Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran BADAS (Belajar Asyik Kebudayaan Surabaya) Pada Peserta Didik Kelas V di SDN KEJAWAN PUTIH 1/ 243 Surabaya Rachmadyanti, Putri; Mahendra, Arya; Salsabilla, Iftita Azzahra; Rudianti, Suksesi Cita; Rahmawati, Sintya Imelda
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92666

Abstract

Pengembangan media pembelajaran yang berdiferensiasi dan berbasis teknologi merupakan kebutuhan pada Kurikulum Merdeka. Kurangnya perhatian guru pada gaya belajar dan variasi media pembelajaran membuat pemahaman peserta didik terhadap materi menjadi tidak optimal. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN Kejawan Putih 1/234 Surabaya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah inovasi media pembelajaran bernama Aplikasi “BADAS (Belajar Asyik Kebudayaan Surabaya) yang mengemas strategi pembelajaran secara asyik, menantang, dan bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE. Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi pembelajaran digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual peserta didik, seperti minat belajar, gaya belajar, dan perkembangan teknologi. Aplikasi "BADAS" membantu peserta didik lebih mudah memahami materi dan pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Penelitian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar 90% peserta didik terhadap materi budaya benda dan tak benda di Surabaya.
Pengembangan Media Pembelajaran PETA Puzzle sebagai Media Alternatif Pembelajaran IPS Materi Kondisi Geografis di Sekolah Dasar Nafisah, Durrotun; Rachmadyanti, Putri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91612

Abstract

Pembelajaran di era sekarang guru harus dapat melakukan pembelajaran yang aktif dan bervariasi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah  mengembangkan  media pembelajaran puzzle untuk  materi kondisi geografis  pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Media PETA Puzzle merupakan media fisik yang dapat membantu anak dalam memvisualisasikan pemikirannya secara terstruktur.  Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang menggunakan metode research and development (R&D) dengan jenis desain penelitian ADDIE yang dilakukan beberapa tahapan diantaranya Analysis, Design, Development, Implementation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian sebanyak 18 siswa kelas V di SDN Lidah Kulon 3 Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pengembangan media yang dilakukan terdiri atas beberapa tahap, yaitu: identifikasi ( pengguna dan materi), perencanaan, pembuatan produk awal, uji tim ahli dengan perbaikan produk awal, dan uji coba pada siswa. siswa mampu membangun pengetahuan sendiri yang terstuktur dan tergornisir dari implementasi pembelajaran menggunakan media PETA Puzzle.
Pedagogi Multiliterasi Melalui Pembelajaran Berbasis Fenomena: Model untuk Meningkatkan Perilaku Ekonomi Sirkular di Sekolah Dasar Mahendra, Arya; Setyowati, Raden Roro Nanik; Rachmadyanti, Putri
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 3 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i3.120096

Abstract

This study was motivated by environmental degradation resulting from unsustainable economic practices rooted in a linear economic system (take-make-dispose), alongside the limited provision of circular economy education as a sustainable behavioral framework that integrates real world phenomena with socio-critical reflection in elementary schools. The research aimed to examine the effectiveness of phenomenon-based learning combined with multiliteracy pedagogy in fostering students’ circular economic behavior across knowledge, attitudes, and practices. Employing a pre-experimental one-group pretest-posttest design, the study involved 15 fifth-grade students at SDN Rayung, Tuban Regency. Data were collected through higher-order thinking skills (HOTS)-based multiple-choice tests for knowledge and Likert-scale questionnaires for attitudes and practices. Findings revealed significant improvements in all three dimensions, supported by high N-Gain scores: knowledge (0.84), attitudes (0.83), and practices (0.85). The contextualization of real environmental issues through direct practice effectively enabled students to critically understand sustainable economic behavior. In conclusion, integrating multiliteracy pedagogy into phenomenon-based learning represents an innovative and effective strategy to strengthen cognitive understanding, cultivate critical awareness, and shape sustainable economic practices among elementary school students from an early age.
ANALISIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING FOR MEANINGFULL LEARNING DI SD NEGERI PEPELEGI II Sari, Della Puspita; Rachmadyanti, Putri; Alfiyah, Umi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13501

Abstract

Education in Indonesia today has become a crucial aspect for the younger generation in facing future life challenges. The government has placed significant emphasis on the quality of education to cultivate educated and knowledgeable generations. One of the implementations of this focus is the "Merdeka Curriculum," which emphasizes an understanding of freedom in learning and humanizing humans according to their natural state and era. As part of the Merdeka Curriculum, the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach has been introduced to facilitate learning that considers the sociocultural context of the students. This study aims to describe the implementation of the CRT approach for meaningful learning at SD Negeri Pepelegi II Sidoarjo. The research method used is qualitative, with data collection through observation during learning activities, observation of student assessment results, and interviews with teachers and students. The findings indicate that the implementation of the CRT approach at SD Negeri Pepelegi II Sidoarjo provides meaningful learning experiences for the students. Teachers who adopt this approach recognize and appreciate students' cultural identities, build inclusive relationships, and center the learning process on the students. Additionally, they utilize various cultural artifacts in learning, such as local music and songs, to enhance student engagement and understanding of the learning material. This research demonstrates that the CRT approach not only improves academic performance but also helps students experience relevant, profound, and inclusive learning.