Claim Missing Document
Check
Articles

The Urgency of Learning Coding for Elementary School Students in Indonesia Putra, Ilzam Afdila; Nugroho, Agung Wahyu; Wakhudin, Wakhudin
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 25 (2025): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v25i.1717

Abstract

The rapid development of digital technology demands early coding education in elementary schools. Coding enhances students' logical thinking, creativity and problem-solving skills, preparing them for future challenges. This research explores the urgency of coding education in Indonesia through a qualitative literature review. Findings show that coding promotes computational thinking and 21st century skills. However, its implementation faces challenges, such as lack of teacher training, limited infrastructure and gaps in the curriculum. The government and education stakeholders should integrate coding into the primary school curriculum, provide training for teachers and develop supporting infrastructure. Addressing these challenges will ensure coding education benefits Indonesian students, equipping them for the digital age.
Implementation of Ralph W. Tyler's Objective Model in Curriculum Development at Linggasari 1 Public Elementary School, Banyumas Wulandari, Catur; Wakhudin, Wakhudin
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 25 (2025): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v25i.1759

Abstract

This study examines the implementation of Ralph W. Tyler's Objective Model in curriculum development at SD Negeri 1 Linggasari Banyumas, with a focus on realizing students who are faithful, achieving, and cultured. Students are generally at lower middle economic level with adequate facilities and infrastructure to support the learning process, both intracurricular, co-curricular, and extracurricular. This study uses a qualitative-descriptive approach with a case study method. The study explores the application of Tyler's principles, for educational purposes, learning experiences, and evaluation into the school curriculum. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies. The sample used a purposive sampling technique. Data analysis was carried out through thematic coding to identify patterns and findings. The results of the study indicate that the objective model is effective in aligning learning activities with the school vision, despite obstacles such as limited resources and diverse teacher competencies. This study can identify factors that influence the success of implementing this curriculum, so that further strategies can be formulated for improving and developing education in the future.
MEMBANGUN BADAN USAHA MILIK SEKOLAH DI SD MUHAMMADIYAH GENTASARI, KROYA, CILACAP Wakhudin, Wakhudin; Purbomartono, Cahyono; Wijarnako, Raden Beny
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya membangun Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS) di Sekolah Dasar sebagai sumber pendanaan alternatif dalam pembiayaan sekolah. Artikel ini merupakan bahan sosialisasi dalam pelaksanaan Iptek bagi Masyarakat (IbM) yang dilaksanakan di SD 1 Muhammadiyah Gentasari, Kroya Cilacap, Jawa Tengah. Selain melakukan sosialisasi, pengabdi juga melakukan pendampingan dan monitoring pembangunan BUMS. Hasil sosialisasi dan analisis menggambarkan, jika negara memiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah Daerah memiliki (BUMD), dan Pemerintah Desa memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumdes, mengapa sekolah tidak memiliki Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS)? BUMS dibangun tak harus dengan modal besar, melainkan bertolak dari keadaan sekolah seadanya. Dimulai dari mengelola makan peserta didik, mengelola seragam sekolah, simpan pinjam warga sekolah, pada akhirnya BUMS bisa membangun toko, pabrik tekstil dan produk tekstil, bahkan tidak mungkin membangun perbankan. Dengan memiliki BUMS, memungkinkan sekolah memiliki sumber pendanaan alternatif yang tidak tergantung kepada negara dan orang tua siswa. Mereka memungkinkan menggaji guru lebih besar, membangun laboratorium yang memadai, dan menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan bagi pendidikan.
Membentuk Karakter Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia dengan Membiasakan 5S Miranti, Listia; Wakhudin, Wakhudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3786

Abstract

Pembiasaan budaya 5S di lingkungan sekolah menjadi salah satu upaya pendidikan karakter paling dasar yang dapat menumbuhkan perilaku baik dan membantu siswa dalam membentuk karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembiasaan 5S dalam membentuk karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Melalui pendekatan ini, memungkinkan peneliti untuk mengkaji secara mendalam terhadap fenomena yang muncul dalam bentuk program atau kegiatan di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan, SD Negeri Rejodadi 05 melaksanakan pembiasaan 5S dalam upaya membentuk karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia yang dilakukan secara konsisten melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan dan pengondisian. Siswa yang terbiasa membiasakan 5S terlihat menunjukkan perilaku baik yang menanamkan akhlak agama, akhlak pribadi, serta akhlak sesama manusia yang dapat membentuk karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Terdapat beberapa faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pembiasaan 5S. Oleh karena itu, guru perlu membimbing dan membiasakan 5S secara konsisten kepada siswa serta menjalin kerjasama dengan orang tua agar pembiasaan tersebut tertanam dalam diri siswa.
Model Pembelajaran Investigasion Based Scientific Collaborative (IBSC) untuk Melatih Ketrampilan Komunikasi dan Kolaborasi Siswa Wakhudin, Wakhudin; Barir, Baroroh; Rukhmana, Trisna; Ikhlas, Al; Sartika, Diana; Muarif, Syamsul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas Model Pembelajaran Investigation Based Scientific Collaborative (IBSC) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi siswa. Model IBSC mengintegrasikan pendekatan investigatif dan kolaboratif untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan mendukung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model IBSC secara signifikan meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih percaya diri dan kompeten dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, melalui seringnya praktik komunikasi dalam lingkungan yang mendukung. Selain itu, kolaborasi yang efektif di antara siswa terbukti memperkuat keterampilan kerja sama dan tanggung jawab individu dalam kelompok.Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam implementasi model IBSC, termasuk kebutuhan akan pelatihan khusus bagi guru untuk mengelola kelas dengan efektif dan memastikan semua siswa terlibat secara merata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern, serta mendorong inovasi dalam desain program pelatihan guru.
Evaluasi Pendidikan Karakter di Universitas Asyha, Agus Faisal; Wakhudin, Wakhudin; Sanjaya, Agus; Nurmaliati, Nurmaliati; Kadirun, Kadirun; Andriani, Nining
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan karakter di universitas dan menilai efektivitas program serta tantangan yang dihadapi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dari dosen, mahasiswa, pengelola program, dan staf administrasi di beberapa universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pendidikan karakter bervariasi antar universitas, dengan beberapa institusi menerapkan pendekatan terintegrasi dalam kurikulum, sementara yang lain lebih bergantung pada kegiatan ekstrakurikuler. Keterlibatan aktif dosen dan pengelola program terbukti sebagai faktor kunci dalam keberhasilan program, yang berdampak positif pada pengembangan keterampilan komunikasi, sikap positif, dan kemampuan kerja sama mahasiswa. Namun, tantangan seperti kekurangan sumber daya, fasilitas, dan pelatihan dosen mempengaruhi efektivitas program. Kesimpulannya, untuk meningkatkan hasil pendidikan karakter, universitas perlu memperbaiki strategi implementasi, meningkatkan dukungan dari semua pihak terkait, serta melakukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan relevansi dan dampak positif program terhadap mahasiswa.
The Role of Character Education in Building Ethics and Morality among Students in the Digital Age Marwan, Marwan; Hasbullah, Bahmid; Rahayu, Indah; Wakhudin, Wakhudin; Saputra, Dedi Gunawan
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v4i1.1224

Abstract

This investigation aims to analyze the role of character education in fostering students' ethics and morality within the digital era.Utilizing a qualitative approach, this study explores the experiences of educators, students, and parents in implementing character education within formal educational environments.Data were gathered through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis.The findings indicate that character education exerts a substantial influence in enhancing students' ethical awareness and moral reasoning, particularly in navigating ethical challenges stemming from digital technology exposure. Nevertheless, the study also uncovers significant barriers to this goal, including the lack of value-based technology support and time constraints. The study's findings suggest that a collaborative effort among schools, families, and communities is essential to maximize the impact of character education in the digital era.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SD Negeri 2 Sokaraja Kulon Banyumas Annaafi, Mohammad Zahran; Wakhudin, Wakhudin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i2.548

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai penggerak dalam mewujudkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 2 Sokaraja Kulon, Kabupaten Banyumas. Artikel Penelitian  ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, peserta didik dan guru kelas 4, yang diperoleh dengan observasi dan wawancara. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa peran Kepala Sekolah dalam P5 di SD Negeri 2 Sokaraja Kulon adalah sebagai pemimpin atau leader, sebagai motivator, sebagai supervisor dan sebagai fasilitator. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini dilaksanakan pada hari selasa dengan kegiatan berupa pemanfaatan botol bekas air minum, dan pembuatan pot bunga dan vas bunga hiasan ruangan. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDN 2 Sokaraja Kulon mendapatkan respons antusias peserta didik sehingga meningkatkan rasa ingin tahu dan kreativitas mereka.
Pengembangan Media Augmenteded Reality (AR) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Kelas 4 SD Negeri 3 Linggasari Prabowo, Eko; Wakhudin, Wakhudin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i2.552

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan guna mendapatkan media interaktif menggunakan Augmenteded Reality (AR) yang layak dan dapat efektif terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV. Penelitian dan pengembangan ini mengunakan metode penelitian R&D berbasis model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Penelitian ini dilaksanakan di SD N 3 Linggasari Kabupaten Banyumas. Subjek uji coba lapangan dilakukan di kelas IV dengan jumlah kelas eksperimen sebanyak 18 siswa dan kelas kontrol 18 siswa. Pengumpulan data menggunakan analisis, pretest-postest, dokumentasi, wawancara, dan ranting scale. Analisis data menggunakan independent sampel ttest dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penilaian mendapat penilaian validasi ahli media, materi, dan bahasa mendapat kriteria “sangat valid” dan layak untuk digunakan pada jalanya pembelajaran dengan nilai rata-rata 4,157 dengan kriteria sangat valid. Hasil respon guru 4,4 dan respon siswa 4,944 dengan kriteria “sangat baik” berdasarkan kriteria rata rata guru dan siswa. Hasil uji N-gain dalam meningkatkan motivasi belajar siswa memperoleh skor persentase 66,92%, dengan kriteria cukup efektif. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh pada meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran. Penelitian ini terdapat hasil yang dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media Augmenteded Reality pada mata pembelajaran IPAS layak dan cukup efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa.
Increasing Jatam Kroya’s Agricultural Production by Creating “Boosters” from the Environment Wakhudin, Wakhudin; Wijanarko, Beny R; Purbomartono, Cahyono
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i4.609

Abstract

This community service (IbM) aims to increase agricultural production in the community that is part of the Muhammadiyah Farmers Association (Jatam) in Kroya District, Cilacap Regency, Central Java by making "Boosters" from various natural resources. This effort is a solution to the increasing cost of chemical agricultural drugs that can have an impact on environmental pollution, which in turn can be harmful to humans. This community service method uses a participatory-educational method, through a direct educational approach, practical training, and mentoring. The community service team visits a number of farmers' gardens and rice fields, provides extension services by inviting agricultural experts from universities, monitoring, and evaluation at any time carried out through the WhatsApp Group. The community service team in this case provides extension on how to make Boosters from materials available in the surrounding environment, in the form of: Root and vegetative growth boosters; Flowering and fruit boosters; Disease resistance boosters; and soil fertility boosters. A sign that fermentation is successful is, a sour or sweet aroma, no foul odor. If moldy, add 2 tablespoons of sugar to activate good microbes.