Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Determinan Kejadian Sindrome Baby blues Syndrome Pada Ibu Nifas di Kupang, Indonesia Babis, Sonida Srimega Diana; Roga, Anderias Umbu; Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Manurung, Imelda F. E.; Purimahua, Sintha L.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2153

Abstract

Sindrom baby blues pada ibu nifas adalah masalah kesehatan mental yang sering terjadi setelah melahirkan, namun seringkali diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian sindrom baby blues pada ibu nifas di RSUD S. K. Lerik, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 106 ibu nifas sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EPDS (Edinburg Postnatal Depression Scale) dan dianalisis dengan uji chi-squaremdan dan regresi logistik. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan (OR = 0,80; CI 95% = 0,10-0,63; p = 0,016), pengaruh dukungan suami (OR = 93,5; CI 95% = 11,41-767,05; p = 0,000), dukungan tenaga Kesehatan (OR = 3,32; CI 95% = 1,01-10,98; p = 0,049), dukungan keluarga (OR = 43,3; CI 95% = 5,45-344,72; p = 0,000) sedangkan jumlah anak tidak berpengaruh signifikan (OR = 0,00; CI 95% = 0,00-0,00; p = 1,000). Dukungan suami Adalah faktor terpenting untuk mencegah terjadinya baby blues syndrome.
Bahasa Cinta Sebagai Landasan Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini Manurung, Imelda; Siregar, Mhd. Fuad Zaini
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 3 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i3.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan bahasa cinta oleh orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini. Fokusnya adalah pada lima bentuk bahasa cinta: sentuhan fisik, kata-kata romantis, waktu berkualitas bersama, pemberian hadiah, dan tindakan melayani. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari tiga orang tua dengan anak usia 4-8 tahun melalui wawancara mendalam dan observasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua secara aktif menggunakan berbagai bentuk bahasa cinta dalam mendidik anak-anak mereka. Sentuhan fisik, seperti pelukan dan pukulan, merupakan cara yang umum digunakan untuk mengekspresikan kasih sayang, meskipun penggunaan kekerasan fisik tidak disarankan. Orang tua juga menggunakan kata-kata romantis untuk memberikan nasehat dan pujian kepada anak-anak mereka, meskipun beberapa merasa enggan melakukannya karena alasan gengsi. Waktu berkualitas bersama anak terbukti penting dalam membentuk hubungan emosional antara orang tua dan anak. Namun, terdapat kendala dalam meluangkan waktu bersama anak akibat kesibukan orang tua dengan pekerjaan dan tugas rumah tangga. Sementara itu, pemberian hadiah bukan hanya terkait dengan peristiwa khusus, tetapi juga sebagai ungkapan cinta dan apresiasi sehari-hari. Tindakan melayani, seperti membantu anak mengatasi masalah, juga dianggap sebagai bentuk bahasa cinta yang penting. Namun, ada variasi dalam penggunaannya, tergantung pada faktor individu dan lingkungan. Penelitian ini menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mendukung praktik pengasuhan yang sesuai dengan nilai-nilai agama, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan kepribadian yang sesuai dengan ajaran agama yang diajarkan.
THE DETERMINANTS OF REPRODUCTIVE HEALTH CARE BEHAVIOR IN ADOLESCENT: A CROSS-SECTIONAL STUDY: Determinan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja; Cross Sectional Study Manurung, Imelda Februati Ester; Takaeb, Afrona E. Lelan; Cruz, Jermias da
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V12I12024.9-17

Abstract

Background: The quality of reproductive health during adolescence determines the quality of reproductive health in adulthood. The 2018 National Socioeconomic Survey found that 11% of adolescents were married before the age of 18, and 0.56% were married before the age of 15. Adolescent reproductive health issues continue to increase every year. Purpose: The study aims to analyze the determinants of reproductive health care (RHC) behavior in adolescents. Methods: This study is an analytic observational research using a cross-sectional design. The research was conducted at SMPN 20 Kupang City in 2022. The sample size are 82 students selected using a random sampling technique. The research variables are the characteristics of respondents, health literacy, parental support, teacher support, perceived vulnerability, seriousness, benefits, barriers, cue to act and RHC behavior. Bivariate data analysis used chi-square, and multivariate data analysis used logistic binary regression. Results: The results show that 57% of the respondents have a deficient reproductive health care behavior. The most dominant variable influencing RHC behavior was living with parents (PR= 4.86; CI= 1.22-19.27). Adolescents who live with their parents are 4.86 times more likely to do RHC compared to adolescents who do not live with their parents. Conclusion: These findings recommend the importance of optimizing the role of parents as peers in providing RHC education for adolescents. Parents who do not live with their children have to pay attention and remind their children to keep doing RHC.
Tinjauan Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia Mardinal Tarigan; Imelda Manurung; Naila Anugrah
Jurnal Dirosah Islamiyah Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Dirosah Islamiyah
Publisher : Pascasarjana IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/jdi.v6i3.2313

Abstract

Renewing Islamic education in Indonesia is the main focus in facing changing times. This article explores the renewal of Islamic education from historical and contemporary perspectives, highlighting the background, methodology, results and thoughts of key figures. The research method uses a literature study and literature study approach, with data collection through electronic sources such as Google Scholar and digital libraries. The results of the research outline the concept of Islamic education reform, the background to the reform in the 19th and 20th centuries, and the influence of the reform on Islamic education in Indonesia. The main focus is on the thoughts of reformer figures such as Muhammad Abduh and Rasyid Ridha, who pushed back to the teachings of the Koran and Al-Hadith, the spirit of nationalism, and local factors. Renewing Islamic education in Indonesia includes the integration of digital literacy, critical thinking skills, improving infrastructure, and strengthening the values ​​of tolerance. This article also identifies approaches to renewing Islamic education, ranging from Western orientation to Islamic orientation and nationalism. Thus, the renewal of Islamic education in Indonesia is a continuous effort to improve the quality of education, strengthen Islamic identity, and prepare a generation that is ready to compete globally.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA ENDE Cornelia Samantha Wadhi; Imelda F. E. Manurung; Yendris Krisno Syamruth; Maria M. Dwi Wahyuni
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.337

Abstract

ABSTRAK Diare masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan pada balita di Indonesia, Diare didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dengan feses yang cair atau encer. Ini bisa disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, kram perut, dan kadang – kadang penurunan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Ende. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 66 balita, masing-masing 33 kasus dan 33 kontrol, dipilih secara simple random sampling. Teknik sampling sampel kasus dan kontrol menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene (p=0,007; OR=0,217) dan sanitasi lingkungan (p=0,068; OR=0,323) dengan kejadian diare. Sedangkan klasifikasi rumah sehat dan indikator keluarga sehat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah personal hygiene dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Intervensi promotif dan preventif perlu ditingkatkan untuk menurunkan prevalensi diare pada balita. ABSTRACT Diarrhea is still a significant health problem in Indonesian toddlers, Diarrhea is defined as a condition in which one experiences an increase in the frequency of defecation with liquid or dilute feces. This can be accompanied by other symptoms such as nausea, vomiting, stomach cramps, and sometimes weight loss. This study aims to find out the factors related to the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of the Ende City Health Center. The research method used is quantitative with a case control approach. The sample consisted of 66 toddlers, 33 cases each and 33 controls, selected simply random sampling. Case sampling and control techniques use simple random sampling. Data analysis using univariate and bivariate analysis. Research results show that there is a significant relationship between personal hygiene (p=0.007; OR=0.217) and environmental sanitation (p=0.068; OR=0.323) with diarrhea. Meanwhile, the classification of healthy houses and healthy family indicators do not show a significant relationship (p>0.05). The conclusion of this study is that personal hygiene and environmental sanitation are factors related to the incidence of diarrhea in toddlers. Promotive and preventive interventions need to be improved to reduce the prevalence of diarrhea in toddlers
STUDI EPIDEMOLOGI KONSUMSI DAGING IKAN PAUS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA LAMALERA KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2024 Agun, Archangela Rom Ose; Lewi Jutomo; Deviarbi Sakke Tira; Imelda F. E. Manurung
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.342

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, dikenal dengan tradisi berburu paus sperma (Physeter macrocephalus) sejak abad ke-17 untuk dikonsumsi, dijual, atau ditukar. Praktik ini merupakan tradisi masyarakat Desa Lamalera, mereka umumnya mengonsumsi daging paus yang diawetkan, dengan preferensi daging paus yang diawetkan karena daya simpannya yang lebih lama. Hipertensi merupakan gejala penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥ 140/≥ 90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara pola konsumsi daging paus (frekuensi, jumlah, dan jenis) dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Lamalera. Jenis penelitian penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Lamalera A dan B dengan sampel sebanyak 225 keluarga, dengan satu sampel per keluarga dengan usia 15–64 tahun. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,555 > 0,05), tidak ada hubungan antara jumlah konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,555 > 0,05), tidak ada hubungan antara jenis konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,535 p > 0,05. Dapat disimpulkan Pola konsumsi daging ikan paus tidak berakibat terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Lamalera. Penelitian ini membuktikan bahwa konsumsi daging ikan paus dapat mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi. ABSTRACT The Lamalera Village community, Lembata Regency, is known for its tradition of hunting sperm whales (Physeter macrocephalus) since the 17th century for consumption, sale, or exchange. This practice is a tradition of the Lamalera Village community, they generally consume preserved whale meat, with a preference for preserved whale meat because of its longer shelf life. Hypertension is a symptom of a disease characterized by increased blood pressure ≥ 140/≥ 90 mmHg. The purpose of the study was to determine the relationship between whale meat consumption patterns (frequency, quantity, and type) with the incidence of hypertension in the Lamalera Village community. The type of research was quantitative research with a cross-sectional design. The study was conducted in Lamalera Village A and B with a sample of 225 families, with one sample per family aged 15–64 years. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results of the statistical test showed no relationship between the frequency of whale meat consumption and the incidence of hypertension (p-value= 0.555 > 0.05), there is no relationship betweenthe amount of whale meat consumption with the incidence of hypertension (p-value =0,555 > 0.05), there is no relationship between the type of whale meat consumptionwith the occurrence of hypertension (p-value= 0.535 p > 0.05. It can be concluded that the patternConsumption of whale meat does not result in the occurrence of hypertension inLamalera Village community. This study proves that consumption of fish meatWhales can prevent non-communicable diseases such as hypertension.
Faktor Determinan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Bairo-Pite Clinic Timor Leste Dos Reis, Francisco Guterres; Nayoan, Christina Roni; Marni, Marni; Parimahua, Sintha Lisa; Manurung, Imelda Februati Ester
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.23228

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a global public health problem, including in Timor Leste. Treatment success is highly influenced by patients’ adherence to long-term medication according to therapy guidelines. This study aimed to analyze the determinant factors of medication adherence among TB patients, which include internal factors (sex, age, occupation, education level, knowledge, and attitude) and external factors (health worker support, family support, and distance to health facilities) at Bairo-Pite Clinic, Timor Leste. This quantitative research used a cross-sectional design involving 101 respondents selected using the Slovin formula. Data were collected using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) and analyzed using multivariate logistic regression. The results showed that most respondents had low medication adherence (85.1%). Internal factors significantly associated with adherence were knowledge and attitude, while external factors significantly associated were family support and health worker support (p 0.05). Distance to health facilities did not show a significant association. In conclusion, strengthening health education, family engagement, and the role of health workers is essential to improve TB treatment adherence in the studied area. Keywords: Tuberculosis, Medication Adherence, Knowledge, Family Support, Health Worker Support.  ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Timor Leste. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat jangka panjang sesuai terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kepatuhan minum obat pasien TBC yang meliputi faktor internal (jenis kelamin, usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap) serta faktor eksternal (dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan jarak tempat tinggal ke fasilitas kesehatan) di wilayah kerja Bairo-Pite Clinic, Timor Leste. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 101 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan dianalisis secara multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan rendah sebesar 85,1%. Faktor internal yang berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan adalah pengetahuan dan sikap, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh signifikan adalah dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan (p 0,05). Faktor jarak tempat tinggal tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan edukasi kesehatan, penguatan dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan terapi TBC di wilayah tersebut. Kata Kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Tenaga Kesehatan.
Analisis Implementasi Kebijakan Eliminasi Malaria di District Covalima (Daerah Perbatasan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) – Republik Indonesia (RI)) Noe Gaspar Pinto Da Silva; Christina Roni Nayoan; Pius Weraman; Noorce Christiani Berek; Imelda Februati Ester Manurung
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23222

Abstract

ABSTRACT Malaria remains a public health problem in several endemic regions of Timor-Leste, particularly in the border areas of Covalima District adjacent to Indonesia. This study aims to analyze the implementation of malaria elimination policies in Covalima District, focusing on input, process, and output aspects. The study used a qualitative descriptive design with in-depth interviews, documentation, and observation. Ten informants were selected purposively, consisting of health officials, field workers, and community members. The results show that program input, including logistics, human resources, and community participation, was generally adequate, though challenges remain in logistics distribution and workforce shortages. The implementation process followed national malaria elimination standards with good intersectoral coordination. The program output indicated a significant reduction in malaria cases and improved community awareness. The malaria elimination policy implementation in Covalima District has been effective, supported by community participation and cross-sector collaboration. Sustained supervision is required to prevent malaria re-emergence. Keywords: Malaria Elimination, Policy Implementation, Covalima, Timor-Leste.  ABSTRAK Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di beberapa wilayah endemis di Timor-Leste, khususnya di wilayah perbatasan Distrik Covalima yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan eliminasi malaria di Distrik Covalima dengan meninjau aspek input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi terhadap sepuluh informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas pejabat kesehatan, petugas lapangan, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen input seperti logistik, sumber daya manusia, dan partisipasi masyarakat sudah cukup baik meskipun masih terdapat kendala pada distribusi logistik dan keterbatasan tenaga. Proses pelaksanaan mengikuti standar nasional dengan koordinasi lintas sektor yang baik. Output program menunjukkan penurunan signifikan kasus malaria dan peningkatan kesadaran masyarakat. Implementasi kebijakan eliminasi malaria di Distrik Covalima berjalan efektif dengan dukungan partisipasi masyarakat dan koordinasi lintas sektor. Diperlukan pengawasan berkelanjutan untuk menjaga keberhasilan yang telah dicapai. Kata Kunci: Eliminasi Malaria, Implementasi Kebijakan, Covalima, Timor-Leste.
Determinan yang Mempengaruhi Persalinan Non Fasilitas Kesehatan pada Ibu di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Salbait Kabupaten Timor Tengah Selatan Robert Olivianus Asbanu; Marni Marni; Pius Weraman; Anderias Umbu Roga; Imelda F.E Manurung
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25254

Abstract

ABSTRACT Non-facility based childbirth remains a maternal health problem, particularly in rural areas. Delivery outside health facilities increases the risk of maternal and neonatal morbidity and mortality due to limited access to skilled health personnel and adequate obstetric services. This study aimed to analyze the determinants influencing non-facility based childbirth among mothers in the working area of UPT Salbait Primary Health Center, Timor Tengah Selatan Regency. This study employed a quantitative case-control design. The study population consisted of all mothers who delivered in the working area of UPT Salbait Primary Health Center, with a total sample of 80 respondents, including 40 cases (non-facility based delivery) and 40 controls (facility based delivery). The variables studied included maternal knowledge, distance to health facilities, economic status, antenatal care (ANC) visits, participation in maternity classes, and parity. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed significant associations between maternal knowledge and non-facility-based childbirth (p = 0.000), distance to health facilities (p = 0.000), economic status (p = 0.011), ANC visits (p = 0.000), participation in maternity classes (p = 0.000), and parity (p = 0.000). Mothers with low knowledge, long distance to health facilities, low economic status, incomplete ANC visits, non-participation in maternity classes, and high parity were more likely to choose non-facility based delivery. In conclusion, non-facility based childbirth is influenced by predisposing, enabling, and need factors. Strengthening maternal health education, improving antenatal care services, and optimizing maternity class programs are necessary to promote facility based delivery. Keywords: Antenatal Care, Health Facilities, Maternal Knowledge, Non-Facility-Based Childbirth.  ABSTRAK Persalinan yang dilakukan di luar fasilitas kesehatan masih menjadi permasalahan kesehatan ibu, khususnya di wilayah pedesaan. Persalinan non fasilitas kesehatan berisiko meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi akibat keterbatasan akses terhadap tenaga kesehatan terlatih dan pelayanan obstetri yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang memengaruhi persalinan non fasilitas kesehatan pada ibu di wilayah kerja UPT Puskesmas Salbait Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang melahirkan di wilayah kerja UPT Puskesmas Salbait dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden, terdiri dari 40 responden kelompok kasus (persalinan non fasilitas kesehatan) dan 40 responden kelompok kontrol (persalinan di fasilitas kesehatan). Variabel yang diteliti meliputi tingkat pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan, kemampuan ekonomi, kunjungan antenatal care (ANC), keikutsertaan kelas ibu hamil, dan jumlah paritas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan persalinan non fasilitas kesehatan (p = 0,000), jarak ke fasilitas kesehatan (p = 0,000), kemampuan ekonomi (p = 0,011), kunjungan ANC (p = 0,000), keikutsertaan kelas ibu hamil (p = 0,000), serta jumlah paritas (p = 0,000). Ibu dengan pengetahuan rendah, jarak tempat tinggal jauh, kemampuan ekonomi rendah, kunjungan ANC tidak lengkap, tidak mengikuti kelas ibu hamil, dan paritas tinggi cenderung memilih persalinan di non fasilitas kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa persalinan non fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor kebutuhan. Diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan ibu, penguatan layanan antenatal care, serta optimalisasi program kelas ibu hamil untuk mendorong persalinan di fasilitas kesehatan. Kata Kunci: Antenatal Care, Fasilitas Kesehatan, Persalinan Non Fasilitas Kesehatan, Pengetahuan Ibu.
Co-Authors Adu, Apris A. Afrona E L Takaeb Agun, Archangela Rom Ose Akuila Didi Ama, Marselino Ifantri Yuranus Amelia Sir Amelya Betsalonia Sir Ampera Wadu Anderias Umbu Roga Ari Probandari Ari Probandari Astutik, Erni Babis, Sonida Srimega Diana Baun, Aminah H Chatarina Umbul Wahyuni Christin Rony Nayoan Christina Roni Nayoan Cornelia Samantha Wadhi Cruz, Jermias da Dalong, Lusia Deviarbi Sakke Tira Dos Reis, Francisco Guterres Dwi Windoe Fernandez, Wenzel Filmon Salan Fitri, Ajra Geofrey Ssekalembe Gusmao, Francelino Nobel Sarmento Hardhina, Trio Helga Jilvera Nathalia Ndun Henrico Tampatianus Bago Henukh, Tresna Asriany Hinga, Indriati A. Tedju Honey I Ndoen Indra Y Kiling Indriati Andolita Tedju Hinga Indriati Tedjuhinga Ivani Laning Jacob Matheos Ratu Jentri Missa Jermias da Cruz JUBLINA MARSELINA NOMATE Junias, Marylin Susanti Lele, Yumiati Ke Lewi Jutomo Limbu, Ribka Louhenapessy, Vita Fibrila M. K. P. Abdi Keraf Mardinal Tarigan Maria M. Dwi Wahyuni Maria M.D Wahyuni Mariani Mediatrix Mone Marianus Ketmoen Marianus Mau Kuru Marlina Bulu Marni Marni Marni Marni, Marni Masae, Viviencia M.A. Mbooh, Yaret Munda Mesa, Ericson Misnadin, Indri Wahyuningsih Muntasir, Muntasir Mustakim Sahdan Naila Anugrah Nayoan, Christina Roni Ndoen, Honey I. Nida Tasuib Noe Gaspar Pinto Da Silva Noorce Christiani Berek Nyai Harifah Akbar Parimahua, Sintha Lisa Pius Werawan Purimahua, Sintha L. Purnawan, Sigit Regaletha, Tadeus A. L. Riwu, Yuliana R. Rizky Pradita Manafe Robert Olivianus Asbanu Sabina Gero Sarci Magdalena Toy Sarcy M Toy Setyobudi, Agus Silvester V. Toto Simplexius Asa Sindi Sirituka Siregar, Mhd. Fuad Zaini Skhana Marthinus Sanam Soleman Landi Syamruth, Yendris Krisno Takaeb, Afrona E. Lelan Toy, Sarci M. Venansius Alfridus Viviencia M. A. Masae Wahyuni, Chatarina U Wenzel Fernandez Weraman, Pius WINDA YULIANA KURNIAWATI ASAR Ximenes, Yohanes A. W. Yendris Krisno Syamruth Yeni Damayanti Yessicha Helmina Delly Tanof Yohanes Yan Kemismar Yustinus Nikolaus Nango