Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penghijauan Menuju Desa Asri Di Kawasan Hulu Daerah Aliran Sungai Wampu Desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat Tahun 2022 Harianja, Ester Saripati; Purba, Sri Dearmaita; Supartiningsih, Supartiningsih
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah satuan wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungai yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alamiah, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mencegah dan menghindari terjadinya erosi dan banjir di sekitar kawasan DAS Wampu Desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahapan mulai dari kolaborasi penanaman seribu pohon, koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk persiapan penyelenggaraan dan melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan dalam hal permintaan bibit tanaman seperti pohon matoa, sawo, petai, jengkol, dan salak. Hasil dari pengabdian masyarakat dengan penanaman 1.000 pohon berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rundown acara. Penghijauan atau penanaman hutan kembali perlu terus dilakukan dalam rangka upaya pengendalian erosi dan banjir di lahan petani maupun hutan di kawasan DAS.
Terapi Senam Lansia Untuk Penurunan Tekanan Darah Di Yayasan Guna Budi Bakti Medan Saragih, Frida Liharris; Harianja, Ester Saripati; Damanik, Rani Kawati; Sembiring, Rinawati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Hipertensi memiliki prevalensi tertinggi penyakit yang dialami oleh lansia. Penyakit hipertensi dapat ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan salah satu cara melakukan Terapi Senam Lansia Untuk Penurunan Tekanan Darah Di Yayasan Guna Budi Bakti Medan. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam mengatasi permasalah ini adalah sebagai berikut: 1) Mengumpulkan Lansia Yayasan Guna Budi Bakti Medan, 2) Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pihak Panti Yayasan Guna Budi Bakti Medan, 3) Memilih lansia yang layak untuk mengikuti senam lansia dan menentukan jumlah Lansia, 4) Melakukan sosialisai Terapi Senam Lansia Untuk Penurunan Tekanan Darah, setelah itu 5) Melakukan senam dengan para Lansia, 6) Kemudian berkoordinasi dengan pihak Panti Asuhan dalam menyediakan alat yang dibutuhkan pada kegiatan senam seperti tipe rekorder dan music senam yang dipilih untuk Lansia. Diperoleh hasi Setelah melakukan senam pada lansia, mereka berkumpul di aula untuk mendapatkan Pendidikan Kesehatan terkait cara pencegahan terjadinya peningkatan tekanan darah. Lansia diberikan pendidikan Kesehatan mengenai apa itu hipertensi, apa yang menyebabkan terjadinya, bagaimana komplikasinya serta cara penanggulangannya. Lansia antusias dalam menyimak dan memberikan pertanyaan tentang materi yang disampaikan. Materi diberikan selama 20 menit kemudian menanyakan pemahaman Lansia terkait materi yang disampaikan. Maka diperoleh pemahaman lansia meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan terkait cara penanggulangan terjadinya hipertensi serta pencegahannya yaitu dengan olah raga teratur dan mengkonsumsi makanan dalam batas yang normal. Maka disimpulkan dengan pelaksanaan pengabdian ini dapat menjadi contoh bagi Di Yayasan Guna Budi Bakti Medan dapat melakukan terapi senam secara berkesimbungan agar terhindar dari tekanan darah tinggi. Disarankan pada lansia agar melakukan olah raga secara teratur dan mengatur pola makan dengan baik.
Edukasi Tentang Manfaat Dali Ni Horbo Dalam Penangulangan Stunting Girsang, Vierto Irennius; Damanik, Elsarika; Tampubolon , Lindawati Farida; Harianja, Ester Saripati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak mengalami kondisi gagal tumbuh pada usia ini diakibatkan kekurangan gizi kronis maka akan membuat anak mengalami stunting. Prevalensi stunting tahun 2021 sebesar 24,4% sedangkan pada tahun 2022 prevalensi stunting sebesar 21,6%. Intervensi spesifik stunting yang dapat dilakukan dengan pemberian makanan pendamping ASI yang kaya akan protein hewani. Sumber susu hewani salah satunya “dali ni horbo”. Dali ni horbo merupakan susu kerbau yang telah difermentasi dan merupakan makanan lokal. Permasalahan yang dipecahkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan tentang penangulangan dan pencegahan stunting. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan secara personal dan kelompok. Materi disajikan dalam bentuk leaflet. Kegiatan dilakukan pada bulan November 2022 di Desa Percut Sei Tuan. Peserta kegiatan  adalah ibu yang mempunyai balita ini sebanyak 37 orang. Kegiatan pemberian informasi dilakukan saat posyandu di meja penyuluhan. Ibu menyampaikan belum pernah mendapat informasi tentang pemanfaatan dali ni horbo sebagai makanan tambahan anak. Ibu menyampaikan menyampaikan sangat senang telah dapat mengikuti kegiatan ini.
PELATIHAN PEMANFAATAN BATANG BROTOWALI (Tinospora Crispa L) PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS BANDAR KHALIPAH KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Lifiani, Rialita; Sembiring, Evarina; Harianja, Ester Saripati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brotowali (Tinospora crispa (L) Miers.) adalah tanaman yang bisa digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Brotowali sudah digunakan secara turun-temurun sebagai obat tradisional berbagai macam penyakit seperti demam, diabetes mellitus, rematik, dan sinusitis. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pengenalan pemanfaatan batang brotowali. Kegiatan ini dilaksanakan di puskesmas bandar khalipah kecamatan percut sei tuan. Setelah melaksanakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa batang brotowali yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan
EDUKASI MASYARAKAT PADA TANAMAN PAPRIKA KUNING (CAPSICUM ANNUUM VAR. GROSSUM) YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA HIDROPONIK UNTUK MENCEGAH ANEMIA DAN MEMPERTAHANKAN BERAT BADAN Asfianti, Vivi; Daely, Ruth Christiani N; Harianja, Ester Saripati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan yang sangat sering dijumpai di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia. Anemia juga lebih banyak dialami oleh perempuan dikarenakan mengalami masa menstruasi yang mengakibatkan tubuh kekurangan zat besi (Fe). Salah satu tanaman yang dapat mengatasi anemia adalah paprika kuning yang kaya akan zat besi (Fe). Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi tentang paprika kuning untuk mengatasi anemia dan mengontrol berat badan serta cara pembudidayaannya secara hidroponik.
PENYULUHAN DAUN BANGUN-BANGUN (COLEUS AMBONICIUS L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT Fitri, Widya; Sembiring, Evarina; Harianja, Ester Saripati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibakteri merupakan zat yang dapat mengganggu pertumbuhan bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan manusia. Tanaman Bangun-bangun (Coleus ambonicius L.) diketahui merupakan salah satu tanaman herbal yang ada di Indonesia. Penggunaan daun bangun-bangun sering digunakan sebagai peningkat ASI oleh masyakarat. Daun bangun-bangun mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu, flavonoida, polifenol dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa tersebut secara umum berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat kelurahan beruam, kecamatan kuala, kabupaten langkat mengenai pembuatan sediaan gel ekstrak etanol daun bangun-bangun sebagai antibakteri. Hasil Kegiatan pelaksanaan ini memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pembuatan sediaan gel ekstrak etanol daun bangun-bangun sebagai antibakteri. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, medapatkan sambutan baik dari pemerintah dan masyarakat setempat dan masyarakat sekiranya mendappatkan informasi serta pngetahuan.
PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN DWI KORA TERHADAP OBAT TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SEBAGAI PENCEGAH COVID-19 Sianipar, Artha Yuliana; Ester Saripati Harianja; Binsar Sitorus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu merupakan minuman kesehatan yang dapat dimanfaatkan khasiat dan keamanannya dalam meningkatkan imunitas di saat pandemi COVID-19. Beberapa masyarakat diDesa Talun Kenas masih banyak yang belum mengetahui dan kurang memahami tanaman obat peningkat imunitas tubuh yang dapat diperoleh di sekitar lingkungan rumah saat pandemi COVID-19. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu memberikan edukasi tanaman obat peningkat imunitas tubuh saat pandemi COVID-19 untuk mencegah penularan COVID-19. Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan yaitu : (a) tahap persiapan ;(b) tahap sosialisasi secara langsung menggunakan media presentasi power point dan demonstrasi pembuatan jamu; (c) tahap evaluasi dengan melakukan tanya jawab dengan masyarakat dan demonstrasi ulang peserta membuat jamu; (d) tahap pembagian masker, multivitamin dan jamu gratis kepada masyarakat. Tim pengabdian memberikan materi tentang edukasi tanaman obat peningkat imunitas tubuh saat pandemi COVID-19 serta membagikan masker, multivitamin dan jamu gratis kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar. Sehingga dapat disimpulkan, mengedukasi masyarakat secara langsung lebih efisien dan efektif untuk memberikan pemahaman kepada kepada masyarakat namun harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan di masa New Normal.
Edukasi Pencegahan Keracunan Makanan Jajanan Pada Anak Di SD Swasta Amal Luhur Medan Amila*, Amila; Evarina Sembiring; Harianja, Ester Saripati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak sekolah sering membeli jajanan sembarangan, memilih jenis makanan yang menarik dengan kualitas jajanan yang rendah yang dapat menimbulkan gangguan pada pencernaan anak. Menurut data BPOM tahun 2019, sekitar 40-45% jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat. Makanan jajanan yang mengandung zat berbahaya dan tercemar oleh mikroba dapat menimbulkan reaksi akut pada tubuh, seperti diare, batuk, alergi, kesulitan buang air besar atau bahkan keracunan. Perilaku konsumsi makan seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan dan penerapan dalam memilih makanan. Syarat makanan jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anak harus sehat dan aman. Makanan jajanan yang sehat dan aman adalah makanan yang bebas dari bahaya fisik, cemaran bahan kimia dan bahaya biologis. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mencatat 14,7% jajanan yang berada di lingkungan sekolah mengandung bahan berbahaya seperti boraks, rhodamine B, formalin, dan methanyl yellow. Hal ini tentunya menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dari semua pihak. Zat-zat aditif yang terakumulasi dalam tubuh anak akan menimbulkan penyakit berbahaya bagi tubuh anak serta dapat mengakibatkan keracunan makanan bahkan dapat menyebabkan kanker. Perlu dilakukan edukasi pencegahan keracunan makanan pada anak sekolah khususnya dalam hal pemilihan jajanan sehat.
Edukasi Dashat Dalam Penurunan Angka Stunting Pada Balita Stunting Di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2024 Harianja, Ester Saripati; Apriska Dewi Sipayung; Roberto Roy Purba; Rilma Tarigan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Di Indonesia, prevalensi stunting masih tinggi. Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting, pemerintah akan menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024 melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Peraturan ini menunjuk BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) untuk memimpin tim percepatan penurunan stunting. Salah satu program yang dikembangkan BKKBN sebagai solusi penurunan angka stunting adalah penyediaan pangan bergizi seimbang dari bahan lokal dalam program Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT) yang memadukan intervensi gizi melalui pangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis Kesehatan. BKKBN bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, kader penggerak, dunia usaha, dan Perguruan Tinggi meluncurkan program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman ibu balita stunting di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak untuk mencegah kejadian stunting. Dapur sehat juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang cara mengatur dan memasak makanan yang sehat dan bergizi. Dengan adanya dapur sehat, diharapkan ibu-ibu balita bisa mempersiapkan makanan yang lebih baik dan memenuhi gizi seimbang bagi anak-anak mereka, sehingga dapat mengurangi risiko stunting dan menunjang tumbuh kembang serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia pada umumnya dan di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal pada khususnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGUNJUNG TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI BLUD RSUD KOTA SUBULUSSALAM Harianja, Ester Saripati; Toruan, Mestika Lumban; Manurung, Jasmen; Ashari, Jamal
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v9i2.5542

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Subulussalam sudah menerapkan implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang merujuk ke Peraturan Wali Kota Subulussalam Nomor 52 Tahun 2016, akan tetapi masih banyak dijumpai pengunjung yang merokok di wilayah rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengunjung terhadap implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) di BLUD RSUD Kota Subulussalam Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan obsevasional analitik menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian yaitu 94 orang pengunjung rumah sakit sesuai dengan kriteria inklusi yaitu pengunjung merupakan pasien laki-laki rawat jalan, perokok, serta umur pasien 17-55 tahun. Teknik pengambilan sampel diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,001 dan OR = 4,51 (95% CI 1,893 – 10,752), sikap (p-value = 0,000 dan OR = 12,148 (95% CI 4,559 – 32,373), informasi kesehatan (p-value = 0,014 dan OR = 3,111 (95% CI 1,339 – 7,229) dan media promosi (p-value = 0,026 dan OR = 2,804 (95% CI 1,212 - 6,487) dengan kepatuhan pengunjung terhadap implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok. Diharapkan rumah sakit dapat meningkatkan pengetahuan pengunjung melalui edukasi serta memperbanyak media promosi seperti poster, pamflet, leaflet atau video semenarik mungkin sehingga pengunjung dapat membaca dan menonton serta memahami dengan jelas tentang bahaya rokok dan memberlakukan sanksi yang lebih tegas terhadap orang yang melanggar implementasi KTR di BLUD RSUD Kota Subulussalam.