Claim Missing Document
Check
Articles

Ketidaktaatan Penggunaan Aturan Ejaan dan Tanda Baca dalam Skripsi Mahasiswa Universitas Riau Hermandra, Hermandra; Zulhafizh, Zulhafizh
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 5 No. 2 (2017): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In some university students’ project papers, violations of rules of Indonesian language grammar are still found. The ignorance to write a grammatically correct project paper on an ongoing basis will adversely affect the quality of the students' writing. A good project paper, both its content and language use provides an overview of the insights of the students. Students must equip their cognitives in order to be able to understand the concept of the language well. This becomes the basis of observation of violation of Indonesian language rules in student's project papers of Universitas Riau through. The method used in this research is the qualitative descriptive method. The focus of observation is on the beginning parts of the project papers especially dealing. The research findings reveal that some disobedience of rules of spelling and punctuation, namely: disobedience academic title, name of the self, shortening, preposition, word absorption, foreign word, numbering, reduplication, separation marks, commas, and spaces.
Kualitas Kepemilikan Pengetahuan Simbol Melayu Bidang Permainan di Kalangan Mahasiswa Hermandra, Hermandra; Mustafa, M. Nur; Zulhafizh, Zulhafizh
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 8 No. 2 (2020): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2020.vol8(2).5512

Abstract

This research was motivated by technological advances that have influenced traditional games' popularity as symbols of culture, so it is necessary to preserve and maintain them through the quality of knowledge. How can the quality of possession of knowledge of Malay symbols in the field of play among FKIP Riau University students be formulated? The research objective was to analyze and describe the quality of possession of knowledge of Malay symbols in the field of play among FKIP students at the University of Riau. This research used a descriptive quantitative approach—observation of knowledge with a likert scale. The observation sample was 870 people from a population of 6300 people or 13.8% of 100%. The sample was taken randomly based on questionnaire filling and collection. The technique of collecting data employed a questionnaire related to the traditional games of the Riau Malay community. The process of collecting data distributed through a google form. The collected data were substituted and analyzed with descriptive statistics, Product Moment, and Anova. The analysis results showed that students' knowledge regarding traditional games of the Malay community as a cultural symbol was at a standard of mean 4.37 with a very high category. The games of gasing, bakiak, congkak, enggrang, layang-layang, tarik tambang, petak umpet, benteng, ligu, and statak can contribute information to knowledge ownership of the games of the Riau Malay community by 35.9%. In comparison, other games were at 64.1%. The possession of this knowledge has supported documenting various games and preserving the existence of these games. Besides, the content of values ​​in the game is a means of character education and supports learning and learning activities.
SAPAAN KEKERABATAN DAN NON KEKERABATANDI BAHASA IHA KABUPATEN FAK-FAK PROVINSI PAPUA BARAT Hegemur, Jerwin Agustinus; Sinaga, Mangatur; Hermandra, Hermandra
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 11, No 1 (2024): EDISI 1 JANUARI-JUNI 2024
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aim of this research is to describe the forms of kinship greetings in the Iha language in Fak-Fak district, West Papua province and to describe the forms of non-kinship greetings in the Iha language in Fak-Fak district, West Papua. Iha language is the language most often used by people in Fak-fak Regency. Currently, there are many generations who do not know certain regional greeting languages that are used to greet someone according to existing provisions or lineages. This research uses qualitative research with descriptive methods. In this study, researchers obtained data from native speakers of the Iha language who live in Fak-fak Regency, West Papua Province. The results of this research include nineteen greetings of medakinature, namely as follows: (1) Kathagoger (2) Tada Kotnungmbuni, (3) Tada Kehenik, (4) Nia, (5) Nouw, (6) Mandta (7) Nuhu (8) Kuhu (9) Kagah Kandakpoh, (10) Ningmbep Kandakpoh, (11) Kagah Hombi, (12) Ningmbep Hombi, (13) Pamu Nemehar, (14) Pamu Tambuhar, (15) Pamu Kotmambuni, (16) Pamu Kekehing. There are eighteen horizontal greetings, namely as follows: (1) Nen, (2) Nan, (3) Nagha, (4) Nagha Tor, (5) Neniya, (6) Korop , (7) Nakkai, (8) Dwima (9) Ponomi, (10) Pinde, (11) Pedup Nemehar, (12) Pedup Tambhar, (13) Ami Nemehar, (14) Ami Tambha. The non-kinship greeting in the Iha language, Fak-fak Regency, West Papua Province, is a form of expression of respect. Respect fellow citizens, whether based on age,profession, a person's physical nickname, or because of their religious knowledge. The results of this research are expected to be useful for: (1) This research can be used as a source of additional knowledge about greetings (2) This research can be used as additional reference material and reference for researchers regarding greetings (3) This research can be used as learning material for all parties.Key Words: Sociolinguistics, West Papua, Greeting
Bentuk dan Fungsi Fatis dalam Bahasa Melayu Riau Dialek Kuantan Singingi Bunda, Sestri Permata; Hermandra, Hermandra; Sinaga, Mangatur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3295

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan bentuk dan fungsi fatis dalam Bahasa Melayu Riau dialek Kuantan Singingi. Penelitian bentuk dan fungsi fatis Bahasa Melayu Riau dialek Kuantan Singingi adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriftif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencari, mendapatkan dan memperoleh data sendiri, yaitu dengan cara berbincang-bincang atau diskusi, serta dilengkapi dengan alat pendukung seperti alat rekaman. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik simak, libat dan cakap. Hasil penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut; (1) adapun bentuk fatis terbagi menjadi 1 bentuk pertikel dan 22 bentuk kata fatis, 17 bentuk paduan fatis dan 16 bentuk gabungan fatis. Bentuk partikel (-lah), bentuk kata fatis (i, u, e, o, go, ro, ru, re, A, ak, ma, ha, po, ah, mua, rak, ge, nye, dak, nua, yia, mwe), bentuk paduan fatis (i..e, go..ma, nye..ak, go..ha, ma..i, nye..ma, ro..i, ak..ha, nye..a, go..e, go..ro, ru..a, nye..u, ru..ak, ma..e, ak..e, ro..ha) dan bentuk gabungan fatis (o..o, ai..go, a..ak, hah..ma, o..u, ru..ma, e..ru, ek..go, o..i, ak..i, ei..go, hah..po, o..ru, rak..i, a..ru, hah..a). (2) fungsi fatis yaitu: menekankan, menegaskan, mengukuhkan, meyakinkan dan mematahkan pembicaraan.
Pemertahanan Dialek Semarang di Perantauan Kajian Sosiolinguistik Vitasari, Wulan; Hermandra, Hermandra; Charlina, Charlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usaha masyarakat Jawa mempertahankan tingkatan berbahasa dialek Semarang di Desa Tanjung Beludu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripstif. Desa Tanjung Beludu Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu provinsi Riau merupakan tempat penelitian. Instrumen penelitian adalah mencari data pemerolehan dengan cara berdiskusi dengan alat seperti rekaman, mengklasifikasi data, memilah, dan menyusun. Teknik penelitian ini menggunakan teknik simak, libat, dan catat. Teknik analisis data digunakan dengan cara berbagai tahap-tahap pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah ditemukan 73 data dengan tingkat tutur ngoko lugu berjumlah 26, ngoko halus 10, madyo 5, kromo lugu 7, dan kromo alus 25. 73 data yang diperoleh secara langsung dari berbagai informan dan kegiatan acara di Desa Tanjung Beludu. Langkah-langkah usaha mempertahankan bahasa Jawa dialek Semarang di Desa Tanjung Beludu yaitu dengan kegiatan tradisi, keagamaan, dan komunikasi sehari-hari.
Metafora Tangan: Analisis Semantik Kognitif Lestari, Delma; Putri, Anisa; Permata Sari, Julia; Hermandra, Hermandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna metafora tangan serta bentuk skema citra pada metafora tangan di dalam ungkapan. Dalam penelitian ini menggunakan Metode simak dan catat. Penelitian ini menggunakan analisis semantik kognitif dengan bantuan skema citra. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deksiptif kualitatif dengan analisis semantik kognitif. Data dalam penelitian dalam analisis ini yaitu berasal dari tuturan masyarakat Melayu sehari-hari dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang menggunakan kata tangan untuk menyampaikan ungkapan berupa nasihat maupun pesan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metafora kata tangan meliputi: lepas tangan, buah tangan, panjang tangan, dan angkat tangan. Dalam penelitian ini menunjukkan masyarakat Melayu dalam mengungkapkan tuturan dengan menggunakan bahasa kiasan agar lebih santun, sopan, lembut dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam masyarakat Melayu terdahulu.
Analisis Semantik Makna dalam Puisi “Sihir Hujan” Karya Sapardi Djoko Damono Ikhwan, Ikhwan; Syaira, M. Zafran; Hermandra, Hermandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12080

Abstract

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang menggunakan bahasa sebagai media penyampaiannya. Ada banyak unsur estetika pada puisi seperti irama, rima, metafora, simbol, dan lain-lain sehingga terkadang membuat pembaca sulit untuk memahaminya. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dalam puisi “Sihir Hujan” karya Sapardi Djoko Damono secara semantik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan semantik. Objek penelitian ini adalah puisi “Sihir Hujan” karya Sapardi Djoko Damono. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah studi pustaka. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa puisi tersebut memiliki makna yang beragam dan mendalam, yang dapat ditafsirkan oleh pembaca berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan emosi mereka. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penyair memiliki penguasaan bahasa, kemampuan menyusun puisi, hubungan dengan pembaca atau orang yang dicintainya, dan imajinasi yang tinggi dan kaya.
Leksem Gajah dalam Peribahasa Melayu Analisis Semantik Inkuisitif Fajarina, Mega; Hermandra, Hermandra; Sinaga, Mangatur
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.8416

Abstract

A proverb is a sentence that appears with an implied meaning. The use of elephant elements as a symbol of the condition of Malay Society. The data in this research is data sourced from the Malay Letters Reference Center (PRPM) with elephants as the focus of the data. Meaning in this research uses script semantic analysis, cognitive semantics, and inquisitive semantics. This study was conducted to find out the meaning of the elephant lexeme proverb based on the dictionary meaning, the meaning by linking to societal or social conditions and the meaning by linking to other branches of science. This study produces the meaning of the proverb which means that the elephant is an animal that has a fairly large position among other land animals. The domain that emerges from the results of this analysis is a symbol of the Malay people’s intelligence in choosing symbols based on the habits of the Malay people. The domains that emerge based on inquisitive semantic analysis in the research are (1) the domain of power, (2) the domain of aloofness, and (3) the domain of futility.
Leksikal Kain dalam Peribahasa Melayu Nusantara: Kajian Semantik Inkuisitif Zakiyah, Rofifah; Hermandra, Hermandra; Sinaga, Mangatur
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.8418

Abstract

Kajian semantik inkuisitif merupakan kajian yang berupaya menjelaskan makna atau sikap suatu peribahasa secara lebih mendalam. Kain adalah suatu bahan tekstil yang terbuat dari serat alami atau serat buatan manusia yang diperoleh melalui proses penenunan atau anyaman. Penelitian ini menjelaskan makna dan domain suatu peribahasa yang berleksikal kain berdasarkan kajian semantik inkuisitif. Metode observasi dan analisis dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Analisis data dapat dilakukan melalui tiga tahapan: analisis semantik skrip, analisis semantik kognitif dan analisis semantik inkuisitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peribahasa kain dalam peribahasa berkombinasi dengan organ tubuh manusia dan berdasarkan jenis kain. Kombinasi yang muncul adalah kain-mulut, kain-pinggang dan kain-lidah. Sementara jenis kain yang muncul adalah kain kasa, kain sarung, kain cindai dan kain kadut. Domain yang ditemukan adalah domain 1) berhati-hati/ teliti, 2) ironi/sindiran, 3) sia-sia.
Leksem Lidah dalam Peribahasa Melayu Kajian Semantik Inkuisitif Suhaila, Siti; Hermandra, Hermandra; Permatasari, Silvia
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.8417

Abstract

Inquisitive semantic study is a study that aims to find out the deeper and broader meaning of a proverb. Through inquisitive semantic study you can also find out what the implied meaning of a proverb is. The tongue is one of the organs in the human body, it is one of the important organs in the human body, if someone does not have a tongue, it will be difficult to speak and convey things. This research aims to explain the meaning and domain of a proverb which has the object of the tongue based on inquisitive semantic studies. The data collection method used was the reading and note-taking method. The data obtained came from the Malay Literature Reference Center. Data analysis was carried out in three stages, namely the first stage of script semantics, the second stage of cognitive semantics, and the final stage of inquisitive semantics. The research results show that Malay proverbs which have the object of the tongue contain many domains, including the domain of caution, the domain of loss, and the domain of futility.
Co-Authors Adelina, Maya Asti Adrilla, Elsa Anisa Putri Arza Aibonotika ASRIL ASRIL Atika, Nadia Auzar, Auzar Ayuni, Zelpi Bunda, Sestri Permata Charlina, Charlina Dini Budiani, Dini Dudung Burhanudin, Dudung Dwiyanti, Febri Nur Dzakirah, Anisah Elmustian, Elmustian Elvi Citraresmana Fachry Abda El Rahman Fadhilah, Rizkiyatul Faizah A.R, Hasnah Fajarina, Mega Feranti, Nadila Fiska, Juhana Shania Hana Nimashita, Hana Harti, Tumi Hasnah Faizah AR Hassan, Hasmidar Hegemur, Jerwin Agustinus Iryani, Irma Alda Juliana, Nike Tri Junainah, Junainah Karana, Sasi karmila karmila Kasrizal, Kasrizal Kusuma, Yanti Yandri Lestari, Delma Lestari, Delpi Lestari, Finie Lumbanraja, Diah Hananda Lusi Susilawati M. Nur Mustafa Maemunah Maemunah Mangatur Sinaga Marelita, Zhafirah Hani Marisya, Mayang Masita, Masita Megasari, Ferika Melani, Endah Muhammad Fajri Nabillah, Nisha Nana Rahayu, Nana Novitasari, Evi Candra Nur, M Nurlaili, Korinah Nursal Hakim, Nursal Oktavian, Novriadi Otavian, Novriadi Permata Sari, Julia Permatasari, Silvia Pernantah, Piki Setri Prasiti, Tiffani Indah Putra, Devi Andrisko Putri, Lasma Elfrida Ririn Wulandari Rodiyanti, Puput Rosalina, Ria Rosida, Mia Fatma S.J, Syahidah Azimi Safitri, Meili Sakilah Sakilah Sari, Yesi Kamala Sari, Yulna Pilpa Sarudin, Anida Septyanti, Elvrin Setiyansa, Riani Silvia Marni SILVIA PERMATA SARI, SILVIA PERMATA Suhaila, Siti Suri, Intan Surya. F, Mita An-nisa Syafika, Ismi Syaira, M. Zafran Tiawati R, Refa Lina Tusa'diah, Risma Ulfa, Risky Yanti Vitasari, Wulan Wahyudi Rahmat Wahyudin, Syabrina Wilda, Dwi Rahma Wulandari, Utari Yahfis, El Firdausia Yeniza, Ilma Putri Zakiyah, Rofifah Zulhafizh, Zulhafizh Zulpikal, Zulpikal