Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Mitrasehat

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS SEGERI KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP Habibi; Daryani Darwis
Jurnal Mitrasehat Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v4i1.145

Abstract

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan adalah motivasinyadalam bekerja. Motivasi merupakan suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukansuatu aktivitas tertentu yang mengarah ke tercapainya suatu tujuan tertentu.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan kinerja tenagakesehatan di Puskesmas Segeri Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep.Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan metode cross sectional study.Populasi berjumlah 47 orang, Sampel sebanyak 33 dengan tehnik purposive sampling.Pengumpulan dan pengolahan data menggunakan program computer SPSS versi 11,5 denganmenggunakan uji statistik fisher’s exact test.Hasil penelitian ini adalah imbalan p = 0,627 > 0,05, hal ini menunjukkan tidak adahubungan antara imbalan dengan kinerja tenaga kesehatan, hubungan rekan kerja p = 0,005 <0,05 yaitu ada hubungan antara hubungan rekan kerja dengan kinerja tenaga kesehatan, kondisilingkugan kerja p = 0,001 < 0,05 yaitu ada hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengankinerja tenaga kesehatan.Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara hubungan rekan kerja dankondisi lingkungan kerja dengan kinerja tenaga kesehatan sedangkan pada imbalan tidak adahubungan dengan kinerja tenaga kesehatan. Disarankan kepada pihak Puskesmas Segeri untuklebih meningkatkan hubungan rekan kerja yang baik dan menambah sarana dan prasaranakesehatan dalam memberikan pelayanan agar tenaga kesehatan dapat meningkatkan kinerjanya.
KORELASI PENGGUNAAN PESTISIDA TERHADAP GEJALA KERACUNAN PADA PETANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN ENREKANG Andi Tenriola Fitri Kessi; Habibi; Rindu Syamsuddin
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.511

Abstract

Latar belakang: Pestisida adalah semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengendalikan, mencegah, atau menangkal gangguan serangga, binatang pengerat, nematode, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama kecuali virus, bakteri atau jasad renik lainnya yang terdapat pada manusia dan binatang atau semua zat atau campuran zat yang digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi penggunaan pestisida terhadap gejala keracunan. Metode: menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 30 dari 60 populasi dengan perhitungan rumus sampel size. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi penggunaan pestisida terhadap gejala keracunan berdasarkan prinsip yaitu: teknik pencampuran, ditemukan P= 0.243 < dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada Hubungan signifikan terhadap gejala keracunan. Teknik penyemprotan, ditemukan P= 0.626 < dari 0.05. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan terhadap gejala keracunan higiene perorangan, ditemukan P= 0.463 < dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada Hubungan signifikan terhadap gejala keracunan. Penggunaan APD ditemukan P= 0.537 < dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada Hubungan signifikan terhadap gejala keracunan. pemberian edukasi, ditemukan P= 0.015 > dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan ada Hubungan signifikan terhadap gejala keracunan.
DETERMINASI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA PENGRAJIN BATU BATA: STUDI EPIDEMIOLOGI DI KABUPATEN GOWA Habibi; Nur Fadiyah Putri; Emmi Bujawati; Nildawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.621

Abstract

Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan akibat paparan polusi udara di lingkungan kerja, termasuk pada sektor informal seperti industri pembuatan batu bata merah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan berpengaruh terhadap risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah di Dusun Borongrappoa, Kabupaten Gowa. Metode: Menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei tahun 2025 di industri rumahan batu bata merah Dusun Borongrappoa Desa Romanglasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengrajin batu bata merah dan sampel sebanyak 140 responden yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi berusia > 17 tahun, telah bekerja minimal 1 tahun dan tidak sedang dalam keadaan sakit pada saat pengukuran. Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara usia (p=0,006), jenis kelamin (p=0,038), masa kerja (p=0,037), durasi kerja (p=0,030), riwayat penyakit paru (p=0,001), dan penggunaan masker (p=0,036) dengan risiko PPOK. Kebiasaan merokok tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,206). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan pada usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, riwayat penyakit paru, dan penggunaan masker pada risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah. Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan kebiasaan merokok dengan risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK PADA PEMULUNG DI TPA KELURAHAN TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Muhammad Akbar Salcha; Habibi; Sisilia Geby Paulang; Arni Juliani
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.655

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak merupakan masalah kesehatan yang umum dialami pekerja pemulung akibat paparan langsung bahan iritan di tempat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala dermatitis kontak pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Kelurahan Tamangapa, Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik cross-sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 160 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 70% responden mengalami gejala dermatitis kontak penelitian ini menunjukan Terdapat hubungan signifikan antara lama kontak (p = 0,000) , penggunaan APD (p = 0,003), serta higiene perorangan (p = 0,000) dengan kejadian gejala dermatitis kontak. Masa kerja tidak berhubungan signifikan dengan gejala dermatitis kontak (p = 0,066). Kondisi higiene perorangan yang buruk dan penggunaan APD yang kurang tepat meningkatkan risiko pemulung mengalami dermatitis kontak iritan. Kesimpulan: Perlunya pembatasan lama kontak kerja, peningkatan pemakaian APD lengkap dan sesuai standar, serta perbaikan higiene perorangan sebagai upaya pencegahan dermatitis kontak pada pemulung di TPA Kelurahan Tamangapa. Disarankan edukasi rutin dan pengawasan ketat untuk melindungi kesehatan pemulung.
Co-Authors Abshoril Fithry Ady Purwoto Al Afify, Muhamad Faiz Andi Bukti Djufri Andi Tenriola Fitri Kessi Andi Tenriola Fittri Kessi Andini Putri, Natasha Anna Veronica Pont arizal, jepri Arni Julian Arni Juliani Azad, Inamul Azahra, Devani Baiq Azmi Sukroyanti Candra Wijaya, Candra Dadang Muhammad Hasyim Daryani Darwis Desty Endrawati Subroto Ditya Putri Wulansari Dwi Pangga Dwi Sabda Budi Prasetya Elvina Triana Putri Emmi Bujawati Ety Lisma, Ni Putu Fachry Abda El Rahman Fatmawaty Mallapiang, Fatmawaty Febrian Chandra Fitri Yulia Gani, Helmy Gunawan, Moch. Hoerul Hafiz, Akbar Maulana Halomoan, Muhammad Reza Handika, Caca Harfiansyah, Sri Harmaini Hasbi Ibrahim, Hasbi Holy Ametati Ibnu Hajar Irawan Irma Irawati Puspaningrum Karim, Qadri Kusumastuti Lasmini Legowo, Mig Irianto Lestari, Reza Listriorini Lali Pora Madinah Mokobombang Mahendra, Rudi Makki, Muhammad Maulidza, Noor Maysarah, Delvi Mohammad Herli Muhammad Akbar Salcha Muhammad Amri Muhammad Azrul Syamsul Munawir Amansyah Munirah Munirah Musabikha Nikitasari, Arini Nildawati Nur Fadiyah Putri Page, Muhammad Taufik Prawitasari, Salindri Prifiharni Priyotomo Qalbi, Rabbiq Radha, Andi Radjali Amin Rahmat Hidayat Rasyidin, Gunawan Reza Lestari Riastuti Rindu Syamsuddin Riswadani, Krisna Rizki Apriadi Bahri Rizky Maharja Rose Sihombing, Okto Fernando Saifudin Setiady, Nova Teguh sipahutar, nurkhalizah Sisilia Geby Paulang Sitti Fatimah Rahmansyah Sri Wulandari Sulaeman Sulaeman Syahrul Basri Syaiful Bastari Syamsul Alam, Syamsul T. Iskandar, Seriel Ulasaswini, Andi Ade Widia Putri Febriani Wulandari, Febriana Tri Yahdi, Mohammad Yasir