Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Development of PPKn worksheet using problem-based learning to improve critical thinking Jesika Sitorus; Dede Ruslan; Rosmala Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.123

Abstract

The need for learning that is able to improve critical thinking skills, active participation of students, and suitability for children's cognitive development. This research aims to develop Problem-Based Learning (PBL) based Pancasila Education (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan or PPKn) student worksheets (Lembar Kerja Peserta Didik or LKPD) on the material “Aku Patuh Aturan” for grade III students of SDN 101912 Pagar Merbau. This research uses a modified ADDIE development model, including the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instruments used were validation sheets, response questionnaires, and multiple-choice patterned pre-test-post-test tests. Data analysis was carried out descriptively and quantitatively using percentages for feasibility and practicality and comparative analysis for effectiveness. The validation results showed that the LKPD was very valid from the aspects of material, media, and language. Practicality tests on a small group and field trials resulted in a very practical category based on teacher and student responses. The effectiveness evaluation revealed a significant increase in students' critical thinking skills, with the percentage of completed students increasing from 4.5% to 81.8%. These findings strengthen the conclusion that PBL-based LKPD is feasible to use and effective in improving critical thinking of elementary school students.   Abstrak Kebutuhan pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, partisipasi aktif murid, dan kesesuaian dengan perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pendidikan Pancasila berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada materi “Aku Patuh Aturan” untuk murid kelas III SDN 101912 Pagar Merbau. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang dimodifikasi meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi, angket respons, dan tes pre-test-post-test berpola pilihan ganda. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase untuk kelayakan dan kepraktisan serta analisis perbandingan untuk efektivitas. Hasil validasi menunjukkan LKPD sangat valid dari aspek materi, media, dan bahasa. Uji kepraktisan pada uji coba kelompok kecil dan lapangan menghasilkan kategori sangat praktis berdasarkan respons guru dan murid. Evaluasi efektivitas mengungkapkan peningkatan signifikan keterampilan berpikir kritis murid, dengan persentase murid tuntas bertambah dari 4,5 % menjadi 81,8 %. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa LKPD berbasis PBL layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan berpikir kritis murid sekolah dasar. Kata Kunci: berpikir kritis; lembar kerja peserta didik; LKPD; pendidikan Pancasila; problem-based learning
Development of mathematics learning modules with PBL models on the metacognitive skills of students Nina Ardianti Dewi; Waminton Rajagukguk; Rosmala Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68893

Abstract

The teaching materials used do not facilitate students' metacognitive skills, causing students' metacognitive skills to be low. The research aims to produce products in the form of valid, practical, and effective learning modules on the metacognitive skills of grade V students. Teaching materials are developed using the ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This research developed Mathematics teaching materials with PBL models for grade V elementary school students. The subjects of this study were grade V students of SD Negeri 060874 Medan, which consisted of 27 students. Teaching materials that have been developed meet the validity criteria shown by using validation sheets on aspects of material, language, and design, with each aspect with very valid categories. The teaching materials developed also meet the practical criteria indicated by the questionnaire response given to students after the application of teaching materials with the criteria obtained is very practical. Furthermore, the teaching materials developed also meet the effective criteria, this is shown from the results of the comparison of Pre-test and Post-test tested with N-Gain with the acquisition of N-Gain scores, metacognitive skill questionnaires, and student learning outcomes with moderate categories with effective criteria.   Abstrak Bahan ajar yang digunakan kurang memfasilitasi keterampilan metakognitif siswa sehingga menyebabkan keterampilan metakognitif siswa rendah. Tujuan dari penelitian adalah untuk menghasilkan produk berupa modul pembelajaran yang valid, praktis dan efektif terhadap keterampilan metakognitif siswa kelas V. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Bahan ajar dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini mengembangkan bahan ajar Matematika dengan model PBL untuk siswa kelas V siswa Sekolah Dasar. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas V SD Negeri 060874 Medan yang terdiri dari 27 siswa. Bahan ajar yang telah dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan yang ditunjukkan dengan menggunakan lembar validasi pada aspek materi, Bahasa dan desain dengan masing-masing aspek dengan kategori sangat valid. Bahan ajar yang dikembangkan juga memenuhi kriteria praktis yang ditunjukkan dengan angket respons yang diberikan kepada siswa setelah penerapan bahan ajar dengan kriteria yang diperoleh adalah sangat praktis. Dan bahan ajar yang dikembangkan juga memenuhi kriteria efektif hal ini ditunjukkan dari hasil perbandingan Pre-test dan Post-test yang diuji dengan N-Gain dengan perolehan skor N-Gain angket keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa dengan kategori sedang dengan kriteria efektif. Kata Kunci: bahan ajar; keterampilan metakognitif; Matematika; PBL
Development of science LKPD based on inquiry training on HOTS-science literacy skills Dini Rozali; Retno Dwi Suyanti; Rosmala Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68936

Abstract

LKPD circulating in schools mostly does not contain experiments, demonstrations or discussions. This research aims to produce worksheets for students as teaching materials used in the science learning process, thereby creating maximal learning activities that provide space for students to be active in thinking through inquiry-based learning activities, thus improving students' HOTS-Science Literacy. This study is development research using the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, and evaluation), with the research subjects being fifth-grade students of SDN 060874 Medan. The research instruments used were validation questionnaires for expert validators and student response questionnaires regarding the practicality of the resulting product. The results obtained from the research show that the Inquiry Training-Based Science Worksheet is in the highly valid category, with percentages for three consecutive worksheets being 96 percent, 98 percent, and 97 percent based on the assessment from expert validators. The practicality test was analyzed based on student responses, with an average score of 78.7 percent, which falls into the practical category. Based on the results of the data analysis, it was concluded that the Science LKPD based on Inquiry Training was valid and practical to be used as alternative teaching material for teachers to improve the ability of HOTS-science literacy of grade V elementary school students.   Abstrak LKPD yang beredar di sekolah kebanyakan tidak memuat kegiatan eksperimen, demonstrasi maupun diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja untuk peserta didik sebagai bahan ajar yang digunakan di dalam proses pembelajaran IPA sehingga terciptanya aktivitas belajar yang maksimal dalam memberi ruang kepada peserta didik untuk aktif dalam berpikir melalui kegiatan pembelajaran berbasis inquiry training sehingga meningkatkan kemampuan HOTS-Literasi Sains peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dengan subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas V SDN 060874 Medan. Instrumen penelitian menggunakan lembar angket validasi untuk ahli validator dan angket respons peserta didik terhadap kepraktisan produk yang dihasilkan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan LKPD IPA Berbasis Inquiry Training berada pada kategori sangat valid dengan persentase kepada tiga LKPD berturut-turut 96 persen, 98 persen, dan 97 persen berdasarkan penilaian dari ahli validator. Uji kepraktisan dianalisis berdasarkan respons peserta didik dengan perolehan rata-rata skor sebesar 78,7 persen yang berada pada kategori praktis. Berdasarkan hasil analisis data tersebut disimpulkan bahwa LKPD IPA berbasis Inquiry Training telah valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar alternatif bagi guru dalam upaya meningkatkan kemampuan HOTS-literasi sains peserta didik kelas V SD. Kata Kunci: HOTS-literasi sains; inquiry training; IPA; LKPD