Claim Missing Document
Check
Articles

Tourism Object Development Model Based on Traditional Village in Apuan Village, Bangli District Ni Made Puspasutari Ujianti; Ni Made Sukaryati Karma; Ida Ayu Putu Widiati
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3330

Abstract

Tourism has several forms, one of which is community-based tourism. Community-Based Tourism, or what is often referred to as Community Based Tourism (CBT) is a form of tourism managed by local communities with an emphasis on environmental, social, and cultural sustainability principles to help tourists understand and learn the local community's way of life. CBT aims to build and strengthen organizational capabilities in local communities. CBT prioritizes improving the welfare of the community through the empowerment of tourism village development which is carried out based on the potential of the rural community itself. Likewise, Apuan Village, Susut District, Bangli Regency, which is rich in potential spiritual tourism objects such as the Tirta Payuk tourist attraction in the Banjar Bangunlemah Kangin, Yeh mangsi, and Tirta Empul attractions in the Banjar Apuan. However, the problem then is that the utilization of tourism objects in Apuan Village has not been maximized. In this study, the object of study to be studied is Apuan Village by emphasizing the model of tourism object development by analyzing the potential and characteristics of Apuan Village so that later an appropriate tourism object development model can be arranged so that it can be applied optimally.
Impact of The Covid-19 Pandemic On Law Enforcement of Violations For Violati Ons of Public Obligations In The City of Denpasar I Ketut Sukadana; Ni Made Sukaryati Karma; I Nyoman Sutama
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 11 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.464 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i11.640

Abstract

The purpose of this study is to examine and understand violations of public order during the covid-19 pandemic and to find policies carried out in law enforcement against violators. The economic impact of the COVID-19 pandemic has been felt by the community. People try to make a living with various businesses such as selling by choosing strategic locations on the roadside. Selling on the roadside, if it is associated with existing regulations, can be subject to sanctions for violating public order. The research method is carried out with the type of empirical legal research, with data collection techniques through interviews and recording. Based on the results of the study, during the Covid-19 period which had a very broad impact on the lives of residents, many people lost their source of livelihood because their workplace was unable to operate. In order to make a living, many people end up selling various kinds of merchandise on the side of the road. In Denpasar City, selling cars on the side of the road is prohibited in accordance with the provisions of Article 22 paragraph (1) of Denpasar City Regional Regulation Number 1 of 2015 concerning Public Order. The maximum penalty is 3 (three) months in prison or a maximum fine of Rp. 25,000,000, - (twenty five million rupiah) as stipulated in the provisions of Article 60 paragraph (2) of Denpasar City Regulation Number 1 of 2015. Law enforcement against violators cannot be carried out optimally because there is a special policy from the Mayor during the period of the pandemic is pursued in persuasive ways and emphasizes humanitarian considerations
Implementation of Prevention of Disturbance of Public Order in the Denpasar Police Area Mahendra, Kadek Amen Putra; Karma, Ni Made Sukaryati; Sancaya, I Wayan Werasmana
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i3.3885

Abstract

Studying the problems related to the effectiveness of preventing disturbances in order to maintain public order and security at the Denpasar City Police Resort is the main focus of this study. To overcome this problem, this study was conducted using an empirical method. The main source of legal information How to Collect Legal Documents Through Interviews and analysis of legal documents through analytical descriptions The results of the study found that the effectiveness of security and public disturbance prevention operations in the Denpasar Police Resort area was still not as good as expected. And there are still many cases of security disturbances and chaos. Although the patrol facilities and infrastructure are adequate, patrol activities are not the most appropriate activities. And there are still many cases of security and order disturbances in Denpasar City, such as motorcycle theft. The Dalmas Patrol Unit of the Denpasar City Samapta Police faces obstacles in preventing serious theft through patrols, such as the lack of facilities and infrastructure that can support or be useful for carrying out the patrol mission itself. Including other obstacles such as bad weather conditions Reducing visibility during patrols And there are several areas that cannot be accessed for patrol activities.
Kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi Dalam Menindaklanjuti Tindak Pidana Korupsi Di Badan Usaha Milik Negara I Gede Ananda Prema Abimanyu; Ni Made Sukaryati Karma; Nyoman Gde Antaguna
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5049

Abstract

Sebagai instrumen vital negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang tanggung jawab dalam mengurusi aset negara yang dipisahkan demi mencapai kesejahteraan publik. Walakin, besarnya volume aset serta kerumitan organisasinya membuat BUMN menjadi area yang rawan akan tindak pidana korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan. Studi ini difokuskan untuk meninjau kebijakan serta keabsahan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani berbagai kasus korupsi di sektor BUMN. Melalui metode riset hukum normatif yang menggunakan sudut pandang konseptual serta yuridis, penelitian ini mengevaluasi keselarasan regulasi yang sedang berjalan. Hasil kajian menunjukkan bahwa berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2019, KPK memegang landasan operasional yang kuat, khususnya jika ditemukan bukti keterlibatan pejabat negara dan potensi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya satu miliar rupiah. Walaupun sempat terjadi pergeseran aturan lewat UU Nomor 1 Tahun 2025 yang mengecualikan jajaran pengurus BUMN dari kategori penyelenggara negara, KPK menanggapi hal tersebut dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2025 guna memperkuat kembali yurisdiksinya. Dalam praktiknya, KPK menerapkan strategi terpadu yang menggabungkan tindakan represif seperti penyidikan dengan langkah-langkah preventif melalui Program Pengendalian Gratifikasi serta Panduan Cegah Korupsi (PANCEK). Integrasi kebijakan ini sangat mendesak untuk memastikan terciptanya akuntabilitas, transparansi, serta pengamanan aset negara dari gangguan korupsi demi menyukseskan target pembangunan nasional jangka panjang.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Tindak Pidana Penyebaran Konten Pornografi Melalui Aplikasi X Indriawati, I Dewa Ayu Trisna; Ni Made Sukaryati Karma; I Wayan Werasmana Sancaya
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5160

Abstract

Perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana penyebaran konten pornografi melalui aplikasi X dengan fokus pada jaminan keamanan, pemulihan, dan pemenuhan hak anak yang berada dalam posisi rentan. Rumusan masalah yang diteliti dalam studi ini:  1. Bagaimana pengaturan hukum terhadap korban konten pornografi melalui aplikasi X, 2. Bagaimana perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana penyebaran konten pornografi melalui aplikasi X. Metode penelitian yang diterapkan yaitu penelitian hukum normatif berdasarkan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Temuan dari studi ini menjelaskan penyebaran konten pornografi melalui media digital merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kesusilaan yang didasarkan pada Pasal 407 KUHP, Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Pornografi, dan Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang ITE. Perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban merupakan kewajiban negara yang didasarkan pada Pasal 59 dan Pasal 71D Undang-Undang Perlindungan Anak serta PP Nomor 17 Tahun 2025. penanggulangan penyebaran konten pornografi terhadap anak di ruang digital berada pada negara, aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak yang Menonton Konten Berisikan Kata-Kata Umpatan dalam Media Sosial Youtube Ida Bagus Diwangkara; I Made Minggu Widyantara; Ni Made Sukaryati Karma
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.1.6032.95-99

Abstract

Umpatan memberikan dampak buruk kepada anak-anak. Permasalahan yang diangkat adalah Bagaimana pengaturan hukum terhadap penggunakan kata-kata umpatan oleh pembuat video konten YouTube? Dan Bagaimanakah perlindungan hukum bagi anak yang menonton video yang berisikan kata-kata umpatan berdasarkan UU ITE dan UU Perlindungan Anak dalam media sosial YouTube? Tipe penelitian hukum normatif menggunakan metode pendekatan Perundang-Undangan dan konseptual. Hasil penelitian diketahui penggunaan kata-kata umpatan melanggar kesusilaan. Setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usia anak serta penggunaan teknologi harus mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga dan merawat anak. penggunaan kata-kata umpatan dalam video youtube bisa dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah.
Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Penjarahan pada Saat Bencana Alam I Made Ary Supartawan; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Ni Made Sukaryati Karma
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.1.6034.52-58

Abstract

Tindak pidana penjarahan dapat diklasifikasikan sesuai dengan yang terangkum pada Pasal 363 KUHP yaitu tindak pidana pencurian dengan pemberatan karena dilakukan pada saat keadaan tertentu seperti gempa bumi. Rumusan permasalahan ini, 1) Bagaimana kebijakan pengaturan hukum tindak pidana penjarahan dalam hukum pidana? dan 2) Bagaimana sanksi tindak pidana penjarahan terhadap pelaku penjarahan pada saat bencana alam gempa bumi dalam perspektif hukum pidana? Dalam penelitian ini memakai metode hukum normatif dan pendekatan perundang-undangan. Simpulan dari penelitian ini yaitu kebijakan pengaturan hukum tindak pidana penjarahan dalam hukum pidana berdasarkan Pasal 363 KUHP pihak yang berwenang menangkap berdasarkan bukti, masa waktu yang cukup dan sanksi tindak pidana penjarahan terhadap pelaku penjarahan pada saat bencana alam gempa bumi dalam perspektif hukum pidana berdasarkan Pasal 363 ayat (1) ke-2 KUHP dikenakan 7 tahun penjara. Saran dalam penelitian ini kepada pemerintah sebaiknya aturan mengenai tindak pidana penjarahan ditingkatkan kembali, dari segi sanksinya agar memberi efek jera terhadap pelaku tindak pidana penjarahan.
Pertanggungjawaban Pemilik Gedung Mall atas Kerusakan Gedung Hingga Pengunjung Mall Meninggal Dunia Eka Andrean Ramadhan; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Ni Made Sukaryati Karma
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/juinhum.3.2.5057.231-236

Abstract

This study aims to analyze and describe the regulations for criminal liability of mall building owners for building damage that causes mall visitors to die and criminal sanctions that ensnare mall building owners. The research method used is normative legal research, this writing study is based on legal materials and literature, which are the stages in obtaining legal rules or norms. The analysis of legal materials is a descriptive-analytical analysis. The results of the study indicate that the responsibility of building owners has been listed in the civil law code where the owner must be responsible if the building collapses causing people to become victims, so they must carry out maintenance and maintenance of the building so that there is no damage that causes the collapse of the mall building.
Tindak Pidana Aborsi Akibat Perkosaan Ni Putu Ratih Puspitasari; I Made Sepud; Ni Made Sukaryati Karma
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortion is an abortion wherein in an abortion in the body there is a fetus but it is not perfectly shaped. According to the Criminal Code the abortion is prohibited for any reason, but the Health Law provides exceptions if medical indications. The problem is how is the regulation of the crime of abortion? And what are the criminal sanctions against perpetrators of criminal acts of abortion due to rape? The type of research used is normative legal research, with a legal and conceptual problem approach. Legal material comes from primary and secondary legal materials; the technique of collecting legal materials is by reviewing the laws and regulations governing abortion. Analysis of descriptive legal material analysis and adjusting to legal arguments. The regulation of abortion in the Criminal Code is regulated in article 346 of the Criminal Code, 347 of the Criminal Code, 348 of the Criminal Code and 349 of the Criminal Code. While the regulation of abortion in the Health Law is regulated in Articles 75, 76, 77 and Article 194 of Law No. 36 of 2009 concerning Health. Sanctions for abortion offenders can be subject to articles in the Criminal Code, namely Article 346 subject to a maximum sentence of four years in prison. Where as in article 347-349 the Criminal Code can be imprisoned for a maximum of fifteen years. In the Health Law, the maximum criminal threat is 10 years and a maximum fine of Rp. 1,000,000,000.00 (one billion rupiah). Conclusion, if the abortion is done not because of medical indications, then the act of abortion can be claimed as a crime.
Technology Transfer Agreement of Multinational Companies in The Framework of Investment Development Desak Gde Dwi Arini; Diah Gayatri Sudibya; Ni Made Sukaryati Karma
Sociological Jurisprudence Journal Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/scj.4.2.2021.86-92

Abstract

The regulation of technology transfer to Multinational Companies (PMN) to date still pays attention to the provisions of the Law of the Republic of Indonesia No. 25 of 2007 on Investment, especially Article 2 paragraph 1, in addition to Indonesia has also adjusted the provisions of national laws in the field of economy/trade with the provisions of GATT and WTO that hav been ratified through the Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 1994, including adjustments to the provisions of the field of intellectual property rights (IPR) contained in the TRIPs, such as the Law of the Republic of Indonesia No. 14 of 2001 on Patents, The Law of the Republic of Indonesia No. 15 of 2001 on Brands, and the Law of the Republic of Indonesia No. 19 of 2002 on Copyright, and others covered as objects of intellectual property rights (IPR). The role of multinational companies (PMN) in the transfer of technology can be mentioned, among others: As a holding company that can be used for media, containers, information exchange, technology between countries in the international community which is further used, and useful for Indonesia; As a place for investment in order to obtain benefits for Indonesia; and As a place for the application of new technologies to be useful more efficiently and effectively benefit Indonesia, in addition to improving international economic trade.
Co-Authors A A Ngurah Bagus Krishna Wirajaya A.A. Kompiang Dhipa Aditya Anak Agung Ngurah Alit Bramandhita Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Andrie Eka Putra Ardellia Luckyta Putri Armunanto Arianto Hulu Arief Wibowo Arini, Desak Gde Dwi Ayu Prasetya Dewi Ayu Putri Arisandy Aziz Muhaimin Cipta PutraI Ketut Wira Cipta Putra Cokorda Agung Cahaya Darmadi Cokorda Agung Cahaya Darmadi Cokorda lstri Dharmasatyari Desak Ade Devicia Cempaka Desak Ade Devicia Cempaka Desak Ketut Parwati Desak Ketut Parwati Dewa Gede Ary Krisna Dewanti Arya Maha Rani Dewi, A.A Sagung Laksmi Diah Gayatri Sudibya Dwi Nova Indriyani Eka Andrean Ramadhan Elisabeth Ayustina Putri Korassa Sonbai Gede Mahadi Waisnawa Hanata Putra Gede Oka Swarbhawa I Dewa Gede Agung Ary Junaedi Saputra I Gede Aditya Triyana I Gede Agus Sudiantara I Gede Ananda Prema Abimanyu I Gede Eka Suantara I Gede Made Doni Pramana Putra I Gede Pande Udayana I Gede Susila Putra I Gusti Agung Ayu Candra Nigrat I Gusti Agung Ayu Sita Anandia I Gusti Agung Yuri Anindha I Gusti Bagu Suryawan I Gusti Ngurah Budiyasa I Kadek Aris Setiawan I Kadek Roger Budiastra I Ketut Arya Darmawan I Ketut Rai Setiabudhi I Ketut Sukadana I Ketut Sukadana I Ketut Sukadana I Ketut Yoga Pasupati I Komang Giri Maharta I Komang Triana Diantara I Komang Widnyana I Made Aditya Mantara Putra I Made Andy Sabda Permana I Made Andy Sabda Permana I Made Arjaya I Made Ary Supartawan I Made Dwi Payana I Made Irvan Ariansyah Putra I Made Khrisna Dwi Payana I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Oka Wiradharma I Made Rai Dwi Surya Atmaja I Made Satria Wibawa Tangkeban I Made Sepud I Made Sepud I Made Sepud I Made sepud I Made Sepud I Made Widi Adi Peremana I Made Wisnu Wijaya Kusuma I Made Yogi Astawa I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Sujana I Nyoman Sujana I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Putu Angga Permana I Putu Arta Setiawan I Putu Bayu Suryadinatha I Putu Erick Sanjaya Putra I Putu Gd Yoga Danan Kamadjaya I Putu Gde Iwan Putra Darmayatna I Wayan Ari Subakti I Wayan Arthanaya I Wayan Kusuma Purwanta I Wayan Panca Eka Darma I Wayan Panca Eka Darma I Wayan Panca Eka Darma I Wayan Rideng I Wayan Sunarta I Wayan Werasmana Sancaya Ida Ayu Gede Wulandari Ida Ayu Gede Wulandari Ida Ayu Made Wahyuni Dewi Ida Ayu Naradita Ida Ayu Putu Widiati Ida Bagus Agung Pariama Manuaba Ida Bagus Diwangkara Indriawati, I Dewa Ayu Trisna Ivony Stefania Seran Tahuk Kadek Jaya Kartika Kadek Nadya Pramita Sari Kartika Dita Ayu Rahmadani Kevin Umbu Hiwa Ninggeding Komang Ariadarma Suputra Komang Sutriani l Nyoman Gede Sugiarta l Nyoman Gede Sugiartha lda Ayu Mirah Widnyani Louis Muda Adam Gesi Radja Luh Putu suryani Made Ayu Adi Pradnyaningrat Made Mahadwiva Surya Krishna Made Minggu Widiantara Made Rony Setiawan Mahendra, Kadek Amen Putra Mario Viano Rasi Wangge Maudy Aulia Putri Mulyawati, Kade Richa Ni Kadek Derlin Yanti Ni Kadek Widya Widiani Ni Luh Putu Yosi Pratiwi Ni Made Dwi Ari Cahyani Ni Made Elly Pradnya Suari Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Sintia Tarisa Ni Made Yeni Sukmawati Ni Nyoman Arif Tri Noviyanti Ni Nyoman Arif Tri Noviyanti Ni Putu Ayu Yudiastini Ni Putu Christina Elzaputri Rahayu Ni Putu P Novi Widiantari Ni Putu Ratih Puspitasari Ni Putu Widari Yasaputri Nyoman Dita Ary Putri Nyoman Gde Antaguna Pande Komang Satya Parama Hamsa Pius. A. Samponu Putu Aditya Witanaya Putra Putu Ayu Sriasih Wesna Putu Budiartha, I Nyoman Putu Putra Pradiatmika Ratih Cahya Pramitasari Ratu Agung Dewangga Arinatha Gunawan Rosalina Indah Putri Senastri, Ni Made Jaya Simon Nahak Sri Ulina Theresa Perangin-Angin Sukiani, Ni Ketut Teo Dentha Maha Pratama Tjok Istri Agung Mellynia Putri Saraswati Widiati, Ida Ayu Putu Yoga Wira Pranata