Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Siswa Tentang Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun SD Negeri 2 Timoreng Panua Kabupaten Sidrap Said, Sunandar; Mustanir, Ahmad; D, Herman; AR, Trisnawati; Ramadhan, Muh Rohady; Suleha, Suleha; Jumiati, Jumiati
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.52476

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada siswa Sekolah.  Mitra dalam kegiatan pengabdian Siswa kelas 6 SD Negeri 2 Timoreng Panua Kabupaten Sidenreng rappang. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri atas 4 tahap yakni persiapan, pelaksanaan, evaluasi, serta rencana tindak lanjut. Untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program, maka digunakan beberapa instrumen seperti instrument pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai PHBS dan CTPS pada siswa serta instrumen untuk evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan yang meliputi evaluasi kebermanfaatan pelatihan yang diberikan kepada siswa dan guru. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pelatihan yang diberikan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh kurangnya kebersihan diri dan PHBS. Selain itu, terjadi peningkatan sikap siswa yang awalnya kurang menyadari tentang pentingnya menjaga kebersihan, menjadi memiliki sikap positif. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan intensitas pelaksanaan kegiatan serupa untuk terus meningkatkan literasi kesehatan bagi siswa.
The Relationship of Employee Performance with Patient Satisfaction at Manisa Health Centre Sidenreng Rappang Regency: Quantitative Approach Syarifuddin, Alfiah; Ramlan, Pratiwi; Said, Sunandar
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i3.11838

Abstract

Pendahuluan: Kinerja pegawai berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Keluhan pasien yang berkaitan dengan ketepatan waktu pelayanan, profesionalisme, dan kecepatan dalam memenuhi kebutuhan merupakan indikator yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja pegawai dengan kepuasan pasien di Puskesmas Manisa, Sidenreng Rappang. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 98 responden yang dipilih menggunakan metode Cross Sectional Study. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dokumentasi, dan studi kepustakaan, dengan analisis menggunakan uji chi-square melalui SPSS versi 21. Hasil: Hubungan antara kinerja pegawai dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Manisa Kabupaten Sidenreng Rappang menunjukkan nilai signifikansi 0.000, karena nilai ini lebih kecil dari 0.05 (p < 0.05). Kesimpulan: Di Puskesmas Manisa Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagian besar pasien menilai kinerja petugas baik dan merasa puas terhadap pelayanan yang diterima.   Introduction: Employee performance plays a crucial role in improving the quality of healthcare services at Community Health Centers (Puskesmas), a primary healthcare facility. Patient complaints related to timeliness of service, professionalism, and speed in addressing needs are indicators that influence patient satisfaction levels. This study aims to determine the relationship between employee performance and patient satisfaction at Manisa Community Health Center, Sidenreng Rappang. Method: This type of research uses a quantitative approach. The sample consists of 98 respondents selected using the Cross Sectional Study method. Data collection techniques include observation, questionnaire, documentation and Library study with analysis using chi square test through SPSS version 21. Results: The relationship between employee performance and patient satisfaction levels at Manisa Community Health Center, Sidenreng Rappang Regency, showed a significance value of 0.000, as this value is less than 0.05 (p < 0.05). Conclusion: Manisa Community Health Center, Sidenreng Rappang Regency. The majority of patients rated the staff's performance as good and were satisfied with the service they received.
Hubungan Pengetahuan Siswa tentang HIV dan AIDS dengan STIGMA Terhadap ODHA di SMAN 5 Makassar Mardhatillah Mardhatillah; Devy Febrianti; Zulkarnain Sulaiman; Sunandar Said
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i1.1235

Abstract

HIV merupakan virus penyebab AIDS yang menyerang sistem kekebalan tubuh makhluk hidup. Data profil kesehatan kota Makassar tahun 2020, tercatat penderita HIV dan AIDS sebanyak 10.819 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa tentang HIV dan AIDS dengan stigma terhadap ODHA di SMAN 5 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 260 siswa SMAN 5 Makassar. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p<0,005 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang HIV dan AIDS dengan stigma terhadap ODHA dengan p=0,020, ada hubungan antara sikap siswa dengan stigma terhadap ODHA dengan p=0,001 dan ada hubungan antara partisipasi siswa pada kegiatan HIV dan AIDS dengan stigma terhadap ODHA dengan nilai p=0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan partisipasi siswa tentang HIV dan AIDS dengan stigma terhadap ODHA di SMAN 5 Makassar.
THE IMPACT OF PREECLAMPSIA ON MATERNAL MORTALITY IN ASIA: A COMPREHENSIVE EVIDENCE SYNTHESIS Pratiwi Ramlan; Sunandar Said; Zulkarnain Sulaiman; Khaeriyah Adri; Mardhatillah; Devy Febrianti; Ruslang
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 2 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.2771

Abstract

Preeclampsia remains one of the leading causes of maternal mortality globally, particularly in developing countries with limited access to antenatal care and emergency obstetric services. This study aims to synthesize scientific evidence regarding the relationship between preeclampsia and maternal mortality in Asia through a Systematic Literature Review (SLR). Using reputable databases such as Scopus, PubMed, and Web of Science, the study analyzed relevant articles published between 2020 and 2024. The results indicate that preeclampsia significantly contributes to maternal death through complications such as eclampsia, HELLP syndrome, and multi-organ failure. The trend of publications shows fluctuating research interest, with a peak in 2023, reflecting increased attention to maternal health post-pandemic. The majority of studies originate from the health sciences and biomedical fields, focusing on clinical interventions and pathophysiology. However, contributions from social, cultural, and policy-oriented research remain minimal, indicating a need for interdisciplinary integration. This review highlights critical risk factors such as chronic hypertension, limited prenatal care, and socio-economic disparities that exacerbate the impact of preeclampsia. It also emphasizes the importance of early detection, risk communication, and context-specific interventions in reducing maternal mortality. Ultimately, this synthesis provides a foundation for improving health policies, clinical practices, and future research directions related to preeclampsia and maternal mortality in Asia.
PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT BSF MENGGUNAKAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA KEPADA POKDAKAN DESA KULO Bibin, Muhammad; Erfina, Erfina; Sundari, Sundari; Lukman, Lukman; Adri, Khaeriyah; Mustanir, Ahmad; Said, Sunandar; Padapi, Astrini; Barisan, Barisan; Buhari, Buhari
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.2997

Abstract

The issue of household organic waste and the high cost of fish feed remains a significant challenge in Kulo Village. Limited community knowledge and skills in managing organic waste with economic value exacerbate this situation. A training program on Black Soldier Fly (BSF) larvae cultivation using household organic waste was implemented as a solution to both the waste problem and the rising cost of fish feed in Kulo Village, Sidenreng Rappang Regency. This initiative targeted the Anugrah Fishery Group (Pokdakan), which lacks expertise in organic waste management through BSF maggot bioconversion. This community empowerment program aimed to enhance the knowledge and skills of Pokdakan Anugrah in cultivating BSF maggots by utilizing household organic waste as a waste management solution and an alternative fish feed source. The methodology consisted of three phases: (1) outreach and introductory instruction on waste management and maggot cultivation, (2) hands-on practice in constructing BSF egg-laying cages and media, and (3) evaluation through pre-test and post-test assessments. The evaluation results indicated a substantial improvement in participants’ understanding, increasing from an initial 35.92% to 93.30% across various aspects, including the role of maggots as decomposers, the use of “kasgot” as fertilizer, maggots as alternative fish feed, the BSF life cycle, and cultivation techniques. The program demonstrated the potential to reduce household organic waste volume, lower fish farming production costs, and create new economic opportunities through the sale of maggots and organic fertilizer. The training activities significantly improved participant comprehension. Post-test scores increased to 90.62%–95.25% compared to the pre-test scores of 33.50%–38.50%. Participants directly practiced the fermentation of BSF maggot substrate using 10–15 kg of organic waste, constructed multi-level bioponds, BSF fly cages, and egg-laying media. This program not only has the potential to reduce household organic waste but also enables the production of highly nutritious alternative fish feed, thus reducing aquaculture production costs by 60–70% compared to conventional feed. Additionally, new economic opportunities may emerge through the sale of fresh/dried maggots and kasgot organic fertilizer. Overall, this training successfully empowered Pokdakan Anugrah in a sustainable manner, supported environmental management efforts, and fostered the development of a waste-based creative economy.
Implementasi Penggunaan Sosial Media dalam Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kota Enrekang : Implementation of the Use of Social Media in the Health Promotion Program at the City Health Center of Enrekang Devy Febrianti; Sulaiman, Zulkarnain; Mardhatillah; Sunandar Said; Khaeriyah Adri; Pratiwi Ramlan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3030

Abstract

Latar belakang: Puskesmas merupakan peranan penting dalam mencapai program Indonesia Sehat. Peningkatan pelayanan puskesmas sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui kegiatan program promosi kesehatan erat kaitannya dengan media yang digunakan salah satuya adalah sosial media pada program promosi kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui implementasi penggunaan sosial media di Puskesmas Kota Enrekang. Metode: Penelitian kualitatif dilakukan dengan pendekatan studi kasus, Teknik yang digunakan dalam penentuan informan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Hasil: Pada input, program promosi kesehatan menggunakan media sosial dianggap cukup efektif , pada process, pelaksanaan program promosi kesehatan terlaksana sesuai dengan perencanaannya jika dilakukan diawal tahun namun terdapat beberapa perencanaan yang sudah ditetapkan sering tidak sesuai di lapangan, dan tidak semua SDM terlibat dalam program promosi kesehatan. Pada output, program berjalan sesuai tujuan yang direncanakan tetapi belum ada indicator capaian sehingga belum bisa terlaksananya evaluasi secara optimal. Kesimpulan: Diharapkkan kepala puskesmas lebih memahami mengenai manajemen puskesmas dan koordinasi dalam menentukan suatu perencanaan serta tenaga promosi kesehatan lebih serius dalam peningkatan pelayanan promosi kesehatan terkhusus pada program berbasis sosial media.
MENUJU ZERO STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SUSU SAPI MURNI YANG BERGIZI TINGGI DAN BERNILAI EKONOMI Mardhatillah, Mardhatillah; Herman, Bahtiar; Yusrianti, Yusrianti; Febrianti, Devy; Said, Sunandar; Ramlan, Pratiwi; Adri, Khaeriyah; Sulaiman, Zulkarnain; Magfirah, Andi; Sari, Yuni; Nurafifah, Nurafifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27172

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan kedua yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Prevalensi stunting Kabupaten Enrekang sebesar 26.4% masih jauh dari target sebesar 14% di tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam berwirausaha dengan memanfaatkan kearifan local yaitu susu sapi murni. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2024. Metode yang dilakukan dengan mengadakan diskusi bersama mitra, penyuluhan dan praktek pembuatan produk bersama kelompok mitra Kelompok Wanita Tani Setia Mekar yang berjumlah 25 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu mengenai stunting dari 65% sebelum penyuluhan kesehatan menjadi 85% setelah penyuluhan, sementara keterampilan meningkat dari 70% menjadi 80% setelah pendampingan. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting dan mampu menghasilkan produk yang bergizi tinggi dan bernilai ekonomi dari bahan dasar susu sapi murni.Abstract: Stunting is one of the targets of the Sustainable Development Goals which is included in the second sustainable development goal, namely eliminating hunger and all forms of malnutrition by 2030 and achieving food security. Enrekang Regency's stunting prevalence of 26.4% is still far from the target of 14% in 2024. This activity aims to increase community knowledge in preventing stunting and improve community skills in entrepreneurship by utilizing local wisdom, namely pure cow's milk. The activity will be carried out in June-August 2024. The method used is holding discussions with partners, counseling and product making practices with a partner group of the Setia Mekar Women's Farmers Group, totaling 25 people. The results of this activity showed that there was an increase in mothers' knowledge regarding stunting from 65% before health education to 85% after education, while skills increased from 70% to 80% after mentoring. From this activity it can be concluded that there has been an increase in mothers' knowledge in preventing stunting and they are able to produce products that are highly nutritious and have economic value from pure cow's milk.
Administration Management At Baranti Community Health Center: A Systems Approach Analysis Nur Hamdah; Sunandar Said; Devy Febrianti
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): August : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v4i2.2588

Abstract

Readiness to use electronic medical records in Indonesia has met the minimum requirements in terms of infrastructure to implement digitalization of medical record data. With RME, patient data can be accessed quickly and accurately, reducing patient waiting time and minimizing recording errors. In addition, RME also allows integration of medical data between health facilities, making it easier to coordinate and refer patients. This research uses a type of field research (Field Research), with a qualitative descriptive approach which aims to describe phenomena that occur in the field in depth and systematically. The research focus in this study is the Electronic Medical Record (RME) application. The informants in this research were technicians or staff responsible for maintenance and technical support of RME, administrative staff (Registration, laboratory, pharmacy, clusters 1,2,3,4, doctors, polyclinics), head of the Baranti health center. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. The research results show that implementing electronic medical records is faster and easier than manual ones because it is easier to find patient data and archiving is simpler, patient complaints appear automatically, and are supported by the Head of the Community Health Center and the Health Service. Several factors that are the main obstacles include limited internet networks, limited computer equipment, and a long initial assessment process. Conclusion The implementation of Electronic Medical Records (RME) at the Baranti Community Health Center has proven to provide a significant increase in the efficiency of the health administration process. The RME system makes it easy to quickly and accurately search and archive patient data, replacing slower and error-prone manual methods. The recording process becomes more complete and structured, and reduces the use of paper and physical storage space, which also supports cost efficiency and is environmentally friendly. However, there are still obstacles that hinder the optimization of RME, such as application features that are incomplete and less flexible, operational times that are sometimes longer than manual, and training that is not evenly distributed for all staff.
Hubungan Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan Reski Idris; Sunandar Said; Pratiwi Ramlan
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.21792

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between the implementation of Electronic Medical Records (EMR) and the quality of healthcare services in the UPT Puskesmas Rappang work area, Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi Province. The objective of this research is to determine the relationship between the speed of service of Electronic Medical Records (EMR) and the frequency of network errors/disruptions on the quality of healthcare services. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional method. The sampling technique was conducted using simple random sampling with the Slovin formula, resulting in a sample of 91 patients in the Puskesmas Rappang work area. Data was collected through questionnaires distributed to patients, as well as secondary data from reports on the use of Electronic Medical Records (EMR) in several auxiliary community health centers (Pustu) and health posts (Poskesdes) in the region. Data analysis was conducted using the Chi-Square test to observe the relationship between the implementation of Electronic Medical Records (EMR) and the quality of healthcare services. The results showed that the p-value was greater than the set significance threshold (p 0.05), indicating that there is no significant relationship between the speed of service and error frequency of Electronic Medical Records (EMR) with the quality of service in the UPT Puskesmas Rappang work area. Keywords: Electronic Medical Records, Quality of Health Services, Public Health Centers, Patient Satisfaction.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecepatan pelayanan Rekam Medis Elektronik (RME) dan frekuensi error/gangguan jaringan terhadap kualitas pelayanan kesehatan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan sampel sebanyak 91 orang pasien di wilayah kerja Puskesmas Rappang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pasien, serta data sekunder dari laporan penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) di beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Poskesdes di wilayah tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara implementasi Rekam Medis Elektronik (RME)  dengan kualitas pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value lebih besar dari batas signifikansi yang ditetapkan (p 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan pelayanan dan frekuensi eror dari Rekam Medis Elektronik (RME) dengan kualitas pelayanan di wilayah kerja UPT Puskesmas Rappang. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Kualitas Pelayanan Kesehatan, Puskesmas,  Kepuasan Pasien.
Faktor Lingkungan yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemilihan Jajanan Siswa SMPN 5 Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang Eka Sari; Sunandar Said; Devy Febrianti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21573

Abstract

ABSTRACT The survey results conducted by the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) of the Republic of Indonesia show that around 80% of school children consume snacks in the school environment, either from vendors or in the school canteen, with 60.3% of students choosing not-so-good food, while 57.5% have a negative attitude towards snack foods. Although consuming unhealthy food has adverse effects on health, adolescents often continue these habits due to lifestyle influences and globalization. As much as 70% of students or 7 out of 10 students at SMPN 5 Panca Rijang choose their food by considering peer influence, family habits, and food accessibility based on initial observation results. This study aims to determine the relationship between peers, family, food accessibility, media influence, and socioeconomic status on snack selection behavior at SMPN 5 Panca Rijang. The research method uses a quantitative approach with a total sampling technique and data collection through questionnaires or interviews with univariate and bivariate (chi-square) data analysis. The results of the study show a relationship between peer influence and student snack selection behavior with a p-value of 0.010 0.05, which is smaller than the established significance level, while the other 3 factors, namely family (p-value 0.446), food accessibility (p-value 0.659), and media influence (p-value 0.161), with a p-value 0.05 indicate no relationship as the p-value is greater than the established significance level. Keywords: Environmental Factors, Meal Selection Behavior  ABSTRAK Hasil survei yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 80% anak sekolah mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah, baik dari pedagang yang berjualan maupun di kantin sekolah, sebanyak 60,3% siswa memilih makanan yang kurang baik, sementara 57,5% memiliki sikap negatif terhadap makanan jajanan. Meskipun mengonsumsi makanan tidak sehat berdampak buruk bagi kesehatan, remaja sering kali tetap melanjutkan kebiasaan tersebut akibat pengaruh gaya hidup dan globalisasi. Sebanyak 70% siswa atau 7 dari 10 siswa di SMPN 5 Panca Rijang memilih makanan mereka dengan mempertimbangkan pengaruh teman sebaya, kebiasaan keluarga, dan aksesibilitas makanan data ini berdasarkan hasil observasi awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara teman sebaya, keluarga, aksesibilitas makanan, pengaruh media, dan status sosial ekonomi terhadap perilaku pemilihan jajanan di SMPN 5 Panca Rijang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel total sampling serta pengumpulan data melalui kuesioner atau wawancara dengan analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan teman sebaya dengan perilaku pemilihan jajanan siswa nilai p-value  0,010  0,05 lebih kecil dari batas signifikansi yang ditetapkan, sedangakan 3 faktor lain yaitu keluarga(p-value 0.446) aksesibilitas makanan(p-value 0.659), dan pengaruh media(p-value 0.161) . Nilai p-value   0,05 menunjukkan tidak ada hubungan nilai p-value lebih besar dari batas signifikansi yang ditetapkan. Kata Kunci: Faktor Lingkungan, Perilaku Pemilihan Makan
Co-Authors Adri, Khaeriyah Adri, Khaeriyyah Aksal Mursalat Aksan, Muhammad Alamsyah, Putri Astika Andi Surahman Batara Andreani, Andi Riska Anggi Anggreni Ayu Amishela AR, Trisnawati Arif, Mega Aprisna Armang, Arnis Asmila Asmila Asmila Asra, Reza Astinah Adnan, Andi Asysyam, Mutiara Azyarah, Faimah B, Sofyan Barisan Barisan, Barisan Buhari Buhari Cahyani Thahir, Mutmainnah D, Herman Devy Febrianti Devy Febrianti Dwi Erma Kusumawati Eka Sari Eka Sari, Eka Erfina, Erfina Fahria, Ummi Febrianti, Devy Firman Firman Fitriani Fitriani Handy Ferdiansyah Herick Herick Herman, Bahtiar Irwan Irwan Irwan, Muh. Jamaluddin Ahmad Jamaluddin Jamaluddin Jaslin Jaslin Jumarni Jumarni Jumiati Jumiati Jumiati Patanan K, Nuraini Kamal, Kamal Khaeriyah Adri Khaeriyah Adri Khaeriyyah Adri Latif, Adam LUKMAN, LUKMAN M, Usman Madaling Madaling Magfirah, Andi Manda, Ibrahim Mardatillah Mardhatillah Mardhatillah Mardhatillah Mardhatillah, Mardhatillah Mega Aprisna Arif Mega Aprisna Arif Muhammad Bibin, Muhammad Muhammad Rahmat Ramadhan Aras Muhammad Rohady Ramadhan Muhammad Rusdi Muhammad Rusdi Mustanir, Ahmad Napa, Rizka Magfirah Nonci, Nurjannah Nur Hamdah Nurafifah, Nurafifah Nurul Wakyah Padapi, Astrini Ramadhan, Muh Rohady Ramlan, Pratiwi Ratna Ratri Pramudita Hafid Reski Idris Resky Ayu Resky Ruslang, Ruslang Saifullah Saifullah Sari, Evi Puspita Sari, Yuni Sellang, Kamaruddin Sinrang, Andi Sofiyah Sofiyah Sofyan B Sudirman, Fauziah Ramdhani Sulaiman, Zulkarnain Suleha, Suleha Sunandar Sunandar Sundari Sundari Surianti Surianti Syam, Syaiful Bahri Syamsunir Syarifuddin, Alfiah Syarifuddin, Rifni Nikmat Syifa Fauziah Trisnasari, Damayanti Usman M Wardana, Harmadi Yusrianti, Yusrianti Zain, Muhaidir M. Zulkarnain Sulaiman