Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA ANTI BAKTERI DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BANGUN-BANGUN (Coleus ambonicius L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT (Propionibacterium acnes) Syarifah Roslianizar*; Sembiring, Evarina; Saripati Harianja, Ester; Tamba, Bosdiser
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Leaves are a plant that is widely used and widely cultivated throughout Indonesia, and has the potential as a traditional medicinal plant that is beneficial for the health of the body. Bangun-bangun leaves have been investigated and are known to contain compounds that are thought to have antibacterial activity, namely flavonoids, and tannins. The bacteria used to test the antibacterial ability of the leaves was Propionibacterium acnes. Objective: The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the ethanolic extract of the leaves of Bangun-bangun against Propionibacterium acnes bacteria. Method: The process of making extracts of the leaves of Bangun-bangun using the maceration method with 96% ethanol as a solvent. The macerate was evaporated until a thick extract of the leaves was obtained. The simplicial powder was characterized and screened for phytochemicals. The concentration treatment groups used were 1%, 2%, and 3%. The test was carried out by the agar diffusion method against the test bacteria using a paper backer, the results were observed in the form of a zone of inhibition and the value of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was determined. Results: Results Characterization of simplicial powder, including water content, water-soluble extract content, ethanol soluble extract content, total ash content, and acid insoluble ash content were as follows: 7.99%, 24,24%, 24,02%,5,82,%, and 1.24%. The results of the screening of Simplicial powder were positive for containing alkaloids, flavonoids, glycosides, saponins, tannins, and steroids/triterpenoids. The results showed that the ethanol extract of the leaves of Bangun-bangun had an antibacterial activity with the MIC value of the ethanolic extract of the leaves of Bangun-bangun against Propionibacterium acnes at concentrations of 1%, 2%, and 3%, respectively. Conclusion: The ethanolic extract of the leaves of Bangun-bangun has very strong activity as an antibacterial.
UJI DAYA HAMBAT INFUSA BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L)) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Suharyanisa; Evarina Sembiring; Ester Saripati Harianja; Sahma Desriani Sinaga
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Brotowali stems (Tinospora crispa (L)) contain many chemical compounds that are efficacious in curing various diseases. Brotowali stems (Tinospora crispa (L)) contain bitter compounds (Picroretin), alkaloids, tinocrisposide, saponins, columbine, palmatin, kaemferol, and starch. Escherichia coli (Gram negatitve) is a bacterium that causes diarrhea. Research objectives: The purpose of this study was to determine the inhibitory power of brotowali stem infusion on the growth of Escherichia coli bacteria and to determine the effective concentration of brotowali stem infusion on the growth of Escherichia coli. Research method: This research methode uses an experimental methode of agar diffusion method of agar diffusion method to test the antibacterial and infusion of brotowali stems with concentrations of 25%w/v. 50%w/v, and 75%w/v. Results: The results of this study showed that concentrations of 25%, 50%, 75% of brotowali stem infusion had antibacterial inhibition against the growth of Escherichia coli as indicated by the inhibitory diameters of 7,5mm, 7,93mm, 10mm, respectively. Conclusion:  The conclusion of this study can be concluded that the infusion of brotowali stems (Tinospora crispa (L)) can inhibit the growth of Escherichia coli bacteria.
EVALUASI PROGRAM DASHAT BERBASIS INPUT–PROSES–OUTPUT–OUTCOME (IPOO) DI KELURAHAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2024 Harianja, Ester Saripati; Sidabutar, Vero Tiar Mauli; Lumbantoruan, Mestika; Malau, Grace Christine
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v10i2.6696

Abstract

Latar belakang: Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) merupakan program unggulan BKKBN yang bertujuan menurunkan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi, dan modern, serta kegiatan pengolahan pangan secara teoritis dan praktis. Tujuan: mengevaluasi pelaksanaan Program DASHAT di Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, tahun 2024. Metode: kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari Lurah, Penanggung Jawab Program, Ketua Kampung, Koordinator KB, Kader DASHAT, serta ibu yang memiliki balita stunting. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, sumber daya manusia telah memadai, dukungan dana cukup untuk pengadaan bahan pangan bergizi, dan sarana prasarana mendukung pelaksanaan program. Pada aspek process, kegiatan berjalan baik, ditandai dengan perencanaan yang tersusun dengan jelas, pengorganisasian sesuai tugas dan fungsi, serta pelaksanaan program yang meliputi pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi, dan pengolahan pangan DASHAT. Evaluasi dan pengawasan juga berjalan optimal melalui pemantauan BKKBN via platform Kampung KB. Pada aspek output, capaian program sesuai target yang ditetapkan. Sementara pada aspek outcome, terjadi penurunan jumlah balita stunting dari 7 menjadi 3 balita. Saran: agar tenaga kesehatan terus memberdayakan kader posyandu melalui penyuluhan dan pendampingan intervensi gizi berbasis masyarakat secara berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 1-9 BULAN DI PMB MORINA NERI Harianja, Ester Saripati; Lumbantoruan, Mestika; Netti Meilani Simanjuntak; Lala Mutiara; Ria Lestari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6778

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Namun, cakupan imunisasi masih menjadi tantangan global dan nasional. Data World Health Organization tahun 2022 menunjukkan 14,3 juta anak di dunia belum mendapatkan imunisasi (zero dose). Di Indonesia, periode 2019–2023 tercatat 1.356.367 anak tidak menerima imunisasi dasar. Di Provinsi Sumatera Utara, cakupan imunisasi dasar lengkap tahun 2024 baru mencapai 76,61%, masih di bawah target nasional. Rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh kekhawatiran orang tua terhadap suntikan ganda dan efek samping, ketidaksesuaian jadwal pelayanan, pengaruh sosial budaya dan keluarga, rendahnya pengetahuan orang tua, serta maraknya hoaks dan informasi keliru tentang imunisasi. Tujuan: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 1–9 bulan melalui penyuluhan kesehatan terintegrasi dengan pelayanan imunisasi. Metode: Kegiatan PkM dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 di PMB Morina Neri dengan melibatkan 22 orang tua bayi usia 1-9 bulan. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet serta dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan imunisasi dasar sesuai usia bayi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai imunisasi dasar lengkap dengan mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan baik setelah penyuluhan kesehatan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan yang terintegrasi dengan pelayanan imunisasi dasar efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan orang tua bayi usia 1–9 bulan serta mendukung peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap di pelayanan kesehatan primer.
Pemantauan Jentik, Frekuensi Pengurasan dan Ketersediaan Tutup Pada Tempat Penampungan Air di Kelurahan Ilir Kecamatan Gunungsitoli Tarigan, Yenni Gustiani; Harianja, Ester Saripati; Hia, Fitri Ika Natalia; Girli Kristiani Br. Sembiring
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan merupakan fenomena penyakit yang terjadi pada suatu populasi dan dalam kurun waktu tertentu berkaitan, berakar, atau memiliki hubungan yang erat dengan satu atau lebih komponen lingkungan dalam ruang hidup maupun aktivitas masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, pada tanggal 24 Oktober 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa daftar tilik (checklist) dan lembar observasi. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 18 responden tidak memiliki penutup pada tempat penampungan air, 21 responden tidak menguras tempat penampungan air secara rutin, dan 17 responden ditemukan jentik nyamuk pada tempat penampungan air di sekitar rumah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran, kedisiplinan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan guna mengendalikan risiko penularan penyakit demam berdarah secara lebih efektif dan berkelanjutan di Desa Ilir.
Dengue Fever Control and Determinants of Dengue Incidence at Huta Rakyat Public Health Center 2024 Aldi Munawar Kaloko; Masdalina Pane; Mido Ester Juniati Sitorus; Donal Nababan; Ester Saripati Harianja
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 2 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i2.26528

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern in Indonesia, where it is endemic and frequently leads to outbreaks. Dairi Regency, particularly the Huta Rakyat Public Health Center area, has experienced a marked increase in DHF cases over the past two years. This study aims to analyze the implementation of the dengue control program and identify factors associated with DHF incidence.This research used a sequential explanatory mixed-methods design, beginning with a quantitative phase followed by a qualitative phase to explain and enrich the quantitative findings. The quantitative component employed a cross-sectional survey of 100 respondents, analyzed using logistic regression. The qualitative phase involved 10 in-depth interviews, field observations, and document reviews, with data analyzed through thematic analysis.Quantitative findings indicated that DHF incidence was significantly associated with the waste disposal system (OR = 5.67; 95% CI: 1.773 17.479), attitude (OR = 3.316; 95% CI: 1.032 10.656), and knowledge (OR = 3.057; 95% CI: 1.016 9.198). Poor waste management emerged as the dominant factor, increasing the risk of DHF by 5.67 times. Qualitative findings supported these results, revealing persistent challenges in dengue control, including limited human resources, weak cross-sectoral coordination, irregular community engagement in 3M Plus activities, and a reactive approach that prioritizes fogging only after cases appear. The study recommends strengthening community-based prevention activities, improving waste management through stronger cross-sectoral collaboration, and implementing routine environmental surveillance to inform sustainable intervention planning. These efforts are expected to enhance the effectiveness and long-term sustainability of dengue control in the Huta Rakyat Public Health Center area. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Risk Factors, Control, Public Health Center.
Siswa Siaga Stroke: Penguatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengenalan Tanda Stroke melalui Simulasi FAST di Sekolah Dasar Ester Saripati Harianja; Mestika Lumbantoruan; Amila Amila
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fzt28f91

Abstract

Stroke merupakan kegawatdaruratan neurologis yang membutuhkan pengenalan gejala dan aktivasi layanan darurat secepat mungkin. Anak usia sekolah dapat berperan sebagai agen literasi kesehatan di keluarga karena mampu mempelajari pesan sederhana dan menyampaikannya kepada orang tua maupun kakek-nenek. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam mengenali tanda awal stroke menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time). Kegiatan dilaksanakan dengan desain edukasi satu kelompok pre-test dan post-test melalui ceramah interaktif, video animasi, demonstrasi FAST, permainan peran, dan evaluasi keterampilan. Peserta adalah 23 siswa kelas IV di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Kartika Medan pada tanggal 22 Mei 2026. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi demonstrasi FAST. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan kurang, yaitu 12 siswa (52,17%), cukup 8 siswa (34,78%), dan baik 3 siswa (13,04%). Setelah edukasi, pengetahuan meningkat dengan kategori baik sebanyak 18 siswa (78,26%), cukup 5 siswa (21,74%), dan tidak terdapat siswa pada kategori kurang. Pada evaluasi keterampilan, 21 siswa (91,30%) mampu mengenali wajah tidak simetris, 20 siswa (86,96%) mengenali kelemahan lengan, 19 siswa (82,61%) mengenali gangguan bicara, dan 18 siswa (78,26%) mampu menyebutkan tindakan segera meminta bantuan. Edukasi FAST berbasis sekolah berpotensi menjadi strategi sederhana untuk meningkatkan literasi stroke siswa dan memperluas pesan kesehatan kepada keluarga. Program ini perlu dilanjutkan melalui penguatan materi visual, simulasi berkala, pelibatan guru dan orang tua.
EVALUASI PROGRAM DASHAT BERBASIS INPUT–PROSES–OUTPUT–OUTCOME (IPOO) DI KELURAHAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2024 Ester Saripati Harianja; Vero Tiar Mauli Sidabutar; Mestika Lumbantoruan; Grace Christine Malau
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) merupakan program unggulan BKKBN yang bertujuan menurunkan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi, dan modern, serta kegiatan pengolahan pangan secara teoritis dan praktis. Tujuan: mengevaluasi pelaksanaan Program DASHAT di Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, tahun 2024. Metode: kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari Lurah, Penanggung Jawab Program, Ketua Kampung, Koordinator KB, Kader DASHAT, serta ibu yang memiliki balita stunting. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, sumber daya manusia telah memadai, dukungan dana cukup untuk pengadaan bahan pangan bergizi, dan sarana prasarana mendukung pelaksanaan program. Pada aspek process, kegiatan berjalan baik, ditandai dengan perencanaan yang tersusun dengan jelas, pengorganisasian sesuai tugas dan fungsi, serta pelaksanaan program yang meliputi pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi, dan pengolahan pangan DASHAT. Evaluasi dan pengawasan juga berjalan optimal melalui pemantauan BKKBN via platform Kampung KB. Pada aspek output, capaian program sesuai target yang ditetapkan. Sementara pada aspek outcome, terjadi penurunan jumlah balita stunting dari 7 menjadi 3 balita. Saran: agar tenaga kesehatan terus memberdayakan kader posyandu melalui penyuluhan dan pendampingan intervensi gizi berbasis masyarakat secara berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting
Optimalisasi Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat dalam Pencegahan DBD melalui Program Penyuluhan Kesehatan di Kelurahan Ilir Yenni Tarigan; Ester Saripati Harianja; Fitri Ika Natalia Hia; Grace Christine Malau
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan. Berdasarkan hasil identifikasi awal di Desa Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, ditemukan bahwa masyarakat masih memiliki tingkat pemahaman yang rendah mengenai DBD, penerapan Gerakan 3M Plus belum optimal, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mengoptimalkan tindakan masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pre-test, penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, identifikasi tempat perindukan nyamuk dan praktik Gerakan 3M Plus, pendampingan masyarakat, post-test, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak 99 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan peserta setelah mengikuti edukasi kesehatan. Antusiasme masyarakat selama kegiatan juga tergolong tinggi, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi, praktik, serta komitmen bersama untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini menghasilkan terbentuknya kader peduli DBD serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, pemerintah kecamatan, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam mendukung pengendalian DBD berbasis masyarakat. Program edukasi kesehatan terbukti menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan DBD. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pengendalian DBD berbasis masyarakat.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK EPILEPSI DI RS ADVENT MEDAN: PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK EPILEPSI DI RS ADVENT MEDAN Rani Kawati Damanik; Ester Saripati Harianja; Mestika Lumbantoruan; Luciana Fransisca M
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1405

Abstract

Latar Belakang: Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronik yang berisiko tinggi menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak, di mana sekitar 30–40% anak dengan epilepsi mengalami gangguan neurodevelopmental yang berdampak jangka panjang apabila tidak terdeteksi secara dini. Kemampuan orang tua dalam melakukan deteksi dini masih terbatas akibat kurangnya edukasi terstruktur selama kunjungan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap kemampuan deteksi dini perkembangan anak epilepsi pada orang tua di Rumah Sakit Advent Medan. Metode: Desain penelitian menggunakan metode pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan dengan metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, dan pemberian leaflet. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi (pre-test) sebanyak 25 responden (83,3%) berada dalam kategori Tidak Mampu dan 5 responden (16,7%) berada dalam kategori Mampu. Setelah edukasi (post-test), sebanyak 22 responden (73,3%) meningkat menjadi kategori Mampu dan 8 responden (26,7%) masih dalam kategori Tidak Mampu. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z = -4,187 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi terhadap kemampuan deteksi dini perkembangan anak epilepsi. Kesimpulan: Program edukasi deteksi dini perlu dilaksanakan secara rutin, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai bagian integral pelayanan keperawatan anak guna meningkatkan kompetensi orang tua dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak epilepsi.
Co-Authors Aknes Sianturi Aldi Munawar Kaloko Amila Amila Amila*, Amila Anita Syahfitri Hasibuan Apriska Dewi Sipayung Asfianti, Vivi Ashari, Jamal Badawi, Ahmad Badawi Bemby, Arman Binsar Sitorus Budke, Christine M. Christiani N Daely, Ruth Christine M. Budke Cut Masyithah Thaib Daely, Ruth Christiani N Damanik, Elsarika Damanik, Rani Kawati Dicky Yuswardi Wiratma Donal Nababan Dyna Grace Romatua Aruan Elisabeth Purba, Ivan Evarina Sembiring Fitri Ika Natalia Hia Fitri, Widya Frida Lina Tarigan Galvani Volta Simanjuntak Galvani Volta Simanjuntak Girli Kristiani Br. Sembiring Grace Christine Malau Gultom, Rumondang Hana Ike Dameria Purba Hia, Fitri Ika Natalia Hutabarat, Tresa Mona Tamara Irennius Girsang, Vierto Ivan Elisabeth Purba Jasmen Manurung July Arisman Harefa Kairina Berutu Ketaren, Sinar Otneil Lala Mutiara Lifiani, Rialita Luciana Fransisca M Lumbangaol, Theresia Veronika Lumbantoruan, Mestika Lumbantoruan, Mestika Mainal Furqon* Malau, Grace Christine Marbun, Eva Diansari Masdalina Pane Mestika Lumban Torua Mestika Lumbantoruan Mido Ester Juniati Sitorus Netti Meilani Simanjuntak Nina Fentiana Normi Parida Sipayung Purba, Denrison Purba, Hana Ike Dameria Purba, Roberto Roy Purba, Sri Dearmaita Purba, Yunita Ria Lestari Rialita Lifiani* Rilma Tarigan Runi Merani Triana Sahma Desriani Sinaga Salmawati Salmawati Saragih, Frida Liharris Sejukan Hati Harefa Sembiring, Evarina Sembiring, Rinawati Siahaan, Maniur Arianto Sianipar, Artha Yuliana Sidabutar, Vero Tiar Mauli Simanjuntak, Netti Meilani Sinarsi Meliala Sipayung, Rosetty SISKA EVI MARTINA Siti Apriani Nasution Situmorang, Manahan Sri Dearmaita Purba Sri Dearmaita Purba Suharyanisa Supartiningsih - - Syarifah Roslianizar* Tamba, Bosdiser Tampubolon, Lindawati Farida Tarigan, Yenni Gustiani Telaumbanua, Vivil Anindar Tengku Indah Abdilla Toni Wandra Toni Wandra Toruan, Mestika Lumban Tresa Mona Tamara Hutabarat Tumangger, Derianto Lasniate Vero Tiar Mauli Sidabutar Vierto Vierto Irennius Girsang Yenni Tarigan Yunita Purba