p-Index From 2021 - 2026
8.709
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN UNDERSTANDING EMOTIONS ANAK USIA DINI: KAJIAN LITERATUR SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN APLIKASI Rifda Sa'adatul Laila; Taopik Rahman; Fauziah Syarifatul Huriyah
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6340

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan understanding emotions merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini. Kemampuan ini membantu anak mengenali, memahami, dan mengomunikasikan berbagai emosi yang dialami diri sendiri maupun orang lain. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman emosi anak usia dini masih memerlukan stimulasi yang optimal melalui media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Seiring perkembangan teknologi, media pembelajaran tidak hanya berbentuk konvensional, tetapi juga berkembang ke arah media digital berbasis aplikasi edukatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai media pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan understanding emotions anak usia dini serta mengidentifikasi potensi pengembangan aplikasi edukatif digital berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian literatur. Data diperoleh dari artikel ilmiah terbitan 2021–2026 yang dikumpulkan melalui Google Scholar, Semantic Scholar, ResearchGate, dan jurnal resmi. Sebelas artikel terpilih dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh sintesis temuan penelitian. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran konvensional maupun digital efektif dalam mengembangkan understanding emotions anak usia dini. Media yang bersifat visual, interaktif, kontekstual, dan berbasis bermain membantu anak mengenali, memahami, serta mengekspresikan emosi. Aplikasi edukatif berbasis gamifikasi memiliki potensi besar sebagai inovasi pembelajaran sosial emosional yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Kesimpulan: Studi literatur ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan understanding emotions memiliki karakteristik visual, interaktif, dan kontekstual. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan aplikasi edukatif untuk mendukung pembelajaran sosial emosional anak usia dini.
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Untuk Memfasilitasi Pengenalan Bentuk Geometri Pada Anak Kelompok A Usia 4-5 Tahun Di TK IT_Ar-Rasyiid Kecamatan Karangnunggal Maria Ulfah Sopany; Taopik Rahman; Edi Hendri Mulyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3565

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media untuk memfasilitasi pengenalan bentuk geometri pada anak kelompok B usia 4-5 tahun. Penelitian ini dilakukan di TK IT Ar-Rasyiid Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif merupakan suatu metode yang sering digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis dari suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpuan yang begitu luas. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan Langkah-langkah yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam (Sugiono, 2009) yaitu: 1) Pengumpulan Data ( Data Collection), 2) Reduksi Data (Data Reduction), 3) Display Data (Data Display), 4) Pengambilan keputusan dan kesimpulan (Conclusion Drawing / Veryfing). Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran sangatlah penting bagi kegiatan belajar mengajar khususnya untuk pembelajaran anak usia dini, penelitian menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran pengenalan bentuk geometri untuk kelompok A di TK IT Ar-Rasyiid menggunakan LKS, poster, majalah, damn kertas crap, sesuai dengan pernyataan guru dalam wawancara media tersebut kurang memfasilitasi pengenalan bentuk geometri untuk anak karena media pembelajaran yang digunakan kurang menarik minat anak.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Media, Geometri AbstractThis study aims to analyze the use of media to facilitate the introduction of geometric shapes in group B children aged 4-5 years. This research was conducted at the IT Ar-Rasyiid Kindergarten, Karangnunggal District, Tasikmalaya Regency. The method used in this research is using a qualitative descriptive method. Descriptive research method is a method that is often used to describe or analyze research results but is not used to make broad conclusions. The data analysis used is using the steps proposed by Miles and Huberman in (Sugiono, 2009), namely: 1) Data Collection, 2) Data Reduction, 3) Data Display (Data Display), 4) Decision making and conclusion (Conclusion Drawing / Veryfining). The results of the study show that learning media is very important for teaching and learning activities, especially for early childhood learning, research shows that the use of learning media for the introduction of geometric shapes for group A in TK IT Ar-Rasyiid uses worksheets, posters, magazines, damn paper crap, in accordance with the teacher's statement in the media interview did not facilitate the introduction of geometric shapes for children because the learning media used did not attract children's interest.Keywords: Early Childhood, Media, Geometry
Pemanfaatan Media Kelereng Marble Slide untuk Memfasilitasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Ani Sri Handayani; Heri Yusuf Muslihin; Taopik Rahman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3626

Abstract

AbstrakAnak yang mengalami kesulitan dalam melakukan koordinasi antara mata dan tangan secara serempak pada permainan. Hal tersebut yang dapat menyebabkan lemahnya gerak motorik anak. Permainan kelereng untuk anak merupakan permainan yang sangat menyenangkan. Banyak orang yang tidak mengetahui manfaat permainan kelereng khususnya permainan kelereng Marble Slide bagi motorik halus anak padahal manfaat permainan tersebut tidak untuk kesenangan anak saja tetapi sangat bermanfaat bagi anak usia dini khususnya bagi keseimbangan antara mata dan keseimbangan tangan, dan motorik halus anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam manfaat permainan kelereng Marble Slide untuk memfasilitasi perkembangan motorik halus anak usia dini. Metode pengumpulan data ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptip. Penelitian ini dilakukan di sekolah TK Plus Manar Al-Ummat, teknik observasi hanya mengamati dan melihat permainan yang ada di sekolah, wawancara yaitu mewawancarai guru terkait permainan kelereng yang dilakukan di sekolah, sedangkan dokumentasi merupakan peneliti mendokumentasikan anak-anak yang sedang bermain permainan kelereng Marble Slide menggunakan instrument ceklis. Teknis analisis data penelitian ini dengan menggunakan tiga kegiatan yaitu dengan reduksi, triangulasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini merupakan untuk mengetahui manfaat yang terdapat pada permainan tradisional engklek dalam aspek perkembangan motorik kasar pada anakKata Kunci: Permainan Kelereng, Motorik Halus, Anak Usia Dini AbstractChildren who have difficulty in coordinating between eyes and hands simultaneously in the game. This can cause the child's motor skills to be weak. Marble games for children is a very fun game. Many people do not know the benefits of playing marbles, especially the game of Marble Slides for children's fine motor skills, even though the benefits of the game are not only for children's pleasure but are very useful for early childhood, especially for balance between eyes and hand balance, and children's fine motor skills. The purpose of this study was to find out more about the benefits of playing Marble Slide marbles to facilitate the development of fine motor skills in early childhood. This data collection method uses a qualitative research design using a descriptive method. This research was conducted at the Kindergarten Plus Manar Al-Ummat school, the observation technique was only to observe and see the games in the school, interviews were interviewing teachers regarding the marbles game that was carried out at school, while the documentation was the researchers documenting the children playing the Marble marbles game. The slides use the checklist instrument. Technical analysis of this research data using three activities, namely the reduction, triangulation of data and drawing conclusions. The results of this study are to determine the benefits contained in the traditional engklek game in the aspect of gross motor development in children. Keywords: Marble Games, Fine Motor, Early Childhood
Pengaruh Kehangatan Keluarga Terhadap Perilaku Sosial Anak Usia Dini: Studi Literatur Fiar Nadiah; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11697

Abstract

Kehangatan keluarga merupakan faktor penting dalam perkembangan sosial anak usia dini. Lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, perhatian, dan komunikasi yang baik dapat membantu anak mengembangkan kemampuan sosial secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kehangatan keluarga terhadap perilaku sosial anak usia dini melalui metode studi literatur. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dan buku yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan membandingkan serta menginterpretasikan hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kehangatan keluarga berpengaruh positif terhadap perkembangan perilaku sosial anak, seperti kemampuan bekerja sama, berbagi, menghargai orang lain, dan menunjukkan empati dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat cenderung lebih mudah menjalin hubungan sosial dengan teman sebaya maupun orang dewasa di sekitarnya. Sebaliknya, kurangnya kehangatan dalam keluarga dapat menghambat kemampuan anak dalam berinteraksi sosial, bahkan dapat memengaruhi perkembangan emosional dan rasa percaya diri anak. Dengan demikian, kehangatan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan sosial anak usia dini serta membantu pembentukan karakter positif sejak dini.
Nilai-Nilai Spiritual Islam Sebagai Fondasi Kesejahteraan Anak Usia Dini Dalam Konteks Sosial Budaya Tiara Suherman; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai spiritual dalam ajaran Islam dapat menjadi dasar penting dalam membentuk kesejahteraan anak usia dini, khususnya dalam konteks kehidupan sosial budaya yang beragam. Masa anak usia dini merupakan periode yang sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian sehingga penanaman nilai seperti keimanan, ketakwaan, kejujuran, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama perlu dilakukan sejak awal secara konsisten dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur serta analisis terhadap praktik pendidikan anak usia dini di lingkungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai spiritual Islam pada anak usia dini dapat dilakukan melalui: a) pembiasaan dalam menanamkan keimanan dan ketakwaan, b) penguatan sikap sayang dan kepedulian terhadap sesama, c) pembentukan perilaku jujur dan tanggung jawab, serta d) penciptaan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual anak secara menyeluruh. Selain itu, keterlibatan keluarga, pendidik, dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memberikan teladan yang positif bagi anak. Nilai-nilai spiritual yang diterapkan sejak dini tidak hanya membantu perkembangan moral dan emosional anak, tetapi juga membentuk karakter yang mampu menghargai keberagaman, hidup harmonis, serta memiliki keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Permainan Tradisional Dalam Kesejahteraan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Di Era Digital Enok Dini Nuraini; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11715

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai edukatif dan berperan penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Namun, pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah pola bermain anak dari interaksi langsung menjadi aktivitas berbasis layar yang cenderung individualistik, sehingga berpotensi menurunkan kemampuan interaksi sosial, empati, dan regulasi emosi anak. Kajian yang secara khusus mengaitkan permainan tradisional dengan kesejahteraan sosial-emosional anak dalam konteks era digital masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan tradisional dalam meningkatkan kesejahteraan sosial-emosional anak usia dini di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional berperan signifikan dalam mengembangkan keterampilan sosial melalui interaksi langsung, kerja sama, serta internalisasi nilai-nilai sosial. Selain itu, permainan tradisional juga mendukung perkembangan regulasi emosi, empati, dan kemampuan komunikasi anak. Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan sosial dan kognitif yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses perkembangan anak. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alternatif strategis dalam mendukung kesejahteraan sosial-emosional anak usia dini di tengah tantangan era digital.
Peran Pendampingan Orang Tua Dalam Penggunaan Gadget Untuk Menjaga Digital Well-Being Anak Usia Dini Afrillia Junianti; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11732

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini menjadi hal yang sulit untuk dihindari seiring perkembangan teknologi digital pada masa kini. Di sisi lain, gadget juga memberikan manfaat sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan anak apabila tidak digunakan secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendampingan orang tua dalam penggunaan gadget guna menjaga digital well-being anak. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pendampingan orang tua sangat penting, seperti dalam mengatur durasi penggunaan, memilih konten yang sesuai, serta memberikan arahan dan contoh penggunaan gadget yang sehat. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam hal ini membantu anak mengembangkan kemampuan kontrol diri dan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara positif. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten juga dapat mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak, sehingga anak merasa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan teknologi digital. Orang tua tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik yang membimbing anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab sesuai dengan tahap perkembangannya. Dengan demikian, pendampingan yang tepat dari orang tua dapat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak negatif sekaligus mengoptimalkan manfaat gadget bagi anak usia dini.
Peran Guru Dalam Mendukung Kesejahteraan Sosial Emosional Anak Usia Dini Tantri Sundari Santoso; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam meningkatkan kesejahteraan sosial-emosional anak usia dini di lingkungan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga dalam memberikan dukungan emosional, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, serta memfasilitasi interaksi sosial anak. Guru menciptakan suasana kelas yang positif melalui keterlibatan yang hangat, penggunaan berbagai metode pembelajaran, dan penerapan penguatan positif terhadap perilaku anak. Praktik-praktik tersebut secara efektif mendukung anak dalam mengenali dan mengatur emosi, memperkuat kepercayaan diri, serta secara bertahap meningkatkan kompetensi sosial mereka. Meskipun demikian, guru menghadapi tantangan yang berkaitan dengan keberagaman karakteristik anak dan kemampuan mereka dalam mengelola emosi, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan fleksibel. Studi ini menyoroti bahwa responsivitas guru dan lingkungan belajar yang mendukung merupakan faktor penting dalam menumbuhkan kesejahteraan sosial-emosional anak. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik dan lembaga pendidikan anak usia dini mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan berpusat pada anak untuk mengakomodasi kebutuhan emosional dan perkembangan anak secara lebih optimal.
Menggugat Kebahagiaan Titipan: Rekonstruksi Subjective Well-Being Berbasis Child Agency Pada Anak Usia Dini Najwa Fadhilah Sofyan; Taopik Rahman; Risbon Sianturi Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11773

Abstract

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap kesejahteraan anak, muncul paradoks sosiologis ketika standar kebahagiaan anak didominasi oleh parameter objektif orang dewasa yang bersifat adult-centric. Fenomena ini menciptakan “kebahagiaan titipan” yang mereduksi kesejahteraan menjadi sekadar kepatuhan terhadap standar eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep Subjective Well-Being (SWB) pada anak usia dini dengan menempatkan child agency sebagai variabel determinan utama, sekaligus mengisi celah krusial The 8-Year-Old Gap dalam instrumen internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah Integrative Literature Review dengan pendekatan Critical Interpretive Synthesis (CIS) terhadap 32 literatur primer periode 2015–2025. Analisis dilakukan melalui teknik thematic coding interpretatif untuk membedah relasi kekuasaan dalam pendefinisian kebahagiaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan positivistik sering terjebak dalam pembungkaman agensi anak melalui kontrol struktural yang kaku. Temuan penelitian menegaskan bahwa SWB yang autentik hanya dapat dicapai melalui Dialogic Well-Being yang berbasis relational agency dan iklim kepercayaan (trust). Kegagalan dalam mengakui agensi anak merupakan bentuk kegagalan sistemik dalam menjamin hak asasi anak yang paling mendasar, yaitu hak atas kebahagiaan mandiri dan kedaulatan subjektif.
Risiko Negatif Gawai Terhadap Kesejahteraan Mental Anak Usia Dini Dan Kontribusi Pengawasan Orang Tua Fitri Ramadhani; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11778

Abstract

Perkembangan teknologi digital menjadikan gawai sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak usia dini. Namun, tingginya penggunaan gawai memicu kekhawatiran terhadap kesejahteraan mental anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko negatif paparan gawai terhadap kesejahteraan mental anak serta kontribusi pengawasan orang tua. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Data kemudian dianalisis melalui metode analisis isi dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menafsirkan temuan berdasarkan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan regulasi emosi dan psikologis, penurunan fungsi kognitif, perubahan perilaku maladaptif, serta menghambat interaksi sosial yang berpengaruh terhadap kesejahteraan mental anak. Sementara itu, peran pengawasan orang tua sangat penting dalam menekan risiko negatif penggunaan gawai. Pendampingan langsung, pembatasan durasi penggunaan, pengawasan konten digital, penerapan aturan penggunaan secara konsisten, penyediaan aktivitas alternatif non-digital, serta keteladanan orang tua dalam penggunaan teknologi menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan perkembangan psikologis, emosional, dan sosial anak di era digital.  
Co-Authors ., Yasbiati Aeni, Silmi Qurota Afni, Rena Nurul Afrillia Junianti Aini Loita Aini Loita Alisah Nur Azizah Alnisya Dwi Febriel Anggi Maulana Rizqi Anggi Maulana Rizqi Anggita Isma Juliandini Ani Sri Handayani Anissa Salsabila, Siti Rahma Ardin, Fiani Nurafifah Azhar Yamin, Alfian Cucu Mulyati Dadan Nugraha Dadan Nugraha Dea Indriani Dian Indihadi Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dita Nailul Rohmah Een Enita Elan Elan Elan Elan, Elan Enok Dini Nuraini Esi Destri Fathirahmah Fauziah Syarifatul Huriyah Febriani, Alvi Sufiyanti Fiar Nadiah Fitri Ramadhani Frisca Atriana Tungga Dewi Fuadatun, Fitri Gandana, Gilar Ghina Fairuz Fakhirah Syawalia Ghullam Hamdu Gilar Gandana Gustini, Iis Syifa Hadiyanti, Siti Maryam Hana Pandora Hasanah, Siti Nur Uswatun Hendayani, Yeni Heri Yusuf Muslihin Heri Yusuf Muslihin Heri Yusuf Muslihin Huda, Dalva Samrotul Iskandar, Budi Itsnaeni Aridha Rahmah Kristina, Tina Loita, Aini Luky Adrianto Lutfi Nur Maria Ulfah Sopany Martina, Alis Mau'izhah, Firda Ruhyah Maulani, Julia Maulany, Fany Megawati Windi Sapitri Muhammad Rijal Wahid Muharram Mulyana, Edi Hendri Muslihin, Heri Yusuf Muthiah Muthiah, Muthiah Nahdyawati, Dhea Najiah, Irna Najwa Fadhilah Sofyan Nasser Qudah Nisna Nursarofah Nisrina Nur Khaliza Noer Apri Laeni Nur, Lutfi Nuraly Masum Aprily Nurzaman, Istikhoroh Peby Dwi Damayanti Purwati Purwati Purwati, Purwati QONITA Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Firda Nafaatur Rahman Ratna Azshari Suhana Rifda Sa'adatul Laila Risbon Sianturi Sianturi Rosarina Giyartini Rosi Rosyani Sadick Akida Mwariko Sajidah, Cut Fairuz Salma Anisah Yasmin Salsabila Amalia Sepia Nuriska Sianturi , Risbon Sianturi, Risbon Silmi Qurota Aeni Silvi Pebrianti Senjawiani Sima Mulyadi, Sima Siti Aisyah Siti Aminah Adawiah Siti Maryam Hadiyanti Siti Nurma Suhana, Ratna Azshari Sukmawati, Annisa Sumardi . Syaripatunisa, Virda Syawalia, Ghina Fairuz Fakhirah Tahira, Anisa Tajmiati, Atit Tantri Sundari Santoso Thiana Nurussakinah Tiara Suherman Tri Astuti Triana, Mega Tyara Intana Putri Kusumah Utami, Nurul Ulfah Putri Wendah, Sri Yasbiati . Yasbiati, Yasbiati Yuniarti, Rima