Bayu Indra Sukmana
Faculty Of Dentistry, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH ABO DENGAN POLASIDIK BIBIR SEBAGAI IDENTIFIKASI FORENSIK PADA ETNIS BANJAR (Tinjauan Mahasiswa/i FKG ULM) Bulqis Az Zahra; Bayu Indra Sukmana; Norlaila Sarifah; Irnamanda D.H; Huldani Huldani
Dentin Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i1.16558

Abstract

Latar Belakang: Metode dalam penanganan tindak kriminalitas perlu di tingkatkan untuk memudahkanidentifikasi terhadap pelaku maupun korban. Noda-noda seperti noda darah dan bekas lipstik di TKPdapat digunakan sebagai barang bukti yang akurat. Pemeriksaan pola sidik bibir berdasarkan golongan darah dapat menjadi suatu media untuk menentukan identitas seseorang secara akurat. Tujuan: Menganalisis hubunganantara golongan darah ABO dengan pola sidik bibir sebagai identifikasi forensik pada etnis Banjar. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sidik bibir diklasifikasi berdasarkan Suzuki dan Tsuchihashi kemudian dikelompokkan sesuai golongan darahsampel. Hasil: Hasil dari analisa data uji korelasi koefisien kontingensi menunjukkan p value 0.033 <0.05yangberarti antar variabel memiliki hubungan signifikan. Nilai korelasi 0.499 bermakna kekuatan antar variabel cukup kuat. Kesimpulan: Golongan darah ABO dan pola sidik bibir pada etnis Banjar memiliki hubunganyangcukup kuat.Kata kunci : golongan darah ABO, pola sidik bibir, identifikasi forensik, etnis Banjar
ANALISIS GAMBARAN LEBAR LENGKUNG RAHANG BERDASARKAN ANALISIS PONT PADA SUKU BANJAR USIA 15-18 TAHUN (Tinjauan Kepada Siswa-Siswi SMAN 12 Banjarmasin) Nada Putri Ariska; Diana Wibowo; Agung Satria Wardhana; Fajar Kusuma Dwi Kurniawan; Bayu Indra Sukmana
Dentin Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i3.14231

Abstract

Background: Malocclusion cases that occur due to improper condition and shape of the jaw are crowded teeth. The prevalence of crowded teeth in South Kalimantan is 11.6%, with 14.2% of them aged 15-24 years. Crowded teeth are caused by the difference between the size of the teeth and the width of the jaw arch, usually the treatment performed is orthodontic treatment that utilizes the growth period. Treatment planning and diagnosis require a measurement of dental and jaw arch width. Measuring the width of the dental and jaw arches can be done by analyzing the study model of the jaw printing results on the patient. Space analysis using the study model most often used in performing treatment and making a diagnosis is Pont analysis. Purpose: This study aims to analyze the description of jaw arch width using Pont analysis in Banjar ethnic aged 15-18 years at SMAN 12 Banjarmasin. Methods: This study is an analytic descriptive study. This study used a cross-sectional approach with a sampling technique using purposive sampling. The sample size was calculated using the Slovin formula. The sample obtained was 82 respondents. Result: The results of this study according to descriptive statistical analysis showed that the mean value of interpremolar width was 36.7 ± 2.9 mm and the mean value of intermolar width was 46.6 ± 3.1 mm. Conclusion: Based on the research conducted, it can be concluded that more respondents have interpremolar width and intermolar width greater than Pont's analysis.Keywords : Banjar Ethnic, Pont Analysis, Jaw Arch Width ABSTRAK Latar Belakang: Kasus maloklusi yang terjadi karena kondisi dan bentuk rahang yang kurang tepat salah satunya adalah gigi berjejal.Prevalensi gigi berjejal di Kalimantan Selatan sebesar 11,6%, dengan 14,2% diantaranya berusia 15-24 tahun. Gigi berjejal disebabkan oleh karena adanya perbedaan antara ukuran gigi dengan lebar lengkung rahang, biasanya perawatan yang dilakukan adalah perawatan orthodonti yang memanfaatkan masa pertumbuhan. Rencana perawatan dan penegakan diagnosis membutuhkan suatu pengukuran lebar lengkung gigi dan rahang. Pengukuran lebar lengkung gigi dan rahang dapat dilakukan dengan cara menganalisis model studi hasil pencetakan rahang pada pasien. Analisis ruang menggunakan model studi yang paling sering digunakan dalam melakukan perawatan dan menegakkan diagnosis adalah analisis Pont. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran lebar lengkung rahang menggunakan analisis Pont pada suku Banjar usia 15-18 tahun di SMAN 12 Banjarmasin. Metode: Studi ini merupakan studi deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Sampel yang didapatkan sebanyak 82 responden. Hasil: Hasil penelitian ini menurut analisis statistik deskriptif menunjukkan rata-rata lebar interpremolar adalah 36,7 ± 2,9 mm dan rata-rata lebar intermolar adalah 46,6 ± 3,1 mm. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa lebih banyak responden yang memiliki lebar interpremolar dan lebar intermolar lebih besar daripada analisis Pont.Kata kunci : Suku Banjar, Analisis Pont, Lebar Lengkung Rahang
Co-Authors Afifah Rahmiati Agung Pratama Akbar Agung Satria Wardhana Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Andiyah, Angelia Wurie Anugrah Qatrunnada Hakim Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Azhary Ramadhan Azhary Ramadhan, Azhary Bulqis Az Zahra Cholil Cholil Cholil, Cholil Dea Pengasih Debby Saputera, Debby Deslita Trilianti Istiyana Deslita Trilianti Istiyana, Deslita Trilianti Diana Wibowo Dini Maulani Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma Edi Hartoyo Erida Wydiamala Eugenia Clairine Farah Aida Putri Ferdy Juliannor Fajar Fifi Dwidhanti Firdaus, I Wayan Arya Krishnawan Garcia, Frida Dillenia Contesa Ghina Ulya Rifdayanti Hatta, Isnur Huldani Huldani Husnul Khatimah I Wayan Arya K. Firdaus I Wayan Arya Krishnawan Firdaus I Wayan Arya Krisnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Kusuma Wardani Irnamanda D.H., Irnamanda Khatimah, Husnul Melisa Budipramana, Melisa Melissa Budipramana Muhammad Khairul Ikhsan Muhammad Wafii Ramadhan Nada Putri Ariska Nida Aulia Noorma Noorma Nor Rahman Sugiarto Norliyanti Norliyanti Nurfarahin Ajani Nurrahman, Tri Nurul A&#039;idah Oktiani, Beta Widya Rahmad Arifin Raudatul Izzah Renie Kumala Dewi Retno Septiana Ananda Retno Septiana Ananda, Retno Septiana Rizki Sri Yuliati Robiyansyah, Hengki Rosihan Adhani, Rosihan Sari, Galuh Dwinta Sarifah, Norlaila Sherli Diana Siti Aulia Rahmah Sofyan Erwandi Taqwa Handraji Manto Theresia Indah Budhy Sulisetyawati Tri Putri, Deby Kania Utami, Juliyatin Putri Widiawati, Shely Desia Wydiamala, Erida Yusrinie Wasiaturrahmah Z. Paramitha, Andi Irmaya