p-Index From 2021 - 2026
6.565
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EKONOBIS (JURNAL EKONOMI DAN BISNIS) Jurnal Florea Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Media Ilmu Kesehatan JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT YUSTISI Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam Elastisitas Jurnal Ekonomi Pembangunan IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Dwija Inspira: Jurnal Pendidikan Multi Perspektif International Journal of Progressive Mathematics Education Pengabdian Kampus: Jurnal Informasi Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat J.Pelastek DELICTUM : Jurnal Hukum Pidana Islam Civic Education Perspective Journal Jurnal Ilmu Ekonomi Jurnal Oportunitas : Ekonomi Pembangunan Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial JRIIN :Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia (BIIKMA) APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Influence: International Journal of Science Review An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Al-Ibnor : Jurnal Kependidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Radisi RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Edukasiana : Journal of Islamic Education ENDLESS : International Journal of Future Studies AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : YUSTISI

MEMBANTAH NARASI MARRIAGE IS SCARY DI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM Wulandari, Amelia; Arisman; Wahidin
YUSTISI Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i3.20162

Abstract

Fenomena narasi “Marriage is Scary” di media sosial menunjukkan kekhawatiran generasi muda terhadap pernikahan. Pengalaman traumatis, ketakutan akan konflik rumah tangga, tekanan finansial, dan konten negatif di platform online seperti Tiktok adalah semua faktor yang sering menyebabkan munculnya narasi ini. Pada akhirnya narasi ini merusak pemahaman masyarakat tertutama generasi muda tentang makna dan tujuan dari pernikahan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membantah narasi negatif tersebut melalui pendekatan hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi digital dari media sosial. Fokus utama penelitian ini terletak pada bagaimana narasi “Marriage is Scary” terbentuk, faktor pendorongnya, serta kontradiksi dengan prinsip-prinsip dasar pernikahan dalam Islam yang menekankan kasih sayang, keseimbangan hak dan kewajiban, serta tujuan spiritual dalam berkeluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena narasi “Marriage is Scary” yang muncul di media sosial secara signifikan oleh mereka yang berbagi pengalaman atau pandangan negatif tentang pernikahan. Narasi “Marriage is Scary” di sebabkan oleh disinformasi, pengalaman pribadi yang disebarluaskan, serta lemahnya literasi hukum dan agama. Perspektif hukum keluarga Islam memberikan pedoman untuk menciptakan pernikahan yang adil, harmonis, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan reedukasi berbasis nilai Islam dan penguatan literasi digital agar generasi muda mampu memilah informasi serta membangun persepsi positif terhadap pernikahan sebagai bagian dari ibadah dan jalan menuju keluarga Sakinah. Kata Kunci: Marriage is Scary, media sosial, pernikahan, hukum keluarga Islam
PENERAPAN KONSEP MITSAQON GHOLIZHON PADA KELUARGA POLIGAMI YANG TIDAK TERCATAT DI KECAMATAN TAMBANG PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM Nurjannah; Wahidin; Arisman
YUSTISI Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i3.20232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep Mitsaqon Gholizhon yakni perjanjian yang kokoh dan sakral dalam ikatan pernikahan pada keluarga poligami yang tidak tercatat di Kecamatan Tambang, serta meninjau praktik tersebut dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Praktik poligami tanpa pencatatan resmi tidak hanya menimbulkan persoalan administratif, tetapi juga berdampak pada perlindungan hukum terhadap istri dan anak, keadilan dalam relasi keluarga, serta keabsahan pernikahan menurut hukum Islam dan negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 10 pasangan keluarga poligami yang tidak tercatat dari lima desa di Kecamatan Tambang, yakni Desa Tambang, Terantang, Parit Baru, Sungai Pinang, dan Palung Raya. Analisis dilakukan melalui pendekatan normatif dan sosiologis untuk menilai implementasi nilai-nilai Mitsaqon Gholizhon dalam kehidupan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Mitsaqon Gholizhon dalam praktik poligami tidak tercatat berjalan secara tidak optimal. Meskipun terdapat beberapa keluarga yang berupaya menjaga keharmonisan dan keadilan antar istri, secara umum masih ditemukan ketimpangan dalam pembagian hak-hak, seperti nafkah, perhatian, serta kejelasan status hukum istri dan anak. Faktor utama yang menyebabkan poligami tidak tercatat meliputi keterbatasan ekonomi, minimnya pemahaman hukum, penolakan istri pertama terhadap pernikahan kedua, serta pengaruh budaya lokal. Dari perspektif Hukum Keluarga Islam, praktik ini belum mencerminkan nilai-nilai luhur Mitsaqon Gholizhon yang menekankan keadilan, tanggung jawab, dan perlindungan terhadap seluruh anggota keluarga. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi hukum dan agama serta penguatan peran lembaga keagamaan dan negara dalam mengawal praktik pernikahan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Kata kunci: Mitsaqon Gholizhon, Poligami Tidak Tercatat, Hukum Keluarga Islam, Kecamatan Tambang.
Co-Authors Abdul Azis, Muhamad Ziad Abdullah Muhajir Achmad Taufik Ismail Adawiyah, Siti Zulpa Ade Yusuf Ferudyn Adrian Mutu Afrilia, Eka Mardiana Agus Muchsin ahmad habibi Aji Muhammad Galih Akbar Akbar Akung Daeng Alhawari, LL. Muh. Zulhaqqi Amelia Wulandari Amelia, Tasya Anisa Nur Azizah Ardini, Wina Arif Rahman Azis Arisman Aulia Aulia Az Zahro, Fatimah Canra Krisna Jaya Chairil Fajar Hadiansyah Darlan, Saiffullah Daryana Desi Aryani Dewi Kartika Dinda Diniyati, Indah Amanah Dwi Andryansyah Dwiki Aldiansyah Ekadiarsi, Aisyah Nurwulan Endah Yusma Pratiwi Endang Astuti Fajar Hadiansyah, Charil Fatimah Az Zahro Fatmawati Fatmawati Feby Virzinia Dwiftra Fuadi, Helmy Galaxy Andi Putra Pratama Gemilang, Arria Hamid, Rabiatul Adawiyah Hendrowanto Nibel Hera Saputri, Riana Herdianti, Ika Akmalia Herva Heri Usmanto I Nyoman Adi Putra Ika Kartika Ilma Nur Rizqi Iqbal Zaka Firdana Islamul Haq Juliansyah Saputra Khoirudin, Ahmad Kusnida Indrajaya Lestari, Murni Linggua Sanjaya Usop M. Firmansyah M. Umar Faqieh MAHMUDI MARDIANA Marni Nining Meylani, Nadia Muammar Muhamad Affandi Muhamad Kosim Muhamad Yunus Muhamad Zen Muhammad Arief Tri Faturachman Muslim Ansori Mustain Najiha Asrindayu NUR FAJRINA Nurazizah Nurdin Rohendi, Muh Nurjannah Olis Palentina Picicia, Nora Praptiwi, Septiana Dwi Purnama Sari Purnomo Aji, Dwiki Putri Rahayu Putri Suprapti , Ida Ayu Rahmawati, Diyah Tepi Rifqy Hafizh Priandy RONI Rosidin Fahmi Abdillah Saifulloh Darlan Sains Kharisma, Anisa Salsabila Samuel Agus Triyanto Santika, Lisa Saprudin Satrio Nugroho, Dimas SETH MIKO Shaka Anargya Gita Siti Mardhatillah Musa Siti Nurkomaryah Soegianto Soelistiono Sri, Wage subhan, ah. subahn Supriadi, Edi Susan Daniel Syaeful Anwar tanjung, rona Taufik Ismail, Achmad Titi Yuniarti, Titi Trilaksana, Herry Vina Agustiana wahyunadi Yayang Sulistyawati Yesninopy Yoga Agus Yulianto Yulia, Sri Yulithalia Sianturi, Yulithalia Yusuf Hasbullah