Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KEBERHASILAN PERANTAU DALAM MENINGKATKAN KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA (Studi Di Desa Kontukowuna, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna) Juhaepa; Suharty Roslan; Asmiati
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penarik masyarakat Desa Kontukowuna merantau ke Malaysia dan untuk mengetahui bentuk keberhasilan perantau dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, sedangkan informan penelitian ini adalah para pekerja asal Desa Kontukowuna yang masih berada di Malaysia yang telah berkeluarga dan isteri mereka yang menetap di Desa Kontukowuna. Data dikumpulkan melalui video call terhadap perantau yang masih berada di Malaysia dan terhadap isteri mereka dilakukan wawancara langsung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga proses yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Faktor-faktor pendorong dan penarik masyarakat Desa Kontukowuna merantau ke Malaysia terbagi menjadi delapan yaitu: faktor ekonomi, dorongan mencukupi biaya pendidikan anak, faktor sosial, faktor pribadi dan psikologi, keterbatasan lapangan kerja, minimnya fasilitas dan infrastruktur, faktor peluang kerja dan upah yang lebih tinggi dan kesempatan investasi, adapun indikator keberhasilan perantau dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga adalah: dapat memenuhi kebutuhan pokok, perbaikan akses dan kualitas pendidikan anak, akumulasi aset dan investasi produktif, peningkatan status sosial dan mobilitas serta mengurangi tingkat kemiskinan.
PENGUTAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DI TK MUTIARA WAWORADA Asmiati; Mulyadi, Wahyu; Kaharuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42143

Abstract

This study was conducted to address the issue of low religious character building in early childhood at Mutiara Waworada Kindergarten, where some students are unable to consistently demonstrate religious behavior, such as reciting prayers correctly, participating in worship activities in an orderly manner, and behaving politely in daily interactions. This condition requires a learning approach that is not only instructional but also able to guide children to a deep understanding of religious values. Therefore, this study aims to describe the process and impact of applying a deep learning approach in strengthening students' religious character, particularly in terms of spiritual, social, and emotional independence. This study uses a qualitative research type with a descriptive design. The data sources consist of classroom teachers, students in group B, and supporting documents in the form of lesson plans, observation notes, and documentation of learning activities. Data collection techniques include participatory observation, semi-structured interviews, and documentation of religious learning activities. The data was analyzed through stages of reduction, data presentation, and conclusion drawing by applying triangulation techniques to improve validity. The results of the study show that the application of the deep learning approach through worship observation activities, gradual guidance, simple reflection, and positive reinforcement succeeded in forming more consistent religious behavior in students. Children showed improvement in prayer discipline, emotional control, concern for friends, and independence in performing worship practices. Deep learning has been proven to have a holistic impact in strengthening religious character integrated with children's social and emotional development.
Performance-Based Capitation (PBK) at PUSKESMAS in East Kolaka Mokke, Desya Dillachsyadina; Janna, Siti Nur; Juliatin; Hasniar; Asmiati; Risky, Sartini
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1722

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Kolaka Timur, Indonesia. Skema KBK, sebagai kebijakan utama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menyesuaikan pembayaran fasilitas berdasarkan pencapaian tiga indikator layanan utama: Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Latar belakang menggarisbawahi peran kunci FKTP sebagai gatekeeper sistem dan penggunaan KBK untuk menjamin mutu layanan serta efisiensi keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling terhadap seluruh FKTP yang memenuhi kriteria. Data dari Januari dan Agustus 2025, yang mencakup laporan kinerja sekunder, kuesioner, dan wawancara, dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja yang beragam. RRNS (0,54%) berhasil dikendalikan, mengindikasikan fungsi gatekeeper yang efektif. Namun, tantangan besar teridentifikasi: AK (70,54‰) masih jauh di bawah target 150‰, mencerminkan rendahnya akses layanan atau pencatatan yang kurang optimal, dan RPPT (1,08%) sangat di bawah target 5%, menandakan pengelolaan penyakit kronis yang belum optimal. Pembahasan menghubungkan temuan ini dengan masalah sistemik seperti beban peserta yang tinggi, keterbatasan sumber daya manusia, serta kelemahan dalam pencatatan data dan keterlibatan masyarakat dalam Prolanis. Disimpulkan bahwa meskipun fungsi rujukan berjalan efektif, diperlukan peningkatan signifikan dalam aksesibilitas layanan dan perawatan kronis. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan sistem pencatatan layanan, peningkatan monitoring rutin multipihak, optimalisasi kegiatan Prolanis berbasis komunitas, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan untuk memperbaiki hasil pencapaian KBK secara keseluruhan.