Permasalahan sampah di sungai merupakan isu lingkungan yang kompleks dan terus meningkat di Indonesia. Kali Wayah di Kampung Bumi Aji, Lampung Tengah menjadi salah satu contoh nyata pencemaran lingkungan akibat perilaku masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dakwah lingkungan berbasis masyarakat dalam mengurangi sampah di kali tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah lingkungan berbasis masyarakat mampu meningkatkan kesadaran ekologis melalui pendekatan religius, edukatif, dan partisipatif. Namun, hambatan seperti kebiasaan masyarakat dan kurangnya fasilitas pengelolaan sampah masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.