Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Transformasi Pendidikan Karakter di Era Reformasi Pendidikan dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045 Mizlan, Mizlan; Achadi, Muh. Wasith
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kebijakan pendidikan karakter pemerintah Indonesia yang mendukung visi Generasi Emas 2045. Penelitian ini memanfaatkan data-data yang valid dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan memeriksa dokumen kebijakan seperti Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, Perpres No. 87 Tahun 2017, dan Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023, serta literatur terkait. Analisis dilakukan secara tematik untuk menemukan elemen yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif pemangku kepentingan seperti guru, orang tua, komunitas, dan dunia usaha memengaruhi keberhasilan kebijakan pendidikan karakter. Penelitian terbaru ini berfokus pada strategi kolaboratif yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak berwenang untuk memastikan kebijakan pendidikan karakter berhasil menuju Generasi Emas 2045.
Membangun Fondasi Moderasi Beragama Pada Pendidikan Dasar: Strategi Transformasi Karakter Bangsa di SD N Sokowaten Baru Ummi, Farkhatul; Achadi, Muh. Wasith
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19379

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan serius berupa meningkatnya sikap intoleransi dan potensi radikalisme, bahkan di kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Oleh karena itu, pendidikan dasar menjadi ranah strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sebagai pondasi transformasi karakter bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi implementasi moderasi beragama dalam membentuk karakter siswa di SD N Sokowaten Baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah mengintegrasikan nilai-nilai moderasi seperti toleransi, gotong royong, dan penghargaan terhadap perbedaan melalui kegiatan pembelajaran, keteladanan guru, dan kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat. Meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru dan pengaruh negatif media digital, pendekatan kontekstual yang dilakukan sekolah terbukti efektif dalam membangun karakter moderat siswa. Dengan demikian, penanaman nilai moderasi beragama sejak pendidikan dasar merupakan langkah penting dalam mencetak generasi yang berakhlak, toleran, dan siap hidup dalam masyarakat yang plural.
Peran Pendidikan Karakter dalam Membentuk Kepribadian Siswa di MIN 1 Yogyakarta Astuti, Anggun Windi; Achadi, Muh. Wasith
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19387

Abstract

Pendidikan karakter menjadi komponen penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik, terutama di tengah tantangan globalisasi dan krisis moral generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidikan karakter dalam membentuk kepribadian siswa di MIN 1 Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada guru kelas yang juga menjabat sebagai bagian kurikulum dan pengajar mata pelajaran Fiqih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di MIN 1 Yogyakarta diintegrasikan secara sistematis melalui pembelajaran intrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, serta budaya sekolah yang religius dan disiplin. Program seperti sholat berjamaah, tahfidz, pembiasaan doa, dan keteladanan guru terbukti efektif dalam membentuk karakter religius, tanggung jawab, kemandirian, serta empati sosial pada siswa. Tantangan utama dalam implementasi pendidikan karakter antara lain berasal dari pola asuh keluarga dan latar belakang sosial yang beragam. Namun, dengan pendekatan yang konsisten dan kolaborasi antara guru dan orang tua, pendidikan karakter mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan kepribadian siswa.
Analisis Kesiapan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran SKI di MIN 4 Ponorogo Fathiha, Nuril; Achadi, Muh. Wasith
Journal Islamic Pedagogia Vol. 3 No. 1 (2023): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v3i1.89

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengkaji kesiapan penerapan kurikulumm merdeka belajar pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Ponorogo. Terdapat empat fokus pembahasan dalam penelitian ini yakni kesiapan guru, dukungan sekolah, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi dari probelem penerapan kurikulum merdeka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitiannya adalah guru Sejarah Kubudayaan Islam di MIN 4 Ponorogo. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar guru merasa belum siap untuk mengiplementasikan kurikulum merdeka, begitupun dengan guru SKI yang ada MIN 4 Ponorogo. Kemuduian dukungan warga sekolah untuk implementasi kurikulum ini dirasa kurang. Walaupun disatu sisi para guru menyambut baik kehadiran Kurikulum Merdeka. faktor pendukung implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan, yaitu (1) penganggaran yang jelas dari pemerintah daerah untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, (2) koordinasi yang baik dari pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi dengan pemerintah pusat dalam pengadaan sarana pembelajaran dan pelatihan, perencaan yang baik, dan (3) ketersediaan sarana pembelajaran lainnya seperti LCD dan sambungan internet.
The Epistemology of Riyāḍah in Pesantren: A Philosophical Foundation for Islamic Intellectual Formation Fathurrohman, Rizal; Munip, Abdul; Achadi, Muh. Wasith
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.7982

Abstract

This study examines how riyāḍah in the pesantren tradition is understood not only as a spiritual discipline but also as an epistemological foundation shaping the essence, sources, methods, and validation of knowledge. It arises from the need for a holistic and transformative paradigm of Islamic education beyond Western epistemology, often limited to rationalism and empiricism. The purpose is to explore the epistemology of riyāḍah in intellectual formation within Islamic education, with Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean, Kediri, East Java, as the research locus for its strong scholarly tradition and integration of spiritual discipline with intellectual development. The study employs qualitative research with an ethnographic approach to capture lived experiences and epistemological perspectives of the pesantren community. Data are obtained primarily from direct engagement with subjects as primary sources, complemented by secondary sources from classical Islamic texts. Data collection uses participant observation, in-depth interviews, and documentation. Analysis follows the Miles, Huberman, and Saldaña model, data collection, condensation, display, and conclusion drawing with verification. Validity is ensured through source triangulation. Findings show that in pesantren, knowledge is conceived as divine light attained through purification of the soul. Its sources and methods integrate texts, reason, empirical experience, and riyāḍah, while its validation rests on benefit and blessing. The significance of this research lies in its theoretical contribution to Islamic epistemology, its practical model for integrating spiritual discipline with intellectual formation, and its enrichment of Islamic education discourse by positioning riyāḍah as a foundation for both character building and knowledge production.
indonesia Efforts of Islamic Religious Educational Institutions in the Era of Globalization Al-Atsari, Abdul Rohman; Achadi, Muh. Wasith
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1854

Abstract

This study aims to analyze the role and efforts of Islamic religious education institutions in facing the challenges of globalization. Globalization has a significant impact on the world of education, including Islamic education, by presenting opportunities to expand access to information and innovation, as well as challenges in maintaining Islamic values amid global cultural changes. The research method is a descriptive qualitative approach, collecting data through interviews and literature studies. The results showed that Islamic religious education institutions need to implement strategies that include the formation of self-awareness, integration of Islamic values with general knowledge, and applying adaptive learning methods. This effort is expected to form a generation that is not only intellectually competent but also has a strong personality in facing the negative impact of globalization.
Analisis Kurikulum Merdeka Belajar Materi PAI pada Kelas 10 SMK Negeri 1 Depok Yogyakarta Amalia, Jihanna; Achadi, Muh. Wasith
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/njpi.2023.v3i1-3

Abstract

The purpose of this study is to analyze the Merdeka Curriculum Learning (Kurikulum Merdeka Belajar) in the subject of PAI (Islamic Religious Education) and moral character applied at SMK Negeri 1 Depok Yogyakarta. The main goal of the Merdeka Curriculum is to prepare students for spiritual maturity, wisdom, and noble character. This research uses qualitative library research method and involves the analysis of content description. Data is collected through observation, in-depth interview, and documentation study. The results of the analysis indicate that the Merdeka learning achievement formulation contains comprehensive competencies and scope of materials in the form of narratives that are adjusted to the developmental stage of students in phase E for grade 10. The ideal learning objective formulation consists of two components: First, attitude, knowledge, and skills competencies; Second, the content, which is core knowledge. The learning objective flow formulation describes the coverage and stages of learning from the beginning to the end of the phase in a linear manner.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS ASAFILA, INA MACHLA; ACHADI, MUH. WASITH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.3479

Abstract

This study examines the implementation of the independent curriculum, obstacles in the implementation of the independent curriculum, the development of objectives, materials, methods and evaluation components at SMAN 1 Banguntapan. This research method using qualitative-descriptive with a case study design allows researchers to explore the development of PAI curriculum and materials on the Independent Curriculum in the context of this educational institution. The data sources used are 2, namely primary data sources including PAI teachers of SMAN 1 Banguntapan and secondary data sources, namely various literatures related to curriculum development theory and PAI materials in the independent curriculum. The data collection techniques are interviews, observation and documentation. Based on the findings, the implementation of the independent curriculum in PAI subjects at SMAN 1 Banguntapan includes several steps, namely the student-based learning approach, emphasis on strengthening character, contextual learning, use of authentic assessment, religious and extracurricular activities, and freedom and flexibility in learning. In the implementation of the independent curriculum in PAI, there are obstacles, one of which is in terms of material that teachers do not really understand. Differentiated learning at SMAN 1 Banguntapan prioritizes understanding the diversity of students' abilities and interests. By using various methods and strategies, whether it is a task that is assigned to the students. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji mengenai implementasi kurikulum merdeka, hambatan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka, pengembangan komponen tujuan, materi, metode dan evaluasi di SMAN 1 Banguntapan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif-deskriptif dengan desain studi kasus memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi pengembangan kurikulum dan materi PAI pada Kurikulum Merdeka dalam konteks Lembaga pendidikan ini. Sumber data yang digunakan ada 2 yakni sumber data primer meliputi guru PAI SMAN 1 Banguntapan dan untuk sumber data sekunder yaitu berbagai literatur yang berkaitan dengan teori pengembangan kurikulum dan materi PAI dalam kurikulum merdeka. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dengan metode analisis tematik Berdasarkan hasil temuan menunjukkan bahwa Implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI di SMAN 1 Banguntapan meliputi beberapa langkah yakni Pendekatan pembelajaran berbasis siswa, Penekanan pada penguatan karakter, Pembelajaran Kontekstual, Penggunaan Penilaian Otentik, Kegiatan Religi dan Ekstrakulikuler, serta Kebebasan dan fleksibilitas dalam pembelajaran. Dalam implementasi kurikulum merdeka pada PAI terdapat hambatan salah satunya yaitu Dari segi materi yang guru belum begitu memahami. Pembelajaran berdeferensiasi di SMAN 1 Banguntapan mengedepankan pemahaman terhadap keragaman kemampuan dan minat siswa. Dengan menggunakan berbagai metode dan strategi, baik itu tugas yang disesuaikan. komponen tujuan pembelajaran (TP) intinya yaitu tujuan pembelajaran harus disinkronkan terhadap materi atau dengan kondisi dari peserta didik. Guru memberikan nilai dilihat dari penerapan akhlaknya. Penerapan metode pada pengajaran materi PAI di SMAN 1 Banguntapan yaitu guru menggunakan metode pengejaran berbasis digital. Pengembangankomponen evaluasi kurikulum merdeka n yaitu dengan adanya refleksi yang dilakukan setiap selesai pembelajaran.
Analysis of The Implementation of Character Education at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Gedongtengen Yogyakarta Permadi, Bagus Damar Galih; Achadi, Muh. Wasith
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.5851-5860

Abstract

This study aims to analyze the management of the implementation of character education at MTs Muhammadiyah Gedongtengen Yogyakarta. This program is motivated by institutional anxiety about the negative impact of social media, such as the rise of extreme thinking, and the need to fortify students' character in line with the vision of the madrasah. This study uses a qualitative approach with a case study design. Primary data were collected through semi-structured in-depth interviews with Madrasah Heads, Vice Heads, and PAI teachers, and validated through observation and documentation. The results of the study show that implementation runs as a holistic management cycle. Planning is participatory by involving cross-disciplinary teachers. The implementation of a unique service culture pressure, namely "caring, compassion, and diligence", is manifested through the example of teachers (e.g. congregational prayers) and proactive home visits. Evaluation is carried out consistently through monthly observation meetings and daily observations. This study concludes that this model works effectively. The most significant result was an increase in students' critical thinking skills in filtering information on social media, which fortified them from extreme understanding while strengthening their daily worship practices.