Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Nugget dan Sosis Lele Sebagai Finger Food Berbasis Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Pada Balita: Training on the Production of Catfish Nuggets and Sausages as Local Food-Based Finger Food to Prevent Stunting in Toddlers Marwan, Iis; Aisyah, Iseu Siti; Neni, Neni; Ghaffar, Mufti; Susilowati, Prima Endang; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.900

Abstract

Prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 (19,8%) masih berada di atas target yang ditetapkan sebesar 14,2% pada 2029 dan 5% pada 2045. Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) digalakkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting, mengingat ikan merupakan sumber protein hewani bernilai tinggi, mudah dicerna, dan terjangkau. Oleh karena itu, inovasi olahan ikan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) diperlukan.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi sumber pangan lokal, khususnya ikan, sebagai protein hewani dan metode pengolahannya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui edukasi (metode ceramah) mengenai inovasi olahan lele, diikuti demonstrasi pengolahan nugget dan sosis lele. Pengetahuan peserta dianalisis menggunakan pre-test dan post-test.Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,125 (p > 0,05), mengindikasikan bahwa intervensi ini belum memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, observasi pada skor rata-rata menunjukkan peningkatan pemahaman pada topik manfaat asam amino ikan serta metode pengolahan dan penyimpanan produk. Peningkatan ini dimungkinkan karena informasi tersebut ditekankan kembali selama praktik demonstrasi memasak. Disimpulkan bahwa edukasi di masa depan memerlukan media yang melibatkan partisipasi aktif peserta dan pembelajaran berbasis tim.
PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF UTSMAN BIN ABDULLAH BIN AQIL BIN YAHYA: Telaah atas Kandungan Kitab “Perhiasan Bagus Untuk Anak Perempuan Neni, Neni; Marchelina, Nova; Akla, Nurfitri A'tul; Triwahyuni, Firly
JURNAL DIALOKA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 (2023): Vol 2 No 1 (2023) : Kajian Literatur Naskah Nusantara
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/dl.v2i1.3536

Abstract

Abstract: Women have always been an interesting conversation in life, whether it's about fighting for their rights or about rules for women to Islamic views on the position of women in the family and society. The perception that occurs in this community illustrates that each religion and its adherents and society differentiate between men and women are very different. So that these rules are indicated based on religious rules, community rules, and cultural values in society. This study aims to find out about women in the perspective of Uthman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya. The method used is qualitative through literature study based on the book of Uthman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya and various other literature. It can be concluded that some of Uthaman's views are in line with Islamic teachings regarding rules for women. However, there are several things that are contradictory if these rules are related to the current era. Abstrak: Perempuan selalu menjadi perbincangan yang menarik di kehidupan, baik itu tentang memperjuangkan hak-hak nya maupun mengenai aturan-aturan bagi kaum perempuan hingga pandangan Islam terhadap kedudukan perempuan di keluarga maupun masyarakat. Adanya persepsi yang terjadi pada masyarakat tersebut menggambarkan bahwa setiap agama maupun penganutnya dan masyarakat dalam membedakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Sehingga aturan-atuaran tersebut di indikasikan berdasarkan aturan agama, aturan masyarakat, serta nilai-nilai budaya dimasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai perempuan dalam perspektif Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya. Metode yang digunakan, yaitu kualitatif melalui studi pustaka berdasarkan pada kitab Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya dan berbagai literatur lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Beberapa pandangan utsaman sejalan dengan ajaran Islam mengenai aturan-atuaran bagi perempuan. Akan tetapi terdapat beberapa hal yang bertentangan jika aturan-aturan tersebut dikaitkan di zaman saat ini.
Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Terhadap Manajemen PKBM Dalam Mewujudkan Kinerja Lembaga PKBM di Kabupaten Garut Neni, Neni
Jurnal Publik Vol. 16 No. 01 (2022): Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v16i01.102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan kebijakan PKBM terhadap manajemen PKBM dalam mewujudkan kinerja lembaga PKBM. Metode yang digunakan adalah analisis deksriptif dengan teknik survey. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari PKBM di seluruh Kabupaten Garut yang berjumlah 80 lembaga dengan jumlah sampel sebanyak 44 PKBM. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan PKBM berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap manajemen PKBM dalam mewujudkan kinerja lembaga PKBM. Artikel ini berkesimpulan bahwa untuk mewujudkan kinerja lembaga PKBM antara lain dapat dilakukan dengan mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan PKBM dan manajemen PKBM.
Pemaknaan nilai kebangsaan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam Zikraini Syafitri, Ruhul; Tazkia, Khairunnisa; Neni, Neni
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-IKHLAS DAIRI SIDIKALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64677/ppai.v2i2.214

Abstract

This study explores the meaning of national values in Islamic Religious Education (PAI) learning. The research aims to analyze how students understand and internalize values such as patriotism, unity, tolerance, and social responsibility through PAI lessons. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires involving teachers and students. The results indicate that integrating national values into PAI learning enhances students’ character development, promotes civic awareness, and strengthens moral values. However, challenges such as limited teaching resources and varying student engagement were identified. The study suggests that effective teaching strategies, supported by appropriate media and active learning methods, are essential to maximize the impact of PAI in fostering national values among students.
Peran guru dalam menanamkan akhlak mulia di Era digital Ivanda, Salsa Bila; Neni, Neni
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-IKHLAS DAIRI SIDIKALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64677/ppai.v2i2.230

Abstract

The role of teachers in instilling noble character in the digital age is an important aspect in shaping the character of students amid rapid technological developments. This study aims to describe how teachers play a role in instilling moral and spiritual values in an educational environment that has been influenced by digital advances. The method used is a descriptive qualitative approach with a literature study technique that refers to various sources such as journals, books, and current scientific articles. The results of the study show that teachers have a central role as role models, mentors, and guides so that students are able to use technology positively. Teachers are also expected to be able to integrate moral values through character-based learning, the use of educational digital media, and collaboration with parents in supervising their children's morals. These findings confirm that the effectiveness of instilling noble character is greatly influenced by teachers' ability to balance technological aspects with ethical and spiritual values. Therefore, teachers play a role not only as educators but also as moral role models who shape the character of the digital generation.
The Impact of Social Media Use (TikTok/Instagram) on Generation Z's Understanding and Practice of Worship: An Islamic Religious Education Perspective Hafiz, Muhammad Suma; Neni, Neni
Cendekiawan : Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol 4 No 4 (2025): December: Multiple Intelligences of Students in Formal, Informal, and Nonformal E
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/cendekiawan.v4i4.485

Abstract

The study aims to comprehensively analyze and synthesize the impact of two dominant social media platforms, TikTok and Instagram, on two fundamental aspects of Generation Z's (Gen Z) religiosity: understanding of Islamic teachings and practice of worship, viewed from the perspective of Islamic Religious Education (PAI). Gen Z, as true digital natives, exhibits a massive reliance on online content, which fundamentally transforms how they access and internalize religious values. This shift creates serious challenges related to Digital Religious Literacy, where Gen Z's understanding of worship tends to be fragmentary and susceptible to algorithmic bias. In practice, worship is often shifted from the spiritual-personal domain to the public-social domain, increasing the risk of digital riyā' (showing off) and eroding khushū'(solemnity) due to digital distractions. The research method employed is a qualitative library research (study of literature). Data were systematically collected through documentation techniques from various primary and secondary sources, including reputable scientific journals, reference books, and recent studies on digital literacy, adolescent psychology, and Islamic education. The collected data were then analyzed using content analysis to identify patterns, value shifts, and formulate an PAI-based solution framework. The findings highlight a crisis of spiritual integrity and authenticity in worship among Gen Z. In response, the study posits the strategic role of PAI as a critical intervention.