Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

MODEL PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGENDALIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-24 BULAN MELALUI PELATIHAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI : POSYANDU CADRE EMPOWERMENT MODEL TO CONTROL STUNTING IN CHILDREN AGED 0-24 MONTHS THROUGH ANTHROPOMETRIC MEASUREMENT TRAINING Desi; Ayu Rafiony; Didik Hariyadi; Nopriantini; petrika, yanuarti; Kristiana Yulianingsih
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i2.426

Abstract

Kekerdilan (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (Bawah Lima Tahun), sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak 1000 HPK. Pemberdayaan kader adalah strategi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan serta mewujudkan kemandirian kader dalam melakukan peran dan fungsinya dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader posyandu dalam mendeteksi stunting bagi balita usia 0-24 bulan di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan one grup pre-test dan post-test. Sebelum perlakuan diberikan diberikan pre-test dan di akhir diberi post-test, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar obsevasi. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberdayaan kader posyandu melalui pendampingan ibu hamil terhadap keterampilan kader dalam pengendalian stunting bagi balita usia 0-24 bulan dengan nilai signifikan (p=<0,001).  Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengetahuan kader tentang stunting sebelum dan sesudah pendampingan, dengan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 72,0 menjadi 93,31. Keterampilan menentukan status gizi ibu hamil melalui pengukuran LILA juga meningkat signifikan (7,71 menjadi 19,43). Kader cukup baik dalam menentukan status anemia berdasarkan nilai HB ibu hamil setelah pelatihan (mean 9,71 menjadi 15). Pelatihan pengukuran penjang badan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan kader dalam mengukur balita (p<0,001), dengan peningkatan kemampuan mendeteksi stunting dari 0% menjadi 100%. Kata kunci: Balita, Model Pemberdayaan, Stunting   Stunting in children reflects the failure to thrive in children under five. So, the child becomes too short for his age. This is due to chronic malnutrition that occurs at 1000 HPK. Empowerment of cadres is a strategy used to increase the ability and realize the independence of cadres in carrying out their roles and functions in the development of public health. This study aims to determine the effect of empowering posyandu cadres in detecting stunting for toddlers aged 0-24 months in Desa Kapur, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. The research design used was experimental research using a one-group pre-test and post-test approach. Before the treatment, a pretest was given, and a posttest was presented at the end. The number of samples was as many as 35 people. Data were taken using questionnaires and observation sheets. The results of this study indicate that there is an effect of training in measuring body length using a lengthboard on the skills of cadres in taking measurements for toddlers aged 0-24 months with a significant value (p = <0.001). The research results indicate a difference in cadre knowledge about stunting before and after mentoring, with an average knowledge increase from 72.0 to 93.31. Skills in determining the nutritional status of pregnant women through LILA measurement also significantly improved (7.71 to 19.43). Cadres are proficient in determining anemia status based on pregnant women's HB values after training (mean 9.71 to 15). Activity measuring body length significantly influences cadre skills in measuring infants (p<0.001), with an increased ability to detect stunting from 0% to 100%. Keywords: Empowerment Model, Stunting, Toddler
Pengelolaan dan Praktik-praktik Sumber Daya Manusia untuk Keunggulan Kompetitif Perusahaan Nuralita, Suci; Desi; Janita, Arsya Putri; Reza, Mochamad; Sari, Novita
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan tentang pentingnya pengelolaan fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) secara strategis dalam perusahaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur untuk mengumpulkan data sekunder dari jurnal, artikel, dan buku terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan fungsi SDM secara strategis sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Beberapa fungsi strategis pengelolaan SDM mencakup mengelola SDM untuk menciptakan kompetensi, mengelola keberagaman untuk meraih keunggulan, meningkatkan daya saing melalui pengembangan SDM, serta menghadapi tantangan globalisasi. Praktik-praktik pengelolaan SDM yang efektif seperti rekrutmen selektif, tingkat upah tinggi, insentif, kepemilikan karyawan, partisipasi dan pemberdayaan, serta pelatihan dan pengembangan dapat membantu perusahaan membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Pentingnya pengelolaan fungsi SDM secara strategis untuk mencapai keunggulan kompetitif. Fungsi strategis dalam pengelolaan SDM untuk menciptakan kompetensi, mengelola keberagaman, meningkatkan daya saing, dan menghadapi globalisasi.
Management of Malaria in Pregnancy with Covid-19 Ika Wijayanti; Desi
proceedinginternational Vol. 3 (2023): Proceeding International Health Conference, 1th July 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jd.v3i.16

Abstract

Malaria is one of the most common diseases in the world. According to WHO in 2015 there were 214 million cases of malaria. In Indonesia, the percentage of positive cases of malaria in Papua Province in 2016 was 54.3%. The design of this research is descriptive with the type of descriptive research used is a case study. This study was conducted at the RSAL Dr. Soedibjo Sardadi Jayapura in August 2020 on a 37-year-old woman G3P2A0 who was 16 weeks pregnant at term, a single live intrauterine fetus with tropical malaria, reactive SARS CoV- 2igG antibodies. Malaria in pregnancy can cause pathological conditions both in pregnant women and in fetuses. In pregnant women, such as fever, hypoglycemia, anemia, acute pulmonary edema, kidney failure can even cause death. In the fetus it causes abortion, premature delivery, low birth weight, and fetal death. Prevention of malaria in pregnancy using mosquito nets, prophylaxis, mosquito repellent, and gauze for ventilation, and not having a habit of going outside at night or going out at night with a frequency of <2 times. Prevention efforts against COVID-19 are to break the chain of transmission by isolation, early detection, and basic protection such as maintaining cleanliness (hygiene), washing hands, and disinfecting. Chloroquine is still the drug of choice for the treatment of malaria in pregnancy and quinine for the treatment of severe malaria.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI SKRIPSI PADA STIKOM DINAMIKA BANGSA JAMBI Desi
Jurnal PROCESSOR Vol 15 No 2 (2020): Jurnal Processor
Publisher : LPPM Universitas Dinamika Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33998/processor.2020.15.2.870

Abstract

The process of undergraduate thesis activities of STIKOM Dinamika Bangsa is still carried out conventionally starting from the notification of thesis information in the wall magazine to manual registration and the data collection process still uses Microsoft excel whose files are stored in each part that processes the activity. In the process of the thesis activity there are several problems encountered, namely the limited time available resulting in the accumulation of data, data input errors, delays in the process of making the proposal seminar schedule, the determination of the thesis guide and the thesis trial schedule. In addition because there is no student thesis information system, there is also someone who is cheating by changing the title of the thesis unilaterally, and also fake signatures for the proposal revision sheet and guidance cards for submission of thesis hearings. The data submitted by students when registering is also often incomplete, this results in delays in making the schedule of existing activities. To overcome the existing problems, a thesis information system is needed that can be used by every actor involved in this activity according to their respective needs. The purpose of this research is to implement the thesis information system using the object oriented approach method with PHP programming language and the MySQL Database that is directly connected to the SISFO STIKOM Dinamika Bangsa. Keywords : Information System, Thesis, UML, Academik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK BERBANTUAN WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV UPTD SD NEGERI 62 PAREPARE Desi; Muhammad Asrul Sultan; Zaid Zainal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.25859

Abstract

This study aims to determine the effect of the cooperative learning model type Pair Check assisted by Wordwall on the mathematics learning outcomes of fourth grade students at UPTD SD Negeri 62 Parepare. The research used a quantitative approach with a quasi-experimental method in the form of a nonequivalent control group design. The population consisted of all students at UPTD SD Negeri 62 Parepare, with the sample being class IV.A as the experimental class, consisting of 26 students, and class IV.B as the control class, consisting of 24 students. Data were collected through a multiple-choice test consisting of 20 questions. The data analysis technique used was inferential statistical analysis with an independent sample t-test. The data analysis technique used was an independent sample t-test. The results of the inferential statistical analysis using the independent sample t-test showed Sig (2-tailed) = 0.000≤0.05, indicating that H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, the conclusion of this study is that there is an effect of the cooperative learning model of the pair check type assisted by Wordwall on the mathematics learning outcomes in the topic of area and perimeter of plane figures for fourth-grade students at UPTD SD Negeri 62 Parepare.
Perancangan Sistem Pengajuan Cuti Pada KPP Pratama Lhokseumawe Desi; Suwanda, Rizki
Portal Riset dan Inovasi Sistem Perangkat Lunak Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : SoraTekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/prinsip.v2i1.60

Abstract

Jurnal ini membahas pengembangan sistem pengajuan cuti pada KPP Pratama Lhokseumawe. Sebelumnya, proses pengajuan dan pengelolaan cuti di instansi ini masih dilakukan secara manual, yang sering kali memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan administrasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkanlah sistem berbasis website yang memungkinkan pegawai untuk mengajukan cuti secara online, sementara atasan dapat melakukan persetujuan dan pemantauan status cuti dengan lebih mudah. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam pengelolaan data cuti. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem ini berhasil mempercepat proses pengajuan cuti dan mengurangi beban administratif, serta memberikan kemudahan bagi pegawai untuk memantau status cuti mereka. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses administrasi cuti di KPP Pratama Lhokseumawe menjadi lebih efektif dan terkelola dengan baik. Kata Kunci: sistem pengajuan cuti, efisiensi, administrasi cuti, berbasis website, kpp pratama lhokseumawe.
UJI DAYA TERIMA PEMBUATAN TEMPE KACANG KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN BIJI KARET Sulpensius Rido; Desi; Yanuarti Pertika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1112

Abstract

Latar belakang: Tempe merupakan salah satu sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, keterbatasan ketersediaan kacang kedelai sebagai bahan baku seperti kacang kedelai dengan penambahan biji karet, Tempe biasanya dibuat dari kacang kedelai yang difermentasi oleh kapang Rhizopus sp. sehingga menghasilkan makanan bergizi tinggi, kaya protein, serta mudah dicerna. Untuk meningkatkan variasi bahan baku, kedelai dapat dicampur dengan biji karet (Hevea brasiliensis). Biji karet sendiri sering dianggap sebagai limbah perkebunan, padahal mengandung protein, lemak, dan karbohidrat yang cukup tinggi. Namun, biji karet mentah tidak bisa langsung dikonsumsi karena mengandung zat beracun seperti asam sianida (HCN) dan senyawa antinutrisi lain. Oleh karena itu, biji karet perlu melalui proses detoksifikasi terlebih dahulu, misalnya dengan direbus, direndam, dikukus, atau difermentasi untuk mengurangi kadar racunnya, utama mendorong perlunya inovasi penggunaan bahan alternatif lokal yang bernilai gizi tinggi, salah satunya biji karet (Hevea brasiliensis). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui uji daya terima panelis terhadap pembuatan tempe kacang kedelai dengan penambahan biji karet yang meliputi warna, rasa, aroma, dan tekstur. Metode : Metode penilitian ini menggunakan eksperimen atau percobaan. Panelis yang digunakan dalam penilitian adalah panelis agak terlatih berjumlah 25 orang yang menilai aspek warna, aroma, rasa dan tekstur di analisis secara distribusi frekuensi. Hasil : Berdasarkan hasil uji perlakuan P2 memperoleh nilai tertinggi pada atribut warna P2 (98), aroma P2 (100), rasa P2 (101), dan tekstur P2 (98). Secara keseluruhan, formulasi P2 paling disukai panelis dengan total skor 397. Kesimpulan : Dari hasil penilitian secara keseluruhan terhadap produk tempe dengan kacang kedelai dan penambahan biji karet tertinggi yaitu diproleh formulasi P2 dengan skor 397
GAMBARAN PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KONSTIPASI DAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT YARSI PONTIANAK Umi Yati; Yanuarti Petrika; Desi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1113

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang membutuhkan penatalaksanaan khusus, termasuk asuhan gizi terstandar, Konstipasi adalah  gangguan saluran cerna yang ditandai dengan kesulitan buang air besar, sedangkan hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi. Kedua penyakit  ini sering  menjadi komorbid pada pasien DM tipe II. Proses asuhan gizi terstandar (PAGT) adalah pendekatan sistematis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah gizi, meningkatkan masalah gizi, meningkatkan kualitas suatu layanan, dan memastikan keberhasilan asuhan gizi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses asuhan gizi terstandar pada pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Konstipasi Dan Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Metode Penelitian : Metode penelitian yang dilakukan adalah metode Kualitatif dengan desain studi kasus (case study), pengumpulan data dilakukan dengan berupa observasi mendalam yang terfokus pada penerapan proses asuhan  gizi terstandar (PAGT), dengan melakukan wawancara, pengukuran antropometri, pemeriksaan klinis, dan analisis food recall pada 1 pasien diabetes melitus dengan konstipasi dan hipertensi yang menjalani perawatan inap. Hasil : Pasien mengalami penurunan nafsu makan yang dimana asupan makan pasien kurang  dari  kebutuhan yaitu sebesar 80-110 %, hasil pengukuran antropometri IMT pasien 18,53 (Normal), diagnosis pasien meliputi domain intake asupan (NI), domain clinic (NC) dan domain behavior (NB), pada intervensi  yang dilakukan pemberian diet Diabetes mellitus (DM) 1500 kkal, Tinggi Serat dan Rendah Garam III, serta edukasi pengaturan pola makan sesuai prinsip 3J (jumlah, Jenis, Jadwal).
DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL IMPLEMENTASI KKN SMART VILLAGE DI DESA USSU Rahma Cahyani; Ninis Renita S; Hera; Amelia; Yurnita Gujali; Ragil Arrayyan; Nabila Fatika Sari Z; Rezha Fauziah; Sriwulandari Bahtiar; Nurcindy; Desi
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1916

Abstract

Transformasi digital yang semakin cepat menuntut desa untuk beradaptasi menuju konsep desa cerdas tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang telah mengakar. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Smart Village di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dilaksanakan sebagai langkah memperkuat identitas budaya masyarakat melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan kekuatan dan potensi lokal sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan melalui tahapan discovery, design, define, hingga refleksi dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Program KKN ini menghasilkan sejumlah pencapaian penting, seperti pengembangan website resmi desa, penerapan layanan administrasi digital melalui Digides (Digitalisasi Desa), penyusunan infografis layanan publik, serta pembuatan video edukasi digital. Inovasi-inovasi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan literasi digital warga, efektivitas layanan administrasi, keterbukaan tata kelola, serta meningkatnya peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan kearifan lokal mampu menciptakan tata kelola desa yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, KKN Smart Village di Desa Ussu dapat dijadikan contoh model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa cerdas berbasis kearifan lokal di era digital.
ANALISIS RASIO KEUANGAN KABUPATE BERAU TAHUN 2020-2024 Meyli; Desi; Rizki; Dino; Mega Tunjung Hapsari
KEUDA (Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah) Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52062/keuda.v10i3.5017

Abstract

Abstract This study aims to analyze the financial performance of the Berau Regency Government based on APBD data from 2020 to 2024 by employing five financial ratios: regional independence ratio, regional financial efficiency ratio, degree of decentralization ratio, regional dependency ratio, and regional tax effectiveness ratio. The research method used is descriptive quantitative with secondary data obtained from the APBD Realization Report. The findings reveal that the average regional independence ratio is only 13%, classified as low, while the financial efficiency ratio is consistently above 100%, indicating inefficiency. The degree of decentralization ratio averages 9%, categorized as very low, whereas the regional dependency ratio averages 75.5%, showing a very high reliance on central government transfers. On the other hand, the tax effectiveness ratio varies, with an average of 92%, categorized as effective, although it declined significantly in the final year. Overall, the financial performance of Berau Regency has not been fully optimal, highlighting the need for strategies to increase local revenue and improve expenditure efficiency in order to reduce dependency on central government transfers. Keywords: Financial Performance, APBD, Berau Regency, Financial Ratios