Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Integrasi Teknologi dan Nilai-Nilai Islami dalam Strategi Pembelajaran PAI di Era Disrupsi Neni, Neni; Handayani, Satri; Basori, Basori
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 03 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v13i03.8784

Abstract

This study explores the integration of technology in Islamic Religious Education (PAI) as a strategic response to the challenges of the digital disruption era, aiming to strengthen the internalization of Islamic values among students. Using a descriptive qualitative approach through literature review and document analysis, the study found that PAI teachers have begun implementing various innovations such as the use of digital media, technology-based learning projects, and gamification to create more engaging and meaningful learning experiences. The findings show that digital media not only serves as a visual aid but also functions as an effective tool for fostering students’ Islamic character in a contextual manner. Data analysis reveals alignment with social constructivist and character education theories, emphasizing the importance of collaboration among teachers, parents, and the community. Despite challenges such as limited infrastructure and digital literacy, technological integration remains a strategic solution for shaping a generation of Muslims who are religious, critical, and adaptive to contemporary developments. This study recommends teacher training, supportive policies, and further research to evaluate the practical impact of these integrative strategies in real classroom settings.
The Influence of Social Media, Family Religious Education, School Religious Environment, and Religiosity on High School Students' Morality in Pekanbaru Rahayu, Evi; Neni, Neni; Siregar, Maralottung
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i3.pp1744-1763

Abstract

The Influence of Social Media, Family Religious Education, School Religious Environment, and Religiosity on High School Students' Morality in Pekanbaru. Objective: This study investigates the influence of social media, family religious education, school religious environment, and personal religiosity on the morality of students in private Islamic senior high schools in Pekanbaru. The focus is on understanding how both internal and external factors interact to shape students’ moral values, particularly in the context of increasing digital media exposure. Methods: A quantitative research approach with a correlational design was employed. The population included students from several private Madrasah Aliyah (Islamic senior high schools) in Pekanbaru. Data collection was conducted using validated questionnaires to ensure accuracy and reliability. Statistical analyses included descriptive statistics to summarize the data, Pearson correlation to measure the strength and direction of relationships among variables, and multiple linear regression to determine the combined predictive power of the independent variables. All analyses were performed using SPSS software. Findings: The results revealed that all four independent variables had significant positive correlations with students’ morality. Among them, personal religiosity emerged as the strongest predictor, suggesting that an individual’s internalized religious beliefs and practices play a central role in moral behavior. This was followed by family religious education, highlighting the importance of parental guidance in shaping moral character. Social media showed a positive but less dominant influence, indicating its potential role in reinforcing moral values when used constructively. The school religious environment also contributed positively, though to a lesser extent than the other factors. The regression model was statistically significant, with an R² value of 0.575, meaning that 57.5% of the variation in morality could be explained by these four predictors. Conclusion: The study concludes that students’ moral development is influenced by a combination of internal factors (such as personal religiosity) and external factors (including family, school, and social media). These findings underscore the importance of collaborative efforts among families, schools, and society to promote moral values, especially in today’s digital age. Keywords: morality, social media, family religious education, school religious environment, personal religiosity.
Factors That Influence Menstrual Hygiene Behavior in Adolescents in Cipedes Village, Tasikmalaya City Neni, Neni; Faturahman, Yuldan; Aisyah, Iseu Siti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12603

Abstract

Adolescence is an important period in the individual development process, marked by various biological, psychological, and sexual changes. Menstruation (menarche) is one of the early characteristics for adolescent girls that indicates the functioning of the reproductive system. This condition requires attention to the cleanliness of intimate organs, because the shedding of the endometrium which is rich in blood vessels can increase the risk of infection. Lack of implementation of good menstrual hygiene practices can have an impact on the health of the reproductive tract. Objective: To review the importance of implementing hygiene during menstruation as part of efforts to protect the reproductive health of adolescent girls and prevent infection. Menstrual hygiene includes actions to maintain cleanliness such as choosing the right sanitary napkins, changing them regularly, and cleaning female organs in the right way. Lack of education and information about hygiene management during menstruation is one of the factors that influences this poor practice. Social, cultural factors, as well as individual values and habits also play a role in shaping menstrual hygiene behavior. Counseling and education about menstrual hygiene play an important role in supporting the reproductive health of adolescent girls. Digital media such as Android applications can be used as an effective educational tool to improve understanding and healthy behavior during menstruation.
Strategi Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Pemahaman Akhlak Mulia pada Pelajaran PAI di Sekolah Neni, Neni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.820

Abstract

Tujuan penulisan tulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui berkenaan dengan strategi penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan pemahaman akhlak mulia pada pelajaran PAI di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Disekolah hari ini sebagaimana disebutkan dari beberapa penelitian menyebutkan guru-guru lebih banyak mengambil jalan pintas dalam mengajar dikelas khususnya berkenaan dengan peningkatan mutu akhlak mulia yang mana integrasi antara awidah (keyakinan) dan akhlak (moralitas) pada pembelajaran PAI lebih banyak diajarkan dengan metode ceramah dan penugasan. Padahal aqidah dan akhlak memiliki korelasi yang sangat erat dalam membentuk perilaku siswa dalam lingkungan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itulah diperlukan strategi yang benar-benar efektif dan efesien dalam proses pembelajarannya untuk mendapatkan hasil yang benar-benar sampai kepada tujuan pembelajaran yang dalam hal ini adalah penerapan pembelajaran berbasis masalah. Peningkatan mutu aqidah dan akhlak mulia pada pelajaran PAI disekolah dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasis masalah yang mana melalui pemecahan masalah tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan penguatan akhlak mulia’
Pemanfaatan Teknologi dalam Meningkatan Kualitas Pendidikan Agama Islam Neni, Neni
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2505

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan bagian penting dari kurikulum di Indonesia yang telah diberikan kepada siswa sejak dini. Pemberian mata pelajaran ini bertujuan untuk memperkenalkan ajaran Islam dan menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan al-Hadis. Pendidik memiliki tujuan mulia dalam menyampaikan Pendidikan Agama Islam, tidak hanya ingin membagikan pengetahuan tentang dunia, tetapi juga ingin memberikan persiapan untuk kehidupan akhirat kepada anak didiknya. Namun, dengan berjalannya waktu, pendidik diharapkan untuk selalu mengikuti perkembangan zaman guna meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam era modernisasi ini, peran teknologi sangat penting karena memudahkan berbagai aktivitas, terutama dalam pendidikan. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mendorong banyak perubahan dalam pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) juga tidak terkecuali dalam menghadapi berbagai pilihan yang ditawarkan oleh dunia teknologi informasi saat ini. Perkembangan teknologi telah membawa dampak yang signifikan dalam bidang pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam, seperti adanya aplikasi pembelajaran, E-learning, dan berbagai platform online lainnya yang mendukung kegiatan pendidikan. Perkembangan teknologi memiliki peran penting dalam membentuk proses pembelajaran di sekolah. Salah satu manfaat teknologi adalah untuk mengembangkan pola pikir peserta didik terkait pendidikan Islam.Oleh karena itu, seorang pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dengan baik. Kemampuan ini menjadi salah satu indikator kualitas seorang pendidik, karena pemanfaatan teknologi yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pengajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi pustaka, yang melibatkan tinjauan terhadap berbagai literatur seperti artikel ilmiah dan buku yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.Setelah mengumpulkan data, penulis menganalisis informasi yang diperoleh dan mengembangkannya menjadi sebuah tulisan. Di zaman sekarang, peserta didik cenderung tidak tertarik untuk mempelajari Pendidikan Agama Islam. Hal ini bisa disebabkan oleh persepsi bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dianggap membosankan. Akibatnya, banyak peserta didik yang merasa jenuh dan bosan saat mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Peningkatan Minat dan Prestasi Bahasa Inggris Siswa melalui Problem Based Learning dengan Media Comic di SMK Negeri Campalagian Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Judeslianti, Judeslianti; Sunra, La; Neni, Neni
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 3 No. 3 (2021): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan prestasi Bahasa Inggris siswa melalui penggunaan model pembelajaran PBL. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 siswa kelas X TB Tata Busana. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Nopember 2019. Data diperoleh dari kegiatan pembelajaran siswa serta hasil tes dan ulangan harian melalui teknik observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat kesesuaian antara model PBL dengan karakteristikpembelajaran Bahasa Inggris pada kelas X TB Tata Busana SMK Negeri Campalagian; (2) siswa memperlihatkan peningkatan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris; dan (3) prestasi belajar siswa meningkat dari rata-rata Ulangan Harian Siklus I = 56,57 menjadi 82,26 pada Siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan minat danprestasi Bahasa Inggris siswa
Efektivitas Metode Demonstrasi dalam Peningkatan Pemahaman Membaca Teks Prosedur pada Masa COVID-19 di Kelas IX SMPN 2 Selemadeg Timur Kab. Tabanan Bali. Cakra, Cakra; Sunra, La; Neni, Neni
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 3 No. 3 (2021): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi peningkatan pemahaman membaca semakin meningkat seiring dengan berkembangnya akses teknologi dan informasi saat ini. Untuk itu, permasalahan pemahaman membaca pada siswa perlu mendapatkan perhatian khusus. Metode demonstrasi digunakan sebagai intervensi pada penelitian ini sebab metode ini telah terbukti memberi dampak pada pembelajaran membaca. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran membaca teks prosedur, (2) meningkatkan pemahaman membaca teks prosedur peserta didik, dan (3) mengidentifikasi persepsi siswa terhadap implementasi metode demonstrasi. Data dikumpulkan dengan metode tes, observasi, dan wawancara dan hasilnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa keterlibatan siswa meningkat dari 68% sebelum implementasi menjadi 78% di siklus 1 dan 85% di akhir siklus 2. Selain itu, peningkatan hasil rata-rata tes pemahaman membaca siswa meningkat dari 70.44 menjadi 76.87 di siklus pertama dan menjadi 80.84 di siklus kedua. Hal tersebut bermakna bahwa metode demonstrasi dalam proses belajar mengajar bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa.
Penerapan Pembelajaran Sistem Icare Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengungkapkan Monolog Deskriptif Lisan Sederhana yang Berterima Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pasangkayu Sulawesi Barat Dian, Dian; Sunra, La; Neni, Neni
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan keterampilan mengungkapkan monolog Descriptive sederhana yang berterima (literary) bagi siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pasangkayu Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini sebagai jawaban dari kesulitan guru bahasa Inggris ketika membelajarkan siswa pada siklus lisan. Pelaksanaan (PTK) ini menggunakan tiga siklus dengan sistim ICARE yang melalui lima tahapan yaitu, Introduce (Kenalkan), Connect (Hubungkan), Apply (Terapkan), Reflect (Refleksikan) dan Extend (Perluaslah) pada bahasan Personal Descriptive (Diskripsi Orang) yang terdiri dari sub topik: (1) deskripsi wajah dengan memperkenalkan Possessive Pronoun, (Kata Ganti Milik) “his dan her”, (2) deskripsi postur tubuh dengan mengaitkan Pronoun as Subject, (Kata Ganti Subjek) “He dan She” dan kata kerja “wears” yang diikuti dengan kata benda yang merujuk pada pakaian (clothes), (3) melaksanakan penilaian individu lanjutan dan melakukan kegiatan remediasi dengan tutor sebaya. Agar pembelajaran bermakna dan menarik bagi siswa, maka pada bahasan Personal Description dikemas untuk mendiskripsikan orang-orang terkenal dengan kriteria penilaian meliputi permahaman kosa kata, pengucapan, kelancaran dan ketepatan menggunakan struktur kalimat. Hasil analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan angket siswa secara kualitatif dan secara kuantitaif diperoleh dari dokumen penilaian proses pembelajaran dan secara individu menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistim ICARE, dapat meningkatkan keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive lisan sederhana yang berterima terdapat peningkatan sebagai berikut: (1) meningkatnya keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive sederhana, (2) meningkatnya kemampuan siswa di dalam menggunakan bahasa Inggris lisan yang beterima dengan pengucapan yang relatif tepat, pada umumnya lancar dan menggunakan struktur kalimat yang tepat, (3) meningkatnya keberanian siswa dalam mengungkapkan monolog descriptive sederhana
PELATIHAN PEMBUATAN SARI TEMPE DALAM RANGKA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA AGAR TERHINDARI PENYAKIT TB PARU DI DESA TANJUNGSARI DAN DESA CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA Aisyah, Iseu Siti; Neni, Neni
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v5i2.873

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penderita TB paru dengan kejadian status gizi kurang (Aisyah Iseu Siti, 2018). Hal ini mengindikasikan bahwa seseorang yang menderita penyakit TB seiring dengan berjalannya waktu akan mengalami gizi kurang yang disebabkan oleh menurunnya asupan gizi yang memadai.Tempe merupakan salah satu pangan murah yang tinggi akan kandungan protein. Kandungan protein tempe yang tinggi diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi pada penderita TB Paru. Pengolahan tempe menjadi pangan yang lebih mudah untuk dikonsumsi selain dengan cara digoreng dan dikukus adalah dengan membuat tempe menjadi minuman sari tempe sehingga akan lebih meningkatkan asupan protein dengan melihat kemudahan dalam mengkonsumsi tempe tersebut tanpa harus melalui proses penggoreng yang sudah biasa dilakukan dimasyarakat.Berdasarkan hasil temuan tersebut maka kami ingin berkontribusi dengan melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Sari Tempe pada keluarga penderita TB Paru dalam rangka Peningkatan Status Gizi penderita Tb Paru di Desa Tanjungsari dan Desa Cineam Kabupaten Tasikmalaya. Melalui pelatihan diharapkan minuman sari tempe dapat menjadi alternatif konsumsi pangan tinggi protein yang bermanfaat untuk meningkatkan status gizi dan status kesehatan pada penderita TB paru dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat cara pengolahan tempe menjadi minuman sari tempe.Pelatihan sari tempe diadakan pada tanggal 15 Juni 2019 di aula madrasah desa Tanjungsari yang dihadiri 30 orang dan tanggal 16 Juni 2019 di aula madrasah desa Cineam yang dihadiri 25 orang. Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata skor pretest peserta adalah 81, 2 dan hasil rata-rata post test peserta adalah 89,5. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan pengetahuan peserta elatihan tentang pentingnya makanan sehat terutama sari tempe bagi pencegahan penyakit Tb paru. 
Pelaksanaan Kewajiban Pendidik dalam Menghadirkan Tanggung Jawab Terhadap Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri Neni, Neni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis pelaksanaan kewajiban pendidik dalam menghadirkan tanggung jawab terhadap siswa di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ini melibatkan sejumlah pendidik dan siswa di MAN yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kewajiban pendidik terhadap siswa di MAN telah mengalami sejumlah perkembangan dan tantangan. Pendidik di MAN telah aktif dalam memberikan bimbingan, pembinaan karakter, serta pendampingan siswa dalam mengembangkan potensi akademis dan non-akademis mereka. Meskipun demikian, adanya kendala-kendala seperti keterbatasan sumber daya dan perbedaan latar belakang siswa menambah kompleksitas pelaksanaan tanggung jawab pendidik. Dalam konteks ini, penelitian ini juga menyoroti strategi-strategi inovatif yang telah diadopsi oleh pendidik untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Di antaranya adalah pemanfaatan teknologi informasi, pelibatan orang tua, serta kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di MAN. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang peran dan tanggung jawab pendidik di lingkungan pendidikan Islam di Indonesia. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk perbaikan kebijakan pendidikan, pengembangan kurikulum, dan pemberdayaan pendidik di MAN serta institusi pendidikan sejenisnya. Penelitian ini juga menawarkan arahan bagi penelitian lebih lanjut tentang upaya-upaya penguatan peran pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri.