Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Komunikasi Orang Tua Peserta Didik Dan Guru Dalam Meningkatkan Pembelajaran Pada Masa Pandemi Di Sman 3 Lumajang Ulum, Hairul; Zainal
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2021): Sirajuddin Desember 2021
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v1i1.1017

Abstract

Salah satu kunci sukses terlaksananya proses pembelajaran pada saatpandemi covid-19 adalah komunikasi intensif antara guru dan orang tuasiswa. Sebab tanpa adanya komunikasi akan terjadi kendala karena siswasekolah dasar masih perlu bimbingan guru dan juga orang tua. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi guru dan orang tuasiswa dalam optimalisasi pembelajaran pada masa pandemi di SMAN 3Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatiffenomenologis. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakanmetode wawancara.Untuk menguji keabsahaan data yang diperoleh,peneliti menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Hasilpenelitian ini adalah:1) Komunikasi guru dan orang tua siswa di SMAN 3Lumajang pada masa pandemi covid 19 dalam melaksanakan proses belajarmengajar menggunakan program guru sambang yakni menyambangi rumah-rumah siswa guna melaksanakan proses pembelajaran. Selain itu komunikasiantara guru dan orang tua siswa adalah membentuk grup whatsapp untuksetiap kelas.2) Kendala atau tantangan yang dihadapi guru dan orang tuasaat pandemic covid-19 adalah keterbatasan dalam menggunakanhandphone, bertambahnya pengeluaran dikarenakan harus membeli kuota,dan ketersediaan jaringan/singal internet.
PENDIDIKAN AQLUN, JISMUN, NAFSUN, QALBUN DI PESANTREN NURIS SALAFIYYAH UMBULSARI JEMBER Ahmad Halid; Zainal
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1275

Abstract

Artikel ini membahas tradisi pendidikan yang menarik didiskusikan yaitu p endidikanAqlun, Jismun , Nafsun , Qalbun Di Pesantren Nuris Salafiyyah Umbul Sari Jember. Penelitianini adalah penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data, observasi, wawancara, dandokumentasi. Informan penelitian ini adalah para ustadz dan para santri. Hasil penelitian iniadalah pendidikan Aqlun, Jismun , Nafsun , Qalbun Di Pesantren Nuris Salafiyyah UmbulsariJember merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan para santri. Aqlun, Jismun ,Nafsun , Qalbun merupakan penentuk luasnya berpikir santri dan berperilaku yang baikdalam kehudpan masyarakat.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDA’IYAH Zainal; Siti Ainur Rahayu; Sa’idah Karimah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2125

Abstract

Penelitian ini melatar belakangi tentang YouTube sebagai platform berbagi video yangpopuler, sangat mudah diakses oleh siswa dan guru. Penggunaan video yang menarik daninteraktif dapat meningkatkan minat belajar siswa, terutama generasi muda yang akrabdengan teknologi. Konsep-konsep abstrak dalam SKI dapat divisualisasikan dengan lebih baikmelalui video, sehingga memudahkan pemahaman siswa. YouTube menyediakan beragamkonten pembelajaran SKI, sehingga siswa dapat mengakses materi kapan saja dan di manasaja. Video dapat memicu diskusi dan aktivitas belajar yang lebih aktif di kelas.Tujuan72 | Sirajuddin : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. 04 No. 01 (2024)Availableonlineat https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddinpenelitian ini adalah : (1)Menganalisis pengaruh pemanfaatan YouTube terhadap motivasibelajar siswa dalam mata pelajaran SKI.(2)Mengetahui tingkat efektivitas YouTube dalammeningkatkan pemahaman siswa terhadap materi SKI.(3)Mengidentifikasi kendala yangdihadapi dalam pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran SKI.Metode penelitian inimenggunakan metode kualitatif dan penelitian kualitatif deskriptif, serta cara mengumpulkandata yang digunakan yaitu wawancara, observasi, serta guru dan siswa.Hasil penelitian ini : (1)Meningkatkan motivasi belajar siswa menjadi lebih termotivasi dalam belajar SKI karenamateri disajikan dengan menarik dan interaktif.(2)Adanya Kendala Teknis: Akses internet yangterbatas, kualitas video yang kurang baik, dan kurangnya literasi digital siswa menjadikendala.(3)Peran Guru yang Penting: Peran guru sangat penting dalam memilih video yangrelevan, membimbing siswa dalam menggunakan YouTube, dan mengelola diskusi kelas.
Peran Bawaslu Kabupaten Kuantan Singingi Dalam Penanganan Pelanggaran Netralitas ASN Pada Pemilu 2024 Tessania; Zainal
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 2 No. 4 Desember 2025
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.24071

Abstract

Ada dua temuan pelanggaran pemilu tahun 2024 yang terjadi di dua kecamatan pada Kabupaten Kuantan Singingi yaitu kecamatan Taluk Kuantan dan kecamatan Benai yang mana permasalahan tersebut sudah di tangan oleh panwaslu tingkat kabupaten. Untuk mengetahui Peran dan Untuk mengetahui Kendala dan Tantangan Yang dihadapi Bawaslu Kabupaten Kuantan Singingi Dalam Mengawasi Netralitas Aparatur Sipil Negara Pada Pemilihan Umum Tahun 2024 Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan induktif. Penelitian ini menggunakan teori Peran (Soekanto, 2002). Peran Normatif Bawaslu Kabupaten Kuantan Singingi dalam mengawasi Netralitas ASN sudah dilakukan dengan baik. Peran Faktual Perihal pencegahan Bawaslus sudah melakukan sesuai dengan ketentuan yang sudah di tetapkan pertamanya dilakukan pencegahan dimana pencegahan. Peran Ideal Berdasarkan pelaksanaan pemilu tersebut sudah berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada maka dengan demikian dapat disimpulkan peran Bawaslu sudah dilakukan dengan baik. Kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan Peran Bawaslu Kabupaten Kuantan Singingi Dalam Menangani Pelanggaran Nertalitas ASN Pada Pemilu 2024 adalah sebagai berikut: Wilayah kerja yang cukup luas serta personil yang terbatas menyebabkan pengawasan bawaslu kurang optimal, Bawaslu tidak bisa memberikan sanksi langsung kepada ASN dikarenakan kurang kuatnya ketentuan aturan yang ada, Kemudian terkadang ASN juga membutuhkan informasi seputar pemilu sehingga ada beberapa ASN yang dijumpai dilokasi kampanye namun tidak dapat di tindak lanjuti karena tidak cukup bukti sebagai pelanggaran.  
Kemampuan Number Sense Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Operasi Bilangan Ditinjau dari Perbedaan Kemampuan Matematika Zainal; Perdanawati, Shanty Galuh
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol. 5 No. 6 (2025): April 2025
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v5i6.1335

Abstract

Number sense is a fundamental component of meaningful mathematics learning, particularly in solving arithmetic operation problems. However, many students demonstrate procedural proficiency without adequate numerical understanding. This study aims to describe and analyze students’ number sense in solving arithmetic operation problems in relation to differences in mathematical ability. A mixed methods approach with an explanatory sequential design was employed. The participants were 60 seventh-grade students from MTs Miftahul Ulum Lumajang, who were categorized into high, medium, and low mathematical ability groups based on a mathematics ability test. Quantitative data were collected through a number sense test and analyzed using descriptive statistics and one-way ANOVA, while qualitative data were obtained through in-depth interviews and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results indicate a statistically significant difference in students’ number sense across different levels of mathematical ability (p<0.05). Students with high mathematical ability demonstrated more developed number sense, characterized by effective estimation, flexible strategy use, and the ability to evaluate the reasonableness of results. Students with medium mathematical ability showed partial development with inconsistent use of estimation and strategies, whereas students with low mathematical ability relied heavily on mechanical procedures and exhibited limited understanding of numerical relationships. These findings highlight the importance of differentiated instruction in arithmetic operations that emphasizes the development of number sense according to students’ mathematical ability levels.
The Effectiveness of Da’i as Zakat Executors in Strengthening Zakat Collection: Evidence from BAZNAS Dharmasraya Regency Aswen, Latif; Karni, Awis; Zainal; Nofrianti, Mami; Yustiloviani
Al Ushuliy: Jurnal Mahasiswa Syariah dan Hukum Vol. 4 No. 2 (2025): Vol 4 No 2
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the transformation of the role of da’i within BAZNAS of Dharmasraya Regency, where their function has expanded beyond the delivery of religious messages to encompass strategic responsibilities in the collection and management of zakat. The research seeks to analyze how this functional transformation occurs and to assess its effectiveness in increasing the potential collection of zakat, infak, and sadaqah (ZIS). Employing a qualitative methodology with a transformative approach, this study adopts the Community-Based Research (CBR) model, which emphasizes active collaboration among researchers, da’i, and local communities in identifying challenges and formulating context-sensitive solutions. Data were generated through participatory engagement, enabling an in-depth understanding of the social and institutional dynamics surrounding zakat management. The findings indicate that the repositioning of da’i as zakat executors has significantly enhanced collective community awareness of the religious and social importance of zakat, while also strengthening zakat management systems grounded in local culture and community potential. Furthermore, the integration of cultural approaches and managerial capacity-building initiatives has proven effective in reinforcing the role of da’i as agents of social change, particularly in promoting community empowerment and sustainable zakat governance.
MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS CINTA: IKHTIAR MEMBANGUN PENDIDIKAN ISLAM YANG HUMANIS DAN TRANSFORMATIF Siti Aisyah; Zainal
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 02 (2026): Februari 2026
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/qolamuna.v11i02.2612

Abstract

Curriculum management in Islamic education has long been dominated by an administrative–technocratic approach that emphasizes compliance with standards, program effectiveness, and cognitive achievement. Such an orientation tends to marginalize affective and relational dimensions, including values of compassion and care, which are central to the educational process in Islam. Philosophically, Islamic education aims to cultivate the whole person (insan kamil) through a comprehensive process of humanization. Previous studies have largely examined curriculum management from the perspectives of educational quality, religious moderation, or twenty-first-century competencies, yet they have not explicitly positioned love as an institutionalized managerial paradigm within curriculum planning, implementation, and evaluation. This condition indicates a research gap regarding the integration of love as an ethical and pedagogical foundation in Islamic curriculum management. This study offers a novel conceptualization of LoveBased. Curriculum Management, which frames love (mahabbah and rahmah) not merely as an individual emotional value, but as a guiding managerial principle that shapes curriculum policy, educational relationships, and the orientation of educational goals. The urgency of this research is further reinforced by the contemporary crisis of empathy, the increasing prevalence of symbolic violence in educational practices, and the growing demand for Islamic education capable of transforming learners’ intellectual, moral, and social consciousness. Employing a qualitative approach through a literature review, this study examines works on Islamic educational management, Paulo Freire’s humanistic pedagogy, and the educational thought of classical Muslim scholars such as Al-Ghazali and Ibn Miskawaih, particularly their emphasis on ethics and compassion in education. The findings indicate that love-based curriculum management is able to reorient education from a mere transfer of knowledge toward character formation, strengthen dialogical relationships between educators and learners, and foster the transformation of Islamic education into a more just, inclusive, and meaningful system. Keywords: curriculum management, Islamic education, love, humanism, educational transformation.
THE UTILIZATION OF A READING CORNER IN IMPROVING STUDENTS’ READING INTEREST AT MI MIFTAHUL ULUM BANYUPUTIH KIDUL Ainul Rohmah, Hikmatul; Zainal
Al-Adawat : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 01 (2026): APRIL
Publisher : PGMI UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/aldawat.v5i01.11261

Abstract

This study aims to describe the utilization of a reading corner in improving students’ reading interest at MI Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of the principal, teachers, and three students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was tested through source triangulation. The findings revealed that the utilization of the reading corner played an effective role in improving students’ reading interest. This was indicated by the increased enthusiasm of students in reading activities, their habit of using spare time for reading, and their active participation in reading habituation activities before the learning process began. This success was supported by an attractive reading corner design, a clean and comfortable environment, a diverse collection of books, as well as support from teachers and the principal in managing literacy programs. In addition to functioning as a literacy support facility, the reading corner was also utilized as an alternative learning resource and a medium for character building, such as discipline, responsibility, and independent learning habits. Therefore, the reading corner can be considered an effective literacy strategy in fostering a reading culture and improving the quality of learning in Islamic elementary school settings.
Desain ruang memorial di kawasan bencana likuefaksi Balaroa Idris, Syahril; Amar; Zainal; Bakri, Muhammad; Arief, Irdinal; Mardin, Rifai; Burhanuddin
Jurnal Arsitektur Lansekap Vol.12, No.1, April 2026
Publisher : Prodi Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JAL.2026.v12.i01.p06

Abstract

After the 7.4-magnitude earthquake, tsunami, and liquefaction disaster in September 2018, the Balaroa sub-district of Palu City was severely affected by liquefaction, which covered approximately 50 hectares with a perimeter of about 2.5 kilometres. This area was predominantly residential. Historically, residents of West Gunung Marawola avoided passing through this area when travelling to the Manonda Inpres Market, as the wheels of their carts would often become stuck. Consequently, the site was named Tagari Lonjo (a waterlogged and muddy area). This served as a form of natural mitigation, indicating that the site was unsuitable for habitation. This paper aims to establish a correlation between the initial conditions and the management of potential risks following the disaster. The research employs qualitative methods and utilises the Sendai Framework (as a conceptual foundation) and SWOT analysis (as a strategy formulation tool). The proposed design concept involves planning and utilisation of the former Balaroa liquefaction site, focusing not only on physical and ecological recovery but also on socio-economic revitalisation and strengthening resilience to future disasters. Based on the analysis, the geotechnical conditions of the former liquefaction site in Balaroa Village are recommended to be utilised as Ruang Natebuka Kodara (green open space) within land-use planning, with agrotourism potential that can foster economic self-reliance and help alleviate communal trauma. It is hoped that this paper will contribute particularly to education on mitigation and resilience, supporting regional sustainability through innovative post-disaster recovery strategies.
THE DIVERSITY OF UNDERSTANDING OF  THE CONCEPT OF RELIGIOUS  MODERATION AMONG MILLENNIAL DA’IS  IN THE CITY OF PALU: KEBERAGAMAN PEMAHAMAN TENTANG KONSEP MODERASI AGAMA DI KALANGAN GENERASI MILENIAL DA’I DI KOTA PALU Anifa Hakim; Faiz Rahmansyah; Zainal
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 2 No. 1 (2025): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jn2xbm39

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi keragaman pemahaman konsep moderasi  beragama di kalangan da’i milenial di Kota Palu. Penelitian ini  bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana faktor-faktor sosial,  budaya, dan pendidikan mempengaruhi perspektif da’i terhadap  moderasi beragama. Dengan pendekatan kualitatif, data  dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok  fokus dengan 20 da’i milenial yang aktif di berbagai komunitas.  Hasil analisis menunjukkan bahwa ada variasi yang signifikan  dalam pemahaman moderasi beragama, mulai dari pandangan yang  lebih tradisional hingga pendekatan yang lebih progresif. Beberapa  da’i menekankan pentingnya toleransi dan dialog antaragama,  sementara yang lain lebih fokus pada interpretasi ajaran agama yang kontekstual. Faktor-faktor seperti latar belakang pendidikan,  pengalaman pribadi, dan dinamika sosial di Palu turut berperan  dalam membentuk pemikiran mereka. Temuan ini menunjukkan  bahwa meskipun ada kesamaan dalam nilai-nilai dasar moderasi,  cara penerapannya sangat dipengaruhi oleh konteks individu dan  lingkungan. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi dalam  pengembangan strategi dakwah yang lebih inklusif dan moderat di  kalangan generasi muda, serta menyoroti pentingnya pemahaman  yang beragam dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia