Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Sosialisasi Pendidikan dan Penguatan Ruang Baca Sekolah Kolong SD Inpres 238 Bonto Parang Dusun Bara Kabupaten Maros Idrus, Idham Irwansyah; Aslinda, A.; Amsal, Bahrul; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.80175

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode memberikan sosialisasi kepada warga dusun mengenai pemahaman pentingnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dan penguatan ruang baca berupa pembagian buku-buku Sekolah Kolong dengan tujuan (1) untuk meningkatkan kapasitas guru relawan mengenai proses pembelajaran berbasis kontekstual, (2) pelibatan pemuda Dusun Bara dalam proses pembelajaran sekolah kolong dan ruang baca, (3) penguatan ruang baca dengan memberikan buku-buku dari donatur untuk menunjang proses literasi di Sekolah Kolong. Proses pengabdian ditempuh dengan pendekatan partisipatif kolaboratif yaitu: (1) Diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan warga dan tokoh lokal; (2) Pemberian bantuan buku pelajaran/buku bacaan kepada Sekolah Kolong; (3) Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik Sekolah Kolong, (4) Pemutaran Film Pendek pendidikan, (5) Pelatihan guru dan pendampingan proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan program PKM yaitu meningkatnya pengetahuan peserta pengabdian mengenai pentingnya dukungan semua pihak dalam mengelola kelas Sekolah Kolong; (2) Terdistribusi buku pelajaran/buku bacaan bagi anak-anak sekolah di Dusun Bara (3) artikel ilmiah yang dipublikasi pada seminar nasional, dan (4) publikasi pelaksanaan PKM pada media online.Kata Kunci: Motivasi belajar, Pendidikan, Sekolah Kolong, Sosialisasi, 
Caregiver Emotional Support on Adolescent Self-Concept at Saadatul Banaat Orphanage Bulukumba Rukiana Novianti Putri; Bahrul Amsal; Rahayu Rahayu
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.5888

Abstract

This study aims to describe the impact of caregivers' emotional support on the self-concept of adolescents at the Saadatul Banaat orphanage in Bulukumba. This study used a descriptive qualitative method in the form of written narratives from the research subjects and observed behavior. In this study, the researchers determined the research location to be the Saadatul Banaat orphanage in Bulukumba District, South Sulawesi. The results showed that the emotional support of caregivers affected the self-concept of adolescents at the Saadatul Banaat Bulukumba orphanage, where adolescents found it easier to accept their situation, believe in their abilities, have a positive image of themselves, and have a desire to develop self-confidence in interactions so that they are optimistic about developing their potential.
Popular Cultural Resistance of Makassar Students Bahrul Amsal; Rukiana Novianti Putri; Jusnawati Jusnawati
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6765

Abstract

Popular culture is often interpreted as the practice of pacifism over the instant and commercial superiority of mass culture. Students, as community members, cannot be separated from social reality, which intersects with popular culture on a daily basis. Hegemonic popular culture can become an arena for contesting students' reinterpretation practices to express their resistance to the values that are behind the presence of a cultural trend. The purpose of this study is to reveal first, students' popular cultural practices in relation to changes in orientation as a scientifically oriented, objective, and critical learning agent, and second, how students make resistance efforts from within popular culture to re-create meaning practices in order to avoid domination. cultural hegemony in capitalism. This research uses a descriptive-qualitative approach. Data analysis was carried out through three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found two main things. First, popular culture is a social construction of mass media, which is an important part of the birth of mass culture. Second, popular culture is an arena for contestation of the practice of redefining so that it can change the values of cultural capitalism into values of resistance.
Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Pada Ibu Rumah Tangga Penerima Manfaat PKH di Sinjai Barat Muhammad Aksha Wahda; Sunaniah; Salwia Salwia; Bahrul Amsal; Jusnawati Jusnawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1323

Abstract

Pemenuhan hak-hak anak dalam keluarga penerima manfaat PKH masih menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam hal pengetahuan ibu rumah tangga mengenai hak anak. Oleh karena itu, sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya pemenuhan hak-hak anak sangat penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan dengan metode sosialisasi yang dilaksanakan dengan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah desa Barania, pendamping PKH dan juga dosen Sosiologi UNM, hal ini sebagai bentuk peran dan partisipasi yang diambil oleh pihak terkait dalam penyebaran pengetahuan tetang hak-hak anak. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk (1) untuk meningkatkan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH terkait hak-hak dasar anak; (2) peserta dapat mengimplementasikan dengan baik cara-cara praktis dalam memenuhi hak-hak dasar anak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH tentang (1) peserta memahami materi yang disampaikan dengan baik; (2) peserta mengetahui hak-hak dasar anak dan menunjukkan contoh hak dasar anak dalam implementasi kehidupan sehari-hari.
Efektivitas Play Therapy Melalui Permainan Kartu Emosi dalam Meningkatkan Regulasi Emosi Pada Anak Korban Perundungan Rukiana Novianti Putri; Pertiwi Nurani; Ana Fitriani; Bahrul Amsal
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2932

Abstract

Perundungan di sekolah khususnya terhadap anak panti asuhan merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan mental dan emosional anak. Anak-anak korban perundungan mengalami gangguan regulasi emosi yang memerlukan intervensi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas play therapy melalui permainan kartu emosi dalam meningkatkan regulasi emosi pada anak korban perundungan di panti asuhan. Metode penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan one-group pretest-posttest design pada 8 anak dengan rentang usia 10 -12 tahun yang mengalami perundungan minimal 3 bulan. Intervensi dilakukan selama 8 sesi (4 minggu, 2 sesi per minggu, 60 menit per sesi) menggunakan permainan kartu emosi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor regulasi emosi dari pretest (M = 45,75, SD = 5,62) ke posttest (M = 60,13, SD = 4,91) dengan nilai signifikansi p = 0,012 < 0,05 dan effect size sangat besar (r = 0,89). Seluruh subjek mengalami peningkatan tanpa ada yang mengalami penurunan. Penelitian ini membuktikan bahwa play therapy melalui permainan kartu emosi efektif meningkatkan regulasi emosi anak korban perundungan dan dapat menjadi alternatif intervensi yang optimal khususnya bagi anak.
Respons Masyarakat Muslim Terhadap Populisme Islam Di Kota Makassar Amsal, Bahrul
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 No.2 Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v4i2.85566

Abstract

Artikel ini membahas respons masyarakat muslim terhadap populisme Islam di Kota Makassar. Tujuan penulisan artikel ini yakni untuk mengetahui respons respons masyarakat muslim terhadap populisme Islam di Kota Makassar. Artikel ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei atas respons (afeksi dan konasi) masyarakat Muslim Makassar terhadap beberapa indikator populisme Islam. Populasi survei adalah masyarakat Muslim yang secara administratif merupakan warga Kota Makassar yang ditunjukkan dengan KK dan KTP. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode Slovin dengan galat duga 0,05 (5%), karenanya menghasilkan jumlah sampel sebanyak 400 responden. Responden tersebut diambil dari 40 kelurahan yang dipilih secara acak, pada masing-masing kelurahan diambil 10 orang responden yang dibagi atas 5 laki-laki dan 5 perempuan. Penentuan responden dilakukan dengan metode acak dengan menggunakan pola kish grid pada kk yang terpilih pada setiap kelurahan. Survei menunjukkan bahwa Ahmadiyah lebih dikenal dibandingkan Syiah di Makassar Barat dan Timur, dengan tingkat pengenalan lebih tinggi di Makassar Timur. Resistensi masyarakat terhadap kelompok minoritas ini relatif rendah, mencerminkan penerimaan yang cukup baik, terutama di kalangan berpendidikan tinggi. Pengetahuan tentang Syiah lebih tinggi di usia muda (17-35 tahun), sedangkan Ahmadiyah lebih dikenal di usia dewasa (36-55 tahun). Sebagian besar responden bersikap netral terhadap tindakan intoleran seperti pembubaran kegiatan keagamaan, terutama pada kelompok usia menengah dan pendidikan menengah, meskipun proporsi kesediaan sedikit lebih tinggi pada pendidikan tinggi. Mayoritas responden, baik yang berafiliasi dengan ormas maupun tidak, lebih memilih untuk tidak terlibat dalam pembubaran kegiatan kelompok agama lain. Sikap ini menunjukkan resistensi rendah terhadap intoleransi, meskipun populisme dan radikalisme tetap menjadi tantangan sosial.
THE POWER OF FEMALE SEXUALITY IN BASRI AND SALMA IN A NEVER ENDING COMEDY: A FEMINIST SEMIOTIC PERSPECTIVE Bahrul Amsal; Sunaniah Sunaniah; Ulfa Utami Mappe
Social Landscape Journal Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v7i1.82574

Abstract

The short film Basri and Salma In A Never Ending Comedy is a drama-comedy set in the Bugis-Makassar community. The Bugis-Makassar community adopts a strong patriarchal value that places men as the dominant party in determining the position of women. This film provides an insight into the limitations faced by women in making decisions about whether or not to have children. The film Basri and Salma In A Never Ending Comedy is very interesting because it conveys a message about the power of female sexuality, demonstrating autonomy and control over one's body. This research is a qualitative study that involves the development of concepts based on existing data. The discussion uses a feminist semiotic analysis approach to describe data in the form of signs based on screenshots of scenes from the film Basri and Salma In a Never Ending Comedy, leading to a conclusion. The research findings conclude that the scenes in the film Basri and Salma In A Never Ending Comedy, first, depict the subordinate position of women within the family, as seen in the dinner scene.  Secondly, it demonstrates the concept of power referred to as the power of sexuality, which grants women the authority to determine their bodily autonomy.
Konstruksi Kearifan Lokal Upacara Adat Kalomba dalam Masyarakat Kajang Fitratul Amalia; Mario Mario; Bahrul Amsal
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i1.77244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) konstruksi kearifan lokal upacara adat Kalomba dalam masyarakat Kajang, dan (2) tantangan yang dihadapi masyarakat Kajang dalam melestarikan tradisi Kalomba. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi di Desa Bonto Biraeng, Kecamatan Kajang Luar, Kabupaten Bulukumba. Informan penelitian terdiri atas lima orang tua yang pernah melaksanakan Kalomba, satu tokoh adat, dan dua generasi muda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi Kalomba terbentuk melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi sebagaimana dijelaskan oleh Berger dan Luckmann. Kalomba tidak hanya dipandang sebagai ritual keagamaan, tetapi juga simbol identitas budaya yang merepresentasikan nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kontinuitas sejarah masyarakat Kajang. Namun, pelestarian Kalomba menghadapi tantangan serius. Tantangan internal meliputi pergeseran nilai generasi muda, ambiguitas antara adat dan agama, serta lemahnya transmisi budaya. Tantangan eksternal mencakup modernisasi, pendidikan formal, dan tekanan sosial keagamaan yang semakin kuat. Kesimpulannya, Kalomba merupakan warisan budaya yang sangat penting, tetapi agar tetap bertahan, diperlukan reinterpretasi nilai, adaptasi dengan konteks sosial modern, serta dokumentasi yang sistematis.
PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TERHADAP KETERAMPILAN DIRI MAHASISWA SOSIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Reski Suedi; Mario Mario; Bahrul Amsal
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 No.1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v8i2.72849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) alasan mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Makassar menggunakan Artificial Intelligence (AI) dalam menyelesaikan tugas perkuliahan, (2) pola penggunaan AI di kalangan mahasiswa, dan (3) dampak penggunaan AI terhadap keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alasan utama mahasiswa menggunakan AI adalah efisiensi waktu, kemudahan akses informasi, dan kepraktisan dalam menyederhanakan tugas yang kompleks. Faktor tekanan tenggat waktu dan volume tugas yang tinggi menjadi pendorong signifikan dalam keputusan tersebut, serta Faktor Rekomendasi Teman atau Media Sosial (2) Pola penggunaan AI meliputi aktivitas menyusun esai, merangkum jurnal, memahami teori sulit, serta mencari referensi akademik secara cepat. Pola ini juga menunjukkan kecenderungan ketergantungan pada teknologi. (3) Dampak penggunaan AI terhadap keterampilan mahasiswa meliputi penurunan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas pada aspek kognitif, berkurangnya sensitivitas terhadap isu sosial pada aspek afektif, serta menurunnya intensitas diskusi dan kolaborasi dalam lingkungan sosial pada aspek psikomotorik.Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun AI memberikan manfaat dalam efisiensi dan produktivitas akademik, ketergantungan berlebihan pada teknologi ini dapat menghambat pengembangan keterampilan penting mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital dan metode pembelajaran yang mendukung keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pengembangan keterampilan personal.