Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : FKIP e-PROCEEDING

ANALISIS KETERAMPILAN SOSIAL DAN KOGNITIF SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH SECARA KOLABORATIF Arina Wardha; Sri Handono Budi Prastowo; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi keterampilan siswa dalam memecahkan masalah secarakolaboratif. Untuk itu perlu dilakukan tes dan penilaian evaluasi terhadap keterampilan siswa dalammemecahkan masalah menggunakan uji dua tahap, serta alat penilaian keterampilan sosial.Keterampilan diukur tidak hanya dilihat dari kognitif saja, melainkan dilihat dari bagaimana siswamemanajemen berbagai ide solusi dari anggota kelompok untuk dipadu-padankan sehingga dapatdigunakan dalam pemecahan masalah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakanteknik purposive sampling pada siswa kelas X IPA salah satu SMA Negeri di Kabupaten JemberTahun Ajaran 2017/2018. Instrumen yang digunakan adalah soal tes yang berisi permasalahan fisikadan instrumen penilaian keterampilan sosial siswa. Pengumpulan data diperoleh dengan melakukantes dan observasi kepada siswa kelas X IPA dengan tes pemecahan masalah secara kolaboratif,observasi dilakukan selama siswa berkolaborasi.Kata kunci: Keterampilan kognitif, keterampilan sosial, pemecahan masalah secara kolaboratif
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP RANGKAIAN ARUS LISTRIK BOLAK-BALIK PADA SISWA KELAS XII SMA Anggita Nurul Iftitah; Sri Handono Budi Prastowo; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan konsep adalah kemampuan menjelaskan, menginterpretasi, menganalisis, dan mengaplikasikan konsep-konsep fisika dalam menyelesaikan persoalan fisika. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penguasaan konsep siswa SMA kelas XII dan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa pada penguasaan konsep rangkaian arus listrik bolak-balik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis dengan instrumen soal uraian yang terdiri dari 8 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Persentase rata-rata penguasaan konsep rangkaian arus bolak-balik berdasarkan indikator penguasaan konsep Taksonomi Bloom yaitu pengetahuan siswa mencapai 81%, pemahaman 60%, penerapan 65%, analisis 56%, sintesis 48%, dan kemampuan evaluasi siswa mencapai 45%. (2) persentase penguasaan konsep pada sub pokok bahasan arus dan tegangan berkategori kurang baik dengan persentase penguasaan mencapai 50%, penguasaan konsep rangkaian seri RLC yang dimiliki siswa cukup baik yaitu mencapai 73%, sedangkan penguasaan konsep pada sub pokok bahasan daya rangkaian RLC berkategori kurang baik yaitu mencapai 56%. (3) Adapun jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa yaitu persentase rata-rata kesalahan terjemahan 2%, kesalahan konsep 8%, kesalahan strategi 21%, kesalahan hitung 24%, dan soal yang tidak direspon 5%.
PENGUKURAN KADAR AIR BIJI KOPI DENGAN RANCANGAN ALAT KAPASITOR SEBAGAI KAJIAN BAHAN AJAR FISIKA DI SMA Siti Dewi Masiyati; Trapsilo Prihandono; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancangan bahan ajar kapasitor menggunakan kajian kadar air biji kopi. Kapasitor adalah piranti yang berfungsi untuk menyimpan muatan dan energi listrik dan menggunakan kapasitor dua keping sejajar konduktor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengukuran kadar air biji kopi menggunakan rancangan bahan ajar kapasitansi kapasitor dan alat ukur kapasitansimeter dan membuat rancangan alat dan bahan ajar berdasarkan kajian pengukuran kadar air biji kopi menggunakan alat kapasitansi kapasitor. Teknik pengumpulan data adalah eksperimen, analisis pengambilan data menggunakan metoden oven pengering dan metode alami. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga kadar air biji kopi maka semakin besar pula nilai kapasitansinya, konduktivitas bahannya semakin besar, volume bahannya semakin kecil, partikelnya semakin merapat. begitupun sebaliknya semakin rendah harga kadar biji kopi semakin kecil pula nilai kapasitansinya, konduktivitas bahannya semakin kecil, volume bahannya juga semakin membesar, partikelnya semakin merenggang. Penelitian ini dapat disimpulkan: Pertama, pengukurngan kadar air biji kopi lebih afektif menggunakan rancangan bahan ajar kapasitor dengan alat kapasitansimeter dibandingkan dengan pengukuran manual. Kedua, metode alami lebih efisien di bandingkan dengan metode oven pengering dari segi pengeringannya dan tempatnya karena metode alami dapat mengeringkan biji kopi ber ton-ton tetapi kelemahannya yakni, bergantung pada cuaca sedangkan metode oven pengering tidak bergantung pada cuaca.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP TEORI KINETIK GAS MENGGUNAKAN TAKSONOMI SOLO PADA SISWA SMAN 1 JEMBER Khosida Afkarina Rachman; Sri Handono Budi Prastowo; Albertus Djoko Lesmono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan konsep adalah kemampuan siswa dalam memahami makna secara ilmiah baik teorimaupun penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penguasankonsep teori kinetik gas menggunakan taksonomi SOLO. Jenis penelitian ini adalah penelitiandeskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis dengan instrumen soal uraianyang terdiri dari 8 butir soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan persentase penguasaankonsep teori kinetik gas menggunakan taksonomi SOLO pada siswa SMAN 1 Jember adalah 24%siswa berada pada level prastruktural, 8% siswa berada pada level unistruktural, 14% siswa beradapada level multistruktural, 32% siswa berada pada level relasional, dan 22% siswa berada pada levelabstrak diperluas. Hasil tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu faktor dari dalam, prosespembelajaran, pengalaman dan latihan siswa. Hasil penelitian tersebut memberikan dampak terhadapperencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran fisika.Kata kunci: kalor Penguasaan konsep, teori kinetik gas, dan taksonomi SOLO
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DISERTAI CONCEPT MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Desita Sholikhatul Ummah; Sri Handono Budi Prastowo; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk pengembangan dalam bentuk modul kontekstual disertai concept mapping untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan menurut Nieveen (2006) tahapannya meliputi: (1) Preliminary research, (2) Prototyping stage, dan (3) Assesment stage (summative evaluation) instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar observasi, dan tes kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis validasi ahli diperoleh bahwa kategori validitas berada pada tingkat validitas sangat valid dengan koefisien realibilitas sebesar 96,60% dan hasil analisis validasi pengguna diketahui bahwa kategori validitas yang diperoleh adalah sangat valid dengan koefisien realibilitas sebesar 85,71%. Hasil analisis lembar observasi menunjukkan bahwa modul pembelajaran kontekstual concept mapping yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang direncanakan guru, sehingga modul pembelajaran kontekstual concept mapping termasuk kategori praktis sebagai bahan ajar pada materi listrik statis. Hasil analisis pretest dan posttest menunjukkan bahwa rata-rata skor N-Gain adalah 0,643 yang berada dalam kategori sedang.
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS XI PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DI SMAN 4 JEMBER Dya Ayu Safitri; Sri Handono Budi Prastowo; Eny Sulistyowati
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika sangat erat kaitannya dengan konsep, sehingga pemahaman konsep pada materi fisika harus dipahami dengan baik terlebih dahulu untuk dapat menyelesaikan permasalahan soal dan pemahaman konsep juga menjadi acuan dalam tingkat keberhasilan siswa selama pembelajaran fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap konsep materi elastisitas dengan menggunakan model pembelajaran direct istruction. Penelitian ini dilakukan pada 36 siswa kelas XI MIPA 2 di SMAN 4 Jember. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model direct instruction. Pengkartegorian jawaban siswa diadaptasi berdasarkan kartegori n-gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa dalam hal menafsirkan memiliki kartegori tinggi dengan presentase 70 %, menginferensi 65%, membandingkan 50%, menjelaskan 40%. Hasil dari penggunaan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) terhadap pemahaman konsep siswa pada materi elastisitas dan Hukum Hooke memiliki presentase yang cukup baik.Kata Kunci: Pemahaman Konsep Siswa Kelas Xi Pada Materi Elastisitas Dan Hukum Hooke, Model Pembelajaran Direct Instruction
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP RANGKAIAN ARUS SEARAH PADA SISWA MAN 1 JEMBER KELAS XII Rahmawati .; Sri Handono Budi Prastowo; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman konsep merupakan kemampuan seorang siswa untuk tidak sekedar mengingat, tapi dapat menjelaskan kembali suatu definisi, ciri khusus, hakikat, inti, dan isi dengan menggunakan kata-kata sendiri namun tidak mengubah kadungan makna dari informasi yang diterima. Pemahaman konsep penting dipelajari karena akan digunakan untuk mengaitkan dengan konsep-konsep lainnya. Dalam taksonomi Bloom, pemahaman konsep dikelompokkan dalam tiga indikator yaitu translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa pada materi rangkaian arus searah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tempat penelitian dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling area. Responden dalam penelitian ini terdiri dari satu kelas dengan jumlah subjek yaitu 30 siswa. Data diperoleh melalui tes tulis dengan bentuk uraian (essay) dengan jumlah soal sebanyak 7 butir soal. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa; (1) rata-rata pada indikator translasi sebanyak 53,7%, pada indikator interpretasi sebanyak 57,1%, serta pada indikator ekstrapolasi sebanyak 22,7%. (2) pemahaman konsep berdasarkan sub pokok bahasan rata-rata berada dalam predikat kurang sekali yakni 44,5% terutama pada konsep Hukum Ohm sebanyak 39,2% dan rangkaian sederhana sebanyak 40,6%.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP MENGGUNAKAN TAKSONOMI ANDERSON MATERI LISTRIK STATIS DI SMA KABUPATEN BANYUWANGI Nispul Laili; Sri Handono Budi; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar Nasional Pendidikan, pembelajaran fisika harus dikonstruksi sedemikian rupa sehingga prosespembelajarannya dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan umum pembelajaran fisika yangmenekannkan pada penguasaan konsep agar pembelajaran tersebut lebih bermakna. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif bertujuan untuk mengetahui penguasaan konsep siswa menggunakanTaksonomi Andersone materi listrik Statis Kelas XII di SMA yang ada di Kabupaten Banyuwangi.Salah satu permasalahan yang dihadapi sebagian siswa menganggap pelajaran fisika dianggap sulitkarena memerlukan daya penalaran yang lebih tinggi dan penguasaan konsep matematika sebagai alatbantu dalam memecahkan soal fisika, sehingga menjadikan siswa tidak tertarik untuk mempelajarinya.Butir soal terdiri dari 10 soal pilihan ganda beralasan. Hasil penelitian menunjukkan 68% penguasaankonsep SMAN 1 Genteng dikategorikan Cukup, sedangkan penguasaan konsep SMAN 1 Glenmore63% termasuk kategori Cukup, dan 58% penguasaan konsep SMAN 1 Muncar berkategori kurang.Kata kunci : Penguasaan konsep, Listrik statis, Taksonomi Anderson
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SPEKTRUM CAHAYA PADA SISWA SMA KELAS XII Sri Handono Budi Prastowo; Yeri Suhartin; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk mengantarkan siswa menguasai konsep-konsep fisika dan keterkaitannya dengan pemecahan suatu permasalahan yang terkait dalam kehidupan sehari-hari. Banyak persepsi siswa terhadap mata pelajaran fisika sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa SMA kelas XII pada materi spektrum cahaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 3 di SMA Negeri 2 Jember sebanyak 34 siswa. Tingkat pemahaman konsep siswa yang terbagi menjadi tiga indikator menurut W.Gulo yaitu translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Berdasarkan hasil analisis pemahaman konsep siswa melalui intrumen tes berupa 12 butir soal essai didapatkan bahwa tingkat pemahaman konsep siswa pada materi spektrum cahaya tergolong baik termasuk dalam kategori paham dengan persentase rata-rata 77.17 %. Persentase untuk tiap indikatornya antara lain indikator translasi didapatkan persentase 72.47% termasuk dalam kategori sangat paham, indikator interpretasi didapatkan persentase 78.44% termasuk dalam kategori cukup paham, sedangkan indikator ekstrapolasi pada materi spektrum cahaya didapatkan persentase sebesar 80.73% termasuk dalam kriteria cukup paham.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DI SMAN 4 JEMBER Karina Laksmiari; Sri Handono Budi Praswoto; Siva Nur Ismaya
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan bagi siswa guna tercapainya tujuan pembelajaran, supaya siswa dapat membiasakan diri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Berdasarkan hasil observasi, sebagian siswa sering mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan fisika. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang dengan maksud untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi elastisitas dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif dan menggunakan desain penelitain One Group Posttest Only Desain. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan soal tes kepada siswa. Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang paling tinggi adalah kemampuan indicator memahami masalah dengan presentase 96% sedangkan yang paling rendah adalah pada indicator memeriksa kembali dengan presentase 58%. Rata – rata presentase penguasaan kemampuan pemecahan masalah adalah 77% dengan kirteria pemecaham masalah yang baik. Sehingga pembelajaran yang mendapat perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Fisika.Kata Kunci: Pemecahan masalah dan discovery learning.
Co-Authors Adinda Citra Badarsila Agustin Putri Mardiawan Albertus Djoko Lesmono Albertus Djoko Lesmono, Albertus Djoko Alda Alvina Hawa Alex Harijanto Alex Hariyanto Alfi Hidayat Alivea Pisca Dianty Alivia, Haniyah Andi Prastia Andrian Ramadani Andriyan, Moh Anggita Nurul Iftitah Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu Anis Dwi Masinta Anita Puji Pratiwi Aprillia Kartika Agit Wuragil Arina Wardha Asshaumi, Rahmatul Ula Azen Ramadan Bagus Hadi Saputra Bambang Supriadi Bambang Supriadi Bevo Wahono Brillianti Asfiyani Romadhona Chindy Beauty Sapbrina Cindy Ineke Ferdianti Dea Nur Umiel Agustina Debi Devianti Desi Dwi Tungga Tristanti Desita Sholikhatul Ummah Dewi Ika Pratiwi Dina Fadilah Aini Dini Febrianti Dita Fitriani Dya Ayu Safitri Dyah Pratiwi, Sri Septi Emi Ariyani Eny Setyowati Eny Sulistyowati Eri Setyaningsih Erina Septenia Erna Sari Ernasari Ernasari Eza Bintang Ramadhan Fahmi Nur Addinni Febrianti Dwi Lestari Fendy Saputra FITRIYAH Fitroh Fuadah Handayani, Rifati Dina Hediana Alfian Heru Sefrian Subandi Hidayati Hidayati Hidriyatur Rizza I Ketut Mahardika I Ketut Mahardika Ilvi Maulida Nurdiana Imaniyah, Kamilatul Isma Alfia Novita Isnaini Kurnia Sari Jamalludin Jamalludin Jihan Ni'ami Midroro Karina Laksmiari Khosida Afkarina Rachman Klyana Ainun Prastika Kurnia Mas Rahmawati Kurnia, Saidah Intan Lailatul Nuraini Lailiatur Rohmah Laily Ramadhanty Liana Shafa K Linggar Ayu Octaviani Lupita Rahayu Marlina Puji Rahayu Marlina Puji Rahayu Martatino, Ragil Maryani Maryani Maryani Maryani Masnah Datoh Mellya Syafiratul H Midroro, Jihan Ni'ami Miftakhun Nikmah Royani Moh Andriyan Mohammad Imam Farisi Mohammad Khairul Yaqin Mohammad Muhsin Arifin Mohammad Wisolus Solihin Muhammad Amiruddin Muhammad Effendi Muhammad Khoirul Huda Nila Mutia Dewi Ninik Megawati Nischaya Hayu Pangestuti Nispul Laili Nur Kamila Nur Sofi Hidayah Octaviani, Linggar Ayu Pramudya Dwi Aristya Putra Prastia, Andi Puji Rahayu Putri, Meylan Kharisma Rahmadani, Novi Fitri Rahmania Amanah Putri Rahmawati . Ratih Hendrawati Rayendra Wahyu Rayendra Wahyu Bachtiar Reni Dias Agustin Rif’ati Dina Handayani Rif’ati Dina Handayani Rina Dwi Rahayu Riska Uswatun Khasanah Rizha Yulinda Salsabila Rizqi Wahyu Irma Wati Rofiah Al Adawiyah Rojabita Dwirgahayu Nurhidayat Rubiatul Faruqi Santi Afifah Putri Anggraini Shanti Dewi Agustina Shinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Silmi Lailatun Nisa Singgih Bektiarso Sinta Mayasari, Sinta Sinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Sintia Lestari Siti Dewi Masiyati Siva Nur Ismaya Sri Astutik Sri Septi Dyah Pratiwi Sri Wahyuni Subiki Subiki Sudarti Sudarti Sudarti . Sudarti . Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Susanti Septiana Sutarto Sutarto Syafira Syaifatul Choiroh Syahira Luqna Aqilla M Talitha Nabilah Tatik Sugiwati Trapsilo Prihandono Tri Ratih Purwatiningsih Tri Wahyuni Purbasari Uzlifatul Jannah Vestnanda, Alfrida Diftia Wahyudianti, Ratih Wuragil, Aprillia Kartika Agit Yeri Suhartin Yusak Maryunianta Yushardi Yushardi Yushardi Zahra Al-Jufri Zainur Rasyid Ridlo