p-Index From 2021 - 2026
9.119
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nurse Media Journal of Nursing LINK Jurnal NERS Jendela Nursing Journal (JNJ) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Kesehatan Holistic Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Keperawatan Indonesia Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Faletehan Health Journal Jurnal Kesehatan Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Health Information : Jurnal Penelitian J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Indonesian Journal of Global Health research Avicenna : Journal of Health Research Nusantara Science and Technology Proceedings Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Epidemiology and Society Health Review (ESHR) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti) Journal of Health Research Science Jurnal Keperawatan Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Prosiding University Research Colloquium Journal of Public Health Concerns Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Jurnal Keperawatan Keperawatan Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Holistik Jurnal Kesehatan Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Aplikasi Low Lighting Untuk Sleep Quality Dalam Mengurangi Kelelahan Pada Pasien Hepatitis Restinavia, Nyimas Arsilla; Kristinawati , Beti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43639

Abstract

Pasien hepatitis sering mengalami gangguan tidur dan kelelahan yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Faktor lingkungan, seperti pencahayaan, dapat mempengaruhi pola tidur, terutama pada lansia.Mengevaluasi efektivitas pencahayaan redup dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kelelahan pada pasien hepatitis. Studi kasus dilakukan pada seorang pasien laki-laki berusia 82 tahun dengan hepatitis. Pencahayaan redup (lampu LED) diterapkan di kamarnya pada malam hari selama empat hari. Kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sementara tingkat kelelahan diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan pemantauan denyut jantung.Kualitas tidur mengalami peningkatan signifikan, dengan skor PSQI menurun dari 17 menjadi 4. Denyut jantung turun dari 130 menjadi 78 kali per menit, dan tingkat kelelahan berkurang berdasarkan skor VAS.Pencahayaan redup efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kelelahan pada pasien hepatitis. Intervensi ini merupakan metode yang terjangkau untuk mengatasi gangguan tidur pada kasus serupa.Diperlukan studi yang lebih besar dan periode observasi yang lebih lama untuk mengonfirmasi temuan ini serta mengeksplorasi pengaruh intensitas pencahayaan yang bervariasi dan faktor lingkungan lainnya.
Jahe Sebagai Evidence Based Nursing untuk Mengurangi Mual pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa Nanda Tia Adila; Beti Kristinawati; Muhtarul Anam
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk328

Abstract

Hemodialysis is one of the actions as a kidney function aid to remove metabolic waste by using high technology, with nausea as one of the complications. Therefore, an Evidence Based Nursing study is needed regarding the implementation of extra ginger to reduce nausea in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. The results of data collection were analyzed to examine differences between groups with the Mann-Whitney test. The test results show a p-value of less than 0.001 (there is a significant difference). It was concluded that giving extra ginger was effective in relieving nausea in patients undergoing hemodialysis.Keywords: ginger; nauseous; hemodialysisABSTRAK Hemodialisa merupakan salah satu tindakan sebagai pembantu fungsi ginjal untuk pengeluaran sisa metabolisme tubuh dengan menggunakan teknologi tinggi, dengan mual sebagai salah satu komplikasi. Maka diperlukan studi Evidence Based Nursing tentang penerapan implementasi ekstra ginger untuk mengurangi mual terhadap pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Hasil pengumpulan data dianalisis untuk menguji perbedaan antar kelompok dengan uji Mann-Whitney. Hasil pengujian menunjukkan nilai p kurang dari 0,001 (ada perbedaan bermakna). Disimpulkan bahwa pemberian ekstra ginger efektif untuk meredakan mual pada pasien yang menjalani hemodialisa.Kata kunci: jahe; mual; hemodialisa
PROMOSI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASCA MENDERITA INFEKSI COVID-19 Fahrun Nur Rosyid; Beti Kristinawati; Guntur Nurcahyanto; Sidqon Mustofa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19320

Abstract

Abstrak: Pasca COVID-19 dapat menimbulkan dampak yang signifikan pada kualitas hidup terkait kesehatan individu yang terinfeksi, yaitu memburuknya kualitas hidup mereka. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan produk herbal habbatusauda, madu dan minyak VCO. Pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan pretest untuk mengetahui pengetahuan perta promosi kesehatan sebelum dilakukan edukasi. Kegiatan PkM dilanjutkan dengan penberian edukasi dan diakhiri dengan melakukan evaluasi paska dilakuakna edukasi untuk menilai pengetahuan posttest edukasi kesehatan. Pelaksanaan PkM dilakukan terhadap mitra pertama yang berjumlah 15 orang pada hari Kamis, 16 Desember 2021 dan mitra kedua yang juga berjumlah 15 orang pada hari Jum’at, 17 Desember 2021 dengan tema edukasi yang sama yaitu tentang manfaat suplemen herbal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien paska infeksi COVID-19 dengan menurunkan atau menghilangkan gejala sisa persisten yang dialaminya. Hasil pemberian edukasi setelah dilakukan evaluasi menunjukan perubahan signifikan skor pengetahuan peserta sebelum (30%) dan setelah edukasi (66%).Abstract: Post-COVID-19 can have a significant impact on the health-related quality of life of infected individuals, namely worsening their quality of life. This health promotion activity aims to increase public knowledge regarding the use of black seed herbal products, honey and VCO oil. This community service begins with conducting a pretest to find out knowledge about health promotion before education is carried out. PkM activities continue with providing education and end with conducting a post-education evaluation to assess knowledge of the health education posttest. The implementation of PkM was carried out on the first partner, numbering 15 people, on Thursday, 16 December 2021 and the second partner, also numbering 15 people, on Friday, 17 December 2021 with the same educational theme, namely about the benefits of herbal supplements to improve the quality of life of patients. Post-COVID-19 infection by reducing or eliminating the persistent residual symptoms they experience. The results of providing education after the evaluation showed significant changes in participants' knowledge scores before (30%) and after education (66%).
PENGUATAN PENGETAHUAN RISIKO KOMPLIKASI HIPERTENSI PADA LANSIA MELALUI KEGIATAN EDUKASI KESEHATAN Beti Kristinawati; Violeta Yuman Tanaya; Navian Fauzi Arifudin; Lilik Subagiyo Utomo; Rafi Abrar Pratama; Shafira Eka Damayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27971

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan utama di kalangan lansia, terutama di Desa Nganjat, Polanharjo, Klaten, di mana terdapat risiko komplikasi hipertensi yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia terkait risiko, gejala, dan pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan pendekatan ceramah dan diskusi interaktif. Kegiatan ini melibatkan 60 lansia sebagai peserta. Evaluasi dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 40% sebelum edukasi menjadi 81,7% setelah edukasi. Evaluasi partisipasi aktif peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami materi. Dengan peningkatan ini, diharapkan lansia mampu mengelola hipertensi secara lebih efektif, sehingga mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup mereka.Abstract: Hypertension presents a significant health challenge for the elderly, particularly in areas such as Nganjat Village, Polanharjo, and Klaten, where the risk of related complications is notable. This initiative aimed to empower older adults by enhancing their understanding of the risks, symptoms, and prevention strategies for hypertension. Utilizing a communication, information, and education (IEC) approach, we facilitated engaging lectures and interactive discussions that encouraged active participation. A total of 60 older adults took part in the program. To assess its effectiveness, we administered questionnaires before and after the sessions to measure changes in knowledge. The findings revealed a remarkable increase in understanding, with knowledge levels rising from 40% to 81.7% following the education. Furthermore, participants demonstrated a strong enthusiasm for the material, indicating their commitment to learning. With this newfound knowledge, we anticipate that the elderly will be better prepared to manage hypertension, ultimately reducing their risk of complications and enhancing their quality of life.
Effects of Massage Therapy on Anxiety in Heart Disease Patients: A Systematic Review Kristinawati, Beti; Handika, Bintang Viga; Rizkiawan, Ardhu; Mardana, Nyofan Wahyu; Wijayanti, Nove Wiand Dwi
Nurse Media Journal of Nursing Vol 14, No 3 (2024): (December 2024)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v14i3.59086

Abstract

Background: Patients with heart disease often experience anxiety as a response to physiological changes, and massage therapy is one of the alternative treatments available to alleviate this condition. Although the benefits of massage therapy in reducing anxiety are well recognized, there is a lack of focused research evaluating its specific effects on individuals with heart disease.Purpose: This review aims to systematically assess the effects of massage therapy on anxiety levels in patients with heart disease.Methods: A systematic review of the literature published between January 1, 2000, and December 31, 2020, was conducted using the PubMed, ScienceDirect, Scopus, CrossRef, and Google Scholar databases. Seventeen studies that met the inclusion criteria were selected for review. The quality of the included studies was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tool, and the findings were synthesized narratively.Results: The review indicates that massage therapy has a positive effect on reducing anxiety in patients with heart disease. Various massage techniques consistently demonstrated significant anxiety-reducing outcomes. However, the heterogeneity of massage therapy techniques limits the ability to draw conclusions about the comparative effectiveness of existing studies, particularly in reducing anxiety levels.Conclusion: Based on this systematic review, massage therapy appears to significantly reduce anxiety levels in patients with heart disease, including both surgical and non-surgical populations. This review highlights the value of integrating massage therapy into holistic patient care, especially for managing anxiety and enhancing comfort. 
The Role of Family Support in Enhancing Illness Acceptance Among Heart Failure Patients Prameswari, Shafa Textona; Kristinawati, Beti
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i1.4872

Abstract

Heart failure is a chronic disease that has a significant impact on the physical and psychological condition of the patient. A critical aspect of disease management is illness acceptance, which is the patient's ability to accept their condition positively. Family support has a crucial role in helping patients undergo this acceptance process. This study aims to analyze the relationship between family support and acceptance of illness in heart failure patients. The method used in this study is correlative analysis with a quantitative approach, a sample of 149 respondents was collected using a purposive sampling technique. The research was conducted at the General Hospital of Surakarta. Research data were collected using demographic questionnaires, family support, and acceptance of illness (ais). The results showed a positive and significant relationship between family support and acceptance of illness in heart failure patients with a p-value of 0.007 (p <0.05). Patients receiving family support in the form of emotional, instrumental, appreciation, and informational have an acceptance level of illness compared to patients who lack support. Family support helps patients manage emotions, improve treatment adherence, and adjust to necessary lifestyle changes. The conclusion of this study confirms that family support plays an essential role in increasing acceptance of illness in heart failure patients. After obtaining a p-value of 0.007, which means (p < 0.05) the null hypothesis (ho) is rejected.
Efektivitas Terapi Musik Suara Alam dan Guided Imagery Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Fibroadenoma Mammae: Studi Kasus Maharani, Mahrunnisa Syahratudar; Kristinawati, Beti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44549

Abstract

Musik suara alam dan guided imgery merupakan teknik relaksasi distraksi yang menggunakan indra pendengaran untuk mengurangi kecemasan dan mengontrol suasana hati. Pada umumnya penderita fibroadenoma mammae cenderung mengalami kecemasan dengan seiring waktu tumor ini juga akan semakin membesar apabila tidak ditangani dengan benar. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui hasil terapi kombinasi musik suara alam dan guided imagery pada pasien perempuan usia 33 tahun dengan perioperatif eksisi fibroadenoma mammae. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dalam penerapan evidence-based practice nursing pada satu pasien yang diberikan intervensi musik suara alam dan guided imagery selama 30 menit selama 3 hari. Berdasarkan hasil pemantauan 1 hari sebelum operasi dan 2 hari setelah operasi menggunakan Visual Analogue Scale for Anxiety (VAS-A), ditemukan skala kecemasan menurun pada pre-operasi 8 menjadi 6 dan post-operasi 6 menjadi 2. Hal ini membuktikan bahwa terapi kombinasi musik suara alam dan guided imajery efektif dalam mengurangi kecemasan.
Efektivitas Hand Held Fan Therapy Dalam Mengelola Dyspnea Pada Pasien Congestive Heart Failure Maulida , Aurani Faradila Dwi; Kristinawati , Beti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45688

Abstract

Gagal Jantung Kongestif (CHF) merupakan kondisi medis yang dapat diketahui karena adanya gangguan pada struktur dan fungsi jantung, yang berdampak pada menurunnya kemampuan ventrikel dalam memompa darah secara efektif. Gejala utama yang sering dialami oleh pasien CHF yaitu dyspnea atau rasa sesak napas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan terapi kipas genggam sebagai salah satu pendekatan non-farmakologis dalam menangani keluhan dyspnea pada pasien CHF. Penelitian yang digunakan menggunakan desain studi kasus yang melibatkan satu orang pasien CHF dan saat ini masih dirawat di Instalasi Gawat Darurat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara, serta penelaahan rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat dyspnea dari skala 4 menjadi 2 setelah dua kali sesi terapi kipas genggam masing-masing selama 5 menit. Selain itu, frekuensi napas menurun dari 27 kali per menit menjadi 23 kali per menit, dan kadar saturasi oksigen meningkat dari kurang dari 96% menjadi 99%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kipas genggam dapat digunakan sebagai metode tambahan dalam mengatasi sesak napas pada pasien CHF.
Penerapan Intervensi Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Selama Pungsi Vena di Instalasi Gawat Darurat Fauziah, Alfirda Retno Luluk; Kristinawati, Beti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47265

Abstract

Salah satu tindakan medis yang sering dilakukan di Instalasi Gawat Darurat yaitu pungsi vena yang terdiri dari pengambilan darah dan pemasangan infus. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang menyebabkan trauma dan ketidaknyamanan pada pasien. Nyeri akibat pungsi vena seringkali dapat menyebabkan penolakan pasien untuk melanjutkan prosedur. Sehingga penerapan intervensi dapat dilakukan salah satunya yaitu akupresur. Akupresur diberikan untuk mengurangi nyeri selama pungsi vena pada titik LI 4, LI 11, HT 7, karena dapat menghambat transfer rangsangan nyeri dan meningkatkan produksi endorfin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas akupresur guna mengurangi nyeri selama pungsi vena. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan metode observasi dan pemberian intervensi akupresur 10 menit sebelum pungsi vena dilakukan. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah VAS ( Visual Analogue Scale ). Hasil studi kasus yang diperoleh setelah dilakukan intervensi akupresur selama 10 menit, pasien mengalami penurunan nyeri dan lebih nyaman. Sehingga akupresur efektif untuk mengurangi nyeri selama pungsi vena.
Peningkatan kompetensi pengasuh lansia di Panti Werdha Aisyiyah Sumber Surakarta Sugiharto, Sugiharto; Kartinah, Kartinah; Kristinawati, Beti; Sulastri, Sulastri; Oktaviana, Wita; Fauzi, Ekan
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1348

Abstract

Background: The elderly population in every country around the world is growing, both in number and proportion. It is estimated that by 2030, 1 in 6 people worldwide will be 60 years of age or older. Elderly people living in nursing homes require increased care. Therefore, caregivers in nursing homes must also possess competent knowledge and skills. This can be achieved through structured upgrading of caregivers. Purpose: To provide knowledge and skills to caregivers as an effort to improve their competence in providing elderly care. Method: This community service activity was conducted from May to August 2025 with 12 meetings every Thursday from 8:00 to 11:00 a.m. in the hall of the Aisyiyah Sumber Surakarta Nursing Home. This activity was attended by 18 nursing home managers, both administrative and caregivers. This community service activity was conducted by six lecturers as speakers, facilitated by 10 students. Using LCDs, PowerPoint presentations, and the e-KMS link (https://lansia.giescare.com), participants were educated through lectures, interactive participatory discussions, and demonstrations. The education provided includes basic concepts of the elderly, ICOPE and SKILAS, psychosocial examinations, functional examinations of the elderly, hypertension, diabetes mellitus, rheumatoid arthritis, urinary problems in the elderly, reproductive health in the elderly, psychosocial health in the elderly, emergencies in the elderly, and complementary therapy. Results: The activity went well and received a positive response from the participants. Participants were able to practice simulations with demonstrations of caregiving practices according to the educational instructions. There was a significant increase in the knowledge and skills of elderly caregivers, with an average knowledge score of 30% increasing from the pre-test (average score of 20) to an average score of 60 at the post-test. Caregivers' skills in communication, mobility, self-care, and identifying signs of health risks in the elderly improved. Conclusion: Improving the competence of elderly caregivers through education and training has proven effective in enhancing their knowledge and skills in providing quality healthcare. Systematically designed, comprehensive, interactive, and needs-based training can have a positive impact on the knowledge, skills, and attitudes of elderly caregivers. Suggestion: The implication of this community service program is the importance of continuous learning for elderly caregivers to stay up-to-date with developments in science and technology so they can provide comprehensive, standardized, and increasingly better services. Keywords: Elderly; Elderly caregiver; Integrated care for the elderly; Nursing home Pendahuluan:  Populasi lansia di setiap negara di dunia mengalami pertumbuhan, baik dalam jumlah maupun proporsinya. Diperkirakan pada tahun 2030, 1 dari 6 orang di dunia akan berusia 60 tahun ke atas. Lansia yang tinggal di panti memerlukan perhatian lebih. Oleh karena itu para pengasuh lansia di panti juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kompeten. Hal tersebut dapat diperoleh dengan melakukan upgrading bagi pengasuh lansia di panti secara terstruktur. Tujuan: Memberikan pengetahuan dan ketrampilan pada pengasuh lansia sebagai upaya peningkatan kompetensi dalam melakukan perawatan lansia. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2025 dengan 12 kali pertemuan setiap hari Kamis pukul 08.00 sampai dengan 11.00 di aula Panti Werdha Aisyiyah Sumber Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 18 pengelola panti baik administrasi maupun pengasuh. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh 6 dosen sebagai pemateri difasilitasi oleh 10 mahasiswa. Dengan media LCD, PPT, dan link e-KMS (https://lansia.giescare.com), para peserta diberikan edukasi dengan metode  ceramah, diskusi interaktif partisipatif, dan demonstrasi. Edukasi yang diberikan meliputi tentang konsep dasar lansia, ICOPE dan SKILAS,  pemeriksaan psikososial, pemeriksaan fungsional lansia, hipertensi, diabetes mellitus, rematoid artritis, masalah perkemihan pada lansia, kesehatan reproduksi lansia, kesehatan psikososial pada lansia, kegawatdaruratan pada lansia, dan terapi komplementer. Hasil: Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari para peserta. Para peserta dapat melakukan praktik simulasi dengan demonstrasi penerapan pengasuhan sesuai petunjuk dalam kegiatan edukasi. Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan para pengasuh lansia, dengan peningkatan skor tingkat pengetahuan rata-rata 30% dari pre-test (rata-rata nilai 20) menjadi rata-rata 60 pada saat post-test. Ada peningkatan keterampilan pengasuh dalam berkomunikasi, mobilisasi, perawatan diri, dan identifikasi tanda-tanda risiko kesehatan pada lansia. Simpulan: Peningkatan kompetensi bagi para pengasuh lansia dengan pemberian pendidikan dan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuh lansia dalam pemberian pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelatihan yang dirancang secara sistematis, komprehensif, interaktif, dan berdasarkan kebutuhan dapat memberikan dampak positif baik pada tingkat pengetahuan, keterampilan, maupun sikap para pengasuh lansia. Saran: Implikasi dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pentingnya pembelajaran berkesinambungan bagi pengasuh lansia untuk tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan sehingga dapat memberikan pelayanan yang komprehensif, sesuai standar dan semakin menjadi lebih baik.
Co-Authors Ade Fauzan Ahmad Fadhlur Rahman Amilatusholiha, Dina Ammar, Naufal Ana Dwi Iriani Ana Dwi Irianti Ana Oktarisa Anam, Muhtarul Ananda, Ira Ayu Andi Kurniawan Andini Rahma Nidaul Izza Anggraheni, Astantika Afri Annisa Muryadewi Annisa, Safira Bela Antika, Febrianti Nur Ardhia Putri Pramesti Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Ardito Dicky Pilang Gusbriananda Arditya Kurniawan Arif Widodo Arifudin, Navian Fauzi Arina Maliya Army Reza Mutias Aryani, Annisa Dini Aura Rahmatika Galuh Putrianti Avrielya, Dinda Azizah, Adelia Nurul Azizah, Lina Wati Nur Belete, Alemayehu Berhanu Bintang Viga Handika Carissa, Bella Damayanti, Shafira Eka Danur Kusuma Arini Putri Daviq Bagus S Diah Ayu Kurnia Dian Hudiawati Dian Hudiyawati Dimas Ria Angga Pribadi Dyaz Surya Ananta Dyaz Surya Anata Eka Devi Permatasari Ekan Faozi Enita Dewi Estu Werdani, Kusuma Fadhila, Aisyah Nur Fadhila, Rizky Amin Nur Fahrun Nur Rosyid Fahrun Nur Rosyid Fahrun Nur Rosyid Fahrun Nur Rosyid Fahrun Nur Rosyid Faizah Betty Rahayuningsih Faristiyana, Nadia Ilhaq Aulia Fatma Dhian Fauzi, Ekan Fauziah, Alfirda Retno Luluk Firyal Tsamarah Salsabila Guntur Nurcahyanto Hakim, Rayhan Nur Handika, Bintang Viga Hardiyana, Mayang Tri Haris Joko Prasetyo Hartono, Susilo Herliani, Vevi Hery Widijanto Hudiawati, Dian Ika Nur Azizah Iriani, Ana Dwi Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah Jannah, Zulfa Fairuz Jiheny Siska Pratiwi Karnianti, Retti Kartinah Kartinah, Kartinah Khasanah, Riska Nurul Khoirun Nisak KHOIRUN NISAK Khujun, Nuzula Syifaul Kristini, Puji Kurniasari Kurniasari Kurniasari Kurniawan, Arditya Laila Shofiya Lamini, Tutik Latifah, Oktaviana Nur Latiifah, Itsnaani Rahmadita Nur Lilik Subagiyo Utomo Lilik Subagiyo Utomo Lusi Runtuwene Maharani, Mahrunnisa Syahratudar Mardana, Nyofan Wahyu Maulida , Aurani Faradila Dwi Muhammad Farid Muhtarul Anam Mustofa, Sidqon Mus’ab Ridho Syafii Muthohharoh, Nurhidayah Nanda Tia Adila Nasichah, Siti Nur Alfiyatin Navian Fauzi Arifudin Nimas Citra Nur Baety Nove Wiand Dwi Wijayanti Nove Wiand Dwi Wijayanti Nur Widayati Nur Widayati Nur Widayati Nur Widayati Nurlaila Fitriani Nyofan Mardana Nyofan Wahyu Mardana Nyofan Wahyu Mardana Nyofan Wahyu Mardana Nyofan Wahyu Mardana Oktaviani, Rurun Nisa Patria Asda, Patria Permatasari, Eka Devi Pitasari, Sinta Pramesti, Ardhia Putri Pramesti, Diah Endah Prameswari, Shafa Textona Pratama , Rafi Abrar Pratama, Rafi Abrar Prayuni, Elita Trinanti Putri Intan Miladiana Putri Nurfitriani Putri, Danur Kusuma Arini Rafi Abrar Pratama Rafi Abrar Pratama Rafi Abrar Pratama Rahmadani, Hanifa Eka Rahmawati, Zulia Siti Restinavia, Nyimas Arsilla Rezania Asyfiradayati Riska Nurul Khasanah Riska Nurul Khasanah Riska Nurul Khasanah Rizkiawan, Ardhu Rohmah, Dini Nur Runtuwene, Lusi S Supratman S, Daviq Bagus S. Sugiharto Sari, Adjeng Pradita Sari, Mia Yuliana Permata Sari, Sheli Duwita Sejati, Ilham Kukuh Setiowati, Tutut Shafira Eka Damayanti Sidqon Mustofa Siti Arifah Siti Rahmawati Siti Rahmawati Siti Rahmawati Sri Rahayu SRI RAHAYU Sugiyarti Sulastri Sulastri Syafriati, Ani Thia Wulan Dinasti Tofik Hidayat Tofik Hidayat Vevi Herliani Violeta Yuman Tanaya Wahyu Rahmawati Wardani, Prahasti Anggun Kusuma Widodo Widodo Wijayanti, Nove Wiand Dwi Wita Oktaviana Wiyoga, Aryasatya Cahya Wulan Sari Yohanes Agoes Passo Marey Yolan Tamelia Yuli Wahyu Utami