Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA, KUALITAS TIDUR DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI BENTOR KOTAMOBAGU Dimkatni, Ni Wayan; Nurhamidin, Syarafina Wardani; Sarman, Sarman; Akbar, Hairil; Fauzan, Moh. Rizki; Rumaf, Fachry; Tutu, Christien Gloria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44690

Abstract

Sekitar Lima puluh persen atau lebih dari kecelakaan kerja disebabkan oleh kelelahan akibat pekerjaan. Diperkirakan 240 juta dihabiskan setiap tahun di jalan raya utama di Inggris untuk kecelakaan kerja hanya karena kelelahan, yang juga merupakan faktor dalam 20% kecelakaan lalu lintas. Kelelahan kerja merupakan faktor yang memberi kontribusi sebesar 50% bahkan lebih terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Hubungan Antara Beban Kerja dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja pada Pengemudi Bentor di Kotamobagu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 500 orang Besar sampel dalam penelitian ditentukan dengan rumus Lemeshow  terdiri dari 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah puposive sampling. Data di ambil dengan menggunakan kuisioner pada Pengemudi Bentor. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian menunjukkan Terdapat hubungan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja dimana diperoleh p-value = 0,018 (p-value <0,05). Terdapat Hubungan antara Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja menunjukkan hal yang sama dimana diperoleh nilai p-value = 0,000 (p-value <0,05). Disarankan kepada pengemudi bentor agar memperhatikan waktu istirahat, beban kerja, ketika tubuh sudah merasa Lelah agar tidak memaksakan diri untuk mengemudikan bentor untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja.
Upaya Pencegahan Malnutrisi Pada Siswa – Siswi Kelas 5 SDN 4 Bilalang 1 Dengan Melakukan Edukasi Gizi Seimbang Fauzan, Moh Rizki; Sarman, Sarman; Dimkatni, Ni Wayan; Rumaf, Fachry; Sayariah, Novia Fitruatus; Mokodompit, Hafsia Khairunisa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6326

Abstract

Gizi seimbang merupakan asupan harian yang jenis dan jumalah zat gizinya sesuaia dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan asupan gizi tersebut juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan menjaga berat badan normal untuk mencegah terjadinya masalah gizi. Gizi seimbang sangat dibutuhkan oleh tubuh agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik terlebih anak sekolah. Gizi seimbang sangat dibutuhkan oleh anak sekolah untuk masa pertumbuhan akan tetapi kebanyakan anak sekolah belum mengetahui apa itu gizi seimbang. Tujuan dari edukasi ini adalah untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan mengenai gizi seimbang. Metode yang digunakan dalam edukasi ini adalah metode ceramah serta menggunakan media powerpoint dan pembagian poster. Edukasi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman yang pada akhirnya akan mempengaruhi sikap dan tindakan anak memperbaiki kebiasaan hidup sesuai dengan anjuran gizi seimbang dan mengetahui ukuran porsi makanan apa yang ada di piringku.
MP-ASI Daun Kelor (Folium Moringa Oleifera) untuk Pencegahan Stunting Mappa, Moh. Rivaldi; R. Bahi, Rizky Resvita; Sarman, Sarman; Fauzan, Moh Rizki; Hasan, Firja
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6428

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan utama status gizi buruk di negara Indonesia. Pencegahan terjadinya stunting salah satunya dengan mengkonsumsi MP-ASI dari olahan daun kelor (Folium Moringa oleifera) yang memiliki fungsi sebagai super food, sumber makanan sehat, bergizi, dan mengatasi malnutrisi. Penggunaan MP-ASI semakin meningkat setiap tahun sehingga perlu dukungan untuk meningkatkanpengetahuan masyarakat tentang pengelolaan MP-ASI yang baik dan benar. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan mengenai pengolahan MP-ASI daun kelor (Folium Moringa oleifera) untuk mencegah terjadinya stunting yang baik dan benar di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, dengan metode kualitatif pendekatan observasi, sosialiasi, dan reduksi data dalam bentuk deskriprif dari hasil yang diperoleh masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara memilih syarat tepat waktu, adekuat, kaya protein, aman dan diberikan dengan cara yang benar sehingga dengan meningkatkan pengetahuan ini diharapkan masyarakat dapat terhindar dari kejadian stunting dan pengolahan MP-ASI yang tidak sesuai standar.
Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Keluhan Penyakit Kulit Pada Nelayan Di Desa Motandoi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Hairil Akbar; Rumaf, Fachry; Tanib, Nurul Amel; Fauzan, Moh. Rizki; Asri, Abdul Malik Darmin
Health Safety Environment Vol 4 No 2 (2025): Health Safety Environment Journal (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The use of personal protective equipment (PPE) is an effort by workers to protect all or part of their body from workplace hazards or accidents. Factors influencing the use of PPE include human factors, such as knowledge, comfort, and availability of protective equipment. This study aims to identify the factors associated with the use of PPE among fishermen in Motandoi Village, South Bolaang Mongondow Regency. Methods: This is an analytical observational study using a cross-sectional design. The study was conducted in Motandoi Village, with a population of 80 fishermen. The sample size consists of 80 fishermen, and the sampling technique used was total sampling. Data analysis was conducted using the chi-square test. Result : The analysis revealed a statistically significant association between the use of personal protective equipment (PPE) and skin-related complaints. Specifically, the use of gloves (p = 0.003), protective clothing (p = 0.001), head protection (p = 0.045), and rubber boots (p = 0.021) was each significantly associated with a lower prevalence of skin complaints. Conclusion: There is a relationship between the use of personal protective equipment (boots, gloves, protective clothing, and head protection) and skin disease complaints among fishermen in Motandoi Village, South Bolaang Mongondow Regency.
Penyuluhan Kesehatan Penyuluhan Kesehatan Pentingnya Pengetahuan kesehatan Reproduksi Bagi Remaja Di Era Moderen Di SMA N 1 Kotamobagu Ningsi, Suci Rahayu; Patonegan, Gita Sandy; Sibuah, Siska; Pobela, Winni; Fauzan, Moh. Rizki
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v4i02.247

Abstract

Reproductive health is guidance related to physical, mental, or social disabilities, not just the absence of disease or disability but all matters related to the reproductive system, its functions, and processes. Understanding reproductive health for adolescents is very important. A lack of knowledge among adolescents regarding reproductive health can lead to issues with their reproductive health. Problems that may arise if adolescents do not have sufficient knowledge about reproductive health include sexually transmitted diseases and infections. The purpose of this knowledge is to assess the level of understanding adolescents have regarding reproductive health. This will be conducted through interactive lectures and question-and-answer sessions accompanied by the distribution of leaflets.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Mencegah Penyimpangan Seksual SMK S Cokroaminoto Salongo Sibuah, Siska; Ningsih, Suci Rahayu; Manika, Helkim Laode; Ahmad, Alviandra; Fauzan, Moh. Rizki
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v4i02.255

Abstract

This community service aims to direct the community, especially teenagers, to a healthy lifestyle related to reproductive health in preventing sexual deviations. The subjects of the service are vocational high school students who are vulnerable to the negative influence of social media and the environment. Reproductive health is very important for both men and women. Reproductive is defined as physical, mental and social well-being in order not to be free from disease or disability in all matters relating to the reproductive system, its functions and processes. Community service at SMKS Cokroaminoto Salongo is very necessary to be implemented using the location search method, approach to the school and student knowledge and insight into reproductive health and sexual deviations that they must avoid. Adolescent reproductive health is an inseparable part of psychological, mental and social health. Adolescents must understand and know their sexual reproductive health so as not to produce sexual deviations that will harm themselves and their families.
Analisis Faktor Kelelahan Kerja Pada Perawat Dirumah Sakit X Kotamobagu Sarman; Fachry Rumaf; Moh. Rizki Fauzan; Anggi Della Anggaria
Miracle Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v5i2.1546

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu kondisi yang biasanya terjadi pada pekerja, yang menyebabkan penurunan produktivitas di lingkungan kerja, mengakibatkan mereka tidak sapat menyelesaikan tugas mereka.penerapan standar kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja rumah sakit (K3RS) sangat penting yntuk mengurangi kemungkinan penyakit dan kecelakaan kerja di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat dirumah sakit x kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sentional. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 55 responden. Teknik pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik pengambilan data terbagi menjadi dua yaitu data primer dengan pembagian kuesioner pada perawat dan data sekunder yang diperoleh dari rumah sakit x kotamobagu. Data di analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini terdapat hubungan kelelahan kerja dengan umur dengan nilai p value 0,001 < 0,05, shift kerja dengan nilai p value 0,001 <0,05, massa kerja dengan nilai P value 0,001 <0,05 dan beban kerja dengan nilai 0,001 <0,05. Oleh karena itu pihak rumah sakit dapat meningkatkan kebiasaan istirahat dengan duduk setalah menangani pasien ditempat yang sudah disediakan untuk menyeimbangi posisi kerja dan memberikan fasilitas yang memadai dan mendukung kenyamanan bagi perawat dalam bekerja untuk menghindari terjadinya kelelahan kerja.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Perawat Diruang Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Kotamobagu Fachry Rumaf; Moh. Rizki Fauzan; Sarman; Henny Kaseger; Niar Tanaeyo
Miracle Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v5i2.1602

Abstract

Meningkatnya jumlah pasien dan rawat inap menyebabkan beban kerja tenaga kesehatan termasuk perawat semakin meningkat. Semakin berat beban kerja maka semakin besar pula risiko perawat mengalami kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil observasi di lapangan terdapat beberapa perawat yang mengalami kecelakaan kerja seperti tertusuk jarum dan ampul pecah setelah memeriksa pasien, terdapat perawat yang tidak mematuhi penggunaan alat pelindung diri, tidak mematuhi prosedur operasi standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian crosssectional. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 58 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu data primer dengan menyebarkan kuesioner perawat dan data sekunder yang diperoleh dari rumah sakit x kota kotamobagu. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kecelakaan kerja dengan masa kerja dengan nilai ρ sebesar 0,026 < 0,05 dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan nilai ρ sebesar 0,009 < 0,05 serta penerapan prosedur operasi standar dengan nilai ρ sebesar 0,000 < 0,05.
Work Tenure and Marital Status as Determinants of Job Stress among Nurses in the Inpatient Ward of Hospital X in Kotamobagu Henny Kaseger; Christien Gloria Tutu; Moh. Rizki Fauzan; Hairil Akbar; Fachry Rumaf; Sri Bunga Mawarni Paputungan
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurses are the frontline of healthcare services and are highly vulnerable to work-related stress due to complex tasks and heavy responsibilities. This study aimed to analyze the relationship between work tenure and marital status with job stress among nurses in the inpatient ward of Hospital X in Kotamobagu. A quantitative study with a cross-sectional design and correlational analysis was conducted. The population consisted of 272 nurses, from which 73 respondents were selected using simple random sampling. Data were collected through a structured questionnaire covering three main variables: work tenure, marital status, and job stress. Univariate analysis was used to describe frequency distributions, and bivariate analysis using the Chi-Square test was applied to examine associations between independent and dependent variables. The findings showed that work tenure (p = 0.000) and marital status (p = 0.004) were significantly associated with nurses’ job stress. Nurses with longer work tenure (≥3 years) and those who were married were more likely to experience job stress. Emotional support, a healthy work environment, and adequate rest are essential to effectively manage job stress among nurses.
Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Keluhan Penyakit Kulit Pada Nelayan Di Desa Motandoi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Hairil Akbar; Rumaf, Fachry; Tanib, Nurul Amel; Fauzan, Moh. Rizki; Asri, Abdul Malik Darmin
Health Safety Environment Vol 4 No 2 (2025): Health Safety Environment Journal (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The use of personal protective equipment (PPE) is an effort by workers to protect all or part of their body from workplace hazards or accidents. Factors influencing the use of PPE include human factors, such as knowledge, comfort, and availability of protective equipment. This study aims to identify the factors associated with the use of PPE among fishermen in Motandoi Village, South Bolaang Mongondow Regency. Methods: This is an analytical observational study using a cross-sectional design. The study was conducted in Motandoi Village, with a population of 80 fishermen. The sample size consists of 80 fishermen, and the sampling technique used was total sampling. Data analysis was conducted using the chi-square test. Result : The analysis revealed a statistically significant association between the use of personal protective equipment (PPE) and skin-related complaints. Specifically, the use of gloves (p = 0.003), protective clothing (p = 0.001), head protection (p = 0.045), and rubber boots (p = 0.021) was each significantly associated with a lower prevalence of skin complaints. Conclusion: There is a relationship between the use of personal protective equipment (boots, gloves, protective clothing, and head protection) and skin disease complaints among fishermen in Motandoi Village, South Bolaang Mongondow Regency.