Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI FUNDRAISING DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS PROGRAM “TERSENYUM” RUMAH SOSIAL KUTUB JAKARTA SELATAN) Stafhanie Dumas; Muhammad Sahrul; Sokhivah Sokhivah; Endang Rudiatin
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Perlu ada alternatif sumber pendanaan untuk perputaran biaya operasional serta dalam kaitannya untuk menjalankan  program sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi fundraising di Lembaga Non-Profit yang merupakan bagian dari organisasi pelayanan sosial.. Rumah Sosial Kutub menjadi wadah terpercaya dalam pengelolaan sumber daya limbah minyak jelantah. Dengan adanya fenomena sosial pada lembaga Rumah Sosial Kutub dalam mendayagunakan hasil perolehan dana dari pengumpulan minyak jelantah, ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Sosial Kutub terhadap Lingkungan yang bersih dan peduli terhadap pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini ditujukan dalam rangka mengetahui bagaimana strategi fundraising melalui program tersenyum untuk program pemberdayaan masyarakat. Penelitian lapangan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta menganalisis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Lembaga Rumah Sosial Kutub dalam Program Tersenyum menggunakan metode Fundraising yaitu Face To face dan Campaign, strategi yang digunakan  dalam program tersenyum ini dengan sosialisasi langsung dengan masyarakat, serta melakukan  promosi untuk menghimpun minyak Jelantah melaui media komunikasi  seperti internet, website resmi, social media seperti IG dari Rumah Sosial Kutub. Dari metode fundraising yang diterapkan Rumah Sosial Kutub, masyarakat tertarik dengan program “tersenyum”. Hasilnya Rumah Sosial Kutub dapat mengumpulkan minyak jelantah dan hasil penjualan minyak jelantah berupa dana operasional untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan menyesuaikan program yang ada masing-masing wilayah yang ikut serta dalam program “tersenyum” ini, seperti bantuan bahan pokok seperti minyak goreng, santunan kepada anak yatim, santunan kepada dhuafa, santunan kepada lansia jompo, serta bantuan asupan gizi bagi anak yang memiliki berat badan dibawah garis merah.Kata kunci: Strategi Fundraising, Metode Fundraising, Pemberdayaan Masyarakat
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSBILITY (CSR) PT. BANK MANDIRI Tbk SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Karacak, Leuwiliang Bogor) Deni Sopiansah; Muhammad Sahrul
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corporate Social Responsbility (CSR) atau yang biasa disebut dengan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bagian penting dalam sebuah perusahaan, karena di negara Indonesia ada Undang-undang yang mengatur tentang sebuah kewajiban pelaksanaan CSR oleh perusahaan. Selain untuk mematuhi Undang-undang, Corporate Social Responsbility dilakukan juga karena kesadaran perusahaan dalam membantu negara mengentaskan kemiskinan. PT. Bank Mandiri mempunyai program CSR dengan pemberdayaan yaitu Mandiri Bersama Mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan program Corporate Social Responsbility, strategi yang dijalankan dan hasil program Mandiri Bersama Mandiri yang dilakukan oleh Bank Mandiri di Desa Karacak Leuwiliang Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan obyek penelitian adapun pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi program Corporate Social Responsbility pada program Mandiri Bersama Mandiri yang dilakukan oleh Bank Mandiri secara garis besar terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi yang berorientasi pada output yang dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat. Implementasi program Corporate Social Responsbility yang dilaksanakan oleh Bank Mandiri melalui program pemberdayaan pertanian, mengembangkan potensi lokal dengan capaian hasil berupa hasil fisik dan non fisik. Hasil fisik yaitu dengan adanya program pemberdayaan Corporate Social Responsbility pada bidang pertanian sehingga masyarakat memiliki infrastruktur penunjang pertanian yang lebih baik dan adapun hasil non fisik ialah masyarakat bisa lebih mandiri dalam mengelola hasil pertanian yang mereka miliki, serta adanya tingkat kesadaran dari masyarakat tentang potensi sumber daya yang ada di Desa Karacak yang bisa dimanfaatkan untuk keberdayaan masyarakat.
RAGAM DISKRIMINASI PENYANDANG DISABILITAS FISIK TUNGGAL DALAM DUNIA KERJA Khofifah Mulyani; Muhammad Sahrul Sahrul; Alfan Ramdoni
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas ragam diskriminasi penyandang disabilitas fisik tunggal dalam dunia kerja, adapun pembahasan seperti kebutuhan disabilitas, penyesuaian diri penyandang disabilitas di lingkungan kerja, perlindungan penyandang disabilitas dari perusahaan yang diskriminatif, hak disabilitas dalam bekerja, makna kerja bagi penyandang disabilitas, hingga persepsi para pekerja terhadap pekerja disabilitas menjadi poin penting dalam kehidupan penyandang disabilitas terutama disabilitas fisik tunggal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja ragam diskriminasi yang dialami penyandang disabilitas fisik tunggal saat mereka bekerja dalam dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini digunakan penulis untuk menggambarkan, menganalisa, serta menginterpretasikan data-data yang terkumpul. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dengan mencari berbagai informasi melalui google search dengan tools google scholar, research gate, mendeley, situs resmi, buku, karya tulis ilmiah, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis isi yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi penelitian. Selanjutnya, menganalisis ragam diskriminasi apa saja yang dirasakan oleh penyandang disabilitas fisik saat bekerja. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyandang disabilitas fisik masih merasakan diskriminasi di ruang lingkup pekerjaan seperti stigma, kesenjangan upah, kurangnya akomodasi, kesulitan dalam promosi sampai tidak mendapatkan asuransi dapat menghambat kinerja mereka selama bekerja,karena diskriminasi yang mereka terima di tempat mereka bekerja membuat penyandang disabilitas fisik secara psikis mengalami rasa rendah diri dan kesulitan menyesuaikan diri hingga mengisolasi dirinya sendiri, serta perlu adanya perlindungan kepada para pekerja disabilitas yang mengalami tindakan diskriminastif, dengan dibentuknya komisi perlindungan yang sifatnya netral bisa melindungi para pekerja, melakukan pengawasan dan juga memberikan sanksi pertama berupa teguran kepada pihak perusahaan.Kata kunci: Diskriminasi, Disabilitas Fisik, Dunia Kerja
ANALISIS PERENCANAAN INTERVENSI SOSIAL OLEH PEKERJA SOSIAL TERHADAP KLIEN PECANDU ALKOHOL Tauzia Harari; Ananda Zahra; Nasywa Faza Lailan; Irhamni Rahman; Muhammad Sahrul
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa Remaja, cenderung seseorang melakukan suatu perilaku menyimpang sangatlah tinggi, Salah satu Tindakan atau perilaku yang menyimpang yang sering kita dapati adalah mengkonsumsi alkohol, karena bagi kaum remaja melakukan hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan dianggap keren. Artikel ini dibuat untuk memberitahu rancangan rencana intervensi yang dapat dilakukan seorang peksos untuk menangani klien dengan latar belakang kasus kecanduan alkohol. Metodologi desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan Action Research, Sumber data yang digunakan adalah Sumber data Primer dan Sekunder, Teknis Wawancara yang dilakukan adalah Teknik Eksplorasi dan Ventilasi dan Teknis Assessment yang dilakukan adalah BPS/BPSS (Biopsychosocial Spiritual Assessment). Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap klien berinisial MH, kelompok kami membuat rancangan rencana intervensi yaitu Terapi Perilaku Pengkondisian Klasik, terapi yang kami lakukan adalah pada pengondisian aversif dengan memberikan beberapa stimulus aversif berupa minuman yang tidak MH sukai, yaitu Jus Tomat. Hal ini secara tidak langsung, akan tertanam dalam alam bawah sadarnya perlahan demi perlahan, jika minuman yang dia suka, diminum berbarengan dengan minuman yang paling tidak dia suka, maka kemungkinan besar klien kami menjadi tidak menyukai minuman yang dia suka, dalam kasusnya adalah alkohol.Kata kunci: Alkohol, Kecanduan Alkohol, Intervensi Sosial, Pekerja Sosia
KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU ADIKSI REMAJA PENGGUNA GAME ONLINE Galih Vian Suwari; Muhammad Sahrul
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belakangan ini perilaku adiksi dikalangan remaja sangat populer disebabkan karena berbagai macam hal salah satunya yaitu intensitas penggunaan game online. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini remaja akan sangat mengalami berbagai  perubahan pada dirinya, baik perubahan fisik maupun psikis. Remaja di era globalisasi ini dimanjakan dengan perkembangan teknologi internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab adiksi game online pada remaja, untuk mengetahui bagaimana self control remaja yang mengalami adiksi game online, dan untuk mengetahui self control remaja yang mengalami adiksi game online.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah subyek sebanyak 11orang dengan 5 informan kunci dan 6 informan pendukung. Subjek penelitian adalah remaja yang mengalami perilaku adiksi terhadap penggunaan game online.  Dalam penelitian ini perubahan yang paling terasa dialami oleh remaja adalah perubahan emosi. Perubahan keadaan emosi atau suasana hati yang dihadapi remaja yang mengalami kecanduan terhadap penggunaan game online dapat berupa sedih, depresi, lelah maupun gelisah. Perubahan keadaan emosi remaja yang mengalami kecanduan game online tidak terdapat batasan untuk menjadikan dirinya memiliki perasaan senang. Kesenangan tersebut bisa didapatkan akibat bermain game online secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan remaja kecanduan untuk terus bermain game online. Perilaku adiksi remaja terhadap penggunaan game online dapat mempengaruhi bagi self control pada diri mereka.Kata kunci: self control, remaja, perilaku adiksi, game online.
Terapi Okupasi Dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Pada Anak Down Syndrome di Klinik Liliput Muhammad Arief Effendi; Muhammad Sahrul
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i4.1556

Abstract

Down Syndrome is a fairly common genetic disorder, this is one of the diseases caused by the emergence of an extra chromosome from 21 pairs of chromosomes or known as trisomy 21. This study aims to determine the provision of Occupational Therapy in Down Syndrome Children at the Liliput Clinic. Occupational Therapy in Improving Fine Motor Skills in Down Syndrome Children and supporting and inhibiting factors. This study uses a Qualitative Method, the informant sampling technique uses the Purposive Sampling Technique. And data collection is obtained from the results of Interviews, Observations, and Documentation. Data analysis is carried out through the stages of Data Reduction, Data Presentation, and Conclusion Drawing. The location of this study is at the Liliput Clinic, Jl. Cipete IV No. 06, Rt. 02 Rw 03, South Cipete, Cilandak District. The results of the study showed that the provision of Occupational Therapy for Down Syndrome Children, namely, Down syndrome children still tend to be limp, such as when doing activities they get tired more easily, then Down syndrome children have not been able to regulate their emotions stably. In improving fine motor skills in Down syndrome children, therapists train and instruct children how to hold objects properly such as pencils, pens and small scissors. Then the child is instructed how to write correctly. Supporting factors in Occupational Therapy for Down Syndrome Children are an experienced therapy background, supporting infrastructure, and support from parents of Down syndrome children. And the inhibiting factors are Down syndrome children who have high emotional levels and physical problems in Down syndrome children.
IMPLEMENTASI STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENUNJANG AKREDITASI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK MUHAMADIYAH DARUL ILMI El Kahfi, Muhammad Fityan; Sahrul, Muhammad
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.59515

Abstract

Lembaga kesejahteraan sosial, dari setting manapun termasuk setting anak dalam menjalankan akreditasi dituntut untuk memenuhi instrumen akreditasi sebagai suatu indikator penilaian akreditasi, terdapat beberapa klasifikasi instrumen akreditasi tersebut, salah satunya yaitu instrumen standar sumber daya manusia. SDM merupakan komponen vital dalam pelayanan sosial, namun beberapa fanomena seperti kuantitas SDM yang minim, latar belakang SDM yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu kesejahteraan sosial sampai perilaku abnormal seperti kekerasan yang dilakukan SDM membuat aspek SDM perlu dilakukan pengawasan. Maka dari itu, akareditasi melalui instrumen standar SDM merupakan sarana pengawasan akan kualitas mengenai SDM itu sendiri. Artikel ini membahas bagaimana LKSA Muhammadiyah Darul Ilmi mengimplementasikan instrumen standar SDM tersebut. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwasanya dalam implementasi instrumen standar SDM dalam menunjang akreditasi, lembaga secara tidak langsung melakukan unsur pengelolaan SDM, hal lain yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu terdapat relevansi antara implementasi standar SDM tersebut dengan tahap pengelolaan SDM seperti analisis dan desain pekerjaan, seleksi dan perekrutan, orientasi, pelatihan/pengembangan sdm, motivasi dan sistem penghargaan, supervisi dan penilaian kinerja serta terminasi. Maka dari hal tersebut rekomendasi penelitian ini, lembaga dalam mengimplemtasikan instrumen standar SDM, diharuskan melakukan pengelolaan SDM yang merujuk kebijakan pengasuhan anak karena hal tersebut dapat membantu lembaga memenuhi borang akreditasi itu sendiri. Social welfare institutions, from any setting including children's settings in carrying out accreditation, are required to fulfill accreditation instruments as an indicator of accreditation assessment, there are several classifications of accreditation instruments, one of which is the human resources standard instrument. HR is a vital component of social services. Still, several phenomena such as the minimum quantity of HR, HR backgrounds that are not by social welfare disciplines, and abnormal behavior such as violence committed by HR make HR aspects need to be monitored. Therefore, accreditation through HR standard instruments is a means of monitoring the quality of HR itself. This article discusses how LKSA Muhammadiyah Darul Ilmi implements the HR standard instrument. The approach in this research is a descriptive qualitative approach. The results of the study reveal that in the implementation of HR standard instruments in supporting accreditation, institutions indirectly carry out elements of HR management, another thing produced in this study is that there is a relevance between the implementation of HR standards and HR management stages such as job analysis and design, selection and recruitment, orientation, training/development, motivation and reward systems, supervision and performance appraisal and termination. So from this, this research recommends that in implementing the HR standard instrument, institutions are required to carry out HR management that refers to childcare policies because this can help institutions fulfill the accreditation form itself.
PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DISABILITAS TULI DI SERONA COFFEE BINTARO Azahra, Muthia; Sahrul, Muhammad
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11789

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan kecakapan hidup (life skill) dalam meningkatkan kemandirian individu dengan disabilitas tuli di Serona Coffee Bintaro. Serona Coffee menunjukkan komitmen kuat melalui strategi rekrutmen inklusif dan program pelatihan langsung di tempat kerja. Informasi lowongan disebarkan melalui komunitas seperti GERKATIN dan media sosial untuk memastikan akses yang luas bagi calon pekerja disabilitas tuli. Proses seleksi berdasarkan kriteria jelas, dengan memberikan kesempatan probation bagi yang belum berpengalaman. Serona Coffee aktif mengatasi tantangan komunikasi dengan strategi komunikasi inklusif seperti pelatihan bahasa isyarat untuk staf dan edukasi bagi pelanggan. Program ini tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis dan soft skills, tetapi juga mempromosikan kesetaraan dan kesempatan kerja bagi individu dengan disabilitas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data perolehan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa hasil program menunjukkan perubahan signifikan dalam kemandirian dan keterampilan hidup disabilitas tuli, dengan motivasi tinggi untuk belajar dan beradaptasi. Serona Coffee memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan keterampilan melalui pelatihan teknis dan lingkungan kerja inklusif. Tantangan seperti perbedaan sistem bahasa isyarat dan kurangnya pemahaman dari masyarakat umum tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi
Meningkatkan Kepercayaan Diri Remaja Akhir Melalui Dukungan Emosional Pengasuh di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1 Radysti Devania; Muhammad Sahrul
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v3i2.687

Abstract

Every teenager needs something called self-confidence because self-confidence plays an important role in developing personality and skills to become better. Problems that affect the self-confidence of teenagers living in social institutions include teenagers who have an inferior and shy attitude when appearing in public, often isolate themselves, do not focus on studying, and are reluctant to express their opinions. This can cause teenagers to regret the situation. The purpose of this study was to determine and describe how emotional support from caregivers increases the self-confidence of late adolescents, and to identify the supporting and inhibiting factors in providing emotional support from caregivers to late adolescents. This research method uses a qualitative approach with data obtained from observations, interviews, and documentation. The results of the study show that emotional support provided by caregivers, seen through consistent empathy, sincere concern, responsive attention, and appreciation through praise, increases the self-confidence and motivation of adolescents. Encouragement for active participation and responsibility also helps adolescents overcome fears and develop their potential. Supporting factors include adolescents' openness to advice, while rejection of help is an inhibiting factor. Case studies show that emotional support and positive social interactions significantly increase self-confidence, with positive changes observed in late adolescents at the Taruna Jaya 1 social care center for adolescents.
Pelaksanaan Program Youth Activation dalam Meningkatkan Relasi Sosial Bagi Atlet Disabilitas Intelektual di Lembaga Special Olympics Indonesia (SOIna) Angga Trisnanto; Muhammad Sahrul
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 1 No. 6 (2025): Edisi April
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/jca.v1i6.351

Abstract

Special Olympics Indonesia melalui program Youth Activation memberikan wadah bagi anak-anak disabilitas intelektual untuk berkembang menjadi atlet profesional. Program ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diti, karakter kepemimpinan, serta relasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan program Youth Activation dalam meningkatkan relasi sosial bagi atlet disabilitas intelektual yang bernaung di bawah Special Olympics Indonesia (SOIna). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Youth Activation memiliki peran signifikan dalam meningkatkan interaksi sosial dan membangun rasa percaya diri para atlet disabilitas intelektual. Program ini juga berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat inklusif yang lebih menerima dan menghargai keberagaman. Implementasi program ini melibatkan berbagai kegiatan olahraga dan kompetisi yang dirancang untuk membentuk fisik yang sehat, menunjukkan keberanian, merasakan kebahagiaan, serta memperlihatkan kemampuan dan persahabatan. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya keberlanjutan dan dukungan terhadap program Youth Activation dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan relasi sosial atlet disabilitas intelektual di Indonesia.
Co-Authors Abdul Rahman Adi Fahrudin Agus Suhardika Alfan Ramdoni Ali Noer Zaman Amalia Diah Kusumawardhani Anadayoma, Zahra Aprilla Ananda Zahra Angga Trisnanto Anisa Nurmaida Anrian Muhammad Umar Apriansyah, Joli Arfan Fajri Astriani, Linda Ati Kusmawati Aulia Arafah Azahra, Muthia Daffa Pasya Islami Deni Sopiansah Devia Andiani Dini Gandini Purbaningrum DIRGANTARA WICAKSONO Djoni Gunanto El Kahfi, Muhammad Fityan Endang Sulastri Evi Satispi Evi Satispi Faradibba Maiwa Radika Nur Ramadhan Fina Ananda Putri Galih Vian Suwari Gita Apliria Hamka Haris, Damaragil Danar Irhamni Rahman Izzatusholekha Kardinar Wijayanti, Silvana Khofifah Mulyani Kusmawati , Ati Lusi Andriyani Lutfiah Difatul Azizah Mamun Murod Mawar Mawar Mia Nursapitri Moh. Amin Tohari Monica Cris Noviyanty Kencana Putri Muhammad Adam Kusuma Muhammad Arief Effendi Muhammad Luthfi Ramadhan Mulkan Habibi N. Oneng Nurul Bariyah Nasywa Faza Lailan Nida Handayani Putri Camelia Az Zahra Siregar Radysti Devania Rahmadani, Salsa Alvianita Rahman, Irhamni Rahmat Salam Retnowati Wahyuning Dyas Tuti Retnowati WD Tuti Risyad Mustafa Midin, Arief Rita Novianti Rizka Ayu Ramadanti Rosiyani Rosiyani Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Rudiatin, Endang Shabrina Afifah Rasyid Shabrina Anggraita Utami Sokhivah Sokhivah Soni Akhmad Nulhaqim Stafhanie Dumas Stafhanie Dumas Taewoo Park Taufik Paturohman Taufiqurokhman Taufiqurokhman Taufiqurokhman Tauzia Harari Tuti Alawiyah Uswandhian, Era Estu Wahyuning Dyas Tuti, Retnowati Wiwik Handayani