Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Ethnomathematics: Exploring Geometric Shapes and Patterns in Sasak Snacks Rahmawati, Fitri Indah; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni; Syaharuddin, Syaharuddin
Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijems.v7i1.29298

Abstract

Mathematics is often perceived as a discipline that is separate from everyday reality and has little connection to the cultural context of society. Historically, however, mathematics grew and developed from the social practices of communities, including local culinary traditions. Sasak traditional snacks, as part of cultural heritage, not only have aesthetic and symbolic value, but also contain mathematical structures that can be studied to bring geometric concepts closer to the cultural reality of society. This study aims to identify and analyze the geometric shapes and patterns contained in the traditional snacks of the Sasak community in Montong Tangi Village, East Sakra District, East Lombok Regency, through an ethnomathematics perspective.This study uses a qualitative approach with an ethnographic design. Data were collected through direct observation and ethnographic interviews with traditional snack makers, traditional leaders, and community leaders who understand Sasak culinary traditions. Data analysis was carried out interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, and its validity was tested through source triangulation.The results show that traditional snacks such as cerorot, lupis, jaje abuq, and renggi represent various geometric concepts, including cones, triangular prisms, circles, and triangular pyramids, which are formed through traditional techniques of folding, compacting, and wrapping ingredients. These geometric representations are not only structural in nature, but also contain cultural values such as perseverance, togetherness, and harmony, which are reflected in the traditional practices of the Sasak people. These findings confirm that traditional Sasak snacks have the potential to be a relevant source of contextual learning to enrich culture-based geometry learning.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V SD pada Materi Bangun Ruang Putra, Diki Damma; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni; Syaharuddin, Syaharuddin; Sutarto, Sutarto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr EDU terhadap motivasi belajar siswa pada materi bangun ruang kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 19 siswa. Instrumen angket motivasi belajar disusun berdasarkan model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dan telah melalui proses uji kelayakan instrumen. Uji validitas dilakukan menggunakan data try-out untuk memastikan setiap butir angket benar-benar mengukur indikator motivasi yang dimaksud. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan rumus Cronbach Alpha pada data yang sama dari kelas try-out dan menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi yang baik. Sebelum uji hipotesis dilakukan, data skor total pretest dan posttest dianalisis melalui uji normalitas Shapiro–Wilk untuk menentukan jenis uji statistik yang sesuai. Hasil normalitas menunjukkan data berdistribusi normal sehingga analisis dilanjutkan dengan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan media AR, dengan rata-rata skor pretest sebesar 15,58 meningkat menjadi 34,42 pada posttest. Uji Paired Sample t-Test menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media Augmented Reality secara signifikan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi bangun ruang.
Design and Development of Ethnomathematics E-Modules through Lombok's Traditional Culinary Heritage Aswatun, Mita; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni; Syaharuddin, Syaharuddin; Argade, Sanjaya; Vwalika, Kondwani Daniel
Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijems.v7i2.29287

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi modul elektronik berbasis etnomatematika yang mengintegrasikan warisan kuliner tradisional Lombok untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang geometri tiga dimensi dalam konteks Kurikulum Merdeka. Dengan menggunakan desain penelitian dan pengembangan (RD) dengan model ADDIE, studi ini melibatkan analisis kebutuhan melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan siswa; desain dan pengembangan modul elektronik digital interaktif yang diperkaya dengan unsur budaya dan realitas tertambah; implementasi melalui uji coba terbatas yang melibatkan enam siswa dan uji lapangan dengan dua puluh satu siswa; dan evaluasi melalui validasi ahli dan analisis N-gain. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul elektronik tersebut memenuhi kriteria kelayakan, dengan penilaian ahli menghasilkan skor 83% untuk validitas materi, 88% untuk validitas media, dan 80% untuk validitas bahasa. Uji coba terbatas menghasilkan skor N-gain berkisar antara 0,34 hingga 0,92 (rata-rata = 0,69), sedangkan pengujian lapangan menghasilkan nilai N-gain antara 0,00 dan 0,84 (rata-rata = 0,47), yang dikategorikan sebagai peningkatan moderat. Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul efektif dalam memperkuat pemahaman konseptual siswa, meskipun peningkatan pembelajaran bervariasi sesuai dengan kemampuan awal dan literasi digital siswa. Studi ini menyiratkan bahwa mengintegrasikan etnomatematika dengan media pembelajaran digital dapat menciptakan pengajaran matematika yang bermakna dan relevan secara budaya.