Articles
Meningkatkan Peran Usaha Kecil dan Mikro Syariah dalam Mengatasi Kemiskinan
Muhammad Risal;
Siradjuddin Siradjuddin
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1284.906 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i2.300
Latar Belakang : Usaha kecil dan mikro syariah sebagian besar tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun. Keterbatasan kualitas SDM usaha keci ldan mikro syariah berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal. Tujuan : Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan produktivitas UMKM, mendorong kreavitas program dan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM. Metode : Jenis penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dengan metode literatur review yaitu penelitian yang menggunakan beberapa kajian untuk kemudian dapat dipahami dan dijadikan dalam satu bentuk pemaparan. Kami mengumpulkan teori-teori dari beberapa sumber yang berasal dari artikel maupun buku-buku yang relevan. Hasil : Dalam pengembangan usaha kecil dan mikro syariah, bukan semata-mata langkah yang harus diambil oleh Pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Pihak usaha kecil dan mikro syariah sendiri sebagai pihak internal yang dikembangkan, dapat mengayunkan langkah bersama-sama dengan Pemerintah. Karena potensi yang mereka miliki mampu menciptakan kreativitas usaha dengan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Kesimpulan : Perkembangan usaha mikro kecil di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahunnya memberikan angin segar bagi bangkitnya sektor perekonomian, selain peran UMKM yang dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran juga dapat meratakan perekonomian serta memberikan devisa bagi negara.
Refleksi Peran Usaha Mikro Dalam Perwujudan Kesejahteraan Ekonomi Berbasis Eco-Micro Enterprise
Mardatillah Yakub;
Siradjuddin Siradjuddin;
Sudirman Sudirman
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.622
This study aims to conduct an analysis and study of the role of micro enterprises in the realization of economic welfare based on eco-micro enterprise. The research method used is a normative approach with a method of collecting and analyzing literature data. Based on the discussion that has been described, it can be concluded that although the role of MSMEs has been regulated and affirmed through Law No. 20 of 2008 concerning Micro, Small and Medium Enterprises and Government Regulation No. 7 concerning the Convenience, Protection and Empowerment of Cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises, MSMEs have not been able to carry out their existing roles optimally. There are many factors that make this happen such as community culture, capital, literacy, and so on. The reflection of this imperfection is clearly seen in the various social realities that come to the surface. Then the concept of eco-micro enterprise is presented as a solution to existing problems as well as an affirmation that micro businesses are not only limited to profit (profit) and people (customers) but also plants (environment). Therefore, concern for micro businesses from various parties is expected so that these micro businesses can carry out the role entrusted to the maximum.
Nilai Islam dalam pencatatan transaksi pada pedagang pasar sungai dama di kota Samarinda
Rizky Maulida;
Saiful Muchlis;
Siradjuddin Siradjuddin;
Abdul Gafur
Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol 19, No 3 (2023): Agustus
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v19i3.13269
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan nilai Islam dalam pencatatan transaksi pedagang usaha mikro pada Pasar Sungai Dama di Kota Samarinda. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi Islam sebagai salah satu pengembangan fenomenologi transendental melalui penyempurnaan asumsi berdasarkan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pedagang pada Pasar Sungai Dama di Kota Samarinda melakukan pencatatan transaksi dengan tujuan untuk menghindari kerugian, memudahkan penagihan, mempertahankan pelanggan, memudahkan pemesanan barang, menghindari salah paham, dan menjaga ketepatan pembayaran utang yang didasari oleh nilai-nilai Islam berupa keikhlasan, kesyukuran, tawakal, kejujuran, amanah, dan kepedulian. Penelitian ini menghasilkan rumusan nilai-nilai Islam yang mendasari pencatatan transaksi pada pedagang pada Pasar Sungai Dama di Kota Samarinda. Penelitian ini merekomendasikan pedagang pada Pasar Sungai Dama di Kota Samarinda untuk melakukan pencatatan transaksi dalam rangka mencapai keberkahan dan pengembangan usaha, Ikatan Akuntan Indonesia untuk berkoordinasi dengan pemerintah dalam mendesain pedoman akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan pedagang dengan mempertimbangkan nilai-nilai Islam yang mendasarinya, Pemerintah Kota Samarinda perlu mengoptimalkan peningkatan kompetensi akuntansi bagi pedagang pada Pasar Sungai Dama di Kota Samarinda secara berkesinambungan.
Analisis Pengorganisasian dan Manajemen Usaha Mikro Syariah: Keberlanjutan dan Efektivitas dalam Konteks Ekonomi Berbasis Prinsip-Prinsip Syariah
Risnawati Risnawati;
Siradjuddin Siradjuddin;
Sudirman Sudirman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2181
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengorganisasian dan manajemen usaha mikro syariah dalam mencapai keberlanjutan dan efektivitas dalam konteks ekonomi yang berbasis prinsip-prinsip syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus beberapa usaha mikro syariah yang beroperasi dalam berbagai sektor. Melalui analisis mendalam terhadap data primer dan sekunder, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi pengorganisasian dan manajemen usaha mikro syariah. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengorganisasian yang baik dan manajemen yang efektif berperan penting dalam keberlanjutan dan keberhasilan usaha mikro syariah. Faktor-faktor seperti pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip syariah, penerapan etika bisnis Islam, dan pengelolaan sumber daya manusia yang efisien memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja usaha mikro syariah.
Membedakan Antara Inovasi Dan Risiko
Abd. Kadir;
Siradjuddin Siradjuddin;
Irwan Misbach
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.706
Inovasi dan resiko adalah dua hal yang sering menjadi pembahasan dalam manajeman perusahaan termasuk dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Risiko inovasi adalah potensi penyimpangan hasil karena terjadinya pembaharuan, modernisasi atau transformasi dalam proses produksi. Penyimpangan positif (perbaikan kinerja) terjadi apabila inovasi tersebut membantu proses operasi. Sebaliknya inovasi beberpa aspek dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan negatif apabila perusahaan tidak segera melakukan penyesuaian. Inovasi menciptakan sesuatu yang belum ada, bisa jadi yang dihasilkan sesuatu yang minor atau bahkan monumental, dengan kata lain selalu ada risiko yang mengikutinya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Kreativitas dan Inovasi mendukung kegiatan dan aktivitas melakukan berwirausaha. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang didapatkan dari library research. Membedakan inovasi dan risiko dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam perusahan dalam peningkatan kinerja dan produktivitas serta menghindari dari berbagai masalah yang mungkin timbul
Pembiayaan Syariah dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal
Muslimah Muslimah;
Nasir Hamzah;
Siradjuddin Siradjuddin
Jurnal Keislaman Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54298/jk.v6i2.3914
Pengujian sertifikasi halal yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal masih terbatas pada kriteria yang bersifat material dari suatu produk. Padahal, konsep halal dalam pandangan Islam harus memenuhi setidaknya dua aspek: material nonmaterial. Salah satu aspek nonmaterial dari produk halal adalah aspek pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pembiayaan syariah dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian hukum normatif. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh hasil bahwa Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang JPH tidak menjadikan pembiayaan syariah menjadi tolok ukur kehalalan sebuah produk. Akan tetapi, Undang-Undang JPH masih membuka peluang untuk diterapkannya pembiayaan syariah sesuai dengan semangat yang terkandung di dalam Pasal 1 ayat (2).
Meningkatkan Keterampilan Pengusaha Kecil Dan Mikro Syariah
Dina Novianti;
Mir’atun Mir’atun;
Siradjuddin Siradjuddin
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.603
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dalam pembangunan ekonomi. Karena tingkat penyerapan tenaga kerjanya yang relatif tinggi dan kebutuhan modal investasinya yang kecil, UMKM bisa dengan fleksibel menyesuaikan dan menjawab kondisi pasar yang terus berubah kemampuan UMKM untuk bersaing di era perdagangan bebas, baik di pasar domestik maupun di pasar ekspor, sangat ditentukan oleh dua kondisi utama yang perlu dipenuhi. Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang didapatkan dari library research yaitu studi kepustakaan yang berasal dari berbagai dari artikel maupun buku-buku yang relevan. UMKM memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi besar dan memiliki daya saing, jika saja memiliki manajemen yang solid. Dengan demikian diperlukan sebuah model manajemen UMKM yang dapat dijadikan pedoman oleh UMKM dalam mengelola usahanya
Syariah Entrepreneurship (Isu-Isu Kontemporer Dalam Syariah Entrepreneurship)
Mardatillah Mardatillah;
Reski Cahyani Ilham;
Laila Nur Atika;
Sudirman Sudirman;
Siradjuddin Siradjuddin
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : STIE AMKOP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37531/mirai.v8i3.6091
Al-Qur’an dengan jelas dan tegas membenarkan jual beli dan mengharamkan riba. E-commerce sebagai salah satu wujud dari perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi dewasa ini memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknologi dalam perspektif Islam, e-commerce dengan kacamata syariah dan syariah card mengingat persoalan kontemporer yang tidak terdapat dalam literatur- literatur fikih terutama fikih-fikih klasik. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan elakukan penelusuran literasi terkait tema pembahasan. Setelah dilakukan analisis dapat disimpukan, bahwa transaksi e-commerce atau digital ataupun penggunaan syariah card merupakan bentuk formulasi baru sistem jual-beli yang dalam hukum bisnis syariah dipersamakan dengan transaksi jual beli salam karena kedua jenis transaksi tersebut memiliki persamaan-persamaan spesifik. Di samping itu juga terdapat perbedaan-perbedaan mendasar mengenai keduanya, akan tetapi perbedaan tersebut tidak serta merta membatalkan kebolehan dalam melakukan transaksi melalui e-commerce selama tidak keluar dari koridor hukum Islam (Syariah). Keywords: Teknologi syariah, e-commerce, shariah card
Konsep Negara dan Masyarakat Ideal Menurut Al-Farabi dalam Sudut Pandang Ekonomi
Nur Alisa;
Siradjuddin;
Misbahuddin
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 2 (2023): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/syarikat.2023.vol6(2).13338
Al-Farabi adalah seorang tokoh filsuf muslim terkenal dengan berbagai gagasan pada bidang ilmu pengetahuan. Hasil pemikirannya tertuang dalam berbagai karya seperti buku, makalah dan kritikan terhadap filsuf lainnya. Salah satu karya fenomenal Al-Farabi yaitu buku berjudul Ara Ahl al-Madinah al-Fadhilah. Buku ini mendiskusikan tentang politik, negara dan masyarakat berdasarkan sudut pandang Al-Farabi. Konsep tersebut dikorelasikan pada tatanan ekonomi yang dipraktikkan oleh masyarakat dalam negara yang cita-citanya untuk mencapai kebahagiaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep negara dan masyarakat ideal menurut Al-Farabi dalam sudut pandang ekonomi. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu studi pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukkan bentuk negara menurut Al-Farabi adalah al-Madinah al-Fadhilah, al-Madinah al-Jahiliyah, al-Madinah al-Fasiqah, al-Madinah al-Mutabaddilah, dan al-Madinah al-Dallah. Dari kelima konsep negara tersebut, negara yang paling diidamkan Al-Farabi adalah bentuk negara ideal (Al-Madinah Al-Fadhilah). Negara ideal merupakan negara yang tatanan masyarakatnya sadar akan tujuan hidup bernegara dan mampu mewujudkan cita-cita tersebut dengan mengedepankan kerjasama antar masyarakat dan negara. Cita-cita negara dan masyarakat ideal adalah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Aktivitas ekonomi menjadi salah satu jalan meraih kebahagiaan dengan terpenuhinya kebutuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan ekonomi didasarkan pada spesifikasi kemampuan masing-masing berlandaskan syariat Islam. Penelitian ini berfokus pada representasi keidealan suatu negara dan masyarakat sesuai yang diharapkan oleh Al-Farabi yang dinilai berdasarkan pada tingkat perkembangan perekonomiannya.
Kajian Pemikiran Ekonomi Islam Abu ‘Ubaid Al-Qasim Bin Salam dan Relevansinya di Indonesia
Samsidar;
Misbahuddin;
Siradjuddin;
Ilma Radia Syam;
Prades Arioato Silondae
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2024): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/syarikat.2024.vol7(1).13675
Sejak Al-Qur'an diturunkan beberapa abad yang lalu, konsep dan praktik ekonomi Islam telah berkembang dan hal ini terkadang memunculkan perkembangan baru dalam filsafat ekonomi Islam. Konsep ekonomi Islam tentulah harus berlandaskan pada Al-Qur’an, hadis dan sunah yang secara hukum maupun pengarahan kebijakan ekonomi termaktub di dalamnya, selain itu perlunya pengadaptasian dengan perubahan zaman serta disparitas tempat regional. Artikel ini mencoba mengungkap relevansi pemikiran ekonomi Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Salam dalam tatanan perekonomian Indonesia yang bisa ditinjau dalam karyanya yang monumental berjudul kitab al-Amwal. Dalam kitab tersebut, dia menegaskan kembali gagasan ekonomi mendasar tentang keadilan sebagai landasan filosofis yang kokoh untuk pengembangan pemikiran ekonomi. Dalam kitabnya Abu 'Ubaid al-Qasim berpendapat, uang memiliki dua tujuan yaitu berfungsi sebagai patokan nilai tukar dan sebagai alat tukar yang masih berguna dalam ekonomi modern. Abu 'Ubaid al-Qasim setuju bahwa hegemoni pemerintah dalam perdagangan global sangat penting untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum Al-Qur'an, hadis dan sunah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan paradigma fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi Abu ‘Ubaid al-Qasim merefleksikan perlunya memelihara dan mempertahankan hak dan kewajiban masyarakat, menjadikan keadilan sebagai prinsip dan pegangan utama dalam menjalankan roda kepemerintahan serta menekankan rasa persatuan dan tanggung jawab bersama. Limitasi dalam penelitian ini terletak pada proses penelitian yaitu wawancara yang masih terbatas, peneliti menyadari bahwa dalam suatu penelitian selalu terdapat kelemahan.