Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Optimizing Public Services: Musdalifa; Rosdiana
Meraja journal Vol 7 No 1 (2024): Vol 7 No 1 ( 2024 )
Publisher : P3M Stia Al Gazali Barru and Meraja media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33080/mrj.v7i1.343

Abstract

[Full Paper] to pdf Copyright (c) 2024 Meraja journal
Analisisis Online Engagement Melalui Media Sosial Instagram pada Toko iPhone Gorontalo Musdalifa; Talani, Noval Sufriyanto; Pakaya, Siti Mayasari; Mursalim, Muhammad Akram
Komunika Vol. 19 No. 02 (2023): Komunikasi Massa, Komunikasi Politik, Komunikasi Pemasaran
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/komunika.v19i02.13757

Abstract

  Online engagement merupakan kegiatan yang berlangsung dengan mengandalkan individu dengan pesan-pesan yang disampaikan melalui jaringan internet sebagai komunikasi di media sosial terhadap sebuah merek yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pelanggan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis online engagement di toko iPhone Gorontalo melalui media sosial Instagram. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah konsep dari engagement dan social media marketing. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari owner, admin marketing dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iPhone Gorontalo lebih memfokuskan pemasaran produk melalui media sosial Instagram karena dilihat dari jumlah followers dan likers yang ada di Instagram meningkat dan di media sosial Instagram lebih mudah membagikan konten produk karena adanya fitur IG story dan juga reels sehingganya para pelanggan mudah mendapatkan informasi lengkap mengenai iPhone Gorontalo. Yang dilihat dari 5 element engagement yaitu, social engagement, cognitive engagement, behavioral engagement, collaborative engagement dan emotional engagement. 5 element engagement dalam online engagement tersebut ternyata konten yang berisikan informasi mengenai produk iPhone Gorontalo lebih berdampak pada peningkatan engagement konten tips dan trik yang merupakan konten iPhone Gorontalo mendapatkan lebih banyak pemutaran konten dan mendapat banyak like di banding konten yang bersifat hiburan. Sehingganya online engagement dapat di terapkan di media sosial Instagram yang dapat membuat Instagram iPhone Gorontalo mendapat banyak pengunjung atau followers serta mendapat banyak like, komen dan share di postingan milik iPhone Gorontalo yang juga membuat pelanggan yang awalnya hanya pelanggan biasa hingga menjadi pelanggan loyal dan perekomendasi merek.Kata Kunci: Analisis, Online Engagement, Media Sosial, Instagram, Pemasaran
Penyelenggaraan Festival Anak Sholeh Di Kota Waisai Kabupaten Raja Ampat Musdalifa; Mulyono
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-khidmah.v3i2.1420

Abstract

Festival anak sholeh merupakan salah satu program unggulan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKNT Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong yang ada di Kelurahan Waisai Kota yang berkolaborasi dengan Remaja Masjid Agung Waisai. Tujuan diselenggarakannya program festival anak sholeh ini adalah untuk meningkatkan semangat anak dalam belajar agama Islam, mengembangkan minat dan bakat dalam bidang agama serta mengembangkan tingkat kreatifitas yang tinggi dan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak Kelurahan Waisai Kota. Pelaksanaan program festival anak sholeh terdapat 4 kegiatan yaitu, hafalan juz 30, lomba tilawah, lomba tartil, dan lomba mewarnai. Metode pelaksanaan yang diterapkan dalam festival anak sholeh yaitu membagi undangan untuk seluruh TPA yang ada di Waisai dan mempromosikan informasi melalui media sosial, registrasi pendaftaran di buka selama 2 minggu secara offline dan online, setelah pendaftaran ditutup dilakukan tecnical meeting dengan para perwakilan TPA
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Pada Kelompok A Di TK Wulele Sanggula II: Improving Children's Fine Motor Skills Through Collage Activities in Group A at Wulele Sanggula II Kindergarten Firna Safitri; Enchi, Nensi; Nur Jutira; Musdalifa; Wa Ode Nabila Irwan; Nurzan Najmah Ibrahim; Hapsah Alsa Putri; Roni Amaludin
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.3343

Abstract

Motor development is the process by which children acquire the skills and movement patterns necessary to perform various physical activities. Early childhood education (PAUD) also plays an important role in detecting and providing early intervention for various developmental problems that may occur in children. This research focuses on describing children's fine motor skills through collage activities, which are designed to improve both aspects simultaneously. The research techniques used are observation and documentation. Observation allows researchers to see phenomena directly, while documentation provides additional data that can be analyzed further. The results of the research can be proven to be an effective method for improving children's fine motor skills and encouraging their creativity. This activity involves hand-eye coordination as well as various fine motor skills, such as arranging and gluing, which supports children's fine motor development.   ABSTRAK Perkembangan motorik adalah proses di mana anak-anak memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas fisik. Pendidikan anak usia dini (PAUD) juga berperan penting dalam mendeteksi dan mengintervensi dini berbagai masalah perkembangan yang mungkin terjadi pada anak. Penelitian ini berfokus pada mendeskripsikan kemampuam motorik halus anak melalui kegiatan kolase, yang di rancang untuk meningkatkan kedua aspek tersebut secara bersamaan. Adapun teknik  penelitian yang di gunakan adalah observasi dan dokumentasi, Observasi memungkinkan peneliti melihat fenomena secara langsung, sementara Dokumentasi memberikan data tambahan yang bisa dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian yang di dapat terbukti bahwa metode yang efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak dan mendorong kreativitas mereka. Aktivitas ini melibatkan koordinasi mata dan tangan serta berbagai keterampilan motorik halus, seperti menyusun dan menempel, yang mendukung perkembangan motorik halus anak.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIG SMP NEGERI 10 PALU Musdalifa; Evie Awuy; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pertidaksamaan linear satu variabel di Kelas VII SMP Negeri 10 Palu. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel, mengikuti langkah-langkah: Course (1) menyajikan materi PtLSV dengan pemberian contoh masalah dan mengarahkan siswa untuk mengamati informasi yang termuat dari contoh masalah yang diberikan secara individu, (2) memberikan kesempatan kepada siswa tanya jawab. Review (3) meninjau kembali pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan sebelumnya dengan menguji pemahaman siswa secara berkelompok melalui pemberian LKPD, (4) meninjau kembali secara keseluruhan dengan meminta masing-masing perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan LKPD kelompoknya didepan kelas dan kelompok lain menanggapi. Horay (5) memberikan reward kepada kelompok yang jawabannya benar yaitu berupa stiker emoticon smile serta berteriak Horee dan jawaban salah yaitu berupa stiker emoticon sad (6) mengumpulkan LKPD dan lembar petak horay masing-masing kelompok untuk dihitung skor tiap-tiap kelompok (7) memberikan penghargaan kepada kelompok yang memperoleh emoticon smile atau jumlah “horee” terbanyak. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay; Hasil Belajar; Pertidaksamaan Linear satu variabel. Abstract: This study aims to obtain a description of the application of cooperative learning model Course Review Horay type (CRH) to improve student learning outcomes on linear inequality one variable in Class VII SMP Negeri 10 Palu. This type of research is a Classroom Action Research (PTK). This research refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart, ie planning, action execution, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of cooperative learning model type TheCourse Review Horay can improve student learning outcomes on linear inequality material one variable, following the steps: Course (1) directing students to observe the information contained from examples of problems given by teachers individually, (2) giving students an opportunity to answer questions. Review (3) reviewing students 'understanding of the material given earlier by testing students' understanding in groups through the provision of LKPD, (4) review the whole by asking each representative of the group to present the results of his group's LKPD work in front of the class and other groups responding. Horay (5) give rewards to the group that the correct answer is in the form of smile emoticon sticker and shout Horee and the wrong answer is a sad emoticon sticker (6) collect LKPD and horay plot sheets for each group to calculate the score of each group (7) reward the group with the highest emoticile smile or number of "horee". Keywords: Cooperative Learning Model Course Horay Type Course; Learning outcomes; Linear Inequality one variable.
Mengeksplorasi Persepsi Guru Sekolah Dasar Terhadap Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Musdalifa; Nurhadifah Amaliyah; Apif Bidala
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v2i3.813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru sekolah dasar terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai artikel jurnal dan sumber akademik yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan AI memberikan manfaat signifikan seperti personalisasi pembelajaran, umpan balik instan, dan efisiensi pengelolaan kelas. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan pengetahuan guru, infrastruktur teknologi yang belum memadai, serta persepsi negatif terhadap AI menjadi hambatan utama dalam penerapannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru antara lain latar belakang pendidikan, dukungan institusional, dan respon siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa dukungan pelatihan dan infrastruktur yang memadai diperlukan agar integrasi AI dapat memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar.
Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa: Kajian Studi Literatur Ismail Rahman; Nurhadifah Amaliyah; Anni Mafruha Amaliyah; Musdalifa; Dinda Claudia Risal Denggo
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v2i2.818

Abstract

Dalam sebuah proses belajar mengajar tidak terlepas dari sebuah media permbelajaran yang mana media berperan sebagai alat dalam proses belajar mengajar agar mempermudah dalam proses pembelajaran dan sebagai alat bantu seorang pendidik untuk menyampaikan sebuah ilmu dan materi. Berdasarkan hal di atas, penting untuk melihat dan mengkaji penggunaan media pembelajaran digital yang dapat mendongkrak motivasi belajar siswa dengan media yang interaktif dan sesuai zaman melalui pengumpulan informasi dari berbagai sumber yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Beberapa sumber data yang digunakan berupa jurnal ilmiah, buku akademik, artikel dari situs resmi, serta laporan penelitian terdahulu yang diperoleh melalui basis data daring seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian terdahulu mengenai media pembelajaran digital dan motivasi belajar di atas, dapat dikatakan bahwa penggunaan media pembelajaran digital memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar siswa yang meningkat.
Persinggungan Politik Islam dan Islam Politik: Genealogi dan Perkembangan Islam di Era Orde Baru Alfanny, M. Sa’ad; Dh, Achmad Zuhdi; Musdalifa; Muhammad, Ferhadz A.
Journal of Politics and Policy Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jppol.2025.7.1.4

Abstract

The New Order era became a crucial point in the relationship between politics and religion in Indonesia, characterised by authoritarian policies and ideological propaganda that generated social tensions. The main debate revolved around the position of religion within the state, which fuelled conflicts in religious practice. The New Order regime applied repressive and co-optative strategies towards Islam, shaping a religious mould that tended to be subservient to power. This research aims to trace the development of Islam during this period by distinguishing between political Islam and political Islam. Through a qualitative approach and descriptive analysis, this study focuses on the relationship between state policy and muslim religious expression, as well as its impact on Islamic socio-political dynamics, in order to re-understand the configuration of the relationship between Islam and the state in the New Order era.
Tradisionalisme Dalam Pemikiran Aliran Islam Nahdlatul Wathan Dan Nahdlatul Ulama Ach Badri Amien; M. Sa’ad Alfanny; Kamal Yusuf; Musdalifa
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/6wmxcf53

Abstract

The diversity of Islamic schools in Indonesia reflects the principle of rahmatan li al-'Ālamīn. Among the schools based on the teachings of Ahlus Sunnah wal Jama'ah are Nahdlatul Wathan (NW) and Nahdlatul Ulama (NU). Both have different views on traditionalism in introducing Islam comprehensively. This study aims to analyze the understanding and application of traditionalism by NW and NU in religious, social, and educational aspects, as well as identify similarities and differences in approaches. The method used is descriptive qualitative with a literature approach through scientific sources such as books, journals, and thesis. The results of the study show that NW and NU are both committed to maintaining Islamic values based on the Qur'an, As-Sunnah, and the ijtihad of classical scholars. Both integrate local Islamic values in social and educational practices, including through pesantren. The main difference lies in the focus of da'wah: NW emphasizes more on education and the preservation of local Islam, while NU is broader in the preservation of Islamic traditions. Although they have different approaches, both play an active role as agents of change in the development of the people and nation through relevant socio-economic programs. Thus, NW and NU are not only preserving traditions, but also motorizing inclusive and sustainable development. Abstrak Keberagaman aliran Islam di Indonesia mencerminkan prinsip rahmatan li al-‘Ālamīn. Di antara aliran yang berlandaskan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah Nahdlatul Wathan (NW) dan Nahdlatul Ulama (NU). Keduanya memiliki pandangan tradisionalisme yang berbeda dalam memperkenalkan Islam secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan penerapan tradisionalisme oleh NW dan NU dalam aspek keagamaan, sosial, dan pendidikan, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pendekatannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan melalui sumber-sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NW dan NU sama-sama berkomitmen mempertahankan nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijtihad ulama klasik. Keduanya mengintegrasikan nilai-nilai Islam lokal dalam praktik sosial dan pendidikan, termasuk melalui pesantren. Perbedaan utama terletak pada fokus dakwah: NW lebih menekankan pendidikan dan pelestarian Islam lokal, sedangkan NU lebih luas dalam pelestarian tradisi Islam. Meski berbeda pendekatan, keduanya berperan aktif sebagai agen perubahan dalam pembangunan umat dan bangsa melalui program sosial-ekonomi yang relevan. Dengan demikian, NW dan NU bukan hanya pelestari tradisi, tetapi juga motor pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Strategi Dakwah NU Berbasis Kultural Dan Muhammadiyah Berbasis Purifikasi: Studi Komparatif Musdalifa; Kamal Yusuf; Ahmad Fajar Habibullah
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Agustus)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i2.171

Abstract

Da'wah plays a central role in the process of spreading and developing Islam in Indonesia. The two largest Islamic organizations in the country, namely Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah, show different styles of da'wah approaches in principle. Nahdlatul Ulama (NU) adopts a cultural-based da'wah model, which accommodates Islamic values into local traditions, while Muhammadiyah carries a purification-based da'wah approach, which focuses on purifying Islamic teachings in accordance with the principles of the Qur'an and Hadith. Although these methodological differences have been widely researched, there is still a void of in-depth studies on the effectiveness and impact of these two approaches in the context of modern society, especially in the face of the dynamics of globalization and digitalization. This study aims to find out the history of the birth of Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah and comparatively examine the culturally-based da'wah strategy of Nahdlatul Ulama (NU) and purification-based Muhammadiyah. This study uses a descriptive qualitative research method with a comparative study approach. The results of this study reveal that Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah have different da'wah approaches, with NU promoting cultural-based da'wah while Muhammadiyah emphasizes a purification approach. Both play an important role in building a religious and progressive society amid the challenges of globalization and digitalization in Indonesia.