Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS MODEL THINK PAIR AND SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SPLTV SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 HABINSARAN T.P. 2023/2024 Pasaribu, Mei Sartika; Tambunan, Hardi; Sinaga, Samuel Juliardi
Jurnal Curere Vol 8, No 2 (2024): JURNAL CURERE
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v8i2.1519

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the think, pair, and share model on the ability to think creatively in mathematics and solve problems in the material of three-variable linear equation systems of class X students of SMA Negeri 1 Habinsaran in the academic year 2023/2024. The type of research used is quasi-experimental. The research population was all class X, and the research sample consisted of 72 class X students. The sampling technique was carried out using the Incidental sampling technique. The instruments used were questionnaires and tests. Hypothesis testing in this study used the F test. The results of the study showed that: (1) Learning with the think, pair, and share model is effective in students' ability to think creatively in mathematics. (2) The effectiveness of the think, pair, and share model on students' ability to think creatively in the high category. (3) Learning with the think, pair, and share model is effective in students' ability to solve problems. (4) The effectiveness of the think, pair, and share model on problem-solving abilities in the high category. 
EFEKTIVITAS MODEL CONTEXTUAL, TEACHING AND LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PENALARAN MATEMATIS PADA MATERI PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL KELAS VIII SMP NEGERI 12 MEDAN T.A. 2023/2024 Lumban Toruan, Nia Natasha; Tambunan, Hardi; Simanjuntak, Ruth Mayasari
Jurnal Curere Vol 8, No 2 (2024): JURNAL CURERE
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v8i2.1518

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of the contextual teaching and learning model on students' problem-solving skills and mathematical reasoning abilities in linear equations with one variable. Furthermore, this study sought to investigate the level of effectiveness of the contextual teaching and learning model in enhancing students' problem-solving skills and mathematical reasoning abilities. The research employed a quasi-experimental design with the entire population of grade VIII students serving as the population. Cluster random sampling was used to select the sample. The hypothesis was tested using the F-test. The results showed that (1) the contextual teaching and learning model was effective in improving students' problem-solving skills; (2) the effectiveness of the contextual teaching and learning model in enhancing students' problem-solving skills was categorized as high; (3) the contextual teaching and learning model was effective in improving students' mathematical reasoning abilities; and (4) the effectiveness of the contextual teaching and learning model in enhancing students' mathematical reasoning abilities was categorized as moderate.
Penerapan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) pada Materi Trigonometri untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Lubis, Mindo Juliani Kelly; Panggabean, Ellis Mardiana; Tambunan, Hardi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2743

Abstract

This study aims to determine the improvement of students' ability to understand mathematical concepts by using the Realistic Mathematics Approach (PMR). This study is a pseudo-experimental research with posttest only control group design. The population of this study is all students of grade XI SMK Negeri 6 Medan even semester of the 2025 school year with a total of 280 students and distributed into 8 classes. The sample of this study is class X Accounting 1 with a total of 36 students as an experimental class and class X Accounting 2 with a total of 35 students as a control class. Data were collected using tests and statistically analyzed to find out the differences between the two classes. The results of the hypothesis test with the Mann Whitney U test, it is known that the value of Z-count = 1.879 is more than Z-critical = 1.645. This shows that the median concept understanding of students who follow learning with the PMR Approach is higher than the median concept understanding that follows regular learning. The average value of students' concept understanding in the class applying the PMR approach x ̅=62 was higher than the class that followed the usual learning where x ̅=53. Thus, it can be concluded that the understanding of mathematical concepts of students who participate in learning with the PMR approach is higher than the understanding of mathematical concepts of students who follow ordinary learning
Desain Pembelajaran untuk Mengatasi Kesulitan Siswa SMA/SMK dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Gultom, Limasso; Giawa, Sentosa; Panggabean, Ellis Mardiana; Tambunan, Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan letak dan jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi sistem persamaan linear dua variabel serta untuk mengetahui faktor penyebab kesalahannya dan upaya untuk mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian diambil sebanyak empat orang siswa kelas XII. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa letak kesalahan siswa yaitu kesalahan dalam menentukan apa yang diketahui, membuat model matematika, menyelesaikan model matematika, dan menyimpulkan jawaban akhir. Jenis kesalahan yang dilakukan siswa yaitu kesalahan konsep, prinsip dan operasi. Faktor penyebab kesalahan yaitu tidak mampu menerjemahkan kalimat soal ke dalam kalimat matematika, lemah tentang konsep variabel yang digunakan untuk membuat model matematika, tidak memahami metode eliminasi baik konsep maupun prinsipnya, lemah dalam membuat persamaan yang ekuivalen, lemah dalam menentukan hasil perhitungan, kurang teliti dalam menyelesaikan persamaan linear, dan lemah memahami konsep aljabar dalam persamaan linear dua variabel.
Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Kontekstual Membantu Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Ndruru, Marinus; Panggabean, Ellis M; Tambunan, Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25806

Abstract

LKPD berbasis kontekstual merupakan salah satu perangkat pembelajaran berupa halaman yang memuat kegiatan siswa yang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata agar siswa dapat membiasakan penerapan materi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan LKPD. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas X Manajemen Perkantoran SMK Negeri 1 Hilimegai. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, tes dan observasi. Perbandingan deskriptif digunakan dalam teknik analisis data. Berdasarkan hasil belajar siklus I terlihat bahwa rata-rata meningkat dari pra siklus 30 % menjadi 50% pada siklus I, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 70 %. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan LKPD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Manajemen Perkantoran.
Strategi Scaffolding untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Siswa Pada Materi Perbandingan Trigonometri di SMA Marpaung, Melda Melina Siska; Panggabean, Ellis M.; Tambunan, Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam mempelajari materi perbandingan trigonometri dan mengembangkan strategi scaffolding yang efektif untuk membantu siswa memahami konsep-konsep tersebut. Observasi dilakukan di SMA Negeri 1 Salak Tahap E pada tanggal 8 Januari 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar, menerapkan rumus, dan menyelesaikan masalah terkait perbandingan trigonometri. Strategi scaffolding yang dilaksanakan meliputi penggunaan media pembelajaran berupa model segitiga, eksplorasi terbimbing, pembelajaran kolaboratif, dan pemberian latihan bertahap. Hasil implementasi menunjukkan bahwa strategi scaffolding terbukti efektif membantu siswa mengatasi kesulitan belajar, dibuktikan dengan peningkatan pemahaman konsep dasar, kemampuan mengidentifikasi komponen masalah, dan penerapan rumus perbandingan trigonometri yang akurat. Keberhasilan penerapan strategi ini tergantung pada kesesuaian bentuk bantuan dengan kebutuhan siswa, kesiapan guru dalam memberikan scaffolding, dan dukungan lingkungan belajar yang memadai.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Fungsi Kuadrat Dakhi, Noferia; Panggabean, Ellis M; Tambunan, Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25808

Abstract

Pemahaman konsep adalah kemampuan untuk memahami, menjelaskan, dan menerapkan prinsip, aturan, atau ide dasar dalam matematika. Tujuan dalam penelitian ini mendeskripsikan miskonsepsi siswa kelas IX dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan operasi fungsi kuadrat. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas IX A Smp Swasta Kristen BNKP Pulau Tello. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian (83%) mengalami kesalahan dalam memahami konsep fungsi kuadrat, (60%) mengalami kesalahan dalam menggunakan rumus kuadratik, (73%) mengalami kesulitan dalam menggambar dan menafsirkan grafik fungsi kuadrat, (50%) menggunakan strategi penyelesaian yang tidak efektif. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep yang kurang, kesalahan dalam operasi aljabar, dan kurangnya strategi penyelesaian yang efektif menjadi faktor utama penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal fungsi kuadrat.
Analisis Analisis Kesulitan Pembelajaran Matematika di Kelas 2 SD Pada Materi Pecahan Sinaga, Agustina Mayen Rilen; Panggabean, Ellis Mardiana; Tambunan, Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi pecahan. Pembelajaran matematika di tingkat dasar sangat penting karena merupakan fondasi bagi pemahaman konsep-konsep matematika yang lebih kompleks di tingkat yang lebih tinggi. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pecahan, yang dapat berdampak negatif pada prestasi akademik mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa dalam materi pecahan. Pertama, kurangnya pemahaman konsep dasar pecahan menjadi salah satu penyebab utama. Banyak siswa yang tidak dapat membedakan antara pecahan yang sama dan pecahan yang berbeda, serta kesulitan dalam menggambar dan menginterpretasikan pecahan. Kedua, metode pengajaran yang digunakan oleh guru cenderung monoton dan kurang menarik, sehingga siswa merasa bosan dan tidak termotivasi untuk belajar. Ketiga, kurangnya alat peraga dan media pembelajaran yang interaktif juga menjadi kendala dalam memahami materi pecahan. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar guru menggunakan metode pengajaran yang lebih variatif dan menarik, seperti permainan edukatif dan penggunaan alat peraga yang relevan. Selain itu, penting bagi guru untuk menjelaskan relevansi materi pecahan dengan kehidupan sehari-hari agar siswa lebih termotivasi untuk belajar. Dukungan orang tua juga perlu ditingkatkan melalui komunikasi yang baik antara guru dan orang tua, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mendukung proses belajar anak di rumah.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar matematika, khususnya pada materi pecahan, sehingga siswa dapat mencapai pemahaman yang lebih baik dan meningkatkan prestasi akademik mereka.
Kesulitan Membedakan Soal Cerita FPB Dengan KPK pada Siswa Tingkat Sekolah Menengah Pertama Pasaribu, Anita Sabrina; Panggabean, Ellis M.; Tambunan, Hardi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i2.2794

Abstract

This study aims to describe the difficulties in distinguishing FPB and KPK story questions in junior high school students. This study uses a qualitative descriptive method. Data collection was carried out through observation, interviews, and document analysis. Observations are made during mathematics learning to identify students' problem-solving approaches. The collected data is analyzed using thematic analysis. The results of data analysis show that the presentation of questions in the form of stories is an effort to create a story to apply the concepts being learned according to daily experience. The difficulty of students distinguishing between FPB and KPK stories lies in the question model. The way to distinguish between FPB and KPK story problems is to plant the concept that FPB is a factor or divider, so that the value is small. Meanwhile, the KPK is a multiple, which of course has a large value and looks at the model of the question
Membangun Minat dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Melalui Bimbingan Belajar di Desa Bah Sidua Dua Tambunan, Hardi; Rumapea, Lenni Santana; Sianturi, Krismawati; Bancin, Resy Karina Christine; Situmeang, Santi Yohana
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v3i2.823

Abstract

Bimbingan belajar sebagai pendidikan nonformal diperlukan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan peserta didik. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa dalam matematika dan bahasa indonesia. PkM ini dilaksanakan di Desa Bah Sidua Dua. Jumlah peserta bimbingan belajar sebayak 42 orang. PkM dilaksanakan melalui bimbingan belajar gratis dalam mata pelajaran matematika dan bahasa indonesia sebanyak 12 kali pertemuan, mulai tanggal 10 sampai 25 Februari tahun 2025. Teknik pelaksanaan PkM adalah (1) memberikan modul yang meliputi ringkasan materi, contoh dan latihan (2) menjelaskan, (3) tanya jawab, dan (4) kuis. Teknik pengumpulan data dengan instrumen angket dan tes yang meliputi minat dan motivasi belajar matematika dan belajar bahasa indonesia. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui minat dan motivasi belajar siswa setelah pelaksanaan PkM. Hasil pelaksanaan PkM dapat disimpulkan bahwa minat dan motivasi belajar siswa dalam matematika dan bahsa indonesia meningkat dengan kategori tinggi setelah mengikuti bimbingan belajar gratis.
Co-Authors Adi Suarman Situmorang, Adi Suarman Aruan, Anggie Desi K. Bancin, Resy Karina Christine Dakhi, Noferia Ellis Mardiana Panggabean Farasi, Dosni Roham Damai Setia Firman Pangaribuan Giawa*, Yulina Giawa, Sentosa Giawa, Yulina Gultom, Kristina Gultom, Limasso Gultom, Sanggam P Hia, Lutemaria Hutauruk, Agusmanto J.B Juraganda S, Chandra Saptanto Laia, Yunus Lena Rosdiana Pangaribuan Lubis, Mindo Juliani Kelly Lumban Toruan, Nia Natasha Luna Theresia Tamhunan M Simanjuntak, Ruth Manalu, Ayunasari Manik, Efron Manik, Jois Febri Marpaung, Melda Melina Siska Naibaho, Tutiarny Napitupulu, Eastman Ndruru, Marinus Pakpahan, Yurni Kristina Pangaribua, Firman Panggabean, Ellis M Panggabean, Ellis M. Pardosi, Monalisa Parsaulian, Benni Polin Pasaribu, Anita Sabrina Pasaribu, Mei Sartika purba, rIcky rikardo Rani Farida Sinaga Ritonga, Roy Ricardo Roulina, Roulina Rumapea, Lenni Santana Ruth Mayasari Simanjuntak Sembiring, Thresia Yohana Siagian, Rebeka br Sianturi, Esra Chatarina Sianturi, Krismawati Sihite, Epiphanias Br Sihite, Epiphanias Br. Sihombing, Artha Hadia Sihombing, Heldon Sihotang, Friska Ladista Silaban, Naomi Silangit, Menna Sri Ulina Simamora, Dinarti Simamora, Rona Marisa Simanjuntak, Ruth Simanjuntak, Ruth M Simanjuntak, Ruth M. Simanujuntak, Ruth M Simbolon, Lolyta Damora Sinaga, Agustina Mayen Rilen Sinaga, Lorinta Rupmahita Sinaga, Rianda sinaga, samuel juliardi Sitepu, Christina P Sitepu, Edi Petra Situmeang, Santi Yohana Tampubolon, Samto Rediwan Togatorop, Fresty Handayani Yunita Sinaga, Yunita Zagoto, Lidwina Shinta Zebua, Berliance Zamira