Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Faktor Determinan Kelayakan Donor Darah Pada Usia Remaja : Determinant Factors of Blood Donor Eligibility in Adolescents Rahmat, Rahma Kurniawan; Andini Restu Marsiwi, Andini; Nur Laila Khasanah, Laila; Nurmiaty, Nurmiaty; T. Iskandar, Faisal; Nuswatul, Khaira
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4093

Abstract

Latar Belakang Cadangan darah yang sesuai untuk transfusi pada negara berkembang sangat terbatas bahkan di beberapa kejadian stok di PMI tidak ada sehingga angka kematian relatif tinggi serta rendahnya pendonor darah remaja dibandingkan dengan usia dewasa padahal donos sendiri memiliki manfaat meningkatkan produksi sel darah merah dan mendapatkan kesehatan psikologis. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor kelayakan dalam kegiatan donor darah pada usia remaja di UDD PMI Kota Tangerang serta mengetahui gambaran karakteristik serta hubungan yang terkait. Metode Penelitian dengan desain data kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain studi Cross-sectional menggunakan uji fisher’s extract test dengan jumlah 62 responden. Hasil Penelitian terdapat hubungan pola tidur dengan kelayakan donor darah ditandai dengan hasil (p-value = 0,001), terdapat hubungan kadar haemoglobin dengan kelayakan donor darah ditandai dengan hasil (p-value = 0,000), terdapat hubungan tanda-tanda vital dengan kelayakan donor darah ditandai dengan hasil (p-value = 0,000), terdapat hubungan konsumsi obat dengan kelayakan donor darah ditandai dengan dengan hasil (p-value = 0,001). Kesimpulan seluruh faktor yang peneliti sebutkan terdapat hubungan terhadap kelayakan donor darah pada remaja.
Edukasi HIV/AIDS pada Remaja SMA Tolitoli melalui Media Permainan Tradisional Engklek Edukatif Kurniawan, Rahmat; Faisal, T. Iskandar; Nurmiaty, Nurmiaty; Khaira, Nuswatul; Fitry, Adheyatul; B., Supriadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21958

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual seperti HIV/AIDS. Di Kabupaten Tolitoli, meningkatnya kasus HIV dan pernikahan anak menjadi perhatian serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja melalui edukasi berbasis permainan tradisional engklek. Metode yang digunakan adalah edukasi langsung kepada 33 siswa SMKN 1 Tolitoli pada tanggal 5 Juni 2025. Intervensi dilakukan melalui permainan edukatif engklek yang berisi pertanyaan seputar kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap remaja: dari 57,58% menjadi 100% untuk pengetahuan baik, dan dari 60,6% menjadi 100% untuk sikap baik. Pembahasan mengungkap bahwa metode edukasi interaktif mampu meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif terhadap isu kesehatan reproduksi. Edukasi berbasis permainan juga dianggap efektif menjangkau remaja dan memudahkan penyampaian materi yang sensitif. Kesimpulannya, metode permainan edukatif tradisional engklek terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS, serta direkomendasikan untuk digunakan sebagai strategi edukasi yang menyenangkan dan kontekstual di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Edukasi, Engklek Edukatif, HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi Remaja  ABSTRACT Adolescents are an age group that is vulnerable to reproductive health problems and sexually transmitted infections such as HIV/AIDS. In Tolitoli District, the increase in HIV cases and child marriage is a serious concern. This community service activity aims to improve the knowledge and attitudes of adolescents through education based on the traditional game of engklek. The method used was direct education to 33 students of SMKN 1 Tolitoli on June 5, 2025. The intervention was carried out through the educational game of engklek which contained questions about reproductive health and HIV/AIDS. Evaluation was conducted using pre-test and post-test. Results showed a significant increase in adolescents' knowledge and attitude: from 57.58% to 100% for good knowledge, and from 60.6% to 100% for good attitude. The discussion revealed that interactive education methods are able to increase understanding and form positive attitudes towards reproductive health issues. Game-based education is also considered effective in reaching adolescents and facilitating the delivery of sensitive material. In conclusion, the traditional educational game method of engklek is proven effective in improving adolescents' knowledge and attitudes regarding reproductive health and HIV/AIDS, and is recommended to be used as a fun and contextual educational strategy in the school environment. Keywords: Education, Educational Engklek, HIV/AIDS, Adolescent Reproductive Health
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Kesehatan Mental pada Remaja Kurniawan, Rahmat; Fitriani, Dhia Diana; Sirait, Pretty Lorenza; Nurmiaty, Nurmiaty; Faisal, T. Iskandar; Khaira, Nuswatul
Kelimutu Nursing Journal Vol 4 No 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v4i1.2006

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental dapat terganggu akibat penggunaan media sosial terlalu lama dan hal tersebut sering melanda anak- anak dan remaja. Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kesehatan mental pada remaja di SMP N 22 Tangerang Selatan. Metode penelitian: Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (penggunaan media sosial) dengan variabel terikat (kesehatan mental remaja). Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 218 orang dan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik Proposionate Stratified random sampling. Hasil penelitian: Diperoleh nilai (p value 0.021 kurang dari 0.05) maka dikatakan ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap depresi. Hasil uji chi square kecemasan diperoleh nilai (p value 0.035 kurang dari 0.05) maka ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap kecemasan pada remaja. Hasil uji chi square stress diperoleh nilai (p value 0.000 kurang dari 0.05) maka ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap tingkat stress pada remaja. Kesimpulan: Ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kesehatan mental remaja di SMP N 22 Tangerang Selatan.
Kualitas Hidup Postpartum: Studi Komparatif antara Pasien Post-SC dan Post-ERACS Kurniawan, Rahmat; Indriani, Novi Widiah; Nurmiaty, Nurmiaty; B., Supriadi; Evie, Sova; Putri, Novica Ariyanti; Saripah, Eli; Khotimah, Siti Kusnul
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.12690

Abstract

Pendahuluan penelitian ini adalah Kualitas Hidup Kesehatan Postpartum merupakan pemberian pelayanan kesehatan dengan didasarkan hasil pengukuran kualitas hidup akan menghasilkan suatu pelayanan kesehatan yang komprehensif. Ibu postpartum mengalami penurunan kualitas hidup karena nyeri yang dialami dari persalinan SC. Metode ERAS adalah teknik baru dalam pembiusan dengan prinsip perawatan perioperatif yang berbasis bukti, pendekatan secara multidisiplin serta dilakukan secara tim, dilakukan audit berkelanjutan dan terus dikembangkan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan kualitas hidup postpartum berdasarkan jenis persalinan di rsu kota Tangerang selatan dan rs permata sarana husada. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian komperatif. Penelitian ini dilakukan di 2 rumah sakit pada bulan Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post sc dan post eracs dengan jumlah 68 ibu yang melahirkan secara eracs dan sc. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien Eracs dan Sc di RSU Kota Tangerang Selatan dan RS Permata Sarana Husada (p-value = 0,000). Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien post sc dan post ERACS.
OPTIMALISASI LAHAN SUBOPTIMAL DI KABUPATEN PANGKEP MELALUI ZONASI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) BERBASIS CARRYING CAPACITY Jumarsa, Jumarsa; Nurmiaty, Nurmiaty; Agustia, Monika
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 14 No 2 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v14i2.981

Abstract

Suboptimal land in Pangkep Regency has the potential for developing peanut plants. However, the utilization of this suboptimal land is still not optimal due to limited information on land suitability and its carrying capacity. This study aims to optimize suboptimal land in Pangkep Regency through zoning of peanut plants based on carrying capacity using spatial analysis methods with Arc-GIS processing devices, digital land system data from Pangkep Regency. The suitability parameters for peanut plants that are determined and analyzed include 8 regional characteristics, namely Temperature, Drainage, Texture, Base Saturation, PH H2O, C-organic, Salinity, and Slope, to determine the land suitability class consisting of very suitable classes (S1), Suitable/fairly suitable (S2), marginally suitable (S3), or not suitable (N). Spatial analysis utilizes the Map calculator facility in Arc-GIS software (Arc View Gis) to match the suitability of each characteristic in Pangkep Regency with the requirements for growing peanut plants based on land suitability criteria. The results of the study indicate that (1) The Land Suitability Level Criteria for peanut plants in Pangkep Regency is the class according to the land suitability class level for peanut plants in Pangkep Regency is the Very Suitable Class (S1) Quite Suitable (S2), Marginally Suitable (S3) and Not Suitable Class (N). (2) The spatial distribution data obtained for the suitability of peanut plants in Pangkep Regency is the Very Suitable Class (S1) of 116,74 ha, Quite Suitable (S2) of 522,47 ha, Marginally Suitable (S3) of 31.718,93 ha, spread across 9 sub-districts in Pangkep Regency. While other suitability classes are Not Suitable (N) of 47.673,93 ha,
KESESUAIAN LAHAN UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) BERADSARKAN ANALISIS KEMIRINGAN LERENG DARI CITRA SATELIT RADAR DI KABUPATEN PANGKEP Satriani, Yuni; Nurmiaty, Nurmiaty; Halid, Erna
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 14 No 2 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v14i2.983

Abstract

Sloped land or land slope is one of the limiting factors in the growth and production of corn, Characteristics of sloped land have limited ability to develop a type of crop, including corn plants in an agricultural area. The purpose of the study was to analyze the suitability of corn crop land based on slope slope for corn plant growth (Zea mays L.) on agricultural land in Pangkep district. The implementation of this research began in Desember2024, in Pangkep Regency. The technique used in this study uses Arc-GIS devices, contour digital data is cut with the administrative map of Pangkep Regency, so that contour digital data for the Pangkep Regency area is obtained. The conclusions that can be drawn from this study are, land suitability based on slope slope in Pangkajene Regency and the Islands, there are 43,768.86 ha of land that is very suitable (S1) for the development of corn crops, 5,178.06 ha of land that is quite suitable (S2), 12,341.37 ha of land that is marginally suitable (S3), and there are 18,564.52 ha of land that cannot be used at all (N) in the land of suitability for corn crops in Pangkep Regency. So that the total number of S1, S2, S3 and N is 80,032.82 h
Implementation of Baby Massage to Improve Health Degree in Infants: Implementasi Pijat Bayi untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan pada Bayi Khuzaifah, Khuzaifah; Kuswanti, Febty; Longgupa, Lisda Widianti; Nurfatimah, Nurfatimah; Sakti, Putri Mulia; Entoh, Christina; Lailatul K., Marlina Fitriyah; Noya, Fransisca; Sitorus, Sony Bernike Magdalena; Nurmiaty, Nurmiaty; Ramadhan, Kadar
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v6i1.3400

Abstract

The healthy life expectancy at birth in Indonesia was recorded at 3.8. This figure was influenced by the care provided during pregnancy, childbirth, and the neonatal period. The aim of this community service was to deliver optimal midwifery care to infants to enhance sleep quality, alleviate fussiness, boost appetite, and promote weight gain, ultimately improving the overall health status of the infants. The community service activity took place on Friday, November 10, 2023, in Lantojaya village, targeting infants aged 0 to 23 months. The procedures implemented included assessment, planning, action, and evaluation. Among the 12 infants who received baby massage, behavioral changes were observed before and after the intervention: full-body movements increased from 66.7% to 100%; visual attention improved in 91.7% of the infants; non-nutritive sucking rose by 25%; object-holding activity reached 100%; and self-touching behavior was noted in 91.7% of the infants. The conclusion drawn from this community service was that baby massage had a relaxing effect on infants. Therefore, it is recommended that families regularly perform baby massage, either independently or with assistance from healthcare professionals.
The Impact of Oxytocin Massage and Banana Flower Consumption (Musa balbisiana colla) on the Prolactin Level in Breastfeeding Mothers Nurmiaty, Nurmiaty; Aisa, Sitti; Aswita, Aswita; Dolufu, Muliati; Rahman, Nur; Batbual, Bringiwatty
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 4 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss4.1129

Abstract

For a long time, banana flowers have been believed to increase breast milk production. Thus, many people consume them as vegetables for breastfeeding mothers. This research examines the impact of oxytocin massage and banana flower consumption on prolactin levels in breastfeeding mothers. The method used a true experiment control group design in which samples were divided into three groups: Group 1 was treated with oxytocin massage, group 2 was treated with banana flower consumption, and Group 3 was given intervention with oxytocin massage and banana flower consumption. The massage was conducted every day for 5-10 minutes. The banana flower vegetable was served as much as 150 grams daily. The first blood sampling was done pre-intervention on the third day of postpartum. The second blood sampling was done after intervention on the tenth postpartum day following the intervention. The checkup of prolactin level was through Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMIA). This research utilized a T-test exam to analyze the data. The average difference in prolactin levels in pre-and-post intervention in group 1 was -61,75 ng/mL. Although decreasing prolactin levels occurred, there was no significant interval between pretest and post-test. The difference in prolactin levels in pre-and-post intervention in group 2 was 103,61 ng/mL. The prolactin level increased but not significantly. In group 3, the difference levels were about 110,22 ng/mL. In this group, a significant prolactin level increase had occurred. The conclusion is that the combination of banana flower and oxytocin massage evolved the prolactin level in nursing mothers. Research related to enforcing the recommendation of breastfeeding mothers to consume traditional galactagogues.
First 72 Hours of Humanitarian Assistance for Flash Flood Victims in Central Sulawesi Hafid, Fahmi; Nasrul, Nasrul; Faisal, T. Iskandar; Nurmiaty, Nurmiaty; Nurjaya, Nurjaya; Sumiaty, Sumiaty; Aminuddin, Aminuddin; Sudarman H Melangka, Yulianus; Taqwin, Taqwin; Sariman, Sarina; Hamsiah, Hamsiah; Ramadhan, Kadar
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.2560

Abstract

The first 72 hours is a very important golden period in emergency response. Effectiveness of saving victims of flash floods and individual ability to survive, as well as body energy reserves. Assistance to victims of flash floods in Balinggi District, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province was provided because the number of victims was quite large and there was an urgent need. Provision of humanitarian assistance directly to victims of flash floods and also through the BPBD Command post in Parigi Mautong district. Assistance in the form of mineral water, rice, chicken eggs, cooking oil, granulated sugar, pop noodles, soy sauce, tomato sauce, wafers, honey, eucalyptus oil, and pampers, the number of beneficiaries is around 30 people consisting of toddlers, pregnant women, nursing mothers, elderly. Implementation of activities on June 2 until 3, 2023 three days after the flash floods hit. The volunteer team consisted of 7 lecturers, staff, and students from the Poltekkes Kemenkes Palu. The assistance was received at the BPBD Command Post in Parigi Moutong Regency properly and on time.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Remaja di Pantoloan Boya, Kota Palu Kurniawan, Rahmat; Khaira, Nuswatul; Faisal, T. Iskandar; Nurmiaty, Nurmiaty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16578

Abstract

ABSTRAK Masa pubertas merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena  proses pertama pematangan reproduksi  manusia  disebut dengan masa pubertas. Kesehatan reproduksi remaja adalah keadaan dimana remaja dapat menikmati kehidupan seksualnya serta menjalankan fungsi dan proses reproduksi secara sehat dan aman. Pendidikan kesehatan merupakan penerapan konsep pendidikan di bidang Kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Melakukan pre test dan post melalui pengumpulan data dari data primer yang diperoleh dari kuesioner dan format observasi. Kegiatan ini melibatkan partisipan sebanyak 50 orang di Pantoloan Boya dan mahasiswa keperawatan dalam pengumpulan data. Data menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja. Hal ini membuktikan bahwa dalam menyikapi kemampuan responden dalam menerima dan memahami materi kesehatan reproduksi remaja yang diberikan berbeda-beda, pendidikan kesehatan merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Terdapat pengaruh terhadap pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Anak, Pubertas, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Puberty is a very important period in human life because the first process of human reproductive maturation is called puberty. Adolescent reproductive health is a state where adolescents can enjoy their sexual life and carry out reproductive functions and processes in a healthy and safe manner. Health education is the application of educational concepts in the field of Health in order to improve health status. To determine the effect of counseling on the level of knowledge of reproductive health in adolescents. Conducting pre and post tests through data collection from primary data obtained from questionnaires and observation formats. This activity involved 50 participants in Pantoloan Boya and nursing students in data collection. The results of the research analysis showed an increase in knowledge before and after being given health education about adolescent reproductive health, this proves that in addressing the ability of respondents to accept and understand the adolescent reproductive health material provided is different, health education is an effective method to improve adolescent knowledge. There is an influence on adolescent knowledge before and after being given health education about adolescent reproductive health. Keywords: Reproductive Health, Children, Puberty, Health Education
Co-Authors . Hamsiah Agussalim, Agussalim Agustia, Monika Ahmad, Aini Al- Mar’ah, Syifa Aminuddin Aminuddin Andini Restu Marsiwi, Andini Arif, Samsu Ariyanti Putri, Novica Arsin, Arsunan A. Askrening Aswita, Aswita Azwar Azwar B., Supriadi Batbual, Bringiwatty Bodro Adi, Ni Christina Entoh D, Rahmad DEWI FITRIANI Dolofu, Muliaty Dolufu, Muliati Dwi Yogyo Suswinarto, Dwi Yogyo Enggar, Enggar Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, T.Iskandar FITRIANI, DHIA DIANA Fitry, Adheyatul Fransisca Noya Halid, Erna Halijah, Halijah Hasni Hasni Hesti Wulandari Indriani, Novi Widiah Jumarsa, Jumarsa Junaedi Junaedi Kadar Ramadhan Kafrawi Kafrawi Kartini Kartini Khaeriah, Miftahul Khaira, Nuswatul Khotimah, Siti Kusnul Khuzaifah, Khuzaifah Kuswanti, Febty Lailatul K., Marlina Fitriyah Lisda Widianti Longgupa Maulidah, Nurul Mauliyana, Andi Muh Syafar Muliasari, Indri Naningsih, Hasmia Nasrul Nasrul Nur Laila Khasanah, Laila Nur Rahman, Nur Nurfatimah Nurfatimah Nurfauziah Nurfauziah, Nurfauziah NURJAYA NURJAYA, NURJAYA Nurul Nurul Nuswatul, Khaira Putri Mulia Sakti Putri, Novica Ariyanti Ra'bung, Alfrida Semuel Rahmat Kurniawan Rahmat, Rahma Kurniawan Reboldera, Melanie Restu Marsiwi, Andin Saifuddin Sirajuddin Saman, Saman Sariman, Sarina Saripah, Eli Satriani, Yuni Setiawan, Enjang Setya Arum, Dyah Noviawati Sirait, Pretty Lorenza Sitti Aisa, Sitti Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri Rahayu Ningsi, Silviani Ardy Sudarman H Melangka, Yulianus Sumbangan Baja, Sumbangan Sumiaty Sumiaty Sunarsih Sunarsih Suryani, Eka Nuri Syahruni Thamrin, Syahruni Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin, Erfan T. Iskandar Faisal T. Iskandar, Faisal Theosobia Grace Orno Zaenab, Sitti