Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KETERLIBATAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER MORAL Anggraheni, Ika; Ertanti, Devi Wahyu
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 10 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v10i2.2498

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh keterlibatan ayah dalam pendidikan anak usia dini terhadap perkembangan karakter moral anak di Malang Raya pada tahun 2024. Melibatkan 100 subjek, penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat keterlibatan ayah dan perkembangan karakter moral anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% ayah terlibat aktif dalam pendidikan anak, sedangkan 25% terlibat rendah. Temuan mengungkapkan bahwa 70% anak-anak dari kelompok dengan keterlibatan tinggi menunjukkan perkembangan karakter moral yang baik, dibandingkan dengan 10% dari kelompok keterlibatan rendah. Analisis regresi linier menunjukkan koefisien regresi sebesar 0.50 dengan p < 0.01, menegaskan adanya hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan ayah dan perkembangan karakter moral anak. Hasil ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memiliki dampak signifikan dalam pembentukan karakter moral anak, mendukung teori bahwa keterlibatan orang tua berperan krusial dalam pengembangan nilai-nilai moral anak. Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak usia dini dan dapat menjadi dasar untuk intervensi dan program yang mendukung keterlibatan ayah.
Kurikulum Bahasa Arab Berbasis Pesantren Di SMP Ar Rohmah Putri 1 Malang Mahmuda; Ika Anggraheni; Qayyimatusshalati; Annisaul Khoiriyah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 3 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i3.795

Abstract

Artikel ini membahas implementasi kurikulum berbasis pesantren. Kajiannya dilatar belakangi oleh keberadaan Pondok Pesantren yang hingga sampai saat ini dianggap sebagai Lembaga Pendidikan tradisional. Hal ini disebabkan karena banyak lulusan pondok pesantren yang kualitasnya masih kurang memadai apabila terjun langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, adanya kolaborasi antara kurikulum sekolah dengan kurikulum pesantren adalah solusi yang tepat untuk menjawab tantangan hadirnya dunia baru yang semakin maju yaitu derasnya derasnya arus globalisasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Ar Rohmah Putri 1 Malang yang mana lingkungannya dalam naungan Pesantren. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, sedangkan strategi yang diunakan yaitu studi kasus. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan Teknik wawancara. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti, diperoleh bahwa kurikulum yang diterapkan di SMP Ar Rohmah Putri 1 Malang adalah kurikulum yang berkolaorasi atau terintegrasi antara kurikulum sekolah dan kurikulum pesantren. Kemudian penerapan kurikulum sekolah berbasis harus mengikuti tahapan: perencanaan (menentukan tujuan satu tahunkedepan), pengorganisasian (pengelompokan kelas sesuai jenjang), pelaksanaan kurikulum (dilaksanakan setiap hari sesuai jadwal pembelajaran), pengawasan (melakukan supervise terhadap guru), evaluasi (melakukan ulangan harian, pemberian tugas, melakukan ujian akhir semester). Sedangkan dalam kendala pengimplementasian kurikulum berbasis pesantren di SMP Ar Rohmah Putri 1 Malang adalah kendala pemenuhan sarana dan prasarana, kurangnya sumber daya manusia, kurangnya pelatihan terhadap guru.
PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU DI SEKOLAH DASAR INDONESIA DALAM KONTEKS KEBIJAKAN NASIONAL ANGGRAHENI, IKA; HADI, SYAMSUL; PRISTIANI, RISKA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4102

Abstract

Teacher professional development in primary schools in Indonesia is a crucial component in the efforts to enhance educational quality. This research focuses on evaluating the effectiveness of the Continuing Professional Development (CPD) program whick aimed at enhancing pedagogical and professional competencies of teachers. The methodology used is qualitative research with a literature study approach involving data collection to understand and study theories from relevant literature.  In addition, policy analysis and interviews with various stakeholders in the education sector. The results of this study show that the CPD policy significantly impacts teaching practices and teachers' learning experiences, though challenges in its implementation include resource limitations and systematic support. The implications for improving education quality are significant, with improvements in teaching abilities and teachers' adaptation to innovative learning methods. This study proposes that educational policies should focus more on high-quality training and collaborative approaches between teachers and local governments to ensure effective implementation of professional development programs. ABSTRAKPengembangan profesional guru sekolah dasar di Indonesia merupakan komponen krusial dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Fokus penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru. Metodologi yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melibatkan pengumpulan data untuk memahami dan mempelajari teori-teori dari literatur yang relevan. Selain itu dilakukan juga analisis kebijakan dan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan PKB memiliki dampak yang signifikan terhadap praktik pengajaran dan pengalaman belajar guru, meskipun terdapat tantangan dalam penerapannya yang mencakup keterbatasan sumber daya dan dukungan sistematis. Implikasinya terhadap peningkatan mutu pendidikan adalah signifikan, dengan peningkatan kemampuan mengajar dan adaptasi guru terhadap metode pembelajaran inovatif. Penelitian ini mengusulkan bahwa kebijakan pendidikan harus lebih menekankan pada pelatihan berkualitas tinggi dan pendekatan kolaboratif antara guru dan pemerintah daerah untuk memastikan implementasi yang efektif dari program pengembangan profesional.
SISTEMATIKA TINJAUAN PUSTAKA (SLR) PENGEMBANGAN PROFESIONAL DALAM MEMBENTUK NILAI MORAL (EMPHATY) GURU ANGGRAHENI, IKA; NUSANTARA, TOTO; MASHFUFAH, AYNIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4321

Abstract

This research investigates professional development that plays an important role in shaping the moral values (empathy) of primary school teachers. This research focuses on understanding the professional development of primary education teachers. The research method is Systematic Literature Review (SLR). Through the Systematic Literature Review (SLR) method, this research identified, analysed and synthesised findings from various published sources. The research findings identified that moral values (empathy) involve a deep understanding of teachers' professional development as well as its impact on teaching practices. In addition, this research explores how professional development can motivate teachers to adapt to classroom situations and build a teacher's moral values (empathy) with students. The results show that an effective professional development programme can strengthen the moral value of empathy. This study can provide a deeper understanding of how professional development affects teaching quality and teachers‘ moral value of empathy and provide valuable guidelines for developing teacher training programmes at the primary level in the future, taking into account the importance of professional development in shaping teachers’ positive moral value of empathy. ABSTRAKPenelitian ini menyelidiki pengembangan profesional yang berperan penting dalam membentuk nilai moral (empati) guru sekolah dasar. Penelitian ini berfokus pada pemahaman pengembangan profesional guru pendidikan dasar. Metode penelitian Systematic Literatur Review (SLR). Melalui metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis temuan dari berbagai sumber yang dipublikasikan. Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa nilai moral (empati) melibatkan pemahaman mendalam tentang pengembangan profesional guru serta dampaknya terhadap praktik pengajaran. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengembangan profesional dapat memotivasi guru untuk beradaptasi dengan situasi kelas dan membangun nilai moral (empati) seorang guru dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengembangan profesional yang efektif dapat memperkuat nilai moral empati. penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pengembangan profesional mempengaruhi kualitas pengajaran dan nilai moral empati guru serta memberikan pedoman berharga untuk mengembangkan program pelatihan guru di tingkat dasar di masa mendatang, dengan mempertimbangkan pentingnya pengembangan profesional dalam membentuk nilai moral empati guru yang positif.
PROFIL PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KREATIVITAS ANAK KELOMPOK B DALAM KEGIATAN COOKING CLASS: DEVELOPMENT PROFILE OF FINE MOTOR SKILLS AND CREATIVITY IN GROUP B CHILDREN DURING COOKING CLASS ACTIVITIES Anggraheni, Ika
Thufuli Vol 1 No 1 (2019): Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/thufuli.v1i1.2788

Abstract

The use of hands, fingers and eye coordination are indicators of the success of fine motor development. Creativity in children's work is the result of fine motor skills.This research is a research with descriptive quantitative research. Data analysis techniques use descriptive with percentage. The study was conducted at Probolinggo Pembina State Kindergarten, especially for children aged 5-6 years (group B) totaling 30 children. Based on the results of these studies, this study is concluded as follows. In the variable fine motor ability indicator 1: the majority of children get a score of 4 as many as 16 children (53%). Indicator 2: the majority of children get a score of 4 which is as many as 15 children (50%). In indicator 3: the majority of children get a score of 4 which is as many as 18 children (60%). Indicator 4: the majority of children get a score of 4 as many as 20 children (67%). Indicator 5: the majority of children get a score of 4, namely 19 children (63%).The results on the variables of creativity development include the following. In indicator 1: the majority of children get a score of 4 which is as many as 15 children (50%). Indicator 2: the majority of children get a score of 4, which is 21 children (70%). Indicator 3: the majority of children get a score of 4, which is 16 children (53%). Indicator 4: the majority of children get a score of 4 which is as many as 18 children (60%). Indicator 5: the majority of children get a score of 4 as many as 20 children (67%).
Branding “Keripik Singkong” Untuk Mewujudkan Desa Sejahtera Mandiri Berbasis Ekonomi Kreatif Anggraheni, Ika; Yuniar, Ela; Tuanany, Mohamad Saleh; Yusuf Ahsani, Muhammad; Rachmawati, Karina Safitri; Ibnul Qayyim, Muhammad; Pradana, Antoni Bagus; Dwi Narwani, Anggi Ayu; Firdauzie, Achmad Rafly; Hidayati, Rizma Noer; Pratiwi, Riska Dwi; Yusuf, Laela Octaviana
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i3.6540

Abstract

Banyaknya potensi yang dimiliki oleh Desa Dadapan menjadikan semakin meningkat peluang perekonomian yang dimilikinya dan menjadikan deesa mandiri sejahtera berbasis ekonomi kreatif. Salah satunya dengan membuat industri kecil dalam rumah tangga untuk mengolah hasil pertanian yang dimilikinya dan memberikan kemasan yang menarik sehingga menarik perhatian konsumen dan berhasil memasarkan produk dengan lebih baik. Dengan jumlah penghasilan yang lebih baik setiap waktunya, menjadikan kami mahasiswa dari Kelompok 2 KKN-PPM Tematik Desa Dadapan ingin mengembangkan produk olahan tersebut menjadi produk yang digemari oleh seluruh penjuru dan tidak hanya di wilayah Desa Dadapan saja. Dengan memberikan dorongan kepada pemilik usaha untuk mengembangkan brand dan kemasan sehingga menjadi lebih menarik perhatian konsumen. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, penulis menggunakan metode penggalian informasi dan metode analisis data deskriptif dengan observasi dan wawancara. Dengan menggunakan brand dan kemasan baru menghasilkan produk keripik singkong Bu Rinda semakin banyak dikenal dan lebih memiliki banyak konsumen. Sehingga dapat meningkatkan penghasilan ekonomi Bu Rinda dan semakin banyak tenaga usaha yang dibutuhkan karena semakin banyaknya produk yang diproduksi. Harapannya branding dapat dijalankan secara berkelanjutan. Sehingga Desa Dadapan dapat menjadi Desa Sejahtera dan mandiri Berbasis Ekonomi Kreatif Melalui Pemanfaatan Ubi Singkong.
Sosialisasi Pentingnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan Melalui Kegiatan Netralisasi Sungai Anggraheni, Ika; Mukarromah, Lailatul; Triani, Novi; Mathari, Mathari; Aziizi, Ainun Nur; Afifah, Lu'luul Millati; Rahmawati, Refika; Ismail, Aldian Fajar; Khoiruddin, M. Yusuf Alfan; Bessy, Baharudin; Adelia, Adelia; Mufarokhah, Zulfa; Abrory, Muhammad Nizar
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i2.6541

Abstract

Pemahaman sampah pada masyarakat masih sangat rendah. Hal ini seperti yang terjadi di desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Persoalan pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya sehingga menganggu kebersihan lingkungan terutama di Sungai Desa Dadapan. Secara umum kondisi alam desa Dadapan adalah perumahan yang penuh dengan bangunan rumah warga. Minimnya tempat pembuangan sampah membuat warga membuang sampah di sungai. Dalam permasalahan ini kami mengadakan program penetralisasi sungai. Kegitatan itu berupa pembersihan sungai yang telah tercemar oleh sampah masyarakat. Solusi dari pencemaran lingkungan tersebut diadakan program kelompok meliputi Pengadaan Tempat Sampah Untuk RT 015 RW 005 Dusun Pagar Gunung, Kerja Bakti, Sosialisasi Program KKN-PPM Tematik, Pendampingan TPA, Administrasi Desa.
PENGARUH KETERLIBATAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER MORAL Anggraheni, Ika; Ertanti, Devi Wahyu
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol. 10 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh keterlibatan ayah dalam pendidikan anak usia dini terhadap perkembangan karakter moral anak di Malang Raya pada tahun 2024. Melibatkan 100 subjek, penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat keterlibatan ayah dan perkembangan karakter moral anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% ayah terlibat aktif dalam pendidikan anak, sedangkan 25% terlibat rendah. Temuan mengungkapkan bahwa 70% anak-anak dari kelompok dengan keterlibatan tinggi menunjukkan perkembangan karakter moral yang baik, dibandingkan dengan 10% dari kelompok keterlibatan rendah. Analisis regresi linier menunjukkan koefisien regresi sebesar 0.50 dengan p < 0.01, menegaskan adanya hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan ayah dan perkembangan karakter moral anak. Hasil ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memiliki dampak signifikan dalam pembentukan karakter moral anak, mendukung teori bahwa keterlibatan orang tua berperan krusial dalam pengembangan nilai-nilai moral anak. Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak usia dini dan dapat menjadi dasar untuk intervensi dan program yang mendukung keterlibatan ayah.
Multisensory Character Education: Enhancing Social–Emotional Development in Early Childhood through Experiential Learning Ika Anggraheni; Devi Wahyu Ertanti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8497

Abstract

Character education in early childhood is often dominated by verbal instruction, which may limit children's ability to internalize moral values through lived experience. This study explores the potential of multisensory character education—an approach that engages visual, auditory, kinesthetic, and tactile senses—to enhance social–emotional development among young learners in Indonesia. A quantitative descriptive survey was conducted with 20 early childhood teachers at RA Al Jihad, Malang. A 30-item Likert-scale questionnaire measured three constructs: multisensory character education, children’s social development, and emotional development. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression. Teachers reported high levels of multisensory implementation (M = 4.21), with similarly high ratings for children’s social (M = 4.18) and emotional (M = 4.09) development. A strong positive correlation was found between multisensory character education and social–emotional outcomes (r = 0.683, p 0.01), with 46.6% variance explained (R² = 0.466). These findings suggest that multisensory strategies, grounded in experiential learning and sociocultural theory, effectively promote empathy, cooperation, and emotional regulation. This study expands current literature by demonstrating that multisensory learning supports not only cognitive but also affective and behavioral development in early childhood. Practical implications point to the need for more sensory-rich, child-centered pedagogies in character education programs.
Exploring Self-Awareness as a Predictor of Character Education Values among Pre-Service Elementary Islamic Teachers Devi Wahyu Ertanti; Ika Anggraheni
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8504

Abstract

The need for effective character education in Indonesia places pre-service teachers at the forefront of moral development in schools. However, the internal psychological factors that support character formation—such as self-awareness—remain underexplored in Islamic teacher education contexts. This quantitative study examined the predictive role of self-awareness on character education values among 280 sixth-semester students in the Islamic Elementary Teacher Education Program at Universitas Islam Malang. Data were collected using a 45-item Likert-scale questionnaire measuring four dimensions of self-awareness and five core character values. Analyses included descriptive statistics, assumption testing, and both simple and multiple linear regression. Findings show that self-awareness significantly predicts character education values, with simple regression explaining 42.2% of variance (R² = 0.422), and multiple regression across the four dimensions accounting for 55.1% (R² = 0.551). The most influential predictors were self-reflection and emotional regulation, followed by emotional self-awareness, awareness of strengths and weaknesses, and social self-awareness. Descriptive data indicated high levels of both self-awareness and character values among participants. These results underscore self-awareness as a critical internal factor shaping pre-service teachers’ capacity to embody and model character values. The findings advocate for integrating reflective and emotional regulation training into teacher education curricula to better prepare future educators as moral exemplars in the classroom.
Co-Authors Abdul Jalil Abdul Khalik Serang Abrory, Muhammad Nizar Achmad Rafly Firdauzie Adelia Adelia Adelia Adelia, Adelia Adetya Dwi Selasih Afdilatul Ilmiah Afifah, Lu'luul Millati Ainun Nur Aziizi Aldian Fajar Ismail Anggi Ayu Dwi Narwani Ani Lailaturrohmah Annisa Khoiriyah Annisa Kurniasari Antoni Bagus Pradana Anwar Sa&#039;dullah Anwar Sa’dullah Anwar Sa’dullah Ari Kusuma Sulyandari Aynin Mashfufah Ayu Wulandari Azhar Haq Aziizi, Ainun Nur Baharudin Bessy Bahiyatul Lu’lu’ul Maulidiah Bessy, Baharudin Bibi Winda Listyawati Chalimatus Sa’dijah Devi Alfina Anggraeni Diah Khikmatul Indayani Diyah Safitri Dwi Narwani, Anggi Ayu Eko Setiawan Ela Yuniar Emi Kristiana Ertanti, Devi Wahyu Faridah Faridah Fathma Raghida Fatima Lagi Firdauzie, Achmad Rafly Ghora Vira Laras Baja Hadijah Hadijah Hanum Farahdiva Hidayati, Rizma Noer Ibnul Qayyim, Muhammad Ibrahim Maulana Syahid Nur A’la Ibrahim Maulana Syahid Nur A’la1 Ifan Nazilatul Badi&#039;ah Iftin Mufariha Ika Ratih Sulistiani Illyas Thohari Ilyas Thohari Imam Safi’i Indah Dwi Rahmawati Intan Febry Minofa Fitri Ismail, Aldian Fajar Jamilatun Nimah Juwanis Fatul Rizana Karina Safitri Rachmawati Karmila Sari Khoiruddin, M. Yusuf Alfan Khoirul Asfiyak Khoirul Ummah Laela Octaviana Yusuf Lailatil Faiqoh Lailatul Mukarromah Lailatul Mukarromah, Lailatul Latifatur Rohmah Liyatus Zahroh Lu&#039;luul Millati Afifah Lutfia Sefta Bramastia M. Hanif M. Yusuf Alfan Khoiruddin Mahmuda Maskuri Mathari Mathari Mathari, Mathari Maulana Mohammad Fahmiy Miftahunnikmah Miftahunnikmah Miftakhul Rohmah Moh Yusuf Kurniawan Mohamad Saleh Tuanany Mohammad Afifulloh Mohammad Afifulloh Mufarokhah, Zulfa Muhammad Hanief Muhammad Hanif Muhammad Hanif Muhammad Hanif Muhammad Ibnul Qayyim Muhammad Nizar Abrory Muhammad Yusuf Ahsani Muhammad Zainuddin Muhsin Arif Mutiara Sari Dewi Nanda Asmaniyah Nofi Rohmawati Nofi Yanti Nova Elda Novi Triani Nufaisah Muniroh Nur Hasan Nur Hikmah Nurlaila La Dana Nurul Hidayati Nurul Izza Husain Nuzula Mardiyah Pradana, Antoni Bagus Pratiwi, Riska Dwi Qayyimatusshalati Rachmawati, Karina Safitri Rahmawati, Refika Ratna Dewi Refika Rahmawati Rina Wahyu Hidayati Rindawati Rindawati Riska Dwi Pratiwi Riska Pristiani Riyadu Sholikhah Rizma Noer Hidayati Rosichin Mansur Sania Lailatul Maulidiyah Sayyidatul Musyarrofah Shofi Rahmati Siti Maisaroh Sulistiyowati Sulistiyowati Sutriani Sutriani Syamsul Hadi Toto Nusantara Triani, Novi Tuanany, Mohamad Saleh Ulva Azizah Azzuhro Umi Tartilah Uswatun Khasanah Yorita Febry Lismanda Yulia Dewi Budiani Yuniar, Ela Yusuf Ahsani, Muhammad Yusuf, Laela Octaviana Zaimatun Ni’mah Zulfa Mufarokhah