Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Identifikasi Keanekaragaman Jenis Fungi Makroskopis Di Wilayah Kampus UIN Sumatera Utara Faisal, Muhammad; Saputri, Soraya; Harahap, Mahfuza Delila; Nasution, Putri Fazrisina; Aulia, Annisa; Nurmala, Siti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10570

Abstract

Penelitian jenis fungi makroskopis di wilayah kampus UIN Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis fungi makroskopis yang terdapat di di wilayah kampus UIN Sumatera Utara dengan menggunakan pendekatan ekologi tumbuhan. Data diperoleh melalui observasi langsung di lapangan dan dianalisis dengan membandingkan hasil identifikasi morfologi fungi makroskopis dengan literatur yang relevan. Fungi makroskopis yang teridentifikasi terdapat sepuluh spesies yang meliputi Leucocoprinus cepistipes, Daedaleopsis confragosa, Stereum ostrea, Psilocybe cubensis, Trichoderma peltatum, Gloeophyllum sepiarium, Fuscoporia gilva, Pleurocybella porrigens, Paralepistopsis acromelalga serta Pycnoporus sanguineus. Kajian ini juga mencakup analisis manfaat fungi makroskopis serta potensi aplikasinya. Penelitian ini berkontribusi dalam pelestarian biodiversitas lokal serta pengembangan produk berbasis bahan alami.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Peserta Didik Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 3 Sidoarjo Maharani, Marsanda Shinta; Aulia, Annisa; Karimullah, Karimullah; Rohman, Fathur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.2761

Abstract

Education is the primary foundation in building a new generation that is competitive and inclusive. In striving to achieve this goal, a differentiated approach is a suitable idea to be implemented. Differentiated learning is centered on learners and tailored to their needs, interests, and learning styles. However, field facts show that the implementation of differentiated learning is still not optimal due to unclear conceptual application. This study aims to identify how the implementation of differentiated learning engages active participation of learners within the scope of the Islamic Religious Education (PAI) subject's Islamic Religious Education Competency (SKI) material. The research method used is qualitative descriptive with research subjects from class XI F-7 at SMAN 3 Sidoarjo and data collection through observation, interviews, and documentation. This qualitative research finds that there are three stages in optimizing the implementation of differentiated learning: content differentiation, process differentiation, and product differentiation. The results show that differentiated learning within the scope of SKI material in the PAI subject can enhance active engagement of learners in the classroom. The researcher concludes that the success of differentiated learning is supported by good collaboration and communication between teachers and learners. Abstrak Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun generasi baru yang berdaya saing dan inklusif. Dalam upaya menggapai tujuan tersebut, pendekatan berdiferensiasi merupakan gagasan tepat untuk diterapkan. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar mereka. Namun fakta dilapangan menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi masih belum optimal karena konsep penerapan yang belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam keterlibatan aktif peserta didik pada ruang lingkup materi SPI mata pelajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian kelas XI F-7 di SMAN 3 Sidoarjo dan pengumpulan data melalui observasi, wanwacara, dan dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menemukan bahwa terdapat tiga tahapan dalam upaya optimalisasi pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dalam ruang lingkup materi SPI pada mata pelajaran PAI dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik di kelas. Peneliti menyimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi tersebut didukung oleh adanya kolaborasi dan komunikasi yang baik antara guru dengan peserta didik.
Analisis Keputusan Pemilihan Media Sosial Dalam Membangun Personal branding Generasi Z Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Aulia, Annisa; Muharrom, Muhammad
Software Development, Digital Business Intelligence, and Computer Engineering Vol. 3 No. 02 (2025): SESSION (MARET 2025)
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/session.v3i02.2025.53-58

Abstract

Generasi Z adalah generasi yang paling aktif menggunakan media sosial. Pemilihan platform media sosial menjadi penting dalam strategi dalam membangun personal branding. Namun dengan banyaknya jenis media sosial yang ada saat ini, memberikan tantangan sendiri kepada individu dalam membangun personal branding. Dengan menggunakan pendekatan secara kuantitatif untuk mengukur dan menganalisis data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada Generasi Z dan menggunakan metode analisis Analytical Hierarchy Process, meliputi : (1) identifikasi dan menetapkan kriteria yang relevan untuk memilih media sosial (2) menyusun matriks perbandingan berpasangan bedasarkan nilai kepentingan yang diberikan oleh responden (3) perhitungan bobot kriteria yang berasal dari hasil perbandingan dan (4) melakukan perankingan kriteria dan alternatif yang menjadi prioritas dalam pemilihan media sosial. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria privasi dan keamanan menjadi kriteria prioritas dan Instagram menjadi alternatif pilihan generasi Z dalam membangun personal branding. Sistem pendukung keputusan dalam penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai sistem rancangan dalam hasil penelitian dalam memilih media sosial dalam membangun personal branding. Hasil dari penelitian ini dapat membantu Generasi Z dalam memilih platform media sosial yang tepat dalam membangun personal branding
Description of Potential PTSD in Students Surviving Covid-19 at the Faculty of Medicine, Andalas University Aulia, Annisa; Widya Murni, Arina; Yulistini; Yaunin, Yaslinda; Noer, Mustafa; Ashal, Taufik
Sumatera Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Sumatera Medical Journal (SUMEJ)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/sumej.v8i1.11588

Abstract

Background: The Covid-19 pandemic has become a potentially traumatic event that can trigger the development of Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), especially in Covid-19 survivors. The study found that college students (aged 16 to 25 years) are at the most significantly risk for exposure to potentially traumatic events. Objective: To describe the potential for PTSD in students who survived Covid-19 at the Faculty of Medicine, Andalas University. Methods: This research is a descriptive study with a case-control design. A total of 167 student survivors of Covid-19 participate in the study. Data were obtained by the PTSD Checklist for DSM-5 (PCL-5) questionnaire digitally. Results: The study found that 18% of Covid-19 survivor students at the Faculty of Medicine, Andalas University had the potential to experience PTSD. The potential for PTSD is more susceptible to being experienced by male Covid-19 survivor students (30.4%), younger age, and experienced clinical symptoms of moderate illness Covid-19 (29,2%). Alterations in mood and cognition symptoms domain are the most dominant symptoms of PTSD experienced by study subjects with potential PTSD. Conclusion: Most study subjects with potential PTSD don’t experience stressors like life-threatening events, exposure to news about Covid-19, or social isolation.
DINAMIKA ISLAMOPOBHIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA Auliya', Hilyatul; Azizah, Arifatun; Aulia, Annisa; Dinana, Retno Aqimnad; Rahmawan, Ahmad Irvan; Al Maliki, Ahmad Zen; Syafi’i, Imam
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal ILMA Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v3i2.1097

Abstract

Abstract Islamophobia is a global phenomenon characterized by fear, hatred, and prejudice against Islam and its adherents. This phenomenon has a significant impact on various aspects of life, including Islamic religious education (PAI). This study aims to analyze the impact of Islamophobia on the implementation and acceptance of PAI in Indonesia and explore its mitigation efforts through education. The research method used is a literature study, which involves analyzing various related literature sources. The results show that Islamophobia in Indonesia has resulted in restrictions on curriculum content, stigmatization of PAI teachers, psychological pressure on students, and reduced community support for religious education. To overcome these challenges, a multicultural approach to education, increased literacy about Islam, teacher training in handling discrimination, anti-Islamophobia campaigns, and interfaith dialog are needed. These efforts aim to increase tolerance, cross-cultural understanding and create an inclusive educational environment. The study concludes that education has a strategic role in reducing Islamophobia and strengthening social harmonization in Indonesia. Abstrak Islamophobia adalah fenomena global yang ditandai dengan ketakutan, kebencian, dan prasangka terhadap Islam serta penganutnya. Fenomena ini memiliki dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Islamophobia terhadap pelaksanaan dan penerimaan PAI di Indonesia serta mengeksplorasi upaya mitigasinya melalui pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, yang melibatkan analisis terhadap berbagai sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamophobia di Indonesia berdampak pada pembatasan konten kurikulum, stigma terhadap guru PAI, tekanan psikologis pada siswa, dan pengurangan dukungan masyarakat terhadap pendidikan agama. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan multikultural dalam pendidikan, peningkatan literasi tentang Islam, pelatihan guru dalam penanganan diskriminasi, kampanye anti-Islamophobia, dan dialog antarumat beragama. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi, pemahaman lintas budaya, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mengurangi Islamophobia dan memperkuat harmonisasi sosial di Indonesia.
Standar Pelayanan Berbasis Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Di Yayasan Al Jamiyatul Washliyah Kota Binjai Lubis, Mia Aulina; Aulia, Annisa
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i2.251

Abstract

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) merupakan institusi yang memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan dan pelayanan pengasuhan kepada anak-anak terlantar, yatim, piatu, dan miskin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian standar pelayanan berbasis LKSA di Yayasan Al Jamiyatul Washliyah Kota Binjai, sebuah lembaga yang telah lama bergerak di bidang kesejahteraan anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan menggambarkan kondisi nyata mengenai pelayanan yang diterapkan di yayasan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tujuh orang, termasuk satu informan kunci dan enam informan utama yang merupakan anak asuh dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 indikator standar pelayanan berbasis LKSA, sebanyak tujuh indikator telah diterapkan secara efektif, meliputi pelayanan pengasuhan, penghormatan martabat anak, partisipasi anak, privasi, kegiatan anak, serta aturan disiplin. Namun, terdapat tujuh indikator yang belum terpenuhi secara optimal, antara lain pengganti peran orang tua, perlindungan anak, identitas anak, relasi sosial, pemenuhan sandang pangan, serta akses pendidikan dan kesehatan. Temuan ini menjadi dasar penting untuk peningkatan kualitas pelayanan ke depan.
Implementasi Kebijakan Program Guru Penggerak (Studi di Balai Guru Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat) Aulia, Annisa; Sumardi, Lalu; Kurniawansyah, Edy; Mustari, Mohamad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3376

Abstract

Program Guru Penggerak adalah program pengembangan profesionalisme guru yang berkesinambungan melalui kegiatan pelatihan serta kegiatan kolektif guru. Program Guru Penggerak dilaksanakan di Balai Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat pada tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan program guru penggerak dan faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara dan dokumentasi.  Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori Edward III yang terdapat aspek komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pada aspek komunikasi menggunakan media tatap muka, media digital dan dokumen & panduang tertulis. Aspek sumber saya manusia untuk jumlahnya sudah memadai begitupun dengan sumber daya anggaran dan fasilitas. Pada aspek disposisi, para pelaksana maupun pemerintah pusat dan daerah memberikan dukungan penuh terhadap implementasi PGP. Pada aspek struktur birokrasi Balai Guru Penggerak memiliki struktur khusus untuk mengimplementasikan PGP. Adapun faktor pendukung implementasi program yaitu pengalaman dan kompetensi para pelaksana kebijakan serta adanya komitmen Pemerintah Daerah. Adapun faktor penghambatnya yaitu kurangnya pemahaman pemangku kebijakan terkait pentingnya program guru penggerak.
Strategi Linguistik Berbasis Bermain dalam Kurikulum Merdeka di PAUD Aulia, Annisa; Nopriansyah, Untung
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1288

Abstract

Pembelajaran bahasa di PAUD masih menghadapi tantangan, seperti metode yang monoton dan kurangnya media yang menarik, sehingga membatasi partisipasi aktif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas strategi linguistik terapan berbasis bermain dalam meningkatkan keterampilan berbahasa anak usia dini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi di RA Ismaria Al-Qur’aniyyah. Hasil menunjukkan bahwa permainan visual dan storytelling mendorong partisipasi, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kepercayaan diri anak. Anak yang awalnya pasif menjadi aktif setelah guru menerapkan strategi seperti pertanyaan terbuka, motivasi personal, reward sederhana, dan giliran bicara. Permainan visual efektif mengenalkan topik baru, sedangkan storytelling lebih bermakna saat dikaitkan dengan pengalaman konkret. Guru menunjukkan fleksibilitas dalam menerapkan strategi berdiferensiasi sesuai karakteristik dan kebutuhan individu anak Penelitian menyimpulkan bahwa strategi bermain ini efektif dalam mengembangkan bahasa reseptif dan ekspresif anak, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna, fleksibel, dan partisipatif. Keterbatasan media masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui inovasi yang kontekstual.
Prevalence and Associated Risk Factors of Dehydration Among Construction Workers Rizki, Kartika Sari; Siregar, Santy Deasy; Akasna, Ezra Tri Mutiara; Aulia, Annisa
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i2.7374

Abstract

Dehydration poses a significant health risk to construction workers due to heavy physical work and exposure to hot working conditions. This study aimed to determine the prevalence of dehydration and identify associated risk factors among construction workers. A cross-section study was conducted involving 32 construction workers in a construction project for the construction of a wheat flour and soybean mill owned by PT. Agri First which operates at KIM 2 Medan. Data were collected using questionnaires, fingertip pulse oximeters, urine refractometers, and observation sheets. Dehydration is categorized based on the level of urine specific gravity (ultrasound). The data was statistically tested using the Fisher Exact test (α=0.05). The majority of workers (75%) were dehydrated. There was no significant relationship between dehydration and age. However, workers with more than 3 years of experience were more likely to be dehydrated compared to workers with less than 3 years of experience (OR = 8,333, 95% CI: 1,392-49,872). Workers with moderate workloads were also more likely to be dehydrated compared to workers with light workloads (OR = 18,333). There was a significant association between water intake and dehydration (p = 0.000). All workers who did not drink enough water were dehydrated, while only 66.7% of those who drank enough water were dehydrated. Workers with more than 3 years of experience, moderate workload, and inadequate water intake have a higher risk of becoming dehydrated. Interventions to improve hydration among construction workers are urgently needed.
PENGARUH MEDIA BLOOKET TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Aulia, Annisa; Hikmat, Ade
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif Blooket terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar dalam memahami topik mengenai fakta dan opini. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experimental tipe Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelompok berbeda, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan menggunakan media Blooket, dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran melalui metode ceramah dibantu dengan papan tulis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kepada peserta didik serta dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor posttest siswa pada kedua kelompok. Kenaikan nilai yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen mengindikasikan bahwa penggunaan Blooket mampu mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam hal memberikan alasan logis, menyimpulkan informasi, dan mengevaluasi argumen secara sistematis. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi media pembelajaran berbasis teknologi interaktif sebagai bagian dari inovasi dalam strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.