p-Index From 2021 - 2026
9.119
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nurse Media Journal of Nursing LINK Jurnal NERS Jendela Nursing Journal (JNJ) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Kesehatan Holistic Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Keperawatan Indonesia Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Faletehan Health Journal Jurnal Kesehatan Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Health Information : Jurnal Penelitian J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Indonesian Journal of Global Health research Avicenna : Journal of Health Research Nusantara Science and Technology Proceedings Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Epidemiology and Society Health Review (ESHR) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti) Journal of Health Research Science Jurnal Keperawatan Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Prosiding University Research Colloquium Journal of Public Health Concerns Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Jurnal Keperawatan Keperawatan Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Holistik Jurnal Kesehatan Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

TELEREHABILITATION TO IMPROVE PHYSICAL ACTIVITY IN HEARTH FAILURE PATIENTS Damayanti, Shafira Eka; Kristinawati, Beti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3300

Abstract

Gagal jantung mengakibatkan penurunan fungsi tubuh yang dikaitkan dengan gangguan kemampuan jantung dalam memompa darah. Kondisi ini mengakibatkan pasien mudah merasa lelah dan sesak napas, sehingga mengurangi kemampuan dalam melakukan aktivitas fisik. Telerehabilitasi manjadi alternatif intervensi yang memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh untuk memonitor pasien secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas telerehabilitasi dalam meningkatkan kemampuan aktivitas fisik pada pasien gagal jantung. Studi eksperimental dilakukan pada 118 pasien gagal jantung yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi yang diberikan berupa edukasi terstruktur mengenai rehabilitasi fase 4 dan monitoring dilakukan jarak jauh selama 4 minggu dilakukan menggunakan telepon seluler. Instrumen International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk menilai tingkat kemampuan aktivitas fisik. Hasil analisis uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik pada rata-rata skor aktivitas fisik sebesar 0,66 pasca intervensi telerehabilitasi (p<0,001). Telerehabilitasi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan aktivitas fisik pasien gagal jantung. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif tindakan mandiri perawat yang efektif dan efisien.
Family support and medication adherence as determinants of patient decision-making in heart failure symptom management Rahmadani, Hanifa Eka; Kristinawati, Beti
Science Midwifery Vol 13 No 4 (2025): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i4.2122

Abstract

Heart failure patients frequently experience difficulties in making decisions related to symptom management. This study aims to determine the relationship between family support and medication management behavior with heart failure patients’ decision-making in managing clinical symptoms. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design and involves 270 heart failure patients at a regional hospital in Central Java in 2025. The instruments used include the Family Support Scale (FSS) questionnaire, the Adherence to Refill Medication Scale (ARMS), and the Decisional Conflict Scale (DCS). The research findings indicate that the majority of respondents received good family support (69.3%), exhibited high medication management behavior (52.6%), and were confident in making decisions regarding symptom management (89.3%). Statistical analysis showed a significant positive correlation between family support and decision-making (ρ = 0.595; p = 0.000), as well as between medication management behavior and decision-making (ρ = 0.126; p = 0.039). Family support and medication management behavior have a significant positive relationship with patients' confidence in making decisions regarding the management of their clinical symptoms. It is recommended to strengthen family support and improve medication management behavior to make it easier for patients to make decisions regarding the management of their disease symptoms. Healthcare professionals should involve family members in patient education and self-care programs, while hospital policymakers can develop family-based interventions to enhance patients’ decision-making confidence.
IMPACT OF DIFFERENT INTRADIALYTIC EATING TIMES ON HEMODYNAMIC STABILITY AND HEMODIALYSIS ADEQUACY Setiowati, Tutut; Rosyid, Fahrun Nur; Kristinawati, Beti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i2.3222

Abstract

Intradialytic eating (IE) remains controversial due to the absence of standardised clinical guidelines. While it can potentially improve patients' nutritional status, its effects on hemodynamic stability and dialysis adequacy remain inconclusive. This study aimed to evaluate the impact of IE timing on hemodynamic and dialysis adequacy. A quasi-experimental design with a control group was employed, involving 32 hemodialysis patients assigned to either an intervention or control group. The intervention group received a standardised meal consisting of 100 ml of milk and two egg whites (200 kcal; approximately 15 grams of protein) at varying times during five dialysis sessions. Observed parameters included systolic and diastolic blood pressure, pulse rate, MAP, and Kt/V. Measurements were recorded every 30 minutes throughout each session. Data were analysed using independent t-test and Repeated Measures ANOVA with Bonferroni correction. No statistically significant differences between the intervention and control groups across all parameters (p 0.05). However, within the intervention group, repeated measures ANOVA revealed changes in systolic blood pressure (p = 0.004), MAP (p = 0.021), and Kt/V (p = 0.031). Post-hoc Bonferroni tests identified significant differences in systolic blood pressure (p = 0.010 and p = 0.045) and MAP (p = 0.041). IE had a significant impact on hemodynamics during the first and second hours of dialysis (p 0.05). These findings indicate that IE toward the end of dialysis may serve as a safe nutritional approach, with minimal hemodynamic risk and greater potential for preserving dialysis adequacy compared to earlier phases of the session
Aplikasi Massage Olive Oil untuk Mencegah Dekubitus pada Pasien Kritis di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Pusat dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Nisak, Khoirun; Kristinawati, Beti; Widayati, Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: pasien kritis yang dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan penurunan kesadaran dan bedrest total beresiko mengalami dekubitus. Penerapan hasil penelitian massage menggunakan olive oil ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dekubitus pada pasien kritis yang dirawat di Ruang ICU. Metode: analisis masalah dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang efektifitas massage menggunakan olive oil untuk mencegah terjadinya dekubitus. Intervensi massage menggunakan olive oil dilakukan pada 12 orang pasien kritis yang dirawat di ruang ICU dan dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Tindakan massage menggunakan olive oil dilakukan satu kali sehari selama 5 hari dan selanjutnya dilakukan evaluasi. Instrumen yang digunakan yaitu GCS (Glasgow Coma Scale) untuk mengukur tingkat kesadaran pasien dan skala Braden untuk penilaian luka baring/decubitus. Hasil: 12 pasien yang dilakukan massage menggunakan olive oil menunjukkan hasil p-value 0,04 (<0,05) yang berarti bahwa massage olive oil signifikan dalam mencegah dekubitus. Diskusi: olive oil yang diaplikasikan pada kulit dengan cara massage dapat memberikan dampak meningkatkan aliran darah, merilekskan jaringan kulit, menjaga kelembaban kulit dan sebagai anti inflamasi. Kesimpulan: penerapan aplikasi jurnal massage olive oil yang dilakukan pada pasien kritis dengan bedrest total di ruang ICU memberikan manfaat mencegah dekubitus, sehingga dapat menurunkan peluang terjadinya dekubitus dan berdampak menurunkan hari perawatan pasien di ICU.
Hubungan Pelaksanaan Edukasi dengan Kemampuan Self Care Management Pasien Gagal Jantung Kristinawati, Beti; Khasanah, Riska Nurul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: pengetahuan melakukan self management yang tepat dibutuhkan oleh penderita gagal jantung untuk mengoptimalkan kodisi fisik dan psikologi yang menurun akibat kegagalan jantung menjalankan fungsinya memompa darah. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan edukasi yang dilakukan oleh perawat selama pasien menjalani rawat inap dengan kemampuan melakukan self management penderita gagal jantung. Metode: penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain korelasi dilakukan pada 113 penderita gagal jantung yang dipilih berdasarkan kriteria seleksi yang telah ditetapkan. Kemampuan melakukan self management diukur menggunakan instrument Self Care Heart Failure Index (SCHFI). Hasil: uji statistik menggunakan korelation product person didapatkan hasil p-value 0,06; CI 95% dengan koefisiaen kerelasi sebesar 0,257. Diskusi: kemampuan melakukan self management tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan tetapi dipengaruhi pula oleh faktor lain seperti karakteristik individu, status fungsional, faktor komorbid dan lama menderita gagal jantung. Kesimpulan: Berdasarkkan hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara pelaksanaan edukasi dengan kemampuan melakukan self management pada penderita gagal jantung.
Aplikasi Foot Massage untuk Menstabilkan Hemodinamik di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Pusat dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Kurniawan, Arditya; Kristinawati, Beti; Widayati, Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: pasien yang dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan kondisi kritis yang mengalami hemodinamik yang tidak stabil ditandai dengan peningkatan MAP (Mean Arterial Pressures), Heart Rate (HR), Respiratory Rate (RR), serta penurunan saturasi oksigen (SPO2). Penerapan hasil penelitian foot massage ini bertujuan untuk menstabilkan hemodinamik selama pasien dirawat di Ruang ICU. Metode: analisis masalah dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang efektifitas dalam pemberian foot massage untuk menstabilkan hemodinamik. Intervensi foot massage dilakukan pada 10 orang pasien kritis yang dirawat di Ruang ICU dan dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Tindakan foot massage dilakukan selama 20-30 menit dan selanjutnya dilakukan evaluasi. Alat ukur yang digunakan yaitu lembar observasi untuk melihat perubahan hemodinamik pada bed side monitor pasien. Hasil: sepuluh pasien yang dilakukan foot massage menunjukkan hasil p-value 0,001 (<0,05) pada RR; 0,000 (<0,05) pada HR; 0,004 (<0,05) pada MAP; 0,591 (>0,05) pada SPO2 yang berarti bahwa signifikan pada hemodinamik non invasif pada pasien yaitu pada HR, RR, dan MAP, akan tetapi tidak adanya perubahan yang signifikan pada SPO2. Diskusi: foot massage yang diaplikasikan pada pasien dengan ketidakstabilan hemodinamik dapat memberikan dampak meningkatkan sirkulasi, vasodilatasi arteri, mengurangi ketegangan otot, dan memberikan efek relaksasi otot polos. Kesimpulan: penerapan aplikasi jurnal foot massage yang dilakukan pada pasien kritis dengan ketidakstabilan hemodinamik di Ruang ICU memberikan manfaat menstabilkan hemodinamik pada HR, RR, dan MAP, sehingga dapat menurunkan hari perawatan pasien di ICU.
Aplikasi Teknik Pernapasan Buteyko untuk Memperbaiki Pernapasan Diafragma pada Pasien dengan Sesak Napas di Ruang Gawat Darurat Putri, Danur Kusuma Arini; Kristinawati, Beti; Hidayat, Tofik
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: penyempitan saluran napas yang dialami oleh pasien asma dapat dikurangi dengan melatih control pause. Teknik control pause yang dapat digunakan adalah teknik pernapasan buteyko. Penerapan teknik pernapasan “buteyko” bertujuan untuk memperbaiki pernapasan diaphragma serta memberikan efek relaksasi bagi penderita. Metode: analisis masalah dilakukan untuk menggali informasi tentang efektifitas teknik pernapasan buteyko untuk memperbaiki pernapasan diafragma dan memberi efek relaksasi. Intervensi teknik pernapasan buteyko dilakukan pada 10 orang yang datang ke IGD yang telah dipilih berdasarkan criteria yang telah ditentukan. Pelaksanaan teknik pernapasan buteyko memiliki 3 sesi, yaitu sesi pertama tes bernapas control pause, sesi kedua pernapasan dangkal, sesi ketiga teknik gabungan yang dilakukan sekitar 15 menit. Hasil: hasil yang didapatkan pada penerapan teknik pernapasan buteyko menunjukkan hasil yang signifikan, dibuktikan dengan frekuensi pernapasan pasien menjadi lebih baik. Diskusi: teknik pernapasan buteyko yang dilakukan pada pasien sesak napas pada umumnya dan asma pada khususnya memberikan efek memperbaiki frekuensi pernapasan diafragma dan memberikan efek relaksasi yang menjadikan pasien lebih nyaman Kesimpulan: penerapan teknik pernapasan buteyko yang diaplikasikan pada pasien sesak napas memberikan manfaat memperbaiki pernapasan diafragma serta memberikan efek relaksasi sehingga dapat menurunkan peluang terjadinya sesak berulang.
Efektivitas Penggunaan Earplugs dan Eye Mask pada Pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU): Literatur Review Herliani, Vevi; Kristinawati, Beti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stimulasi lingkungan perawatan dan perkembangan penyakit dapat menurunkan kualitas tidur pasien kritis di intensive care unit. Dibutuhkan intervensi keperawatan yang dapat memperbaiki ritme sirkandian secara normal sehingga berdampak pada perbaikan kualitas tidur pasien. Metode: Data base artikel yang direview diperoleh dari Hindiawi, Cochren, dan National Library of Medicine from the USA (Pubmed). Seleksi dalam pemilihan artikel menggunakan Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel berbahasa inggris dan bahasa Indonesia, tahun publikasi 2015 sampai 2020, full text, intervensi earplug dan eye mask untuk meningkatkan kualitas tidur. Kriteria eksklusi adalah hanya abstrak, laporan individu, newsletter, dipublikasikan sebelum 2015 dan artikel yang sama. Hasil: Artikel sejumlah 11 yang telah diseleksi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diperoleh hasil bahwa penggunaan intervensi earplugs dan eye mask dapat meningkatkan kualitas tidur pasien. Diskusi: Stimulasi lingkungan di ruang intensive care unit dapat merangkas sekresi melatonin, selain itu kebisingan yang terjadi di ruang perawatan dapat mempengaruhi irama ritme sirkandian sehingga berdampak pada gangguan tidur pada pasien. Saran: Penggunaan earplugs dan eye mask dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatan kualitas tidur di ruang intensive care unit.
Manajemen Medis dan Keperawatan untuk Penanganan Peningkatan Tekanan Intrakranial pada Pasien Kritis di Intensive Care Unit Pramesti, Ardhia Putri; Kristinawati, Beti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan tekanan intrakranial jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan perfusi cerebral sehingga mengakibatkan cedera pada otak. Dibutuhkan intervensi medis dan keperawatan untuk menangani peningkatan tekanan intrakranial pada pasien kritis untuk mencegah terjadinya keparahan sehingga review artikel ini dilakukan untuk meningkatkan manajamen intervensi medis dan keperawatan dalam menangani perawatan pada pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial untuk mencegah terjadinya keparahan yang akan terjadi pada pasien seperti kematian dan cedera otak yang disebabkan oleh edema otak. Pencarian database melalui google schoolar, National Library of Medicine from the USA (PubMed), Banco de Dados de Enfermagem, Latin-American dan Caribbean Literature in Health Science. Artikel yang dipilih diterbitkan antara tahun 2015-2020 serta metode pemilihan literatur artikel mnggunakan seleksi dengan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses dan diperoleh sejumlah 12 artikel. Hasil review didapatkan bahwa manajemen medis dan manajemen keperawatan dalam penanganan peningkatan tekanan intrakranial dapat mempertahankan efek penekanan intrakranial serta manajemen keperawatan dalam pemantuan penekanan intrakranial dalam peningkatan kepala serta pemberian intervensi keperawatan dan observasi di samping tempat tidur serta koordinasi dan manajemen di asuhan keperawatan antara lain harus menjadi bagian dari manajemen keperawatan. Hasil manajemen keperawatan yang dilakukan dalam pemberian observasi pasien dengan melihat sekala koma glas gow, pemberian posisi head up 30o, serta pemantuan tanda-tanda vital pasien. Manajemen medis dalam pemberian obat Dexmedetomidine, obat obatan alteplase, dan pemberian midozolam. Manajemen yang dilakukan untuk pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial dengan pemberian intervensi medis dan non medis dapat menurunkan/berpengaruh pada kerusakan lebih lanjut dari efek keparahan yang terjadi.
Manajemen Psikologis untuk Mengatasi Gangguan Tidur pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa: Literatur Review Permatasari, Eka Devi; Kristinawati, Beti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa dapat mengalami gangguan psikologis dan berdampak pada perubahan kualitas tidur pasien, Intervensi yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi masalah kecemasan dan gangguan pemenuhan kualitas tidur pasien. Manajemen psikologis dapat memberikan dampak pada peningkatan kualitas tidur pasien. Metode: Database diperoleh dari Pubmed, Proquest dan Google Scholar. Seleksi dalam pemilihan artikel menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyse/ PRISMA. Kriteria inklusi yang ditetapkan meliputi artikel berbahasa inggris dan bahasa Indonesia, tahun publikasi 2015 sampai 2020, full text, membahas intervensi manajemen psikologis untuk mengatasi gangguan tidur. Kriteria eksklusi yang ditetapkan meliputi publikasi berupa abstrak, laporan individu, newsletter, dipublikasikan sebelum 2015. Hasil: Artikel sejumlah 11 artikel yang sudah direview diperoleh hasil bahwa pemberian intervensi terapi perilaku kognitif, terapi suportif, terapi relaksasi, akupresure dan pemberian perawatan lanjutan dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien. Kesimpulan: Intervensi terapi perilaku kognitif, terapi suportif, terapi relaksasi, akupresure dan pemberian perawatan lanjutan pada pasien hemodialisa dapat menngurangi gangguan psikologi pasien dan berdampak meningkatkan kualitas tidur pasien. Saran: Intervensi terapi perilaku kognitif, terapi suportif, terapi relaksasi, akupresure dan pemberian perawatan lanjutan pada pasien hemodialisa dapat dijadikan intervensi untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa.
Co-Authors Ade Fauzan Ahmad Fadhlur Rahman Amilatusholiha, Dina Ammar, Naufal Ana Dwi Iriani Ana Dwi Irianti Ana Oktarisa Anam, Muhtarul Ananda, Ira Ayu Andi Kurniawan Andini Rahma Nidaul Izza Anggraheni, Astantika Afri Annisa Muryadewi Annisa, Safira Bela Antika, Febrianti Nur Ardhia Putri Pramesti Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Ardhu Rizkiawan Ardito Dicky Pilang Gusbriananda Arditya Kurniawan Arif Widodo Arifudin, Navian Fauzi Arina Maliya Army Reza Mutias Aryani, Annisa Dini Aura Rahmatika Galuh Putrianti Avrielya, Dinda Azizah, Adelia Nurul Azizah, Lina Wati Nur Belete, Alemayehu Berhanu Bintang Viga Handika Carissa, Bella Damayanti, Shafira Eka Danur Kusuma Arini Putri Daviq Bagus S Diah Ayu Kurnia Dian Hudiawati Dian Hudiyawati Dimas Ria Angga Pribadi Dyaz Surya Ananta Dyaz Surya Anata Eka Devi Permatasari Ekan Faozi Enita Dewi Estu Werdani, Kusuma Fadhila, Aisyah Nur Fadhila, Rizky Amin Nur Fahrun Nur Rosyid Fahrun Nur Rosyid Fahrun Nur Rosyid Fahrun Nur Rosyid Fahrun Nur Rosyid Faizah Betty Rahayuningsih Faristiyana, Nadia Ilhaq Aulia Fatma Dhian Fauzi, Ekan Fauziah, Alfirda Retno Luluk Firyal Tsamarah Salsabila Guntur Nurcahyanto Hakim, Rayhan Nur Handika, Bintang Viga Hardiyana, Mayang Tri Haris Joko Prasetyo Hartono, Susilo Herliani, Vevi Hery Widijanto Hudiawati, Dian Ika Nur Azizah Iriani, Ana Dwi Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah Jannah, Zulfa Fairuz Jiheny Siska Pratiwi Karnianti, Retti Kartinah Kartinah, Kartinah Khasanah, Riska Nurul Khoirun Nisak KHOIRUN NISAK Khujun, Nuzula Syifaul Kristini, Puji Kurniasari Kurniasari Kurniasari Kurniawan, Arditya Laila Shofiya Lamini, Tutik Latifah, Oktaviana Nur Latiifah, Itsnaani Rahmadita Nur Lilik Subagiyo Utomo Lilik Subagiyo Utomo Lusi Runtuwene Maharani, Mahrunnisa Syahratudar Mardana, Nyofan Wahyu Maulida , Aurani Faradila Dwi Muhammad Farid Muhtarul Anam Mustofa, Sidqon Mus’ab Ridho Syafii Muthohharoh, Nurhidayah Nanda Tia Adila Nasichah, Siti Nur Alfiyatin Navian Fauzi Arifudin Nimas Citra Nur Baety Nove Wiand Dwi Wijayanti Nove Wiand Dwi Wijayanti Nur Widayati Nur Widayati Nur Widayati Nur Widayati Nurlaila Fitriani Nyofan Mardana Nyofan Wahyu Mardana Nyofan Wahyu Mardana Nyofan Wahyu Mardana Nyofan Wahyu Mardana Oktaviani, Rurun Nisa Patria Asda, Patria Permatasari, Eka Devi Pitasari, Sinta Pramesti, Ardhia Putri Pramesti, Diah Endah Prameswari, Shafa Textona Pratama , Rafi Abrar Pratama, Rafi Abrar Prayuni, Elita Trinanti Putri Intan Miladiana Putri Nurfitriani Putri, Danur Kusuma Arini Rafi Abrar Pratama Rafi Abrar Pratama Rafi Abrar Pratama Rahmadani, Hanifa Eka Rahmawati, Zulia Siti Restinavia, Nyimas Arsilla Rezania Asyfiradayati Riska Nurul Khasanah Riska Nurul Khasanah Riska Nurul Khasanah Rizkiawan, Ardhu Rohmah, Dini Nur Runtuwene, Lusi S Supratman S, Daviq Bagus S. Sugiharto Sari, Adjeng Pradita Sari, Mia Yuliana Permata Sari, Sheli Duwita Sejati, Ilham Kukuh Setiowati, Tutut Shafira Eka Damayanti Sidqon Mustofa Siti Arifah Siti Rahmawati Siti Rahmawati Siti Rahmawati Sri Rahayu SRI RAHAYU Sugiyarti Sulastri Sulastri Syafriati, Ani Thia Wulan Dinasti Tofik Hidayat Tofik Hidayat Vevi Herliani Violeta Yuman Tanaya Wahyu Rahmawati Wardani, Prahasti Anggun Kusuma Widodo Widodo Wijayanti, Nove Wiand Dwi Wita Oktaviana Wiyoga, Aryasatya Cahya Wulan Sari Yohanes Agoes Passo Marey Yolan Tamelia Yuli Wahyu Utami