Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Semantik : Implementasi Makna Kiasan Pada Lagu “Sorai” Karya Nadin Amizah Hermandra, Hermandra; Marisya, Mayang; Nabillah, Nisha
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9905

Abstract

Penelitian ini membahas tentang implementasi makna kiasan dalam lagu "Sorai" karya Nadin Hamizah. Sastra, menurut Sumardjo & Saini, adalah ungkapan pribadi manusia yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Fokus penelitian adalah gaya bahasa kiasan, terutama pada lirik lagu, sebagai bentuk ekspresi sastra. Gaya bahasa kiasan ditemukan melalui analisis terhadap lirik lagu, seperti perbandingan dan persamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui simak dan catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu "Sorai" mengisahkan tentang keikhlasan dalam menerima perpisahan, dan gaya bahasa kiasan digunakan untuk menyampaikan pesan dengan keindahan bahasa. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana gaya bahasa kiasan muncul dan berkembang dalam konteks lirik lagu, mencerminkan dinamika sosial dan budaya dalam penggunaan bahasa sehari-hari.
Peribahasa Melayu Bermetafora Air : Implikasi Terhadap Analisis Semantik Kognitif Hermandra, Hermandra; Iryani, Irma Alda; Fiska, Juhana Shania; Fajri, Muhammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9965

Abstract

Suatu bangsa pasti menggunakan sebuah bahasa. Bahasa memiliki berbagai perkara dalam kehidupa seperti prinsip, falsafah dan norma kehidupan yang diakui dan diterima secara bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ungkapan metafora yang bersumberkan “Air” dengan pembahasan dikhususkan pada jenis-jenis metafora dan skema citra. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif serta proses analisis menggunakan kajian semantik kognitif. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori semantik kognitif mengenai jenis-jenis metafora menurut Lakoff dan Johnson (2013) serta teori mengenai skema citra menurut Cruse dan Croft (2004). Kajian ini menganalisis 10 peribahasa Melayu yang terdapat dalam Kamus Peribahasa Melayu (2015) dengan menjadikan pendekatan Semantik Kognitif (2008) sebagai sandaran. Berdasarkan dapatan kajian ini juga mendapati bahwa unsur air lazimnya dipetakan kepada suatu yang suci seperti nasihat dan pengajaran serta dipetakan juga kepada sifat dan sikap manusia. Pengkaji mengenal pasti dan membahaskan empat makna teras dan 10 makna pinggiran yang terhasil daripada leksikal air.
Analisis Semantik Gurindam Dua Belas Pasal I Karya Raja Ali Haj Dzakirah, Anisah; Surya. F, Mita An-nisa; Hermandra, Hermandra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji. Gurindam ini mempunyai makna yang banyak mengandung nilai religi, moral dan ajaran pendidikan telah tersampaikan dengan baik oleh sang penyair, namun pesan tersirat perlu disampaikan melalui analisis dan makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi teks, penulis mengumpulkan data dengan cara menganalisis isi dan makna yang terkandung dalam Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. fokus kajiannya adalah Gurindam Dua Belas Pasal I karya Raja Ali Haji. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa makna dari Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji pasal I mengandung nasihat keagamaan yang menyuruh kita untuk mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan Allah karna kehidupan di dunia hanyalah sementara dan kehidupan yang kekel adalah di akhirat kelak.
Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 7 Tualang Marelita, Zhafirah Hani; Septyanti, Elvrin; Hermandra, Hermandra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10339

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis kemmapuan siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Tualang dalam menulis teks deskripsi. Penelitian ini merupakam penelitian kuantitatif karena data yang disajikan pada penelitian ini dalam bentuk angka-angka. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes menulis teks deskripsi yang berdasarkan jenis deskripsi orang. Pada instrumen tes yang digunakan, peneliti menyediakan satu tema yaitu ayah yang akan ditulis. Siswa diminta untuk membuat teks deskripsi dengan memperhatikan aspek penilaian yang ada yaitu kesesuaian judul, isis/gagasan dan diksi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu berapakah tingkat kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Tualang? Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Tualang tergolong sedang. Hal tersebut diketahui setelah melakukan pengujian menggunakan uji t satu sampel dengan rata-rata 74,68
Analisis Gaya Bahasa Satire Pada Lirik Lagu “Kami Belum Tentu” Karya Grup Band Feast Kajian Semantik Kognitif Syaira, M. Zafran; Hermandra, Hermandra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10349

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa satire yang terdapat pada lagu “Kami Belum Tentu” karya grup band .Feast dengan menggunakan kajian semantik kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik simak dan catat dalam mengumpulkan data. Sumber data pada penelitian ini merupakan kata-kata yang mengandung gaya bahasa satire pada lagu tersebut. Data di analisis dengan menggunakan teknik analisis isi untuk mendapatkan hasilnya. Dari hasil penelitian menunjukkan pada lagu “Kami Belum Tentu” karya grup band .Feast ini terdapat 9 bentuk leksem, kata, dan frasa yang mengandung gaya bahasa satire. Yakni kata dimakan, bunglon, berpaling, setan, alergi, mendorong, biru, dan frasa tangan besi, lempar batu. Gaya bahasa satire yang digunakan menambah pada lagu “Kami Belum Tentu” karya grup band .Feast ini estetika pada lagu karena menggunakan diksi yang tidak kasar atau bersifat menyakiti secara gamblang namun masih terdapat unsur kritikan pada diksi tersebut
Umpasa pada Ulaon Sadari Pernikahan Batak Toba Analisis Semantik Kognitif Putri, Lasma Elfrida; Hermandra, Hermandra; Mangatur Sinaga
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.584

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan makna dan skema citra yang terdapat dalam umpasa pada ulaon sadari pernikahan Batak Toba. Metode penelitian yakni metode deskriptif-kualitatif. Teknik penelitian ini adalah simak dan catat. Teknik Simak dipakai pada waktu menonton vidio dukementasi pernikahan Rudi Tomson Hutasoit dan Purnama Pasaribu. Teknik catat digunakan untuk mendata umpasa yang terdapat pada vidio dokumentasi pernikahan Rudi Tomson Hutasoit dan Purnama Pasaribu. Hasil dari penelitian ini penulis mendapatkan delapan belas data baik makna maupun skema citra, yang kemudian dirincikan lagi dalam sembilan kategori. Kesembilan kategori ini yaitu empat kategori makna berupa harapan, hukum adat, nasihat dan kepercayaan. Lima kategori lainnya termasuk pada ranah skema citra yaitu skema citra kekuatan, kesatuan, identitas, eksistensi, dan tingkatan
Kajian Sosiopragmatik terhadap Variasi Tuturan dalam Konteks Formal dan Nonformal di Lingkungan Pendidikan Wulandari, Utari; Oktavian, Novriadi; Kasrizal, Kasrizal; Hermandra, Hermandra
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi tuturan mahasiswa dalam konteks formal dan nonformal melalui perspektif sosiopragmatik. Kajian difokuskan pada bagaimana faktor sosial, seperti status sosial, jarak hubungan, dan tujuan komunikasi, mempengaruhi bentuk serta strategi kesantunan dalam interaksi akademik dan nonakademik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan analisis wacana terhadap tuturan lisan yang dikumpulkan dari dua konteks: (1) formal, mencakup interaksi antara dosen dan mahasiswa di ruang kuliah serta rapat jurusan, dan (2) nonformal, mencakup percakapan antar mahasiswa di kantin dan dalam grup WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konteks formal, tuturan cenderung menggunakan strategi tidak langsung dengan bahasa yang lebih terstruktur dan berhati-hati untuk menjaga hierarki sosial dan kesantunan akademik. Sebaliknya, dalam konteks nonformal, tuturan bersifat lebih langsung, ekspresif, dan egaliter, meskipun tetap mempertahankan kesantunan melalui penggunaan partikel, sapaan akrab, dan intonasi ringan. Perbedaan tersebut mencerminkan negosiasi antara efisiensi komunikasi dan pemeliharaan hubungan sosial sebagaimana dijelaskan dalam teori sosiopragmatik Leech (2014) serta teori kesantunan Brown dan Levinson (1987). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang penggunaan bahasa yang santun dan kontekstual dalam ranah pendidikan serta menjadi acuan dalam pengajaran pragmatik dan komunikasi akademik di perguruan tinggi.
PANTANG LARANG KEPEMIMPINAN DALAM ALAM MELAYU Hermandra, Hermandra; Elmustian Elmustian; Kemalasari, Putri Endang
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9867

Abstract

Pantang larang dalam budaya Melayu merupakan sistem nilai tradisional yang berperan penting dalam mengatur kehidupan sosial, termasuk dalam praktik kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai larangan normatif, tetapi juga sebagai mekanisme kultural yang membentuk karakter dan etika pemimpin. Dalam konteks ini, pantang larang menjadi bagian dari proses internalisasi nilai yang berlangsung secara turun-temurun dalam masyarakat Melayu. Kajian ini berfokus pada pemahaman mengenai bentuk, makna, serta fungsi pantang larang dalam kepemimpinan Melayu, terutama dalam kaitannya dengan dinamika kepemimpinan masa kini. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menitikberatkan pada studi kepustakaan, melalui pemanfaatan berbagai sumber seperti buku ilmiah, jurnal, serta karya sastra Melayu klasik.. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi, dengan tujuan untuk menemukan serta memahami berbagai nilai yang terkandung dalam pantang larang. Hasil kajian menunjukkan bahwa pantang larang dalam kepemimpinan Melayu mencakup dimensi moral, sosial, dan spiritual yang saling terintegrasi. Nilai-nilai seperti keadilan, kebijaksanaan, kesantunan, dan tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas. Di sisi lain, dalam konteks modern, nilai-nilai tersebut tidak selalu dapat diterapkan secara literal, sehingga memerlukan reinterpretasi yang kontekstual agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Pantang larang tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai etis yang tetap adaptif dalam praktik kepemimpinan masa kini.
KEPRIBADIAN PEMIMPIN DALAM PERSPEKTIF ADAT MELAYU RIAU: KAJIAN NILAI DAN ETIKA KEPEMIMPINAN Hermandra, Hermandra; Elmustian Elmustian; Dila Apri Kanisya
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9862

Abstract

This study aims to examine the personality of leaders from the perspective of Riau Malay customs, with an emphasis on leadership values and ethics. Riau Malay customs contain noble principles that serve as guidelines for shaping the character of leaders who are integral, wise, and responsible. The method used is qualitative research with a literature study approach. The results of the study indicate that the personality of leaders in Riau Malay culture is characterized by values such as trustworthiness, fairness, wisdom, humility, as well as upholding deliberation (consensus). These values are relevant in the context of modern leadership as a foundation for creating harmonious and sustainable organizational governance.
Marwah dan Wibawa: Analisis Nilai Kearifan Lokal dalam Kepemimpinan Tradisional Melayu Hermandra, Hermandra; Elmustian Elmustian; Elvira, Elvira
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9863

Abstract

This study aims to analyze the leadership ethics and dignity of Malay leaders. The concept of Malay leadership is constructed as a trust (amanah) based on the integration of customs with Islamic principles. A leader is depicted as a figure who guides the people, motivates individuals and groups to achieve goals safely and sustainably for the success of the region. Therefore, a leader is required to possess intelligence, role-model qualities, honesty, and the capacity to maximize the potential of society. The approach applied in this study is descriptive through literature review. The analysis focuses on the interpretation of available sources and data by referring to relevant theories and concepts from the literature related to the topic of discussion. The main findings affirm that the preservation of values and culture is a crucial element for maintaining the integrity and civilization of a nation. Historical records note that Malay culture served as the foundation for the formation of civilization (tamadun) in various regions of the archipelago to the present day. Malay society strongly emphasizes individual conduct in determining one's position in society. The development of Malay civilization and culture depends on the revitalization of noble values born from the synthesis of custom and religious teachings as the core of development. A leader must reflect the characteristics of amanah (trustworthiness), siddiq (truthfulness), fathonah (intelligence), and tabligh (communication), considering the responsibilities entrusted to him. The absence of amanah has the potential to cause abuse of authority for improper purposes. The Prophet Muhammad (PBUH) emphasized the necessity of safeguarding the trust of leadership because accountability will be demanded in this world and the hereafter. Thus, the revitalization of leadership rooted in custom (adat) and Islamic law (syarak) is essential to maintain the relevance, trust, and cultural identity of the Malays amidst the dynamics of the era.
Co-Authors Adelina, Maya Asti Adrilla, Elsa Anisa Putri Arza Aibonotika ASRIL ASRIL Atika, Nadia Auzar, Auzar Ayuni, Zelpi Bunda, Sestri Permata Charlina, Charlina Dila Apri Kanisya Dini Budiani, Dini Dudung Burhanudin, Dudung Dwiyanti, Febri Nur Dzakirah, Anisah Elmustian Elmustian Elmustian, Elmustian Elvi Citraresmana Elvira Elvira Fachry Abda El Rahman Fadhilah, Rizkiyatul Faizah A.R, Hasnah Fajarina, Mega Feranti, Nadila Fiska, Juhana Shania Hana Nimashita, Hana Harti, Tumi Hasnah Faizah AR Hassan, Hasmidar Hegemur, Jerwin Agustinus Iryani, Irma Alda Juliana, Nike Tri Junainah, Junainah Karana, Sasi karmila karmila Kasrizal, Kasrizal Kemalasari, Putri Endang Kusuma, Yanti Yandri Lestari, Delma Lestari, Delpi Lestari, Finie Lumbanraja, Diah Hananda Lusi Susilawati M. Nur Mustafa Maemunah Maemunah Mangatur Sinaga Marelita, Zhafirah Hani Marisya, Mayang Masita, Masita Megasari, Ferika Melani, Endah Muhammad Fajri Nabillah, Nisha Nana Rahayu, Nana Novitasari, Evi Candra Nur, M Nurlaili, Korinah Nursal Hakim, Nursal Oktavian, Novriadi Otavian, Novriadi Permata Sari, Julia Pernantah, Piki Setri Prasiti, Tiffani Indah Putra, Devi Andrisko Putri, Lasma Elfrida Ririn Wulandari Rodiyanti, Puput Rosalina, Ria Rosida, Mia Fatma S.J, Syahidah Azimi Safitri, Meili Sakilah Sakilah Sari, Yesi Kamala Sari, Yulna Pilpa Sarudin, Anida Septyanti, Elvrin Setiyansa, Riani Silvia Marni SILVIA PERMATA SARI, SILVIA PERMATA Silvia Permatasari Suhaila, Siti Suri, Intan Surya. F, Mita An-nisa Syafika, Ismi Syaira, M. Zafran Tiawati R, Refa Lina Tusa'diah, Risma Ulfa, Risky Yanti Vitasari, Wulan Wahyudi Rahmat Wahyudin, Syabrina Wilda, Dwi Rahma Wulandari, Utari Yahfis, El Firdausia Yeniza, Ilma Putri Zakiyah, Rofifah Zulhafizh, Zulhafizh Zulpikal, Zulpikal