Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA SUNGAISELAN ATAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 Apriani, Fitri; Nadia, Nadia; Agustianingsih, Ika; Sartika, Desy; Ridhanti, Devi; Helda, Helda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.419-423

Abstract

Tutoring assistance is the one of effort in improving teaching and learning process in Covid-19 pandemic era. Nowadays, the government policy is changed the patterns ofeducation system in Indonesia, from offline system become online system. This case, make the students a little confused in application process. This factors caused by various obstacles like internal factores and external factores. The most of obstacle is they have trouble when acquiring learning material maximally. While educational background of their parents average graduated from elementary school so they have the lack of knowledge when resolve their children assignments appropriately. The aim of this program is to improve students’ ability in understanding learning material. The method that used in this program is discourse, discussion, and exercise.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA Nasution, Nurromsyah; Satria, Orita; Apriani, Fitri; Damayanti, Siti
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.212

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu sindrom gangguan pencernaan yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari penderitanya. Keluhan dispepsia umumnya ditandai dengan rasa nyeri atau tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, cepat kenyang, dan rasa penuh setelah makan. Salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya dispepsia adalah kondisi psikologis, terutama stres. Stres dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan melalui peningkatan sekresi hormon kortisol yang berperan dalam merangsang produksi asam lambung, sehingga dapat memperberat keluhan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian dispepsia di UPTD Puskesmas Cot Kuta Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada periode 30 Juni sampai dengan 22 Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner gejala dispepsia untuk menilai kejadian dispepsia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang sebanyak 28,3% dan stres sangat berat sebanyak 28,3%. Selain itu, mayoritas responden mengalami dispepsia kategori berat sebanyak 56,7%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05.  Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan kejadian dispepsia di UPTD Puskesmas Cot Kuta Kabupaten Nagan Raya. Petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai manajemen stres sebagai salah satu upaya pencegahan kekambuhan dispepsia.
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN PERAWATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS IV SD Satria, Orita; Damayanti, Siti; Nasution, Nurromsyah; Apriani, Fitri; Ajasni, Niatul Maulida
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.215

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena rendahnya pengetahuan dan kebiasaan anak dalam menjaga kebersihan gigi. Kondisi ini terlihat dari masih tingginya prevalensi masalah gigi dan mulut pada penduduk usia 3 tahun ke atas yang mencapai 57%, sementara perilaku menyikat gigi dengan benar dua kali sehari masih kurang dari 7%. Rendahnya pemahaman anak mengenai kebersihan gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya karies, gangguan gusi, nyeri gigi, serta menurunkan kenyamanan dan konsentrasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi pada siswa kelas IV di SD Negeri 3 Meulaboh. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 44 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk video animasi berdurasi 4–5 menit yang ditayangkan dua kali seminggu selama dua minggu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi melalui video animasi, dengan nilai signifikansi p = 0,001 atau p < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa media video animasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi siswa. Video animasi dapat direkomendasikan sebagai media edukasi kreatif, komunikatif, dan efektif dalam promosi kesehatan gigi di lingkungan sekolah dasar.
Hubungan Body Shamming Dengan Interaksi Sosial Remaja Di SMA Negeri 1 Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat Samsidar, Samsidar; Rosita, Erlia; Apriani, Fitri; Andriani, Rika; Bancin, Ratnawati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10518

Abstract

Body shaming atau mengomentari fisik tanpa disadari sering dilakukan oleh remaja. Meskipun bukan kontak fisik yang merugikan, namun body shaming termasuk jenis perundunngan verbal dan nonverbal. Body shaming dapat berupa nasehat yang bermaksud baik sehingga hinaan yang jahat tanpa disadari. Salah satu dampak body shamming diantaranya adalah kurangnya interaksi social. Body shaming akan membuat remaja merasa kurang percaya diri yang rendah dapat menyebabkan kegagalan remaja dalam melaksanakan tugas perkembangan sosial remaja dalam membentuk sikap bersosialisasi dengan dunia luar dalam interaksi sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan body shamming dengan interaksi sosial remaja. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah bersifat kuatitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 remaja dengan pengambilan Total Sampling remaja kelas XIII IPA dan IPS. Kesimpulannya dalam penelitian ini adalah ada hubungan hubungan body shamming dengan interaksi sosial remaja di SMA Negeri 1 Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat Tahun 2024 dengan P-Value=0.001
Deteksi Dini Risiko Stunting melalui Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik pada Balita Sari, Dian Vita; Fatmawati, Fatmawati; Junaedy, Junaedy; Damayanti, Siti; Apriani, Fitri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 8 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v8i1.812

Abstract

Background: Stunting remains one of the public health problems that requires early prevention through health education and growth monitoring in children under five years old. Lack of parental knowledge regarding balanced nutrition, child feeding practices, hygiene, and routine physical examination can increase the risk of growth disorders in toddlers. Purpose: Physical examination in toddlers is important to identify early signs of growth and developmental problems, including body weight, height or length, nutritional status, and general physical condition. Method: This community service activity was conducted face-to-face using health education, discussion, and direct physical examination methods. The stages of activity included preparation, delivery of educational materials about stunting, physical examination of toddlers, recording the results, and providing simple counseling to parents. Results: The activity showed that mothers were enthusiastic in participating in counseling and toddler physical examination. Before the education was given, several mothers still had limited understanding about the causes, impacts, and prevention of stunting. After the activity, mothers began to understand the importance of balanced nutrition, routine weighing, height measurement, immunization, hygiene, and regular visits to posyandu or health facilities. Conclusion: Education about stunting and physical examination of toddlers can increase parental awareness regarding early prevention of growth disorders. This activity is useful in encouraging families to monitor toddler growth regularly and implement healthy childcare practices.