Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS FRAMING PRABOWO SUBIANTO SEBAGAI CAPRES “GEMOY” PADA PILPRES 2024 DI DETIK.COM Handayani, Hesty; Nurliah; Purwanti, Silviana; WS, Johantan Alfandoa
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 2 (2025): Edisi 13
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i2.5407

Abstract

In the 2024 presidential election, many interesting things happened, one of which was Prabowo's new image as a cool presidential candidate who succeeded in attracting the attention of the public, especially young voters. This gemoy narrative, which was previously just a joke, has turned into a light political approach in the eyes of the public. This cannot be separated from the role of the media in framing this narrative and then constructing it and becoming a reality, one of which is the online media Detik.com. This research was conducted to show Detik.com's potential bias in reporting gemoy narratives in three news stories that show three social processes according to Berger & Luckman, namely externalization, objectification and internalization using an interpretive qualitative approach. The analysis was carried out using Zhondan Pan & Kosicki's framing analysis which consists of 4 structures, namely syntax, script, thematic and rhetorical. The results of the research show that Detik.com took sides in reporting on Prabowo. This can be seen from the way Detik.com frames the news in a positive direction by building a narrative based on the reporter's perspective without citing sources in news 1 & 2, whereas in news 3 almost the entire narrative is built based on source quotes from the Prabowo-Gibran campaign team. so that the reporting becomes unbalanced and seems biased. In this case, Detik.com also uses indirect quotations to direct the reader's focus to the points it wants to highlight. From this research, Detik.com not only shows partiality but also shows how the media can influence public perception.   Keywords: Framing Analysis, Prabowo Subianto, Capres Gemoy, Online Media, Construction of Social Reality
Analisis Framing Berita Penolakan Penggusuran Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda pada Media Korankaltim.Com dan Kaltimpost.Id Agustini, Tri; Nurliah, Nurliah; Purwanti, Silviana; Dwivayani , Kadek Dristiana
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i12.32586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media lokal Kalimantan Timur yakni korankaltim.com dan kaltimpost.id membingkai pemberitaan terkait penolakan penggusuran dalam revitalisasi Pasar Pagi Samarinda yang berlangsung pada tahun 2024. Isu ini menjadi penting karena melibatkan konflik kepentingan antara pemerintah yang mendorong perluasan penataan kawasan pasar dan pemilik ruko yang merasa terancam kehilangan aset dan ruang ekonominya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Pan dan Kosicki yang didasarkan teori konstruksi realitas sosial Berger dan Luckmann. Data penelitian berupa teks berita dari kedua media yang dipublikasikan periode Januari-Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media membangun konstruksi pemberitaan yang berbeda. Kaltimpost.id lebih menonjolkan perspektif pemerintah dengan menekankan narasi dari pemerintah dan urgensi keberlanjutan revitalisasi melalui headline seperti "Meski Ada Penolakan dari Pemilik Ruko, Revitalisasi Pasar Pagi Tetap Dilanjutkan". Sementara itu, korankaltim.com memberikan suara lebih besar kepada pemilik ruko dibanding kaltimpost.id meskipun tetap memberi penekanan legitimasi pemerintah dalam narasinya dengan headline seperti "Punya SHM, 48 Pemilik Ruko Menolak Digusur Paksa".
Representasi Belis Sebagai Identitas Budaya Nusa Tenggara Timur dalam Film Nona Manis Sayange Setu, Maria Claudia Inesensia; Dwivayani, Kadek Dristiana; Purwanti, Silviana; Muhammad, Harry Isra
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i1.32619

Abstract

This research is entitled Representation of Belis as Cultural Identity of East Nusa Tenggara in the Film Nona Manis Sayange. The background of the research suggests that the belis tradition plays an important role as a marker of cultural identity in East Nusa Tenggara, but also faces social problems including economic burdens, power relations, and gender dimensions that are mediated and represented through film. This research aims to identify and interpret the meaning of belis in the film Nona Manis Sayange 2023. The method used is qualitative with Roland Barthes' semiotic analysis to read signs at three levels of significance (denotation, connotation, and myth), as well as Stuart Hall's representational framework to understand the process of encoding-decoding meaning in the film text. Primary data in the form of selected scenes in a number of key scenes from the film's duration of 1 hour 42 minutes, then analyzed textually and visually. The results show that the film represents belis as a multi-layered phenomenon: denotatively it appears as a traditional ritual that connects families; connotatively it functions as an indicator of social status, economic pressure, and an arena for gender negotiation; at the mythical level, the film provokes discourse that belis can be a determinant of self-esteem and worthiness. However, the film also opens up space for criticism and reinterpretation, showing that belis can be preserved as a cultural heritage while being recontextualized to be more just and humane. The implications of this research recommend that cultural representation in the media be carried out contextually, reflectively, and sensitively to social dynamics.
Korea, Remaja dan Proses Peniruan Purwanti, Silviana
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v2i1.2228

Abstract

Budaya korea yang sedang trend di Indoensia telah mewabah remaja mulai dari gaya rambut, fesyen korea, dan segala sesuatunya yang berbau korea. Hal yang positif dapat diambil dari orang korea adalah sikap orang korea yang sopan dan sangat membantu (helpful) terhadap orang asing di seluruh dunia, serta kemajuan teknologi yaitu handphone android yang sedang booming saat ini. Hal negatif dari trend budaya korea adalah banyaknya remaja melakukan operasi plastik yang sangat membahayakan kesehatan
Analisis Etnografi Virtual Tentang Roleplayer dan Identitas Diri Penggemar K-Pop di Instagram Wulandari, Sapta Lika; Purwanti, Silviana; Wikandanda Sucipto , Johantan Alfando; Kristian, Dony
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah melahirkan ruang interaksi bagi penggemar K-Pop untuk mengekspresikan diri melalui praktik roleplaying idola. Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi arena pembentukan dan negosiasi identitas diri secara virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses interaksi simbolik dalam aktivitas roleplayer K-Pop di Instagram melalui fitur feed, story, dan direct message (DM) dalam membentuk konstruksi identitas diri virtual para anggotanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi daring, dokumentasi digital, serta wawancara terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead yang meliputi konsep mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa roleplayer memanfaatkan simbol-simbol khas fandom seperti bahasa, emoji, dan aturan IC/OOC sebagai media komunikasi yang membentuk makna bersama. Interaksi sosial yang terjadi secara berulang mendorong terbentuknya identitas diri yang bersifat cair, reflektif, dan bergantung pada pengakuan komunitas. Identitas virtual roleplayer tidak bersifat statis, melainkan terus dinegosiasikan melalui umpan balik sosial dan norma komunitas yang berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik roleplaying K-Pop di Instagram berperan penting dalam proses eksplorasi dan konstruksi identitas diri remaja di ruang digital.
Political Economy Analysis of Media in Reporting Sesingal Tidung on Radio Republik Indonesia, Tarakan City Rahmadhani, Adinda; Nurliah, Nurliah; Purwanti, Silviana; Muhammad, Harry Isra
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i2.2228

Abstract

This study examines the political economy of media representation, focusing on the coverage of Sesingal Tidung culture in Radio Republik Indonesia (RRI) Tarakan. Utilizing Vincent Mosco's media political economy theory, the research explores the commodification, spatialization, and structuration processes that shape how local culture is portrayed. The study highlights the challenges in preserving cultural identity amidst the pressures of commercialization and government policies. It finds that media coverage, while promoting economic potential, often undermines the authenticity of cultural expressions. This research contributes to understanding how media both reflects and influences the political and economic dynamics surrounding cultural preservation in the globalized media landscape.
Representasi Komunikasi Antar Pribadi Ayah Pengidap Autisme Spectrum Disorder (ASD) dan Anak Dalam Film “Miracle in Cell No.7 (Indonesia)” Afiahamalia, Afiahamalia; Ibrizah, Ziya; Purwanti, Silviana; Rohmah, Ainun Ni`Matu
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi antar pribadi antara ayah pengidap Autism Spectrum Disorder (ASD) dan anak dalam film Miracle in Cell No. 7 (Indonesia). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce, yang menitikberatkan pada tiga unsur tanda, yaitu representamen, objek, dan interpretan. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan terhadap 4 adegan, yang menunjukkan 4 karakteristik efektivitas komunikasi berupa keterbukaan, dukungan, perasaan positif, dan kesetaraan dalam proses komunikasi antar pribadi antara tokoh ayah dan anak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar pribadi yang ditampilkan dalam film tersebut tetap berjalan secara efektif meskipun terdapat keterbatasan kognitif dan sosial pada tokoh ayah. Efektivitas komunikasi terlihat melalui penggunaan simbol nonverbal, ekspresi emosional, serta hubungan afektif yang kuat antara ayah dan anak.  Film ini merepresentasikan komunikasi sebagai praktik sosial yang sarat dengan makna emosional dan simbolik, sehingga keterbatasan akibat ASD tidak meniadakan terjalinnya komunikasi yang bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi antar pribadi dan analisis semiotika dalam konteks representasi disabilitas dalam media film.
Analisis Makna Warna pada Film Pendek Animasi If Anything Happens I Love You melalui Semiotika Peirce Sari, Dayang Annisa Yunita; Purwanti, Silviana
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32762

Abstract

Perkembangan media massa dalam era modern tidak hanya mengubah pola komunikasi manusia, tetapi juga membentuk pola pikir dan budaya masyarakat. Film sebagai media audio-visual memiliki daya pengaruh kuat karena mampu menyampaikan narasi, emosi, dan pesan sosial melalui kombinasi unsur visual, audio, serta simbolisme nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna warna dalam film pendek animasi If Anything Happens I Love You menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce. Film ini dipilih karena menyampaikan narasi dan emosi tanpa dialog verbal sehingga warna menjadi elemen visual utama dalam membangun makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan analisis semiotika Peirce melalui hubungan triadik representamen, objek dan interpretan, serta klasifikasi tanda sebagai ikon, indeks, simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film berfungsi sebagai sistem tanda yang membangun makna emosional dan sosial. Warna abu – abu dan hitam berperan sebagai indeks duka dan konflik batin orang tua pascatragedi, sedangkan warna biru memicu memori dan nostalgia terhadap kehadiran anak. Warna hijau, jingga, dan ungu merepresentasikan ruang kenangan dan transisi emosional, sementara warna merah dan kombinasi merah – biru menandai dimensi bahaya serta kritik sosial terhadap kekerasan bersenjata. Warna kuning pada akhir film dimaknai sebagai tanda penerimaan dan ketenangan batin.
Co-Authors Abiyyu, Khansa Yumna Aditama, Bagus Aditya Afiahamalia, Afiahamalia Agustian, Jaka Farih Agustini, Tri Alfando WS, Johantan Althalets, Fareis Amelia, Dara Andri Syafrianto Anugrah, Agung Arsyad, Annisa Wahyuni Asshari, Ahmad Daniel Happy Putra Devina, Devina Dini Zulfiani Diningrum, Maynella Dwi Dristiana Dwivayani, Kadek Dwivayani , Kadek Dristiana Dwivayani, Kadek Dristiana Dyan Prastika, Netty Fawwaz, Farhan Ferdianto Putra, R. Yuda Firnanda, Febri Fitri, Ellysa Gultom, Josua Sonniwinter Gunawan, Muhammad Riswandi Hadiwijaya, Noor Alam Hairunnisa Hairunnisa Hairunnisa Hamdani Hamdani Hanyfah, Insyirah Haqiqi, Aprilika Herliani, Ade Herry Ramadhani Heru Ismanto Hesty Handayani, Hesty Hidayat, Paramitha Putri Jamil, Muh. Juliyanti Juniarto, Fahryan Kamilah, Nazrah Kheyene Molekandella Boer Kristian, Dony Lolita, Carolina Meisye Magafira, Nurul Istian Manullang, Rossye Bethanita Maulidya, Sarah Muhammad, Harry Isra Nurliah nurliah, nurliah Partini, Anjar Pradana, Rudi Adi Pratiwi, Putri Rinda Rahayu, Diah Rahmadhani, Adinda Ramadhan, Fakhri Ramadhan, Muhammad Ady Setiyawan Rasidia, Fikri Rina Juwita Rohma, Ainun Ni’ Matu Rohmah, Ainun Ni'Matu Rohmah, Ainun Nimatu Rohmah, Ainun Ni`Matu Sari, Dayang Annisa Yunita Sary, Kezia Arum Senina, Alya Aulya Nurullita Setu, Maria Claudia Inesensia Sijaya, Zaynab Army Sinaga, Pardiaman Sucipta, Johantan Alfando Wikandana Syachrany, Muhammad Dzidan Syahmawaty, Firda Iga Tendy Tuffahati, Thifal Prameswari Wikandana Sucipta, Johantan Alfando Wikandanda Sucipto , Johantan Alfando WS, Johantan Alfandoa Wulandari, Sapta Lika Yunita Sari Ziya Ibrizah