p-Index From 2021 - 2026
7.385
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Berita Sosial THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Jurnal Teknik Kimia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra JUMAN Tools (Jurnal Manajemen Tools) Journal of Language, Literature, and Teaching Jurnal Ilmiah Kesehatan Journal of Integrated Agribusiness Journal of Public Administration and Government (JPAG) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Window of Public Health Journal Masker Medika JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL ARRUS Journal of Mathematics and Applied Science Jurnal Peternakan Lokal Bulletin of Science Education Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bulletin of Pedagogical Research Jurnal Cakrawala Mandarin Journal of Muslim Community Health (JMCH) EKONOMIKA45 Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Khidmah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Maeswara: Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan Journal Health Applied Science And Technology (JHAST) International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities Jurnal Bakti Dirgantara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC) Blaze: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan IPSSJ Jurnal Silih Asih
Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Transformation Challenges: Adaptation Of Filing Systems by Civil Servants In Mataram City Mustamin H. Idris; Asfarony Hendra Nazwin; Anindia Rizkila Cahyani; Reza Apriani; Indah Sari
Journal of Public Administration and Government Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpag.v6i2.1360

Abstract

Digital transformation is a government effort towards effective and efficient public service delivery. To expedite services and adapt to evolving technology, government agencies are required to adapt to the developments. This research aims to understand the biggest challenges and adaptive efforts of the Mataram City government in facing digital transformation in the context of archival management or the implementation of SRIKANDI as an effort to enhance the quality of public services. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include direct observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Mataram City faces challenges in digital archival transformation both before and during the implementation of SRIKANDI. The major constraints include human resource skills. Adaptive strategies are focused on improving human resource quality through intensive training, direct mentoring, and periodic evaluation. Effective collaboration among archivists, stakeholders, and technical teams is considered key to the success of digital transformation. Thus, this research contributes to understanding the challenges and solutions in digital archival transformation within local government settings.
Identifikasi Etnomatematika Rumah Adat Kota Bengkulu Sebagai Media Penyampaian Konsep Bangun Ruang Limas Indah Sari; Monna SatriaYunita; Betti Dian Wahyuni
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuna untuk mengidentifikasi etnomatematika rumah adat kota bengkulu yang dapat dijadikan sebagai media penyampaian konsep bangun ruang limas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bagian – bagian atau bentuk dari bangunan rumah adat kota Bengkulu memiliki nilai etnomatematika yang berkaitan dengan konsep matematika diantaranya yaitu mengenal bentuk bangun ruang limas yang dapat dijadikan media penyampaian konsep bangun ruang
Pengembangan Instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Pada Materi Pythagoras Siswa Kelas VIII SMPN 11 Bengkulu Tengah Indah Sari; Buyung Surahman; Betti Dian Wahyuni
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 16 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v2i16.1450

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) yang diberikan kepada siswa guna meningkatkan mutu pendidikan. Akan tetapi, pelatihan soal – soal AKM yang diberikan di sekolah belum mencakup berbagai aspek secara keseluruhan. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mencoba untuk mengembangkan soal AKM numerasi yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan siswa kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembanga, tingkat validasi, tingkat reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal AKM. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini mengahasilkan 20 butir soal AKM dalam materi pythagoras. Berdasarkan hasil analisis data hasil validasi oleh para ahli diperoleh total persentase penilaian dan dinyatakan layak diuji cobakan. Berdasarkan hasil validasi empiris diperoleh bahwa terdapat 19 butir soal valid dimana nilai dan 1 butir soal tidak valid. Pada tahap uji reliabilitas diperoleh nilai Cronbach Alpha soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, dan isian singkat adalah 0,874 dan untuk soal uraian panjang menunjukkan angka 0,928 sehingga soal dalam kategori reliabel. Sedangkan dalam tahap uji tingkat kesukaran terdapat 17 soal memiliki tingkat kesukaran sedang dan 3 butir soal memiliki tingkat kesukaran mudah. Dalam tahap uji daya pembeda terdapat 17 soal memiliki daya pembeda baik, 2 soal memiliki daya pembeda cukup dan 1 soal memiliki daya pembeda baik sekali.
IDENTIFIKASI KUALITAS PREPARAT TELUR CACING MENGGUNAKAN TEPUNG GULA SEBAGAI REAGENSIA ALTERNATIF PADA METODE FLOTASI Indah Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3398

Abstract

Pemeriksaan telur cacing STH (Soil Transminted Helminth) dapat dilakukan menggunakan metode flotasi yang lebih efisien dibanding dengan sedimentasi, karena menghasilkan sediaan yang lebih bersih dari pada prosedur sedimentasi. Metode flotasi dapat menggunakan larutan NaCl jenuh ataupun gula jenuh untuk melihat telur cacing dengan cara mengapung. Tepung gula merupakan gula pasir yang dihaluskan hingga berbentuk seperti tepung yang diberi cornstarch agar tidak menggumpal sehingga dapat dimanfaatkan sebagai reagensia alternatif pada metode flotasi. Metode ini dapat digunakan pada pemeriksaan feses yang mengandung sedikit telur. Cara kerjanya didasarkan pada berat jenis larutan yang digunakan, sehingga telur-telur terapung dipermukaan dan juga untuk memisahkan partikel-partikel yang besar yang terdapat dalam feses. Tujuan: Untuk memanfaatkan tepung gula sebagai alternatif pengganti NaCl pada metode flotasi. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah true experiment design. Sampel berupa feses untuk melihat hasil pemeriksaan secara mikroskopis menggunakan alternatif tepung gula dan NaCl jenuh sebagai kontrol. Data diolah secara analisis deskriptif berdasarkan hasil positif ditemukan telur cacing. Hasil: Pemeriksaan kualitas mikroskopis menggunakan reagensia tepung gula mendapatkan hasil 7 sediaan (43,75%) sangat baik, 5 sediaan (31,25%) baik, 4 sediaan (25%) cukup, dan 0 sediaan (0%) tidak baik. Kesimpulan: Tepung gula dapat dimanfaatkan sebagai reagensia alternatif pada metode flotasi.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENEGAKAN HUKUM ATAS TINDAK PIDANA PERUNDUNGAN MEDIA SOSIAL (CYBER BULLYING CRIME) BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2024 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK Tiara Adelia Putri; Niru Anita Sinaga; Indah Sari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka ruang baru bagi terjadinya berbagai tindak kejahatan berbasis digital, termasuk cyberbullying. Tindak pidana ini menimbulkan dampak yang luas, baik secara psikologis, sosial, maupun yuridis terhadap korban, sehingga diperlukan pengaturan hukum yang jelas serta penegakan hukum yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan tindak pidana cyberbullying dalam sistem hukum pidana Indonesia serta mengkaji hambatan dan upaya penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, yang bersumber pada data sekunder berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum terkait cyberbullying dalam hukum pidana Indonesia masih belum terintegrasi secara sistematis, terutama dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sehingga penerapannya cenderung mengandalkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagai lex specialis. Dalam praktiknya, penegakan hukum menghadapi sejumlah kendala, antara lain kesulitan pembuktian melalui alat bukti elektronik, identitas pelaku yang sulit dilacak, serta rendahnya tingkat pemahaman hukum masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan literasi digital, serta optimalisasi peran aparat penegak hukum guna mewujudkan perlindungan hukum yang efektif bagi korban cyberbullying.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kesembuhan Pasien Gangguan Halusinasi: Literature Review: Relationship Between Family Support and Recovery In Patients With Hallucination: Literature Review Indah Sari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2808

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi adalah ketidakmampuan pasien untuk mempersepsikan dan menginterpretasikan rangsangan yang ada dengan panca indera. Keluarga memiliki hubungan yang paling dekat dengan pasien dan "pengasuh utama". Tujuan: Literature review bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang hubungan dukungan keluarga dengan kesembuhan pasien halusinasi. Metodologi: Yang digunakan dalam tinjauan pustaka didasarkan pada pendekatan sistematis terhadap analisis data dengan pendekatan yang sederhana. Merancang uji coba terkontrol secara acak (RCT) pada hasil artikel penelitian yang memberikan hasil pengamatan atau pengalaman praktis, termasuk abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan diskusi, untuk membahas strategi pencarian artikel di database google scholar, database Perpustakaan Nasional RI termasuk artikel dari EBSCO, PubMed, dan Springer Link. Hasil: Terdapat 5 artikel yang memenuhi dengan kriteria inklusi pencarian “dukungan keluarga”, “penyembuhan”, dan “gangguan halusinasi”. Berdasarkan hasil kajian pustaka disarankan agar perawat dapat lebih meningkatkan perawatan pasien dengan halusinasi dengan melibatkan anggota keluarga dalam setiap proses perawatan. Keluarga juga menentukan peran dan tanggung jawab untuk kesembuhan serta memberikan dukungan yang diperlukan selama pemulihan pasien. Kesimpulan: Dengan adanya dukungan keluarga yang diberikan, kemampuan keluarga dalam merawat, dan kemampuan dalam mengontrol halusinasi dengan demikian terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kesembuhan pasien halusinasi.