Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Efektivitas Penyelesaian Sengketa Tanah Melalui Jalur Mediasi (Studi Penelitian Di Gampong Bumi Sari, Kec. Beutong, Kab. Nagan Raya) Burhanuddin Burhanuddin; Rachmatika Lestari
Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum Vol. 1 No. 3 (2023): September : Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/deposisi.v1i3.769

Abstract

Mediation has been regulated in Perma Number 1 of 2016 Article 1 point 1 explaining mediation as an alternative way of resolving disputes through a negotiation process to obtain an agreement between the parties assisted by a mediator. Mediation seeks (win-win solution) to reach a peace agreement. However, in fact there are still many mediations that do not work effectively, one of them in Gampong Bumi Sari in several cases of dispute, they did not make a letter of conciliation resulting in another dispute case, Article 27 paragraph (1) Perma Number 1 of 2016 explains to make a written peace agreement when the mediation reaches an agreement, an increase in cases of land disputes that mediation did not complete, one of the parties to the dispute during mediation carried a sharp weapon with the family so that the mediator felt intimidated. This study aims to find out how the process of resolving land disputes through mediation in Gampong Bumi Sari, find out what are the obstacles in the process of resolving land disputes through mediation in Gampong Bumi Sari, and see the level of effectiveness of resolving land disputes through mediation in Gampong Bumi Sari. The method used in this research is the empirical method, namely examining how the law works in the community environment.
Pendampingan Bipartit Dalam Kasus Ketenagakerjaan Rachmatika Lestari; Rosa Maulida Wirna; Farhan Deka Fahreza; Cut Ali Sahbana
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Journal of Legal Community Engagement
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v5i1.53186

Abstract

Abstrak Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan konsultasi dan pendampingan hukum kepada pekerja kasus ketenagakerjaan. Melalui pemberian konsultasi dan pendampingan hukum, masyarakat menjadi lebih meningkat pemahaman hukumnya dan sadar akan hak-hak mereka yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Adanya PHK dari perusahaan terhadap pekerja dapat memicu timbulnya perbedaan pendapat antara para pihak mengenai alasan terjadinya PHK, terutama bagi pihak pekerja yang merasa dirugikan dan menuntut agar dipenuhi hak-haknya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh sebab itu, berdasarkan ketentuan UU Ketenagakerjaan, perusahaan harus mengupayakan terlebih dahulu penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui musyawarah untuk tidak langsung melakukan tindakan PHK. Apabila harus melakukan tindakan PHK, perusahaan harus memperhatikan ketentuan dan prosedur tentang PHK sesuai dengan aturan perundang-undangan agar proses dan langkah yang dilakukan tidak menjadi batal demi hukum. Jika PHK telah terjadi, maka penyelesaian perselisihan dapat ditempuh melalui beberapa cara yaitu penyelesaian melalui perundingan bipartit, mediasi atau konsiliasi, dan penyelesaian di Pengadilan Hubungan Industrial. Kata Kunci: pendampingan; bipartit; kasus ketenagakerjaan Abstract This community service aims to provide legal consultation and assistance to employment case workers so that the community becomes more understanding of the law and aware of their rights protected by the laws and regulations. The existence of layoffs can trigger differences of opinion between the parties, especially workers who feel aggrieved and demand that their rights are fulfilled in accordance with applicable regulations. Therefore, the company must first seek the resolution of industrial relations disputes through deliberation not to directly carry out layoff actions. If layoffs are carried out, the company must pay attention to the provisions and procedures based on the laws and regulations so that the processes and steps taken do not become null and void. If layoffs have occurred, then dispute resolution can be reached through several ways, namely settlement through bipartite negotiations, mediation or conciliation, and settlement in the Industrial Relations Court. Keywords: mentoring; bipartite; employment case
TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PARKIR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Arfan, Muhammad; Lestari, Rachmatika
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan ketentuan Pasal 19(1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UU No. 8 Tahun 1999), pelaku usaha berkewajiban untuk memberikan ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh pencemaran atau kerugian yang diderita oleh konsumen akibat mengkonsumsi barang atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Tujuan dari investigasi ini adalah untuk menganalisis sejauh mana pertanggungjawaban pengelola parkir terhadap karakteristik kendaraan konsumen di tempat parkir Seulawah Cafe. Metode penelitian yang digunakan dalam proses penelitian ini ialah metode yuridis empiris yang mana berarti segala sesuatu itu benar apabila didukung oleh informasi serta kenyataan dan penelitian kepustakaan. Penelitian ini bersifat analisis deskriptif yang mana penulis dapat mengkaji secara lapangan ataupun wawancara serta kepustakaan dan cocok dengan teori-teori landasan untuk memecahkan permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud tanggung jawab yang dilakukan oleh pengelola parkir belum sesuai dengan Pasal 19 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen yang disebabkan tidak pahamnya akan ketentuan hukum yang berlaku serta tidak terdapatnya perjanjian tertulis antara pihak cafe dengan pihak pengelola parkir yang telah sepakat menyatakan tanggung jawab parkir sepenuhnya diserahkan kepada pengelola parkir.
DINAMIKA PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN RUMAH TANGGA : TINDAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BARAT Lestari, Rachmatika; Safrida, Safrida
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 8, No 1 (2024): April 2024, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v8i1.5781

Abstract

Abstract: According to data from DP3AKB West Aceh Regency in 2022, there is a continuous increase in domestic violence cases year after year. Specifically, violence perpetrated by male breadwinners poses new challenges for women who have experienced such cases, including economic problems. This study aims to examine the government's role in supporting the economic empowerment of women affected by domestic violence in West Aceh District, as well as identify the obstacles they face. The research method employed is empirical juridical, which relies on field data such as interviews and observations. The findings indicate that the Government has fulfilled its role in economically empowering women who are victims of domestic violence in West Aceh Regency. However, DP3AKB's role has been limited to providing protection, while the economic empowerment of victims is carried out through collaboration with external parties due to budget constraints. Therefore, it is recommended that the West Aceh District Government, particularly DP3AKB, propose regulations that govern the protection and empowerment of women affected by domestic violence. Additionally, they should plan empowerment programs to enable victims to become self-sufficient using the Regional Budget of West Aceh Regency. Abstrak: Berdasarkan data dari DP3AKB Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022, terlihat bahwa kasus KDRT terus meningkat dari tahun ke tahun. Khususnya, kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki sebagai pencari nafkah utama dapat menimbulkan masalah baru bagi perempuan setelah mengalami kasus tersebut, salah satunya adalah masalah perekonomian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan yang mengalami KDRT di Kab. Aceh Barat, serta Hambatan apa saja yang menjadi kendalanya. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode yuridis empiris, yang mana penelitian ini mengandalkan data lapangan sebagai sumber utama, seperti hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah telah menjalankan perannya dalam pemberdayaan ekonomi perempuan korban KDRT di Kabupaten Aceh Barat Peran DP3AKB selama ini hanya sebatas memberikan perlindungan kepada perempuan korban KDRT, sedangkan pemberdayaan ekonomi korban masih dilakukan dengan kerjasama pihak ketiga, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh DP3AKB. Oleh karena itu, disarankan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, khususnya DP3AKB, mengusulkan peraturan yang mengatur perlindungan dan pemberdayaan perempuan korban KDRT, serta merencanakan program pemberdayaan agar para korban dapat mandiri dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Aceh Barat.
Empowerment of Communities Through the Production of Functional Sorghum-based Food in Langung Village, West Aceh Andriani, Dewi; Eka Putri, Nafisah Eka Putri; Eka Putri, Suci; Irawan, Jekki; Putri Arisma, Mawaddah; Agam Syahputra, Rizki; Ulhaq, Riza; Lestari, Rachmatika; Yasrizal, Yasrizal
SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/spekta.v6i1.12149

Abstract

Background: This innovation aims to enhance the skills members and support nutritional improvement efforts to prevent stunting in the area. The program also includes training in packaging and product branding to increase the competitiveness and market in local markets. Contribution: Sorghum is being promoted as an alternative food source due to its nutritional content, which can help regulate blood sugar levels and prevent stunting in the community. Method: The methods used included community education, mentoring, and community development. The stages of the activity consisted of socialization, training on sorghum-based food products, product packaging and branding, data collection, and evaluations. Results: The results of the sorghum flour cookie processing showed that 80% of respondents stated the taste was delicious, and 72% said the eggroll product was delicious. Conclusion: This activity has a positive impact on product diversification for the partners and is expected to be sustainable for community empowerment. Sustainability is supported through mentoring, the development of SOPs, partnerships and community-based business units, as well as the role of local policies in strengthening agriculture.
Konsultasi Publik dalam Penyusunan KLHS RPJPD Aceh Jaya 2025–2045: Kajian Partisipatif Lestari, Rachmatika; Yana, Rahmah Husna
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/mabdimas.v5i1.1710

Abstract

The preparation of the Strategic Environmental Assessment (SEA) in the Regional Long-Term Development Plan (RPJPD) is a crucial step to ensure that environmental aspects are integrated into all stages of development planning. This study aims to examine the public consultation process in the preparation of the SEA for the Aceh Jaya RPJPD 2025–2045, as an application of a participatory approach oriented toward sustainability and social justice. The research uses a qualitative approach through participatory observation, in-depth interviews, and documentation of public consultation activities involving stakeholders from government, academia, civil society, traditional leaders, and local youth. The findings show that public consultation enhances transparency in planning processes, increases inclusivity in decision-making, and fosters a sense of ownership among the community regarding the region’s development direction. However, challenges remain in optimizing meaningful participation, such as limited participant capacity and time constraints for discussion. This study emphasizes the importance of strengthening local capacity, adaptive facilitation, and developing feedback mechanisms as integral components of the SEA process. Furthermore, the study reflects the role of higher education institutions in accompanying transformative development processes through science-based community service. Thus, public consultation is not merely a legal-formal procedure but a strategy for community empowerment toward sustainable and participatory development.
Program DESA ASRI: Penguatan Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah di Desa Purwodadi, Nagan Raya: indonesia Kusumawardani, Eva Flourentina; Aristanjaya, Reza; Aboni, Andes; Panjaitan, Risky Amalia; Armi, Luna; Auliya, Rahmah; Hajjar, Siti Fhadilla; Moniza, Moniza; Naben, Maria Della Imersi; Ramazan, Feri; Wibawa AB, Sultan Khana; Sasdiyanti, Shapna; Lestari, Rachmatika; Siregar, Mawaddah Putri Arisma
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 07, Issue 02, September 2025
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol7.iss2.art6

Abstract

The concept of Desa Aman, Sehat, dan Rindang (Desa ASRI), or Safe, Healthy, and Green Village, is an initiative aimed at creating a prosperous and sustainable village environment by prioritizing health, security, and environmental conservation. This program, initiated by the TIM PPK ORMAWA HIMAKESMAS FKM UTU in Purwodadi Village, includes various activities designed to enhance the quality of life for the community. One of the key components is the Waste Bank, which not only serves as a waste management facility but also supports the Sustainable Development Goals (SDGs) by encouraging residents to sort and recycle organic and inorganic waste. Additionally, the production of eco-enzymes, derived from the fermentation of organic materials, provides an environmentally friendly cleaning solution that helps reduce pollution. The vertiminaponic program, which combines fish farming with vegetable cultivation in household gardens, plays a crucial role in supporting local food security and economic resilience. These initiatives are further reinforced by the village qanun, a local regulation that ensures each program is implemented effectively and sustainably. Through collaboration and active community participation, Desa ASRI aims to create a safe, healthy, and green environment that benefits local residents while also attracting tourists and promoting broader environmental awareness.
Fenomena Pelecehan Seksual Catcalling Dalam Kajian Sosiologi Gender Yana, Rahmah Husna; Triyanto, Triyanto; Lestari, Rachmatika
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v5i1.12023

Abstract

Catcalling is a term for the phenomenon of verbal teasing behavior that leads to sexual harassment experienced by women. For people in Indonesia, catcalling is behavior that is considered normal by society, so the catcalling phenomenon still occurs frequently. The sociological study analysis used in this research uses the theory of feminism and patriarchal culture. Furthermore, this research was carried out with descriptive qualitative research using the literature study method. From the results of the analysis of sociological studies, the catcalling phenomenon is a behavior that is considered to be culturally acceptable, even normalized due to the patriarchal culture that is still embedded in society's social life. and in the view of feminist theory, catcalling is behavior that disturbs women's comfort and existence in the public sphere. 
Optimalisasi lahan melalui integrasi usaha tani kelapa dan budidaya lele untuk meningkatkan keberlanjutan dan diversifikasi pendapatan petani Ulhaq, Riza; Weihan, Rayhan Amadius; Nasution, Anisah; Andriani, Dewi; Setyowati, Mita; Putri, Nhyra Kamala; Itawarnemi, Hilmina; Jasmi; Lestari, Rachmatika
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.23824

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan stabilitas ekonomi petani melalui penerapan sistem pertanian terintegrasi antara budidaya kelapa dan ikan lele di Desa Bubuhan, Kabupaten Simeulue. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil produksi kelapa dan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Community Development, yang dilaksanakan dalam tiga tahap: (1) sosialisasi konsep budidaya terpadu; (2) pendampingan praktik lapangan mencakup integrasi budidaya kelapa dan lele serta pemanfaatan limbah kolam menjadi pupuk organik cair; dan (3) evaluasi partisipatif dan sumatif. Hasil evaluasi partisipatif menunjukkan bahwa pemahaman awal petani terhadap konsep integrasi dan pengolahan limbah masih rendah, namun 95% menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi peningkatan pendapatan. Setelah pelaksanaan kegiatan, evaluasi sumatif menunjukkan peningkatan signifikan, sebanyak 87% petani memahami sistem integrasi, 100% mampu memfermentasi limbah lele menjadi POC, dan seluruh peserta termotivasi menerapkan sistem secara mandiri. Selain itu, 80% responden mengakui adanya peluang diversifikasi ekonomi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan semangat kemandirian petani. Implementasi sistem pertanian terintegrasi berbasis sumber daya lokal memiliki kontribusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
PEMETAAN MODEL BISNIS RED HOUSE COFFEE DENGAN PENDEKATAN BISNIS MODEL CANVAS Pramulya, Rahmat; Agustia, Devi; Darmansyah, Dedy; Lestari, Rachmatika; Safrida, Safrida; Alfizar, Alfizar; Dabutar, Candra
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2441

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia, dan dikenal juga sebagai negara yang menjadi referensi produksi kopi berkualitas baik. Budaya minum kopi sekarang merupakan menjadi rutinitas atau bahkan menjadi kebiasaan yang sering kita jumpai mulai dari kedai kopi di gang sempit, persimpangan jalan, hingga mal – mal di perkotaan. Hal ini menjadi penanda bahwa fenomena kedai kopi menjadi sebuah bisnis baru yang cukup menjajikan, salah satunya yaitu red house coffee. Pertumbuhan UMKM di kabupaten bener meriah ditambah dengan adanya program pemerintah yaitu PPKM membuat pendapatan para pelaku usaha semakin berkurang. Red house coffee merupakan coffee Honey, wine, natural,luwak,robusta, speacility berlokasi di kabupaten bener meriah, provinsi aceh yang harus terus berinovasi agar usahanya dapat bertahan yang dapat dilakukan dengan memetakan model bisnis dan mengevaluasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan memetakan operasional bisnis usaha mikro dengan studi pada “red house coffee” dengan pendekatan Business Model Canvas. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis Sembilan blok business model canvas. Hasil penelitian menunjukan bahwa bisnis model kanvas red house coffee terdapat aspek yang masih lemah pada red house coffee dan perlu diperbaharui, yaitu aspek Channels yang masih mengandalkan penjualan dari outlet dan kurang mengoptimalkan penjualan online, meningkatkan promosi melalui social media seperti Instagram, facebook, tiktok dan youtub dengan melakukan iklan berbayar. Aspek value propotition yang belum menambahkan logo pada kemasan produk, menambah fasilitas wifi. Aspek customer relationship membangun awareness merek dan mengadakan membership. Aspek Revenue stream yaitu bisa menambah pendapatan dengan penyewaan tempat. Dan aspek key partner yaitu bisa memasok produk pada retail atau pun melalui minimarket local dan nasional.