixed methods approach, combining quantitative and qualitative analysis. Quantitative analysis was conducted using the Chi-Square test and contingency coefficient to measure the influence of economic and social factors on land conversion, while qualitative analysis was used in formulating strategies thru the SWAT approach. The research results showed that economic factors had the most dominant influence on land conversion, with a Chi-Square value of 95.77 and a contingency coefficient of 0.70 (strong category), while social factors also had a significant influence with a Chi-Square value of 31.09 and a contingency coefficient of 0.49 (moderate category). The SWAT analysis places the strategic control position in Quadrant III (Weakness–Threats), so the recommended strategy is a defensive strategy (WT). This strategy focuses on strengthening community-based participatory monitoring systems, providing consistent incentives and disincentives, and revising and enforcing zoning regulations that are more adaptable to local conditions. This research confirms that controlling the conversion of agricultural land use is not sufficient by relying solely on a regulatory approach; it needs to be integrated with participatory social and institutional approaches to achieve sustainable agricultural land protection at the local level.
Percepatan Pemetaan Bidang Tanah Pada Program PTSL Dengan Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/Pesawat Nirawak Di Kabupaten Jeneponto Salim, M. Fikri Hasymi; Syafri, Syafri; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7660

Abstract

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) membutuhkan metode pemetaan yang efisien dan akurat untuk mempercepat proses legalisasi aset masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/pesawat nirawak dalam pemetaan bidang tanah sebagai alternatif terhadap metode ekstraterestris konvensional. Studi kasus dilakukan di Kabupaten Jeneponto, dengan membandingkan hasil deliniasi UAV terhadap data referensi dari metode ekstraterestris pada empat jenis tutupan lahan: permukiman, sawah, kebun, dan empang. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif terhadap akurasi luas bidang (dengan batas toleransi ±0,5L), efisiensi waktu, biaya, dan personil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UAV mampu mempercepat proses pemetaan hingga 5 kali lebih cepat dibanding metode ekstraterestris, dengan rata-rata waktu 7,7 menit per bidang. Dari segi biaya, UAV memberikan efisiensi sebesar 77,1% pada seluruh jenis lahan. Ketelitian hasil pemetaan UAV juga cukup tinggi, terutama pada lahan sawah (83,33% bidang sesuai toleransi) dan permukiman (80,56%), sedangkan lahan kebun menunjukkan tingkat ketelitian rendah (hanya 9,38% bidang sesuai toleransi) karena batas bidang sulit diidentifikasi dari udara. Kesimpulannya, UAV merupakan teknologi yang efektif untuk percepatan pemetaan dalam program PTSL, terutama pada area terbuka seperti sawah dan empang. Namun, diperlukan mitigasi terhadap kendala seperti cuaca buruk dan keterbatasan SDM melalui pelatihan teknis dan perencanaan operasional yang tepat. The Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) requires efficient and accurate mapping methods to accelerate the process of land legalization for the community. This study aims to analyze the effectiveness of using Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) as an alternative to conventional terrestrial methods for land parcel mapping. A case study was conducted in Jeneponto Regency by comparing UAV-based parcel delineation results with reference data from terrestrial methods across four land use types: residential, rice fields, plantations, and fishponds. The research employed quantitative analysis to assess area accuracy (with a tolerance threshold of ±0.5L), time efficiency, cost, and manpower. Results show that UAVs can accelerate the mapping process up to five times faster than terrestrial methods, with an average of 7.7 minutes per parcel. In terms of cost, UAV implementation yielded a 77.1% efficiency across all land types. The accuracy of UAV mapping was notably high in open areas, particularly rice fields (83.33% parcels within tolerance) and residential areas (80.56%), while plantation areas showed lower accuracy (only 9.38% within tolerance) due to unclear boundaries in aerial imagery. In conclusion, UAVs are an effective technology for accelerating mapping activities in the PTSL program, especially in open and unobstructed terrain. However, challenges such as weather conditions and technical capacity need to be addressed through training and strategic operational planning.
Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terhadap Akses Layanan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Arta, Baso; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7686

Abstract

Sanitasi yang aman dan layak merupakan salah satu indikator penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan ke-6, yaitu menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi untuk semua. Salah satu komponen penting dalam sistem sanitasi terdesentralisasi adalah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Namun, tingkat pemanfaatan IPLT di berbagai daerah di Indonesia masih rendah, termasuk di Kabupaten Barru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat terhadap akses layanan IPLT serta merumuskan strategi peningkatan partisipasi masyarakat di Kelurahan Sumpang Binangae. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan 99 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar faktor partisipasi (kesempatan, kemauan, dan kemampuan), serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesempatan, kemauan, dan kemampuan berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan IPLT. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan edukasi masyarakat, penerapan sistem penyedotan terjadwal, kemitraan publik–swasta, pemberian insentif, serta pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat terhadap layanan IPLT harus dilakukan secara kolaboratif, dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan kelembagaan pemerintah daerah. Safe and adequate sanitation is one of the important indicators in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), especially goal number 6, which is to ensure the availability of clean water and sanitation for all. One important component in a decentralized sanitation system is the Fecal Sludge Treatment Plant (FSTP). However, the utilization rate of IPLT in various regions of Indonesia is still low, including in Barru Regency. This research aims to analyze the factors influencing low community participation in accessing IPLT services and to formulate strategies for increasing community participation in Sumpang Binangae Village. The research method uses a mixed methods approach with 99 respondents determined using Slovin's formula. Data analysis was conducted using the Chi-square test to examine the relationship between participation factors (opportunity, willingness, and ability), and SWAT analysis to formulate improvement strategies. The research findings indicate that the factors of opportunity, willingness, and ability significantly influence the level of community participation in accessing IPLT services. Recommended strategies include strengthening public education, implementing a scheduled pumping system, public-private partnerships, providing incentives, and involving the community from the planning stage thru maintenance. This research confirms that increasing community participation in IPLT services must be done collaboratively, with a community-based approach and the support of local government institutions.
Co-Authors Agus, Muhammad Jepri Agustinus Agustinus AKBAR, MAULANA Akbar, Musthafa Akhsan, Mohammad Akrim, Djusdil Almas, Dhafina Andi Muhibuddin, Andi Anita Susilawati Ansarullah, Ansarullah Anuar, Kaspul Arafi, Gani Ardinata, Aljaliil Arief Wicaksono, Arief Arifuddin Akil Arta, Baso Asdan, Asdan Asral, Asral Awaluddin, Ahmad Awaru, A.Octamaya Tenri Azilia, Andi Mirza Batara Surya, Batara Begung, Adrian Ahmadi Budhi, Angka Bully, Gilberth Suryadi Buraerah, Muh. Fikruddin Congge, Umar Cupu, Dedi Rosa Putra Daud, Andriani Y. Diksi Alfaris, Risnandha Dodi Sofyan Arief Feblil Huda Febrian, Muri Frederich, Ryozky Furi Sari Nurwulandari, Furi Sari Hadijah Hadijah Haeruddin Haeruddin Haikal, Muh Fikri Handoko, Yulli Haq, Iyanul Herisiswanto, Herisiswanto Herminawaty, Herminawaty Idris Taking, Muhammad Ifdaniyah, Elfira Ilham Alimuddin, Ilham Irianti, Irianti Januardi, M. Ikhsan Jaya, Baso Jumain, Aslam Kastono, Kastono Kawer, Dantje Wilian Kesumawardani, Nadia Laka, Oktafatahna Lutfiyah, Sayyidatul Mailadani, Diah Ayu Margolang, Syamsuddin Mary Selintung Meitryano, Denis Muchlis Djuniarsah Mugni, Panjhi Arieq Naufal Muhammad Ardi, Muhammad MUHAMMAD REZA FAHLEVI Muhammad Sidratul Munthoha, Andi Alief Munarsyah, Resky Ahmad Murshal Manaf, Murshal Musfida, Andi N. Nazaruddin Nasution, Muh Arief Nawiyah, Nawiyah Nujumunnisa, Nujumunnisa Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurliasari Yulis, Dewi Paembong, Bernadeth Prawira, Wa Ode Hesty Eka Priatna, Azis Rahmat Hidayat Ramadhani, Hafiz Rasyidi, Emil Salim Rayhan R. Syams, Muhammad Regem, Erianser Requelmy TulungAllo, Gebryl Ridwan, Ridwan Riri Jonuarti Risnawati K, Risnawati Risyandi, Danul Rosintan S, Lydia Rudianto, Irwan Ruslan, Rusneni Rustam , Rinaldi Salim, M. Fikri Hasymi Sariman, Syahrul Sibala, Evisanty Siswahyudianto Sulastri Sulastri Sumastono, Andi Ari Syam, Esse Syamsiar, Syamsiar Syamsul Bahri Tampikalih, Satia Tang, M Tantu, A. Gusti Tayeb, Naufal Fahri Muliadin Tussalam, Al Fitra Umar, Dinanti Wahidan, Nur Warman Fatra, Warman Wellang, Marini Ambo Wulandari, Padmarani Yahya, Destinus Yauri, Ahmad Yenni Darvina Yusman, Yusman