Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Mahasiswa UNNES Menjadi Smart & Good Citizen dalam Menghadapi Revolusi Industri 5.0 Elza Aida Putri, Fadilla; Wedhatami, Bayangsari; Suran Ningsih, Ayup; Nurul Anggaretno, Setyaning Wida; Sijbat, Sondang; Fadilah, Galang; Monica Sari, Anis; Rusyiana, Rusyiana; Sinta, Dewi; Fatika Sari, Chika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2695

Abstract

Perkembangan revolusi industri 5.0 ini hadir bertujuan agar tidak menimbulkan sekat antara manusia dengan teknologi. Kemajuan teknologi berpengaruh di berbagai bidang salah satunya di bidang pendidikan. Komputer dan internet merupakan salah satu wujud konkret dari teknologi tersebut yang merupakan bagian dari revolusi industri 5.0. Namun, tidak dipungkiri adanya teknologiinformasi yang merupakan bagian dari perkembangan teknologi memberi pengaruh negatif pada diri mahasiswa misalnya segala bentuk cyber crime. Dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat yang banyak memunculkan fenomena cyber crime di masyarakat melatarbelakangi tim pengabdi untuk dapat memberikan edukasi kepada mahasiswa di Universitas Negeri Semarang (UNNES) terkait peran mahasiswa sebagai Generasi Z menjadi Smart & Good Citizen dalam menghadapi segala tantangan revolusi industri 5.0.  Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan kesadaran hukum para mahasiswa UNNES melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik supaya memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak  agar  terhindar dari  tindakan  cyber crime. Pasalnya masih banyak mahasiswa yang belum bisa memanfaatkan teknologi secara bijak di era revolusi industri seperti sekarang dan belum mengenal UU ITE. Metode pelaksanaan pengabdian adalah melalui seminar, tanya jawab, dan sebar kuesioner kepada mahasiswa UNNES. Melalui memperkenalkan peran apa saja yang dapat dilakukan mahasiswa sebagai Generasi Z menjadi Smart & Good Citizen dalam menghadapi segala tantangan di era revolusi industri 5.0. dan meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa melalui pemahaman UU ITE. Sehingga pengabdian ini penting dilaksanakan guna menghasilkan generasi yang siap menjadi Smart & Good Citizen.
Peningkataan Kapasitas dan Daya Saing UMKM Kopi Di Kabupaten Temanggung Melalui Legalitas Usaha Niravita, Aprila; Waspiah, Waspiah; Latifiani, Dian; Novita, Yustina Dhian; Hikal Fikri, Muhammad Adymas; Ningsih, Ayup Suran; Nugroho, Harry
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4263

Abstract

Kabupaten Kopi di Kabupaten Temanggung telah menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai budaya dan ekonomi. Desa Batursari Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung menjadi salah satu desa yang menjadi sentra produksi kopi. Banyak usaha kopi dengan skala mikro kecil  tumbuh di desa tersebut. UMKM Kopi ini memiliki potensi yang besar untuk perekonomian Kabupaten Temanggung, perlu langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas industri kopi. Fokus untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dilakukan perluasan akses pasar, peningkatan daya saing, pengembangan kewirausahaan. Ketiga strategi tersebut akan bisa dilaksanakan dan mencapai maksimal apabila diawali dengan dipenuhinya legalitasnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM Kopi di Desa Batursari, Kecamatan Kledung dengan memberikan pemahaman pelaku UMKM Kopi tentang macam legalisasi usaha,  pemahaman pelaku UMKM Kopi terkait prosedur dalam memperoleh legalisasi usaha, dan pendampingan terkait legalitas usaha pada UMKM Kopi. Pelaku  UMKM Kopi memerlukan  izin  dan  legalitas  untuk  menunjukkan bahwa usahanya layak dan sedang beroperasi. yang berfungsi sebagai sarana perlindungan hukum dan syarat untuk menunjang perkembangan usahanya. Produk yang dihasilkan oleh UMKM juga wajib dijaga kualitas produk yang dihasilkan sebagai bentuk tanggung jawab usaha. Sinergi antara semangat berusaha dan kepatuhan terhadap aspek legalitas usaha dapat menjadi katalis bagi transformasi UMKM kopi Temanggung menjadi entitas bisnis yang lebih profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Legal Aspects of Liability in the Sharia Banking Financing System: Its Position and Application Suran Ningsih, Ayup; Puspa Wardhani, Harumsari
Law Research Review Quarterly Vol. 10 No. 1 (2024): Various Issues on Law and Development
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/llrq.v10i1.3363

Abstract

The writing of this article aims to explain the definition of liabilities and Sharia banking, knowing how the legal position of liabilities is as a form of guarantee in Sharia banking financing, implementation/implementation of liabilities in Sharia banking financing, and to find out whether the liability as a form of guarantee in Islamic banking financing has a position equivalent to credit in conventional banking. Many references are used to explain the formulations of the problem. Methodological techniques were used in this study, including describing and explaining the rights of Islamic banks and dependents, and the position between Islamic banking financing and credit in conventional banking. This article uses a normative legal approach method with secondary data sources, i.e., the original legal text, secondary legal literature, and non-legal sources so that it can be concluded, that: 1. The validity of the Rights of Liability in financing Islamic banking can be observed through the existence of the Rights of Liability institution regulated in Law No. 4 of 1996 concerning the Rights of Liability to Land and Related Objects. 2. In the practice of sharia banking, there is a strong emphasis on the existence of collateral in assessing and providing financing to customers. 3. Hak Tanggungan as a form of guarantee has different positions between conventional and sharia banks.
Edukasi Publik Tentang Pinjaman Online dalam Dinamika Pelayanan dan Regulasi di Desa Jati Kabupaten Magelang Ningsih, Ayup Suran; Rasdi, Rasdi; Niravita, Aprila; Anitasari, Rahayu Fery; Wedhatami, Bayangsari; Prabowo, Muhammad Shidqon; Ramli, Asmarani; Prayogo, Bagus Edi
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 1 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v5i1.36570

Abstract

Perkembangan keuangan digital saat ini harus sejalan dengan peningkatan pengetahuan khususnya masyarakat yang berada di daerah. Untuk itu pengabdian ini dilakukan sebagai salah satu upaya memberikan lierasi keuangan digital. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi yang sebelumnya telah dilakukan analisis masalah terlebih dahulu agar materi sosialisasi dapat sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian kali ini ada meningkatnya pemahaman tentang perkembangan perusahaan pinjaman daring, aturan hukum tentang pinjaman daring dan risiko yang mungkin muncul dari penggunaan pinjaman daring.
Program Sekolah Penggerak dan Peran Guru Penggerak Berdasarkan Kurikulum Merdeka Bagi Guru Yayasan Asshodiqiyah Kota Semarang: - Irawaty, Irawaty; Suran Ningsih, Ayup; Prabowo, Muchammad Shidqon; Setyasto, Novi; Wardani, Novia Wahyu; Munawaroha, Eem; Hanuma, Holy Latifah; Farlina, Iin; Indriyani, Widia; Lestari, Endriyani
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i1.123

Abstract

Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SP IT) yang merupakan bagian dari Yayasan Asshodiqiyah Semarang, yang berlokasi di Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka (KM) yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kurikulum Merdeka (KM) hadir sebagai respon baik Pemerintah atas dampak Pandemi Covid 19 yang berdampak pada dunia pendidikan. Program utama untuk mewujudkan KM adalah melalui Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak. Program Guru Penggerak diharapkan memiliki peran menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya. Salah satu tujuan yang diharapkan tercapai oleh Guru Penggerak adalah menjadi bagian dalam mewujudkan Digitalisasi Sekolah. Digitalisasi Sekolah yaitu sekolah dan guru diharapkan mulai menggunakan platform digital yang bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang customized. Media Pembelajaran yang inovatif memiliki peran penting dalam proses digitalisasi sekolah. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra dari tim pengusul adalah SMP IT dan SD IT Yayasan Asshodiqiyah Semarang belum menjadi Sekolah Penggerak dan guru-guru didalam belum menjadi guru penggerak. Melalui pelatihan yang diberikan oleh Tim Pengabdian Masyarakat kepada guru SMP dan SMK Yayasan Asshodiqiyah Semarang, baik sekolah maupun guru mengenal dan mengikuti Program Sekolah Penggerak dan Program Guru Penggerak.
Penguatan Diferensiasi Pembelajaran Bagi Guru Sekolah Dasar Negeri Tambakrejo 01 Kota Semarang Guna Optimalisasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Rasdi; Suran Ningsih, Ayup; Niravita, Aprila; Irawaty; Hanum, Holy Latifah; Saman, Mohamad; Indriyani, Widia; Febriani, Diyah Anggun; Sugiyono, Tri
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.150

Abstract

Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan berbagai muatan internal pembelajaran yang isinya lebih optimal, memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk membiasakan diri dengan konsep dan memperkuat kompetensinya. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai sumber pengajaran untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan minat belajar siswa. Berdasarkan isu-isu spesifik yang ditetapkan oleh pemerintah, telah dikembangkan proyek-proyek yang memperkuat pencapaian profil siswa Pancasila. Proyek tidak bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan karena itu tidak terkait dengan isi mata pelajaran. Salah satu perbedaan antara kurikulum mandiri dengan kurikulum sebelumnya berkaitan dengan pembelajaran. Pembelajaran yang dibedakan diterapkan dalam kurikulum mandiri. Pembelajaran yang dibedakan adalah pendekatan yang memungkinkan guru untuk mengembangkan strategi yang memenuhi kebutuhan setiap siswa. Champan dan King mengemukakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang dibedakan berdasarkan kemampuan, profil belajar siswa, dan minat untuk menunjukkan pembelajaran yang berdiferensiasi, dengan ketentuan bahwa pendekatan pengajaran harus didasarkan pada perbedaan karakteristik individu di dalam kelas. menjawab kebutuhan siswa. Pembelajaran yang dibedakan bukanlah suatu program, metode atau strategi, melainkan suatu cara berpikir, suatu filosofi tentang bagaimana menghadapi perbedaan siswa. Pembelajaran berdiferensiasi adalah seperangkat kegiatan pembelajaran yang disusun sesuai dengan kebutuhan siswa, dengan tujuan membantu siswa mencapai pembelajaran. Dengan kata lain, pembelajaran berdiferensiasi ini merupakan metode pembelajaran yang memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan kemauan dan minat belajarnya. Pengabdian dilaksanakan dengan metode ceramah dengan pelatihan dan pendidikan kepada 11 orang guru di SDN Tambakrejo Kota Semarang.
Efforts to Improve Education to Protect Children from Sexual Violence Fidiyani, Rini; Kamal, Ubaidillah; Ningsih, Ayup Suran; Prasetyo, Kresna Adi; Lestari, Lilis Eka
Jurnal Abdimas Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v29i2.35924

Abstract

The phenomenon of child victims of sexual violence increased during COVID-19 from 2021 to 2022. This indicates that COVID-19 is a vulnerable and dangerous situation because children live near their families and interact with social environments outside of school. Child victims of sexual violence are often difficult to obtain information about the legal incidents that befell them. This is due to the limited vocabulary of children and their vulnerability to threats from perpetrators, which can result in psychological trauma for the victims. The objectives of this community service program are: first, to map the types of violence affecting child victims; second, to prevent and address child victims of sexual violence. The community service methods used include: a pre survey of the locations and situations that will be the target of community service; second, observation and interviews with neighborhood and local residents' association officials who include young families with children; and third, offline community service and discussions with young families with children. The results obtained include a diversity of types of violence against child victims, and, fundamentally, children's mental and physical development can be affected in the future. Efforts to prevent and handle child victims of sexual violence require obtaining statements from child victims in a language that children understand and involving parties who are trusted and competent in addressing the basic needs of child victims of sexual violence.
Reconstruction of Environmentally Conscious Mining Regulations in Indonesia: Perspectives from Islamic Legal Philosophy Wedhatami, Bayangsari; Suran Ningsih, Ayup
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 12 No. 01 (2025): The Ontology of Law: Protection, Justice, and Normative Reconstruction in the
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v12i01.74323

Abstract

Mining can be understood as the act of extracting non-renewable natural resources from within the earth. In Indonesia, mining is intended to achieve the greatest possible prosperity and well-being for the people. This research, focusing on the reconstruction of environmentally sound mining regulations in Indonesia from the perspective of Islamic legal philosophy, is a normative legal study based on doctrinal analysis with a philosophical approach as the primary method. The research findings emphasize that the urgency of environmentally sound mining regulations in Indonesia becomes highly significant when viewed from the perspective of Islamic legal philosophy, particularly the concept of hifdzul bi'ah within the maqashid syariah, which emphasizes human responsibility as a caliph to maintain ecological balance and protect the environment. Given the extractive nature of mining, which has a negative impact on ecosystems, strict regulations and comprehensive oversight are needed to ensure that mining practices do not conflict with Sharia principles regarding environmental preservation. Reconstruction of mining regulations based on the philosophy of hifdzul bi'ah (environmental protection), with a focusfocusing on explicitly integrating the principles of sustainability, social justice, and ecological responsibility into the regulations. The concrete strategies put forward include improving reclamation and post-mining regulations, implementing environmental impact assessments that incorporate Islamic values, enforcing fair and firm sanctions, and providing incentives for eco-friendly mining innovations.
Greening education 101: peningkatan kompetensi civitas akademika SMK Negeri 1 Puring Kebumen dalam merespon krisis lingkungan dan iklim dunia Putri Khoirin Nashiroh; Yohanes Primadiyono; Fitria Ekarini; Khoirudin Fathoni; Ayup Suran Ningsih; Galih Prapdipto Wisnujati; Ade Putra; Iqbal Kend Pratama; Ranu Iskandar; Endang Pratiwi; Nur Fitri Sukrina; Umi Rokhayatun; Pudji Parjono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.34150

Abstract

Abstrak Krisis lingkungan dan iklim global menuntut pendidikan untuk turut serta dalam solusi melalui pendekatan Greening Education, sebagaimana diinisiasi oleh UNESCO. SMK Negeri 1 Puring yang memiliki visi ramah lingkungan menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Greening Education 101, yang bertujuan meningkatkan kompetensi civitas akademika dalam aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai konservasi lingkungan. Kegiatan menggunakan pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang diterapkan pada seluruh tahapan pelaksanaan. Metode pelatihan terdiri atas ceramah, tanya jawab, demonstrasi, praktik mandiri, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest. Pelatihan diikuti oleh 24 peserta pada tanggal 11 Juni 2025 dan menghasilkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Pengetahuan meningkat dari 38% menjadi 88%; keterampilan dari 25% ke 56%; sikap dari 88% ke 100%; dan nilai konservasi dari 44% ke 81%. Hal ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam menginternalisasi prinsip greening education. Namun, pelaksanaan hanya satu hari menjadi kendala dalam pendalaman materi dan pengukuran outcome jangka panjang. Partisipasi peserta juga bervariasi, dengan dominasi komunikasi satu arah. Pelatihan Greening Education 101 efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta di bidang pendidikan berkelanjutan. Diperlukan pelatihan lanjutan berdurasi lebih panjang dan pendekatan komunikasi dua arah untuk mendukung transformasi lingkungan sekolah secara menyeluruh. Kata kunci: greening education; pendidikan lingkungan; SMK; sustainable development. Abstract The global environmental and climate crisis demands that education participate in solutions through the Greening Education approach, as initiated by UNESCO. SMK Negeri 1 Puring, with its environmentally friendly vision, became a partner in a community service activity entitled Greening Education 101, which aims to improve the competence of the academic community in the aspects of knowledge, skills, attitudes, and values of environmental conservation. The activity uses the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) managerial approach, which is applied at all stages of implementation. The training includes lectures, questions and answers, demonstrations, independent practice, and mentoring. Evaluation was carried out quantitatively and qualitatively through pretests and posttests. Twenty-four participants attended the training and significantly improved all aspects. Knowledge increased from 38% to 88%; skills from 25% to 56%; attitudes from 88% to 100%; and conservation values from 44% to 81%. This demonstrates the effectiveness of the training in internalizing the principles of greening education. However, the one-day implementation hampered in-depth understanding of the material and the measurement of long-term outcomes. Participant participation also varied, with one-way communication predominating. The Greening Education 101 training effectively improved participants' competencies in sustainable education. Further, longer training and a two-way communication approach are needed to support comprehensive school environmental transformation. Keywords: environmental education; greening education; sustainable development; vocational high schools.
Legal Paradigm Shifting Rural Credit Bank of Indonesia (BPR) to Enhance Indonesia Banking in the Global Market: A Normative Legal Study Ningsih, Ayup Suran; Fidiyani, Rini; Haryakusuma, Adil Putra; Nion, Norhaini Binti; Wardhani, Harumsari Puspa
Journal of Law and Legal Reform Vol. 7 No. 1 (2026): January, 2026
Publisher : Faculty of Law, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jllr.v7i1.20687

Abstract

The development of regulations resulting from the Financial Sector Development and Strengthening Act (P2SK Act) has changed the acronym of the People’s Credit Bank to the People’s Economic Bank, which, of course, changes the needs of today’s society. This research also aims to analyze the extent to which the government adapts to technological and informatics developments through progressive regulatory updates as evidenced by the emergence of new financial regulations, namely the P2SK Law. The research method used in this study is a comparative approach that analyzes the comparison of credit lending institutions before and after the P2SK Law. The analysis applied in this research is the Qualitative Method of Comparative Analysis Model, which compares two objects under study based on the author’s framework of thought. This normative-empirical legal research is studied based on regulations and examined based on social empirical facts in the field. The data processed comes from literature studies of previous studies collected and analyzed by the author. The results of this study interpret that the monetary and real sectors are integrated with regulations created by the government, which are mutually compatible. Regulatory updates must also follow the rapid development of the times in the economic sector, which is the main factor supporting the prosperity of a country. The substance of the new regulations of the P2SK Law is also adjusted to the needs of the community through the functions and principles of the People’s Economic Bank itself.
Co-Authors Abu, Roziya Achmad Jerjes Ade Putra Ali Masyhar Alkhair, Rayyan Andry Setiawan, Andry Anitasari, Rahayu Fery Aprila Niravita, Aprila Aprilia Niravita Aurora Alia, Tiara Bin Hassan, Muhammad Sayuti binti Jamil @ Osman, Zuraini Dani Muhtada Dewi Sulistianingsih Dian Latifiani Dina Silvia Puteri Disemadi, Hari Sutra Ekarini, Fitria Elza Aida Putri, Fadilla Endang Pratiwi Erisandi Arditama Fadilah, Galang Fatika Sari, Chika Febriani, Diyah Anggun Fiorentina, Prita Firdausa Hasna, Lubna Galih Prapdipto Wisnujati Hanum, Holy Latifah Hanuma, Holy Latifah Hari Sutra Disemadi Harry Nugroho, Harry Haryakusuma, Adil Putra Hediyati Maharani, Balqis Hikal Fikri, Muhammad Adymas iin Farlina, iin Indriyani, Widia Indung Wijayanto Iqbal Kend Pratama Irawaty Irawaty Irawaty Irawaty Irawaty Iskandar, Ranu Kamal, Ubaidilah Khoirudin Fathoni, Khoirudin Khomariyah, Maulida Nurul Komariyah, Maulida Nurul Lestari, Endriyani Lestari, Lilis Eka Maharani, Ferra Tiara Moh. Aris Munandar, Moh. Aris Monica Sari, Anis Muchammad Shidqon Prabowo Muchammad Shidqon Prabowo Munawaroha, Eem Nion, Norhaini Binti Novia Wahyu Wardani Novita, Yustina Dhian Nur Fitri Sukrina Nur Hidayat Nur Rizki, Radha Evi Nurul Anggaretno, Setyaning Wida Nurul Fibrianti Nurul Fibrianti Paramita Prananingtyas Prasaja, Regina Celiadi Prasetyo, Kresna Adi Prayogo, Bagus Edi Pudji Parjono PUJI LESTARI Puspa Wardhani, Harumsari Putri Khoirin Nashiroh Putri, Fadilla Elza Aida Rahayu Fery Anitasari Ramli, Asmarani Rasdi Rasdi Rasdi, Rasdi Ratih Damayanti Rini Fidiyani Rini Fidiyani Ristanti, Dina Rusyiana, Rusyiana Salsabilla, Selfira Salwa, Adinda Maura Saman, Mohamad Sang Ayu Putu Rahayu Selfira Salsabilla Shidqon Prabowo, Muchammad Sijbat, Sondang Sinta, Dewi Sony Zulfikasari Sugiyono, Tri Suhadi Suhadi Suprapti, Duhita Driyah Tri Andari Dahlan Ubaidillah Kamal Umi Rokhayatun Wardani, Novia Wahyu Wardhani, Harumsari Puspa Waspiah - Wedhatami, Bayangsari Yohanes Primadiyono, Yohanes