Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi e-diary DM sebagai alat monitoring manajemen selfcare pengelolaan diet pasien DM Herman Priyono Luawo; Elly Lilianty Sjattar; Burhanuddin Bahar; Saldy Yusuf; Andi Masyitha Irwan
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.5.1.32-38

Abstract

Pendahuluan : Penatalaksanaan DM sangat penting dilakukan, upaya tersebut dapat melalui keterlibatan langsung penderita melalui program manajemen perawatan atau self care management. Tujuan : Mengetahui hasil monitoring aplikasi e-diary tehadap pegelolaan diet pasien diabetes mellitus. Metode : Menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan pre post test with control group design, analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil : penelitian menujukkan bahwa terdapat pengaruh 75,9 %, penerapan e-diary memberikan kontribusi signifikan terhadap manajemen selfcare (P value=0,000).  Pada kelompok intervensi sebelum diterapkan e-diary adalah 7,13 (SD 0,756), sedangkan sesudah dilakukan intervensi diperoleh nilai rata-rata pengeloaan diet sebesar 7,80 (SD 0,561) disimpulkan bahwa. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengelolaan diet pada pasien DM sebesar 0,80. Hasil analisis uji Wilcoxon Rank Test diperoleh nilai p value 0,006. Penerapkan e-diary pada pasien diabetes militus secara bermakna dan signifikan efektif dalam meningkatkan manajemen selfcare pengelolaan diet pada pasien diabetes militus.
Efektivitas sabun antibakteri terhadap penurunan biofilm pada luka kaki diabetik: Literature review Muhrawi Yunding; Saldy Yusuf; Takdir Tahir; Fitria Amrullah
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.6.1.34-46

Abstract

Pendahuluan: Luka Kaki Diabetik (LKD)merupakan penyakit dengan proses penyembuhan yang lama.LKD yang mengalami keterlambatan penyembuhan diakibatkan oleh adanya biofilm pada luka. Prognosis penderita LKD yang mengalami infeksi cukup buruk, seperti amputasi dan kematian. Tindakan dalam mengontrol biofilmpada penderita LKD diperlukan, salah satunya adalah dengan pencucian luka yang efektif menggunakan sabun antibakteri. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui efektivitas pencucian luka dengan menggunakan sabun antibakteri terhadap penurunan biofilm.Metode: Tinjauan ini merupakan sebuah scoping review dengan menggunakan data based Pubmed, Proquest, Science Direct and Willey. Hasil:Terdapat 307 artikel yang didapatkan dari 4 database, sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi.Mayoritas artikel membahas tentang efek chlorhexidineterhadap biofilm sebanyak 9 artikel dan hanya 1 artikel membahas tentang efek Parachlorometxylenol(PMCX). CHG mampu mereduksi bakteri hingga 8 unit log CFU (> 99,99 %) dan biofilm, CHG dalam menghilangkan stapilococcus aureus(6 hingga > 8 log10), PMCXefektif melawanStaphylococcus aureusdan P. aeruginosapenyebab infeksi nasokomial. Simpulan:Pencucian luka dengan menggunakan sabun antibakteri mampu menghilangkan biofilm dan telah terbukti lebih efektif dibandingkan dengan pencucian dengan air saja. Efek antibakteri lebih efektif jika dikombinasikan dengan terapi lain seperti ozon.
PERBANDINGAN EFEK ANTARA IRRIGATION DAN SWABBING TERHADAP KOLONISASI BAKTERI PADA LUKA KAKI DIABETIK : CROSS OVER Musdalifah Musdalifah; Ilhamjaya Patellongi; Saldy Yusuf
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i1.370

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Manajemen luka kaki diabetik memiliki prinsip dan tujuan untuk membantu mempercepat terjadinya proses penutupan luka. Komponen penting dari manajemen luka kaki diabetik salah satunya yakni perawatan luka lokal, perawatan luka dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Salah satu bagian dari perawatan luka kaki diabetik adalah pencucian luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efek tekhnik pencucian luka antara irrigation dan swabbing terhadap respon vaskularisasi dan kolonisasi bakteri pada luka kaki diabetik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan experimental design, dengan rancangan cross over. Responden penelitian sebanyak 17 pasien luka kaki diabetik yang melakukan perawatan di rumah sakit dan klinik perawatan luka. Pencucian luka antara tekhnik irrigation dan swabbing dilakukan bergantian pada responden yang sama di waktu yang berbeda pada 17 responden. Kolonisasi bakteri dihitung dengan pemeriksaan kultur bakteri. Hasil : tidak terdapat perbedaan efek antara kedua tekhnik pencucian luka terhadap respon vaskularisasi dengan nilai p = 0.231, dan terdapat perbedaan efek antara kedua tekhnik pencucian luka terhadap kolonisasi bakteri dengan p = 0.001, dimana irrigation lebih efektif dalam menurunkan jumlah bakteri (p = 0.01 ; mean difference = -24.296.688). Kesimpulan : Tekhnik Irrigation lebih efektif dalam mereduksi bakteri dibandingkan tekhnik swabbing. Meskipun demikian, kedua tekhnik ini tetap dapat digunakan dalam pencucian luka kaki diabetik. Kata kunci : Irrigation, Swabbing, Kolonisasi Bakteri, Luka Kaki Diabetik ABSTRACT Background: Management of diabetic foot ulcer has principles and aims to help improve the wound resolution process. An important component of diabetic foot ulcer management is local wound care, wound care is carried out to help speed up the treatment process. One part of treatment for diabetic foot ulcer is wound cleansing. The purpose of this study was to study the effect of the wound washing effect between irrigation and swabbing on the response of vascularity and bacterial colonization in diabetic foot ulcer. Method: This research is a quantitative study with an experimental design, with a cross-over design. Research respondents were 17 diabetic foot ulcer patients who were treated in hospitals and wound care clinics. Wound cleansing between irrigation and swabbing were carried out alternately at the same respondent at different times to 17 respondents. The bacterial colonization count by examination of bacterial culture. Results: there was no difference in effect between the two cleansing technique on the vascularization response with a value of p = 0.231, and there were differences in the effect between the two wound cleansing techniques on bacterial colonization with p = 0.001, while irrigation was more effective in the number of bacteria (p = 0, 01; average difference = -24,296,688). Conclusion: Irrigation techniques are more effective in reducing bacteria than swabbing techniques. Nevertheless, both of these techniques can be used in washing diabetic foot wounds Key word : Irrigation, Swabbing, bacterial colonization, DFU
The Implementation Of Patient And Family Education, And Effective Communication In A Hospital At South Sulawesi: An Action Research Study Liza Fauzia; Syahrul Syahrul; Saldy Yusuf; Abdul Majid
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 10 Number 2 Year 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v0i0.295

Abstract

Background: Frequent phenomena found in hospitals are lack of health education, unclearness medical information delivery, poor communication, or even nurses tried to neglect the importance of health information to patients. To identify problems related to the implementation of effective education and communication in one of hospitals in South Sulawesi Province. Methods: The study used qualitative and quantitative. This action research study involved 30 nurses consisting primary nurses and manager nurses in surgical care room, intesive care room, child care room and internal care room. Problem identification and the implementation is conducted. Analysis of data from the results of the distribution of questionnaires with descriptive statistics, while the results of interviews with content analysis. The questionnaires and interview guidelines were based on the 2012 Hospital Accreditation Rules. Results: Based on interviews and questionnaire distribution, Main problems identified in this study were less education and effective communication for patiens and patiens’ family. Moreover, socialization and provision of standard operational procedure (SOP) for education for patiens and patiens’ family was not available yet. Based on the the problem identification, in-house training for implementation of patiens and patiens’ family education and effective communication were conducted for the nurses. SOP about giving information and education for patient or patient’s family were made. Conclusion: It was proven that patiens and patiens’ family education and effective communication contributed to improve the quality of health services.
Check Up Diabetic Foot, Deteksi Dini Risiko Luka Kaki Diabetes Pada Pasien Diabetes Mellitus di Makassar: Uji Sensitifitas dan Spesifisitas Kasma Yuliani; Sulaeha Sulaeha; Sarina Sukri; Saldy Yusuf
Hasanuddin Student Journal VOLUME 1 NOMOR 1, JUNI 2017
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The first step to detect the further risk of foot ulcer in diabetic patients is checking the diabetic food by using the Doppler Ankle Brachial Index (ABI) and monofilament test. However, these tools are not available yet in Indonesia. Therefore, it is needed the alternative of Doppler ABI and monofilament test. This study aims to evaluate the sensitivity and specificity of Ipswich test and palpation of the Dorsal Pedal and Posterior Tibial pulses. The current study was observational by using cross-sectional design and quantitative approach. The data collection is conducted through direct observation and questionnaire. In addition, the data analyses done are a description of the data while data interpretation based on the result of sensitivity and specificity test. The result showed that from four Community Health Center (Puskesmas) namely, Puskesmas Mangasa, Puskesmas Antang, Puskesmas Sudiang, and Puskesmas Jumpandang Baru, the sensitivity of Ipswich Touch Test (IpTT) to Monofilament Test ranged from 72.7% to 100%. In addition, the specificity test of IpTT to Monofilament Test was 33.3% to 100%. Meanwhile, the result of palpation of the Dorsal Pedal and Posterior Tibial pulses compared to Doppler ABI results 100% in sensitivity but the specificity was not available. This study shows that checkup with diabetic foot alternatively can be used to detect the risk of foot ulcer which simple, practice, and without special competency in usage.Keywords: checkup diabetic foot, Ipswich touch test, palpation, diabetes mellitus, diabetic foot ulcer
Sensitivitas dan Spesifisitas Teknik Palpasi dalam Mendeteksi Angiopati pada Pasien DM Tipe II dengan Luka dan Tanpa Luka Irna Satriani; Saldy Yusuf; Kusrini Kadar
Hasanuddin Student Journal VOLUME 1 NOMOR 2, DESEMBER 2017
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komplikasi DM adalah terjadinya luka kaki diabetes (LKD) disebabkan oleh neuropati dan angiopati yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah. Pemeriksaan untuk mendeteksi dilakukan menggunakan Ankle Brachial Index (ABI) yang diukur menggunakan alat Doppler. Pemeriksaan alternatif mendeteksi angiopati adalah tekhnik palpasi. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional, melibatkan grup LKD dan Non LKD. Tekhnik penentuan sampel menggunakan Accidental Sampling, dilaksanakan di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi tekhnik palpasi nadi Dorsalis Pedis (DP) dan Posterior Tibialis (PT) terhadap auskultasi Doppler ABI DM tipe II dengan luka dan tanpa luka. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional, melibatkan grup LKD dan Non LKD. Tekhnik penentuan sampel menggunakan Accidental Sampling, dilaksanakan di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo. Tingkat sensitivitas dan spesifisitas Doppler ABI dan palpasi nadi Dorsalis Pedis dan Posterior Tibialis sangat baik, dengan demikian alternatif untuk pemeriksaan angiopati dapat dilakukan dengan menggunaan palpasi nadi dorsalis pedis dan posterior tibialis.
Prolanis Implementation Effective to Control Fasting Blood Sugar, HBA1C and Total Cholesterol Levels in Patients with Type 2 Diabetes Musfirah Ahmad; Rini Rachmawaty; Elly L. Sjattar; Saldy Yusuf
Jurnal Ners Vol. 12 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.373 KB) | DOI: 10.20473/jn.v12i1.2750

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus (DM) is a global disease endemic and causing of 4.6 million deaths in the world. The Indonesian government and health insurance [BPJS Kesehatan] formulate a Chronic Disease Care Program [Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS)] for type 2 diabetes that aimed at controlling the glycemic status and the risk factors of macro and microvascular complications. The purpose of this study was to analyze the correlation between the implementation of PROLANIS and fasting blood sugar, HbA1c, and total cholesterol levels in patients diagnosed with type 2 diabetes at Antang and Pampang community health centers, Makassar, Indonesia.Methods: This study used descriptive correlation design with cross sectional study approach. Subjects were 40 patients diagnosed with type 2 diabetes who joined PROLANIS at PUSKESMAS Antang and Pampang, Makassar, with sampling technique used was total sampling. The data were analyzed using correlation test to assess the significance (p), the direction (+/-), and the strength of the correlation (r). The implementation of PROLANIS was measured by using the observation sheets developed based on BPJS Kesehatan criteria, while the fasting blood sugar, HbA1c, and total cholesterol levels were checked by laboratory.Results: The mean of the implementation of PROLANIS was 15.05 (SD ± 5.62), while the mean levels of fasting blood sugar, HbA1c, and total cholesterolwere as followed: 191.80 mg/dL (SD ± 85.15); 8.4% (SD ± 2.08); and 192.87 mg/dL (SD ± 45.07). Using the Spearman's rho test, the study result showed that there was a significant and negative correlation between the implementation of PROLANIS and the levels of fasting blood sugar (p= 0.001; r= -0.724), HbA1c (p= 0.001; r= -0.870), and total cholesterol (p= 0.029; r= -0.35) in patients diagnosed with type 2 diabetes at Puskemas Antang and Pampang, Makassar.Conclusion: The optimal implementation of the PROLANIS is very effective to control the levels of fasting blood sugar, HbA1c, and total cholesterol in patients type 2 diabetes. 
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG PERAWATAN KAKI DIABETES DI KOTA MAKASSAR 2019 Elly L. Sjattar; Sarnida Sarnida; Titi Iswanti Afelya; Abdul Majid; Kusrini Kadar; Yuliana Syam; Saldy Yusuf; Nurhaya Nurdin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 2 No. 2: Desember 2019
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v2i1.8724

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang dilaporkan meningkat setiap tahun. Seiring dengan meningkatnya jumlah penderita diabetes, komplikasi yang dapat terjadi juga meningkat. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah ulserasi pada tungkai bawah dengan atau tanpa infeksi yang menyebabkan kerusakan pada jaringan di bawahnya, yang selanjutnya disebut sebagai Diabetic Foot. Perawatan kaki yang tepat dapat meminimalkan faktor risiko dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Kunci keberhasilan dan bagian penting dari pengelolaan DM dengan Diabetes secara komprehensif adalah keterlibatan anggota tim seperti dokter, perawat, petugas kesehatan lainnya, orang dan keluarga mereka. Salah satu sukarelawan dari petugas kesehatan lain yang sering ditemukan di masyarakat, yaitu Kader Kesehatan. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan oleh Kader Kesehatan adalah untuk mencegah timbulnya cedera pada kaki diabetes, mampu memberikan pendidikan kesehatan dan melakukan perawatan kaki yang baik dan benar untuk penderita diabetes. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan Kader Kesehatan tentang Perawatan Kaki Diabetes di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksploratif. Jumlah sampel yang diperoleh adalah 79 responden dengan teknik purposive sampling pada Kader Kesehatan di kota Makassar. Instrumen yang digunakan adalah hasil penelitian dari kuesioner Konsensus Delphi (Abrar, Yusuf, & Sjattar, 2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64 responden (81%) memiliki pengetahuan tentang perawatan kaki Diabetes dalam kategori baik dan 15 responden memiliki pengetahuan tentang perawatan kaki diabetes dalam kategori kurang.
EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN DAN PERAWATAN LUKA DIABETES DI RUMAH SAKIT MILITER Saldy Yusuf; Abdul Gaffar; Muh Hatta
coba Vol 8 No 1 (2019): Nopember 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.752 KB) | DOI: 10.32831/jik.v8i1.239

Abstract

Salah satu komplikasi kronik yang paling sering ditemui adalah Luka Kaki Diabetik (LKD) yang akan berakhir pada amputasi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat tentang Pencegahan dan Perawatan Luka Diabetes. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian perawat RS TK II Pelamonia Makassar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan stratified random sampling dengan besar sampel yakni 175 orang. Dari 100 orang perawat yang berpendidikan D-3, didapatkan jawaban salah tertinggi ada pada domain pertanyaan penggunaan alas kaki sebanyak 64 orang (64,0%), pada jenjang Pendidikan S1 dan Ners aspek terendah adalah deteksi resiko, pada mahasiswa S2 kesalahan dominan pada aspek deformitas kaki dan penggunaan alas kaki, masing-masing sebanyak 3 orang (60%). Evaluasi pengetahuan perawat tentang perawatan LKD pada perawat yang tidak memiliki sertifikat perawatan luka, didapatkan jawaban salah terbanyak ada pada domain pertanyaan Time Management sebanyak 118 orang (72.4%). Penelitian ini mengindikasikan masih terbatasnya pengetahuan perawat terkait evidence based practice dalam pencegahan LKD pada domain penggunaan alas kaki, deteksi resiko dan tanda deformitas kaki. Adapun pengetahuan perawat tentang proses perawatan, masih rendah pada aspek TIME Management dan penatalaksanaan biofilm.
IDENTIFIKASI DAN PERAN BIOFILM DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETES sintawati majid; saldy yusuf; Yuliana Syam
coba Vol 8 No 1 (2019): Nopember 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.477 KB) | DOI: 10.32831/jik.v8i1.238

Abstract

Pendahuluan : Salah satu komplikasi diabetes melitus (DM) yang paling banyak dilaporkan adalah luka kaki diabetes (LKD). LKD sangat rentan terpajan mikroorganisme dan berkembang menjadi diabetic foot infection (DFI). DFI dikaitkan dengan kehadiran biofilm pada luka. Berbagai jenis mikroorganisme bertanggung jawab sebagai pembentuk biofilm sehingga menghambat penyembuhan luka. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk mengetahui metode identifikasi dan peran biofilm dalam menghambat proses penyembuhan luka Metode : The method used is an electronic database of journals published through PubMed, Science Direct, Wiley and secondary search. Hasil : Review dari sembilan artikel yang telah direkrut melaporkan mayoritas mikroorganisme yang ditemukan pada LKD adalah produsen biofilm. Biofilm dapat dideteksi melalui pemeriksaan mikroskopis, metode lempeng mikro, metotoksik konvensional dan wound blotting non invasif. Adanya eksudate, kontrol glikemik yang buruk( HbA1c >8%), derajat luka, ukuran luka(≤4 cm), durasi luka(>3 bulan) dan lama menderita diabetes (10-19 tahun)berkaitan dengan keberdaan biofilm. Selain itu faktor risiko signifikan yang terkait dengan biofilm : paparan antibiotik, rekuren, riwayat amputasi, Multidrug-resistant (MDR) dan Extensive Drug resistant (XDR). Biofilm berperan dalam terhambatnya proses penyembuhan luka dan dapat menyebabkan inflamasi kronik. Diskusi : Golden standar metode identifikasi biofilm melalui pemeriksaan mikroskopis dengan biopsi jaringan luka. Biofilm berperan dalam peradangan kronik.
Co-Authors Abdul Gaffar Abdul Majid Abdul Majid Abdul Majid Ade Irma Rahayu, Ade Irma Adhisty, Weny Anggraini Afelya, Titi Iswanti Amrullah, Fitria Andi Hastuti Andi Minhajuddin Andriana Arfah Anita Rosman Arifuddin, Fitrawati Ariyanti Saleh Aswar Musakkir Awal Darmawan Baharia Laitung, Baharia Bambi, Adi Angriawan Burhanuddin Bahar Cahyono Kaelan Deliaty Bagenda Dirga Dijaya Mulyadi Elisa Sinaga Elly L. Sjattar Elly L. Sjattar Elly Lilianty Sjattar Elly Lilianty Sjattar Elly Lilianty Sjattar Erfina Erfina Etri Selpawani Etty Etty Eva Arna Abrar Fachry Abda El Rahman Fitria Amrullah Fredy, Etri Selpawani Hade, Nurwahidah Hade, Nurwahidah Halbina Famung Halmar Harbaeni, Harbaeni Hasdi, Hasdi Hasni Hasniati, Hasniati Hasriyani Hasriyani, Hasriyani Herman Priyono Luawo Huddu, Risma I Gusti Ngurah Antaryama Ilhamjaya Patellongi Indiriadi Indiriadi Irfanita Nurhidayah Irna Satriani Irwan Irwan Irwan, Andi Masyitha Jannah, Uyunul Jasmin, Muh juhelnita bubun Juhelnita Juhelnita Kadek Ayu Erika Kadek Erika Kaelan, Cahyono Kasma Yuliani KHOIRUL ANAM Kiki Rizky Aulina Kusrini Kadar Kusrini S. Kadar Liza Fauzia Lya Fitriyani M. Alfian Rajab Makbul Aman, Makbul Makkaraka, Nurhidayah Makkaraka, Nurhidayah Malasari, Silvia Maryunis Maryunis Maryunis Maryunis Masniati Arafah Masriadi, Masriadi Megawati Syam Minhajuddin, Andi Minhajuddin, Andi Moh Gifari S Moh. Syafar Sangkala Muh Hatta Muh. Syahrul Muhammad Darwis Muhrawi Yunding Muhtar, Trini Andini Muhtar, Trini Andini Mulyati Mulyati Musdalifah Musdalipa Kendeng Musfirah Ahmad Nur Febrianti Nur Ila Nur Isnah, Wa Ode Nurbaya Nurbaya Nurfiah, Nurfiah Nurhaya Nurdin Nurul Hidayah Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah Paridah Paridah R, Risnawati R, Risnawati Rasnah, Rasnah Rasyid, Nur Awaliah Rice Mandowa Rini Angriani Rini Rachmawaty Risnah Risnah, Risnah Risnawati R Risnawati R Risnawati R Risnawati R Rosman, Anita Rosyidah Arafat Rosyidah Arafat, Rosyidah S, Moh Gifari Sabir, Nurfadillah Sari, Mutmainnah Sari, Mutmainnah Sarina Musdiaman Sarina Sukri Sarnida Sarnida Selvia, Heni Silvia Malasari Sintawati Majid Siska Misali Sitti Nurhadijah Sitti Salmawati Sjattar, Elly L St Syahriyani Suhirman Suhirman Sukmawati Sukmawati Sulaeha Sulaeha Syahriyani, St Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syaiful Rassa, Syaiful Syakib Bakri Syam, Yuliana Syam, Yuliana Syam, Yuliana Syam, Yuliana Takdir Tahir Tarigan, Sumiati Tarigan, Sumiati Ul Husna, Annisa Dirani Usman, Suharno Uyunul Jannah Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wahyuna Sahmar Wawan Karniawan Yuliana Syam Yuliana Syam Zulfahmi