Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Leksikal Kambing Hitam dalam Ungkapan Karana, Sasi; Lumbanraja, Diah Hananda; Lestari, Delpi; Hermandra, Hermandra
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 3 No 2 (2023): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat yang berbudaya memiliki metode tersendiri untuk mengkomunikasikan ide-ide yang berkembang dalam komunitas mereka. Pengungkapan ide tersebut dilakukan dengan cara yang lebih halus, sehingga apabila ungkapan tersebut terkait dengan individu tertentu, individu tersebut cenderung tidak segera menyadari maksud dari ungkapan tersebut.Penelitian kualitatif merupakan pengumpulan data dengan objek alamiah untuk menafsir berbagai fenomena yang terjadi (Albi Anggito, 2018). Sumber data yang digunakan peneliti ialah buku, jurnal artikel, dan kitab injil perjanjian lama.Menurut (Aminunuddin 1988:87) mengatakan bahwa makna leksikal adalah inti atau makna dasar yang terkandung dalam kata-kata sebagai simbol-simbol bahasa dasar. Dalam konteks ini, kata-kata dianggap sebagai simbol-simbol yang merepresentasikan objek, konsep, atau ide dalam bahasa. Makna leksikal ini masih murni berhubungan dengan representasi kata itu sendiri dan belum terpengaruh oleh keterkaitan atau struktur dalam kalimat. Dengan memahami makna leksikal, ungkapan, dan asal usul penamaan "kambing hitam," kita dapat menjadi lebih bijak dalam berkomunikasi, lebih waspada terhadap manipulasi informasi, dan lebih mampu menilai situasi dengan objektif.
Analisis Metafora dalam Lirik Lagu: Kajian Semantik Kognitif Hermandra, Hermandra; Melani, Endah; Juliana, Nike Tri; Prasiti, Tiffani Indah
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 3 No 2 (2023): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa lirik lagu yang diciptakan komponis menggunakan metafora dalam mengekspresikan emosi, rasa, dan kritik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana metafora dalam lirik lagu bergenre apapun dapat mengekspresikan emosi seorang komponis terhadap apa yang dirasakan maupun terhadap kritik sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data lagu yang digunakan adalah lirik lagu bergenre pop, dan jazz.Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori Metafora Konseptual (Lakoff dan Johnson, 2013) yang saling melengkapi. Kajian Semantik Kognitif digunakan untuk mengungkapkan makna metafora dengan tidak memisahkan pengetahuan linguistis dan ensiklopedis. Hasil penelitian ini mengungkapkan kata atau frasa metaforis yang terjadi pengalihan konsep dari makna leksikal ke makna metaforis karena adanya persamaan konsep, proses, keadaan, sifat, bentuk, jumlah, rasa, karakter, fungsi dari sesuatu benda atau hal yang dialihkan. Realitas sosial yang diungkapkan dalam lirik lagu meliputi perilaku dan keadaan seseorang, dan ungkapan terhadap perilaku positif dan negatif seseorang. Relasi antara ranah sumber dengan ranah sasaran berupa perbandingan kata yang mempunyai kesamaan konsep sehingga terjadi perubahan makna dan pengalihan konsep. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat metafora kreatif sebagai ungkapan yang belum terdapat dalam kamus.
Domain Rezeki pada Peribahasa Indonesia dalam Kajian Semantik Inkuisitif S.J, Syahidah Azimi; Lestari, Finie; Yeniza, Ilma Putri; Hermandra, Hermandra
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 3 No 2 (2023): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The review that has been reviewed from the inquisitive semantic study here is not yet perfect in finding the true meaning of this study in Indonesia. However, after being observed and studied in various studies regarding inquisitive semantics, this study is a material concept that wants to be expressed by conveying more in-depth material about an essence or appropriate part of the study in a proverb in inquisitive semantics. The aspect of teaching proverbs is considered useful for the country, various concepts of proverb study are inherent in every delivery in the presentation process anywhere and at any time. This study in proverbs really produces a symbol and policy from the Malay people. Of course, the decline caused by the educational system has resulted in actions and manners being conveyed in depth because they are fully explored. Fortune is a person's intention or self who wants in his heart to give a sense of blessing to two people who give a sense of love to each other. Or the blessings that have been given by God with all the prayers that we have dreamed of with requests to God in the form of life in this world. Here it can be seen that the explanation regarding the word sustenance from the previous explanation regarding the views of the country in Indonesia is involved and has a proverbial saying. The publisher or author of the proverb here is a current Indonesian ancestor who has studied the use of this proverb by using it as a word of advice and so on. By searching and finding, steps are taken such as presenting the material, concluding the differences from semantics.
Makna Leksikal Udang di Balik Batu dalam Ungkapan Ayuni, Zelpi; Feranti, Nadila; Safitri, Meili; Hermandra, Hermandra
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 3 No 2 (2023): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language often changes along with the times and its speakers. Language as a means of expression and communication in human life such as in the fields of culture, science and technology. The development of the influence of the western world that makes changes to the language in Indonesia such as vocabulary and terminology. The research method used in this research is a type of qualitative research that is descriptive and carried out using analysis. The process and meaning are more cenerung in this study with theory as a foundation to focus on research in accordance with the field, the results and research of this study require in-depth analysis to obtain data. Lexical semantics refers to lexical meaning, or the meaning that exists in a lexeme even though there is no explicit context. For example, the lexeme buya (crocodile) has a lexical "a type of slithering animal" meaning. Therefore, the lexical meaning is equivalent to the ordinary meaning of language/expression is a combination of words whose meaning has been fused and does not need to be interpreted with the meaning of the elements that make it up. Based on the results of the study, there is a lexical meaning in the expression "There are shrimp behind the stone", the lexical meaning in the expression "There are shrimp behind the stone" is to strengthen an idea in a hidden way. By using the terms "shrimp" and "stone", this expression illustrates the activeness of the language.
CITRAAN DALAM PANTUN BUKA PALANG PINTU PADA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU KECAMATAN MEMPURA Atika, Nadia; Hermandra, Hermandra; Sari, Silvia Permata
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i1.5555

Abstract

Karya sastra yang berkembang di Nusantara salah satunya ialah pantun, tak terkecuali pada suatu tradisi perkawinan masyarakat Melayu yakni buka palang pintu. Hal menarik untuk diteliti tentang warisan nusantara yakni pantun, ialah sebab pantun memiliki bentuk yang unik serta indah, selanjutnya salah satu aspek yang menunjang keindahan suatu karya sastra tersebut ialah citraan. Dapat dikatakan bahwa pemanfaatan citraan untuk menimbulkan suasana yang khusus dalam pikiran dan penginderaan. Dengan demikian ide yang semula abstrak yang dipaparkan oleh penyair dapat ditangkap selah-olah dilihat, didengar, diraba, dirasa, dicium, atau dipikirkan oleh pembaca. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui citraan apa saja yang muncul pada pantun tradisi buka palang pintu. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Struktural dengan metode penelitian etnografi kualitatif. Hasil yang diperoleh, didapati terdapat enam citraan yang muncul dari total tujuh citraan yang dipaparkan.
KATA BATU DALAM PERIBAHASA MELAYU: ANALISIS SEMANTIK INKUISITIF Yahfis, El Firdausia; Hermandra, Hermandra; Sinaga, Mangatur
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i1.5546

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik inkuistif yang masih jarang digunakan di Indonesia. Semantik inkuistif merupakan  kajian yang  berusaha menggali peribahasa sebagai objeknya lebih mendalam untuk mengetahui mengapa dan bagaimana suatu objek dapat dijadikan metafora dalam peribahasa tersebut. Data dalam penelitian ini merupakan peribahasa Melayu berobjek batu yang diperoleh dari Pusat Rujukan Persuratan Melayu (PRPM). Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik catat. Proses analisis data melewati tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil yang diperoleh yakni batu digunakan sebagai perumpamaan dalam peribahasa Melayu karena karena karakteristiknya yang sederhana, tidak berharga, dan berat.
Natural Elements in Malay Proverbs: An Inquisitive Semantic Analysis Wilda, Dwi Rahma; Hermandra, Hermandra; Sinaga, Mangatur
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v12i1.127905

Abstract

A proverb is one of figurative languages delivered from generation to generation aimed to be a guide in living life. Thus, people can learn many lessons through it. In Malay language, there are quite a lot of proverbs that have natural elements such as water, fire, earth, and wind/air in them. Unfortunately, learning about Malay proverbs in schools has not been able to restore the existence of Malay proverbs among young people. This study aims to introduce a different way of studying Malay proverbs, especially those with natural elements, namely by looking for the meaning and reason behind the choice of words in the proverb. By using the method of inquisitive semantics analysis in analyzing the data collected, this study was able to find four elements of nature in Malay proverbs namely the elements of water, fire, earth, and wind/air. Specifically, this study found a total of 8 proverbs with the element of water, 4 proverbs with the element of fire, 4 proverbs with the element of earth, and 4 proverbs with the element of wind/air. This study found the fact that Malay Society is indeed very close to nature as proven by the many natural elements found in Malay proverbs. In these proverbs, many things can be learned, for example, culture, history, and also the mindset of the Malay Society itself. 
Berdaya Nalar Efektif: Tindakan Progresif Belajar Secara Daring Akibat Pandemi Covid 19 Zulhafizh, Zulhafizh; Permatasari, Silvia; Hermandra, Hermandra
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2397

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas berdaya nalar dalam kegiatan belajar saat daring. Kegiatan bernalar mencakup disiplin diri, berpikir kritis, dam berpikir kreatif. Desain tindakan penelitian dengan metode survei. Terdapat 169 mahasiswa yang terangkum secara acak berdasarkan partisipasi responden dalam mengikuti survei, terdiri dari 19 laki-laki dan dengan persentase 11,23% dan 150 perempuan dengan persentase 88,8%. Sumber data berasal dari tanggapan para responden yang mengisi instrumen. Teknis analisis menggunakan melalui analisis faktor pada instrumen, korelasi Product Moment, deskriptif-mean dan standar deviasi, serta Anova satu arah untuk mendapatkan gambaran signifikansi faktor-faktor tersebut. Hasilnya menunjukkan tiga komponen utama yang menjadi dasar analisis dan pemetaan terhadap daya nalar di kalangan mahasiswa dalam belajar saat daring berada pada rata-rata 4,035 dengan kategori sangat tinggi. Data RMSEA 0,08 dan tidak melebihi 0,08 yang menunjukkan instrumen berkategori baik dan valid pada nilai AR di atas 0,4 dan AVE di atas 0,5. Melalui Anova diketahui nilai F 0,000 < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan. Masing-masing faktor tersebut memiliki karakteristik tersendiri ketika diimplementasikan dalam kegiatan belajar.
Penggunaan Bahan Ajar Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Kusuma, Yanti Yandri; Faizah, Hasnah; Nur, M; Elmustian, Elmustian; Hermandra, Hermandra
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i2.4939

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang penggunaan bahan ajar dalam kearifan lokal. guna menghasilkan tenaga akademik, profesi, dan vokasi (calon guru dan guru) yang memiliki kompetensi unggul. Penyusunan bahan ajar yang selama ini dilaksanakan (model faktual) oleh guru masih ditemukan kelemahan, sehingga untuk mengatasi kelemahan tersebut peneliti mereview berdasarkan analisis kebutuhan di Sekolah dasar. Produk hasil penelitian ini dapat dijadikan panduan oleh pengawas maupun kepala sekolah dalam melakukan pembinaan bagi guru dalam penyusunan bahan ajar disekolah dalam kearifan lokal. Tujuan dari penggunaan bahan ajar kearifan lokal ini agar guru- guru dapat memahami dengan benar dan juga gunanya untuk meningkatkan kompetensi bagi guru serta memberi kesempatan kepada guru untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa
Unraveling the Meaning of Proverbs: Cognitive Semantic Analysis and its Relationship to Character Education Hermandra, Hermandra; Mustafa, M. Nur; Zulhafizh, Zulhafizh
Proceeding International Conference on Malay Identity The 2nd International Seminar on Language, Literature, Education, Arts and Culture
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the meaning of proverbs from the aspect of cognitive semantics and their relevance to character education. This study used a qualitative research approach. The research data was documentary in nature and utilized in the life of the Malay community. The selection of proverbs was conducted by considering the uniqueness of their meanings, popularity, and relevance in everyday life. There were eight representative proverbs that serve as the basis for analysis and were relevant to character education. The analysis method employed cognitive semantics to elucidate the meaning within the selected proverbs and their relevance to character education values that can be applied at the educational unit level. The analysis of proverbs through cognitive semantic analysis revealed the presence of three types of metaphors, namely conceptual metaphors, orientation metaphors, and image schema metaphors. The values found in the proverbs were relevant to character education, it includes: responsibility, empathy, flexibility, caution, wisdom, discipline, persistence, concerns, sensitivity, hard work, cooperation, patience, awareness, equality, diligence, accuracy, openness, vigilance, consistency, respect, honor, nationalism, realism, and readiness. The values found in the proverbs can serve as a guidance and strengthen the implementation of character education at the educational unit level.
Co-Authors Adelina, Maya Asti Adrilla, Elsa Anisa Putri Arza Aibonotika ASRIL ASRIL Atika, Nadia Auzar, Auzar Ayuni, Zelpi Bunda, Sestri Permata Charlina, Charlina Dini Budiani, Dini Dudung Burhanudin, Dudung Dwiyanti, Febri Nur Dzakirah, Anisah Elmustian, Elmustian Elvi Citraresmana Fachry Abda El Rahman Fadhilah, Rizkiyatul Faizah A.R, Hasnah Fajarina, Mega Feranti, Nadila Fiska, Juhana Shania Hana Nimashita, Hana Harti, Tumi Hasnah Faizah AR Hassan, Hasmidar Hegemur, Jerwin Agustinus Iryani, Irma Alda Juliana, Nike Tri Junainah, Junainah Karana, Sasi karmila karmila Kasrizal, Kasrizal Kusuma, Yanti Yandri Lestari, Delma Lestari, Delpi Lestari, Finie Lumbanraja, Diah Hananda Lusi Susilawati M. Nur Mustafa Maemunah Maemunah Mangatur Sinaga Marelita, Zhafirah Hani Marisya, Mayang Masita, Masita Megasari, Ferika Melani, Endah Muhammad Fajri Nabillah, Nisha Nana Rahayu, Nana Novitasari, Evi Candra Nur, M Nurlaili, Korinah Nursal Hakim, Nursal Oktavian, Novriadi Otavian, Novriadi Permata Sari, Julia Permatasari, Silvia Pernantah, Piki Setri Prasiti, Tiffani Indah Putra, Devi Andrisko Putri, Lasma Elfrida Ririn Wulandari Rodiyanti, Puput Rosalina, Ria Rosida, Mia Fatma S.J, Syahidah Azimi Safitri, Meili Sakilah Sakilah Sari, Yesi Kamala Sari, Yulna Pilpa Sarudin, Anida Septyanti, Elvrin Setiyansa, Riani Silvia Marni SILVIA PERMATA SARI, SILVIA PERMATA Suhaila, Siti Suri, Intan Surya. F, Mita An-nisa Syafika, Ismi Syaira, M. Zafran Tiawati R, Refa Lina Tusa'diah, Risma Ulfa, Risky Yanti Vitasari, Wulan Wahyudi Rahmat Wahyudin, Syabrina Wilda, Dwi Rahma Wulandari, Utari Yahfis, El Firdausia Yeniza, Ilma Putri Zakiyah, Rofifah Zulhafizh, Zulhafizh Zulpikal, Zulpikal