Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN BILAH HULU Ummy Hairani; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Muhammad Ardansyah; Marlina Siregar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10312

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is a key factor in determining the quality of education in elementary schools; however, it is still influenced by various managerial and psychological aspects within the school environment. This study aims to examine the effect of principals’ managerial leadership, school culture, and work motivation on teacher performance in public elementary schools located in Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 50 teachers selected through a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires that had been tested for validity and reliability, and then analyzed using multiple linear regression. The results show that principals’ managerial leadership, school culture, and work motivation, both partially and simultaneously, have a positive and significant effect on teacher performance. The strength of the model is indicated by the coefficient of determination (R²) value of 0.629, meaning that 62.9% of the variation in teacher performance can be explained by these three variables. These findings emphasize that improving teacher performance requires strengthening principals’ leadership practices, fostering a conducive school culture, and continuously enhancing teachers’ work motivation. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu pendidikan di sekolah dasar, namun masih dipengaruhi oleh berbagai aspek manajerial dan psikologis di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan manajerial kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 50 guru yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kekuatan model ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,629, yang berarti 62,9% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru perlu dilakukan melalui penguatan praktik kepemimpinan kepala sekolah, penciptaan budaya sekolah yang kondusif, serta peningkatan motivasi kerja guru secara berkelanjutan.
PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 2 BILAH HULU LABUHANBATU Sapriyani Sapriyani; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Muhammad Ardansyah; Marlina Siregar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10549

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is one of the important aspects that influences the quality of learning and the success of education in elementary schools. However, the level of teacher performance is still influenced by various factors, both originating from within the teachers themselves and from the school environment. This study aims to analyze the influence of school climate and principal leadership on the performance of elementary school teachers in Cluster 2 Bilah Hulu, Labuhanbatu Regency. This research employed a quantitative approach with an associative correlational ex post facto design. The population of this study consisted of 128 elementary school teachers, while the sample included 97 respondents selected using the Slovin formula with a 5% error rate. Data collection techniques used questionnaires that had passed validity and reliability tests. Data analysis was conducted using multiple linear regression assisted by SPSS version 26, including classical assumption tests, t-tests, F-tests, and coefficient of determination tests. The results showed that school climate had a positive and significant effect on teacher performance with a significance value of 0.003 < 0.05. In addition, principal leadership was also proven to have a positive and significant effect on teacher performance with a significance value of 0.000 < 0.05. Simultaneously, school climate and principal leadership had a positive and significant influence on teacher performance with a significance value of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination value of 0.445 indicates that 44.5% of the variation in teacher performance can be explained by these two variables. Therefore, the creation of a conducive school climate and effective principal leadership are important factors in improving teacher performance. ABSTRAK Kinerja guru menjadi salah satu aspek penting yang berpengaruh terhadap mutu pembelajaran serta keberhasilan pendidikan di sekolah dasar. Namun demikian, tingkat kinerja tersebut masih dipengaruhi oleh beragam faktor, baik yang berasal dari dalam diri guru maupun dari lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru Sekolah Dasar yang berada di Gugus 2 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang bersifat asosiatif korelasional. Populasi dalam penelitian terdiri atas 128 guru Sekolah Dasar, sedangkan sampel penelitian berjumlah 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear berganda berbantuan program SPSS versi 26, yang meliputi uji asumsi klasik, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara simultan, iklim sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,445 menunjukkan bahwa sebesar 44,5% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Oleh karena itu, terciptanya iklim sekolah yang kondusif serta kepemimpinan kepala sekolah yang efektif menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan kinerja guru.
KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH UNGGUL BERBASIS DIGITAL DI GUGUS I BILAH HULU Faisal Efendi Siregar; Iwan Purnama; Sakinah Ubudiyah Siregar; Marlina Siregar; Aziddin Harahap
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10224

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology requires the education sector to transform toward an innovative and adaptive system, making the role of the principal as a visionary leader crucial in improving teacher performance and implementing digital-based learning. This study aims to analyze the role of visionary leadership of the principal, identify the challenges encountered, and examine the strategies implemented in realizing a digitally superior school at SD Negeri 43 Bilah Hulu. This research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that the principal’s visionary leadership plays a significant role in improving teacher performance through role modeling, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. However, several challenges were identified, including limited technological infrastructure, disparities in teachers’ digital competencies, and difficulties in implementing adaptive and fair policies. To address these challenges, the principal implemented strategies such as strengthening collaborative leadership, improving the quality of technology-based learning, enhancing teacher competence and professionalism, promoting student achievement, and gradually providing adequate facilities and infrastructure. Thus, it can be emphasized that the principal’s visionary leadership is a key factor in realizing a digitally-based excellent school, as the success of educational transformation is determined not only by the availability of technology, but more importantly by the quality of leadership and the readiness of human resources to manage and optimize it. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi menuju sistem yang inovatif dan adaptif, sehingga peran kepala sekolah sebagai pemimpin visioner menjadi sangat penting dalam mendorong peningkatan kinerja guru dan implementasi pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan visioner kepala sekolah, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta mengkaji strategi yang diterapkan dalam mewujudkan sekolah unggul berbasis digital di SD Negeri 43 Bilah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja guru melalui keteladanan, motivasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Namun, terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana prasarana teknologi, ketimpangan kompetensi digital guru, serta tantangan dalam penerapan kebijakan yang adaptif dan adil. Untuk mengatasi hambatan tersebut, kepala sekolah menerapkan strategi berupa penguatan kepemimpinan kolaboratif, peningkatan mutu pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru, peningkatan prestasi siswa, serta penyediaan sarana prasarana secara bertahap. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam mewujudkan sekolah unggul berbasis digital, karena keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi terutama oleh kualitas kepemimpinan dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola serta mengoptimalkannya.
The effectiveness of IMLO Biology media in enhancing students’ learning motivation under the Merdeka Curriculum Risma Delima Harahap; Budianto Bangun; Sakinah Ubudiyah Siregar; Tegar Tegar
Jurnal Biolokus : Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v8i2.4796

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning and the integration of digital media. However, empirical investigations focusing specifically on IMLO Biology media and its impact on students’ learning motivation are still scarce. This lack of evidence creates a research gap regarding the effectiveness of interactive, curriculum-aligned digital tools in motivating students to learn biology. Addressing this gap is important because learning motivation plays a crucial role in achieving the competency goals outlined in the Merdeka Curriculum. This study aims to analyze the effectiveness of IMLO Biology media in enhancing students’ learning motivation. A quantitative survey design was employed with a purposive sample of 60 eleventh-grade science students from two public upper secondary schools in South Rantau, North Sumatra, during the 2024-2025 academic year. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, then analyzed using frequency distribution. The results indicate that IMLO Biology media is effective in increasing students’ learning motivation, with an average score of 85.72%, categorized as very good. Students showed higher interest, stronger engagement, and improved comprehension of abstract biological concepts. IMLO Biology media supports the principles of the Merdeka Curriculum by offering interactive and motivating learning experiences. This study provides empirical evidence to fill the identified research gap and highlights the educational importance of integrating well-designed digital media to foster student motivation in science learning.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, KEPRIBADIAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU MTs Chairul Anwar; Aziddin Harahap; Marlina Siregar; Sakinah Ubudiyah Siregar; Junita Junita
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10170

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the less-than-optimal performance of teachers at MTs Negeri 2 Labuhanbatu Utara, which is presumed to be related to the principal’s transformational leadership style, teachers’ personality, and work discipline. The objective of this study was to analyze the influence of transformational leadership style, personality, and work discipline on teachers’ performance, with a focus on the relationship among these four variables within the context of madrasah management. The study employed a quantitative descriptive research method. The research stages included instrument development, validity and reliability testing, data collection using a Likert-scale questionnaire (scores 1–5), and statistical data analysis to examine the influence among variables. The respondents consisted of the madrasah principal and civil servant teachers directly involved in the learning process. The results showed that transformational leadership style, personality, and work discipline had a significant effect on teachers’ performance, both partially and simultaneously. These findings indicate that improving teachers’ performance is influenced not only by individual factors but also by inspirational leadership practices and a consistent culture of work discipline. The main conclusion of this study is that strengthening transformational leadership, fostering teachers’ personality, and enforcing integrated work discipline can serve as an effective strategy to improve teachers’ performance in the madrasah. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kinerja guru di MTs Negeri 2 Labuhanbatu Utara, yang diduga berkaitan dengan faktor gaya kepemimpinan kepala madrasah, kepribadian guru, dan disiplin kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, kepribadian, dan disiplin kerja terhadap kinerja guru, dengan fokus pada keterkaitan keempat variabel tersebut dalam konteks pengelolaan madrasah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Tahapan penelitian meliputi penyusunan instrumen, uji validitas dan reliabilitas, pengumpulan data melalui angket skala Likert (skor 1–5), serta analisis data statistik untuk menguji pengaruh antarvariabel. Responden penelitian terdiri atas kepala madrasah dan guru ASN yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, kepribadian, dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek individual, tetapi juga oleh praktik kepemimpinan yang inspiratif dan budaya disiplin kerja yang konsisten. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa penguatan kepemimpinan transformasional, pembinaan kepribadian, dan penegakan disiplin kerja secara terintegrasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kinerja guru di madrasah.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL, MOTIVASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA GURU MADRASAH ALIYAH Sri Bunga; Aziddin Harahap; Marlina Siregar; Sakinah Ubudiyah Siregar; Junita Junita
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10171

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by suboptimal teacher performance in improving learning quality in madrasah, presumed influenced by the principal’s transactional leadership, work motivation, and pedagogical competence. The objective was to analyze the effect of these variables on the performance of civil servant teachers at MAN 2 Labuhanbatu Utara, partially and simultaneously. The study employed a quantitative ex post facto approach. The population consisted of 60 civil servant teachers, all selected as samples using total sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire tested for validity and reliability. Data analysis included descriptive analysis, classical assumption tests, and multiple linear regression. Results showed that, partially, transactional leadership, work motivation, and pedagogical competence had a significant effect on teacher performance (p < 0.05). Simultaneously, the three variables also significantly affected teacher performance. Regression analysis indicated that pedagogical competence was the most dominant variable, followed by transactional leadership and work motivation. These findings indicate that teachers with strong pedagogical competence, supported by clear transactional leadership in providing direction and rewards, and high work motivation, tend to demonstrate more effective, planned, and consistent teaching performance. These findings suggest that improving teacher performance requires a comprehensive approach through strengthening transactional leadership, enhancing work motivation, and developing pedagogical competence. This study provides important implications for educational management to improve learning quality in madrasahs. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah, yang diduga dipengaruhi oleh kepemimpinan transaksional kepala madrasah, motivasi kerja, dan kompetensi pedagogik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transaksional, motivasi kerja, dan kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru PNS di MAN 2 Labuhanbatu Utara, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 60 guru PNS yang seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kepemimpinan transaksional, motivasi kerja, dan kompetensi pedagogik berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (p < 0,05). Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi kinerja guru, diikuti oleh kepemimpinan transaksional dan motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa guru dengan kompetensi pedagogik yang kuat, didukung kepemimpinan transaksional yang jelas dalam memberikan arahan dan penghargaan, serta motivasi kerja yang tinggi, cenderung memiliki kinerja mengajar yang lebih efektif, terencana, dan konsisten. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru memerlukan pendekatan komprehensif melalui penguatan kepemimpinan transaksional, peningkatan motivasi kerja, serta pengembangan kompetensi pedagogik secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK TERHADAP KINERJA GURU SMA Julmahdi Siregar; Iwan Purnama; Sakinah Ubudiyah Siregar; Marlina Siregar; Aziddin Harahap
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10364

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of education is largely determined by teacher performance as the main implementer of the learning process in schools. This study aims to examine the effect of work discipline and pedagogical competence on teacher performance at SMA Negeri 1 Sungai Kanan, both partially and simultaneously. This research employed a quantitative approach with a correlational design involving three independent variables and one dependent variable. The research subjects were all teachers at SMA Negeri 1 Sungai Kanan, with a total sample of 36 respondents. Data were collected using research instruments developed based on the indicators of each variable. Based on the results of hypothesis testing, it was found that work discipline has a significant effect on teacher performance with a coefficient of 0.445. Pedagogical competence also shows a significant effect on teacher performance with a coefficient of 0.592. Furthermore, simultaneously, work discipline and pedagogical competence have a stronger effect on teacher performance, with a coefficient of 0.669. Overall, the results of this study indicate that improving teacher performance can be achieved through strengthening work discipline and enhancing pedagogical competence. These findings imply that efforts to improve the quality of education should focus on continuous professional development of teachers as well as the enforcement of work discipline within the school environment. ABSTRAK Peningkatan kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kinerja guru sebagai pelaksana utama proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sungai Kanan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang melibatkan tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Subjek penelitian adalah seluruh guru SMA Negeri 1 Sungai Kanan dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen penelitian yang telah disusun sesuai dengan indikator masing-masing variabel. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja guru sebesar 0,445. Kompetensi pedagogik juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai sebesar 0,592. Selain itu, secara simultan disiplin kerja dan kompetensi pedagogik memberikan pengaruh yang lebih kuat terhadap kinerja guru dengan nilai sebesar 0,669. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan disiplin kerja dan pengembangan kompetensi pedagogik. Temuan ini memberikan implikasi bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan perlu difokuskan pada pengembangan profesional guru secara berkelanjutan serta penegakan disiplin kerja di lingkungan sekolah.
PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 2 BILAH HULU Jonny Feri; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Muhmmad Ardansyah; Marlina Siregar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10272

Abstract

ABSTRACT Improving teacher performance is a key factor in the success of learning, yet it still faces challenges such as low levels of innovation and limited use of technology. This study aims to examine how school climate and the leadership style of principals influence the performance of elementary school teachers in Cluster 2 Bilah Hulu, Labuhanbatu Regency. The method used is a quantitative ex-post facto design with a sample of 56 teachers selected proportionally. Research data were collected through questionnaires, observations, and documentation. The data were then analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS, after first passing validity, reliability, and classical assumption tests. The findings indicate that school climate and the principal’s leadership style have a positive and significant effect on teacher performance, with leadership style being the most dominant factor. Simultaneously, both variables contribute 83.3% to teacher performance. Based on these results, it can be concluded that teacher performance can be improved through the creation of a conducive school climate and effective principal leadership, making these two aspects key factors in enhancing the quality of primary education. ABSTRAK Peningkatan kinerja guru merupakan faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran, namun masih menghadapi kendala seperti rendahnya inovasi dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana iklim sekolah serta gaya kepemimpinan kepala sekolah memengaruhi kinerja guru sekolah dasar yang berada di Gugus 2 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif jenis ex-post facto dengan sampel 56 guru yang dipilih secara proporsional. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner, kegiatan observasi, serta pengumpulan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS, setelah terlebih dahulu melewati pengujian validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa iklim sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru, di mana gaya kepemimpinan menjadi faktor yang paling dominan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 83,3% terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dapat ditingkatkan melalui terciptanya iklim sekolah yang kondusif serta kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, sehingga kedua aspek tersebut menjadi faktor utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
PENGARUH EKSPEKTASI, PEMBERDAYAAN, DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN BILAH HULU Khairul Hadi; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Marlina Siregar; Aziddin Harahap
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10298

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is a key factor in improving the quality of education; however, it is still influenced by various psychological and organizational aspects that are not yet optimal, such as expectations, empowerment, and self-confidence. This study aims to analyze the effect of expectations, empowerment, and self-confidence on the performance of elementary school teachers in Bilah Hulu District. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 120 teachers selected from a population of 172. Data were collected through questionnaires that met validity and reliability requirements and were analyzed using multiple linear regression. The results show that expectations, empowerment, and self-confidence partially have a positive and significant effect on teacher performance. Simultaneously, the three variables also have a significant effect, with an F-value of 50.014 (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.564 indicates that 56.4% of the variation in teacher performance can be explained by these variables. The study concludes that improving teacher performance can be achieved through strengthening professional expectations, optimizing empowerment, and continuously developing teachers’ self-confidence. Therefore, schools need to create a supportive work environment and encourage the development of teachers’ psychological aspects as part of strategies to enhance educational quality. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, namun masih dipengaruhi oleh berbagai aspek psikologis dan organisasi yang belum optimal, seperti ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Bilah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 guru yang dipilih dari populasi sebanyak 172 guru. Data dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Secara simultan, ketiga variabel juga berpengaruh signifikan dengan nilai Fhitung sebesar 50,014 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,564 menunjukkan bahwa 56,4% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut.. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru dapat dicapai melalui penguatan ekspektasi profesional, optimalisasi pemberdayaan, serta pengembangan kepercayaan diri guru secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan mendorong pengembangan aspek psikologis guru sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINDAKLANJUTI PERUBAHAN KURIKULUM SEKOLAH DASAR Khoirunnisaiyah Lubis; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Muhmmad Ardansyah; Marlina Siregar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10315

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the managerial competence of the principal in responding to curriculum changes at SD IT Rabbani Rantauprapat, Labuhanbatu Regency. Curriculum changes in the education system require principals to possess strong managerial abilities to ensure effective curriculum implementation. As educational leaders, principals play a strategic role in planning, organizing, and supervising curriculum implementation in schools. This study employs a descriptive qualitative approach conducted at SD IT Rabbani Rantauprapat, Labuhanbatu Regency. The informants include the principal, vice principal for curriculum, teachers, and foundation supervisors. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results show that the principal’s managerial competence in addressing curriculum changes has been implemented through several aspects. First, the principal carried out strategic planning through coordination meetings and school work meetings to discuss curriculum implementation. Second, the principal organized the process by forming a curriculum development team and assigning tasks to teachers according to their competencies. Third, the principal conducted supervision and guidance to improve the quality of teaching and learning. Fourth, the foundation provided support for curriculum implementation in the school. However, the principal still faced several challenges, such as differences in teachers’ understanding of the new curriculum and limited time to prepare instructional materials. Therefore, the principal’s managerial competence plays a crucial role in the successful implementation of curriculum changes in the school. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menindaklanjuti perubahan kurikulum di SD IT Rabbani Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu. Perubahan kurikulum yang terjadi dalam sistem pendidikan menuntut kepala sekolah memiliki kemampuan manajerial yang baik agar proses implementasi kurikulum dapat berjalan secara efektif. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan memiliki peran strategis dalam merencanakan, mengorganisasikan, serta melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kurikulum di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD IT Rabbani Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Informan meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan pengawas yayasan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menindaklanjuti perubahan kurikulum telah dilaksanakan melalui beberapa aspek. Pertama, kepala sekolah melakukan perencanaan strategi melalui rapat koordinasi dan rapat kerja sekolah untuk membahas implementasi kurikulum. Kedua, kepala sekolah melakukan pengorganisasian dengan membentuk tim pengembang kurikulum serta melakukan pembagian tugas kepada guru sesuai dengan kompetensinya. Ketiga, kepala sekolah melaksanakan supervisi dan pembinaan kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Keempat, yayasan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kurikulum di sekolah. Namun demikian, kepala sekolah masih menghadapi beberapa kendala, seperti perbedaan pemahaman guru terhadap kurikulum baru serta keterbatasan waktu dalam menyusun perangkat pembelajaran. Dengan demikian, kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam keberhasilan implementasi perubahan kurikulum di sekolah.
Co-Authors Adelina, Yusnita Afsari, Sisca Amanda Augustiyani Amanda Amin Harahap Amin Harahap Amin Harahap Amin Harahap Andira Pratiwi Anggi Ananda Sari Nst Anggi Pradana Anggi Virlanda Astuti, Kasdianti AYU LESTARI AZIDDIN HARAHAP Bangun, Budianto Bela Apriani Budi Irawan Budiningsih, Heni Chairul Anwar Christine Widya Putri Silitonga CORNELIUS NATANAEL AMBARITA Damhuri Hasibuan Darpansyah Putra Dede Apriani Delvi Rukmana Putri Dina Magriani Nasution Duna Sari Hasibuan Dwy Santi Dwy Santi Eva Julianti P Eva Julyanti Eva Julyanti Faisal Efendi Siregar Fani Rosanti Fauzi, Ariska Septieny Fauzy, Ariska Septieny Halimatu Sadyah Rambe Harahap, Amin Harahap, Aziddin Harahap, Neni Fitriana Harahap, Nurlina Ariani Harahap, Risma Delima Hari Mansah Hasan Hasan Hasan Maksum Hasibuan, Lily Rohanita Hotna Sarida Harahap Hutahean, Mentari Ibnu Hajar Ibnu Hajar Ibrahim Rambe Icha Alvionita Ifdlol Amarullah Hasibuan Indah Fitria Rahma Inoviliana Inoviliana intan permata sari Iwan Purnama Jonatan, Fremri Jonny Feri Juliyanti, Eva Julmahdi Siregar Julyanti, Eva Junita Junita . Junita Junita Kartika Harahap Kemri, Tiara Widia Khairul Hadi Khoirunnisaiyah Lubis Laili Habibah Laili Habibah Pasaribu Lia Sahena Munthe Lily Roanita Hasibuan Lily Rohanita Hasibuan Lily Rohanita Hasibuan Lily Rohanita Hasibuan Listiana, Windi Mahadi Kesuma Rambe Mahdalena Marlina Siregar Marlina Siregar Marwah Nasution Mayasari Tambunan Mentari Hutahean Milfayetti, Sri Muhammad Ardansyah Muhammad Ardansyah Muhmmad Ardansyah Mulia Kurnia Sari NADIA JULYANTI NAINGGOLAN Nasution, Dini Ramadhani Nasution, Marwah Nasution, Ummutu Sakdiah Neni Fitriana Harahap Nur Indah Puspita Sari Nurapriani Nurapriani Nurapriani, Nurapriani Nurasiyah Br. Harahap Nurjannah Nurlina Ariani Harahap Nurlina Ariani Harahap, Nurlina Ariani Hrp ORIJA SIMANJUNTAK Pasaribu, Laili Habibah Pohan, Widia Hafni Rahma, Indah Fitria Rahmi Nazliah Rambe, Halimatu Sadyah Rina Risma Delima Harahap Risma Delima Harahap Rizka Fadila Rizky Amelia Rizky Amelia Rosmidah Hasibuan Rukiah Rukiah Rukiah Rukiah Safitri Siregar, Amalia SANDI ALDO SIPAHUTAR Sapriyani Sapriyani Simbolon, Boy Sisca Afsari Sisca Afsari Siti Suharni Simamora Sitompul, Fika Tio Menti Br Sitorus, Yacub Sri Bunga Sri Milfayetti Suliani, Ayu Supa, Dhea Juwita Ananda Tegar Tegar Ulanda, Riska Ummutu Sakdiah Ummy Hairani Uswatun Hasanah Widia Hafni Pohan Yenni Amelia Gultom YOSI AGNES RUMASI PAKPAHAN Yossi Lucky