Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Seksual Remaja di SMP N 3 Padang Ratu Desi Merdiyanti; Surmiasih; Rizki Yeni Wulandari; Rini Palupi
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 3 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i3.331

Abstract

Latar Belakang: Media sosial memiliki dampak positif dan negative dari pengguna nya, dan dampak negatif media sosial yaitu menyalahgunakan sistem informasi untuk menyampaikan kebutuhan seksual, Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2017 remaja yang berperilaku seksual beresiko (20,9%) dan remaja yang berperilaku seksual tidak beresiko (79,1%). Dampaknya remaja dengan prilaku seksual akibat penggunaan media sosial akan mendapatkan permasalahan kesehatan reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui Hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja SMP N 3 Padang Ratu. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, desain penelitian observasi analitik dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. sampel yang di gunakan 63 responden Siswa di SMP N 3 Padang Ratu dengan Teknik pemilihan sampel dalam penelitian adalah cluster random sampling, Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner dan Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian Sebagian besar responden dengan penggunaan media social Cukup tinggi berjumlah 24 (38,1%), dan Sebagian besar responden dengan perilaku seksual remaja Tinggi berjumlah 46 (73,0%), Hasil uji statisk menunjukan Ada Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Perilaku Seksual Remaja SMP N 3 Padang Ratu dengan Nilai P-Value<0,001. Simpulan: Diharapkan dapat menjadi masukan dan evaluasi diri dalam bermedia sosial serta menyaring sumber-sumber informasi yang diakses dan diharapkan dapat menghindari diri dari perilaku seksual pranikah.
Hubungan Pengetahuan dan Pedidikan Ibu Dengan Stimulasi Bicara pada Anak 3-5 Tahun Elita; Rizki Yeni Wulandari; Rini Palupi; Mareza Yolanda Umar
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 3 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i3.334

Abstract

Latar Belakang: Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan stimulasi bicara pada anak berkisar 2,3%-24,6%. Di Indonesia, disebutkan pravalensi keterlambatan bicara pada anak adalah antara 5-10% pada anak usia dini, Beberapa data menunjukkan angka kejadian anak yang mengalami keterlambatan bicara cukup tinggi. Menurut profil kesehatan indonesia 400.000 (16%) balita dimana sebanyak 27% balita terdapat gangguan pertumbuhan, sekitar 4-5% balita mengalami gangguan bicara dan bahasa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dam pendidikan ibu dengan stimulasi bicara anak di dusun VII sidorejo desa hajimena lampung selatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian anak yang berusia 3-5 tahun sebanyak 36 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner hasil penelitian diketahui 14-18 desember hasil analisis menggunakan uji gamma. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan stimulasi bicara pada ibu dengan hasil P-Value 0,004 dan terdapat ada hubungan antara pendidikan dengan stimulasi bicara pada ibu dengan hasil P-Value: 0,001. Simpulan: Disarankan kepada orang tua lebih meluangkan waktu bermain dengan anak, selalu mengajak anak berbicara, kepada ibu juga agar semakin meningkatkan pengetahuan tentang stimulasi dan meningkatkan keterampilan mendidik, dengan mengikuti seminar tentang pentingnya pendidikan anak usia dini.
Penyakit Komorbid dan Survival Rate pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Diruang Hemodialisa RSUD Dr Abdul Moeloek Provinsi Lampung nabilla anna cressia; Giri Susanto; Dian Arif Wahyudi; Rizki Yeni Wulandari
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 1 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan serangkaian gejala klinis yang terjadi akibat penurunan fungsi ginjal dan terjadi secara bertahap seiring berjalannya waktu. Hal ini memerlukan terapi pengganti agar kelangsungan hidup tetap (survival rate). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penyakit komorbid dan survival rate pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif correlation dilakukan di RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan populasi dalam penelitian ini adalah pasien HD diruang Hemodialisa RSUD Dr. Abdul Moeloek dengan data pasien gagal ginjal kronik diperoleh dari data rekam medik dari tahun 2020 sampai dengan 2022 dan teknik pengambilan sampling purposive sampling dengan sampel sebanyak 63. Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit komorbid dengan survival rate pasien hemodialisis dengan nilai p-value 0,010 < 0,05.
The Correlation Between Work Environment And Psychosocial Hazards With Work Stress In Nurses At The Hospital Yunina Elasari; Yosi Hafid Muammar; Moh Heri Kurniawan; Rizki Yeni Wulandari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1067

Abstract

Nowadays, work stress has become a global issue that affects all professions and workers. The health sector is a field where work stress is very common among health workers. All hospital workers are professionals who are susceptible to stress. However, stress levels in nurses tend to be higher. By paying attention to the work environment, employees will be motivated to work enthusiastically to achieve optimal job satisfaction. In addition, psychosocial hazards in the workplace can affect physical and psychological conditions. This research objective was to determine the correlation between the work environment and psychosocial risks with the stress level experienced by nurses at the Regional Hospital of Pringsewu. This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. The instrument used in this study was a questionnaire. Data collection was carried out on June 23-July 25, 2024 at the Regional Hospital of Pringsewu. The sample in this study amounted to 84 respondents who were taken using a random sampling technique. The data obtained were then analyzed using the gamma test.The results of the gamma test data analysis showed that there was a significant correlation between the work environment and work stress (p = 0.023 < 0.05) and there was a significant relationship between psychosocial hazards and work stress (p = 0.002 < 0.05). This study shows a significant correlation between the work environment and psychosocial hazards with work stress in the Regional Hospital of Pringsewu nurses. Nurses are encouraged to improve work management, while hospitals should strengthen supervision and provide adequate workplace facilities to support a healthy and productive work environment.
Phenomenological Study of Community Experience in Obtaining Services from Aubilee Health Center Atika Zainab; Wisnu Sadhana; Rizki Yeni Wulandari; Rika Damayanti; Abdullah Abdullah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.418

Abstract

Puskesmas Pembantu (Pustu) is the spearhead of basic health services in rural areas. However, the effectiveness of Pustu services is often affected by various factors such as the availability of staff, infrastructure, and community accessibility. This study aims to reveal in depth the community's experience in obtaining health services at Pustu. This study used a qualitative approach with a phenomenological study method. The research sample was selected by purposive sampling. Informants consisted of 11 people, namely the general public, cadres, and village officials who were selected purposively. Data collection was conducted through in-depth interviews, and data analysis followed Colaizzi's 7 steps. The study found six main themes: (1) positive and responsive staff attitudes are factors in community satisfaction, (2) limited schedules and staff attendance hamper access to services, (3) inadequate Pustu facilities reduce comfort, (4) referrals to the main Puskesmas are hampered by distance and transportation, (5) community expectations for an active and alert Pustu, and (6) the important role of village government in supporting service continuity. The existence of Pustu is very important for village communities, but service delivery still faces challenges in terms of service continuity, completeness of facilities, and accessibility.
Factors Associated with Musculoskeletal Disorders (MSDs) in Nurses in Hospital Inpatient Areas Rizki Yeni Wulandari; Yunina Elasari; M. Rifqi Abdillah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.494

Abstract

Nurses are healthcare workers with a high physical workload, requiring them to perform various activities such as lifting, moving, and maintaining patient positions for extended periods. These activities can cause repetitive stress on the muscular and skeletal systems, potentially leading to musculoskeletal disorders (MSDs).  The research objective was to determine the factors associated with Musculoskeletal Disorders (MSDs) in nurses in the inpatient ward of the Regional General Hospital. The quantitative research method used a cross-sectional design, with data collection using questionnaires and observation methods. This study used the Rapid Entry Body Assessment (REBA) instrument with a validity of 0.61 and a reliability of 0.625. The Nordic Body Map (NBM) questionnaire has a validity test result of 0.543-0.768 with a reliability test of 0.720. The study sample consisted of all nurses working in the inpatient ward of the Regional General Hospital in 2025, totaling 164 respondents. Total sampling was the method of sample that was employed. Bivariate data analysis used the Spearman test. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between ergonomic position and the risk of musculoskeletal disorders, with a p value = 0.001 and a correlation coefficient (r) = 0.348 indicating a positive relationship with moderate strength. Meanwhile, age (p = 0.064), length of service (p = 0.137), length of service (p = 0.166), and workload (p = 0.598) did not show a significant relationship with the incidence of musculoskeletal disorders in nurses in the inpatient ward. This study showed a significant association between ergonomic positioning and the risk of musculoskeletal disorders in nurses in inpatient wards. However, age, length of service, length of service, and workload were not significantly associated with the development of musculoskeletal disorders.
Home Care Edukasi pada Mahasiswa Semester II dengan Perawatan Luka Rizki Yeni Wulandari; Hardono Hardono; Nuria Salsabila; Hidayatus Sholiha; Anggun Anggun; Nuraini Nuraini; Rahmi Nabilah; Muhamad Dhenda Raihan; Elpa Putri Agista; Fenti Dwi Kusuma Ningrum
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.9926

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge, attitudes, and skills of second-semester nursing students at Universitas Aisyah Pringsewu in home care-based wound care. The methods included education, demonstration, and hands-on practice of wound care according to standard operating procedures (SOP) involving 50 students. Evaluation was conducted using pre-test and post-test. The results showed significant improvements in all aspects. Students' knowledge increased, for example, understanding of 0.9% NaCl solution rose from 50% to 90%. Positive attitudes toward wound care also improved, with almost all respondents expressing willingness to perform proper wound care. In terms of practice, correct handwashing and wound cleaning behaviors increased to above 85%. The combination of education, demonstration, and hands-on practice proved effective in enhancing nursing students' competencies.
CORRELATION BETWEEN DISCHARGE PLANNING IMPLEMENTATION AND PATIENT RE-ADMISSION USING THE LACE INDEX IN THE ADULT INPATIENT ROOM AT THE HOSPITAL Yunina Elasari; Rizki Yeni Wulandari; Tri Adi Nugroho
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 11, No 1 (2026): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v11i1.661

Abstract

Background: Hospital readmission is a key indicator of the quality and continuity of patient care. In Indonesia, readmission rates have been reported at approximately 8.8%, contributing to increased healthcare costs ranging from 104% to 113% of initial treatment expenses. Effective discharge planning is essential to ensure continuity of care and reduce the likelihood of avoidable readmissions.Objective: This study aimed to examine the relationship between the implementation of discharge planning and hospital readmission risk, as measured using the LACE index.Methods: A correlational study with a cross-sectional design was conducted among 100 patients admitted to adult inpatient wards. Participants were selected using proportionate stratified random sampling. Inclusion criteria included patients who were conscious, had limb disorders, chronic illnesses, or long-term wound care needs, and required assistance with daily activities upon discharge. Data were collected using a validated discharge planning questionnaire and the LACE index to assess readmission risk. Statistical analysis was performed using the Gamma test to determine the association between variables, with significance set at p < 0.05.Results: The findings showed that 57% of respondents had a moderate risk of readmission based on the LACE index, while 48% experienced a high level of discharge planning implementation. A statistically significant relationship was found between discharge planning implementation and readmission risk (p = 0.001), indicating that better discharge planning is associated with lower risk of hospital readmission.Conclusions: The study highlights the critical role of comprehensive discharge planning in reducing hospital readmissions. Early and continuous implementation of discharge planning from admission through discharge can enhance continuity of care and improve the efficiency of nursing services. These findings provide important implications for hospital management in strengthening discharge planning practices as part of quality improvement strategies.
Optimalisasi Pelaksanaan Discharge Planning Terstruktur Melalui Sosialisasi Perawat dan Pengembangan Leaflet di Rumah Sakit Yuli Sena Futri; Yunina Elasari; Rizki Yeni Wulandari; Dhia Istiqomah; Asril HS; Chusairil Pasa
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1675

Abstract

Discharge planning merupakan bagian penting dari pelayanan keperawatan yang bertujuan menjamin kesinambungan perawatan pasien setelah pulang dari rumah sakit. Namun, pelaksanaannya di Ruang Medina RSU Az Zahra Kalirejo belum berjalan optimal karena belum dilakukan secara terstruktur sejak pasien masuk hingga pulang, belum tersedia media edukasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien, serta pemahaman perawat mengenai pelaksanaan discharge planning belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan discharge planning terstruktur melalui edukasi kepada perawat, penyusunan leaflet edukasi pasien, dan sosialisasi pelaksanaan discharge planning di Ruang Medina RSU Az Zahra Kalirejo. Kegiatan diawali dengan identifikasi masalah menggunakan wawancara dan observasi kepada perawat serta penyebaran kuesioner kepada pasien. Intervensi yang dilakukan meliputi penyusunan leaflet edukasi mengenai pencegahan tuberkulosis di rumah, sosialisasi pelaksanaan discharge planning terstruktur kepada perawat, serta edukasi kepada pasien. Evaluasi dilakukan melalui observasi pelaksanaan kegiatan dan penilaian pemahaman peserta setelah kegiatan. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perawat mengenai pelaksanaan discharge planning terstruktur serta tersedianya media edukasi berupa leaflet yang dapat digunakan dalam proses edukasi pasien. Pasien juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan penularan tuberkulosis di rumah setelah diberikan edukasi. Implementasi kegiatan mendukung pelaksanaan discharge planning yang lebih sistematis dan berkesinambungan. Optimalisasi discharge planning melalui edukasi perawat dan pengembangan media edukasi mampu meningkatkan kesiapan pelaksanaan discharge planning di ruang perawatan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan kesinambungan perawatan pasien setelah pulang dari rumah sakit.
Co-Authors Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Adi Prasandi Adi Prasandi Agustriyani, Feri Ahmad Hidayat Alifiyanti Muharramah Alxenia, Salsabila Amalia Siti Nurazizah Amirudin, Ikhwan Anggi Regita , Bella Anggun Anggun Ardinata Ardinata Ardinata, Ardinata Ari Kurniawan Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Artiawati, Ian Riana Asril HS Atika Zainab Bella Anggi Regita Cahya Kinanti, Adelia Celly Devita Febrianti Chandra Pratama Chusairil Pasa Deni Kurniati Deni Kurniati Desi Kumalasari Desi Merdiyanti Dewi, Apri Rahma Dhia Istiqomah Dian Arif Wahyudi Elasari, Yunani Elita Elpa Putri Agista Endang Listiana Eva Yunitasari Fachry Abda El Rahman Fenti Dwi Kusuma Ningrum Feri Kameliawati Fitri Alfiani, Fitri Fransisca Janu Wardani Futri, Yuli Sena Giri Susanto greita andriana Hardono Hardono Hendrawan, Frenky Herleni, Herleni Hermawan, Agung Hidayatus Sholiha Holdiana, Holdiana Incik Erick Fhatirisq Intan, Intan Priskila Jingga Marsanda, Jingga Kurniawan, Moh Heri Kurniawan, Moh. Heri Kusnita, Fani Euis Kusuma, Anggi Laura Okta Diny Linda Puspita Listiana M. Rifqi Abdillah Mahmud, Uus Husni Mareza Yolanda Umar Mareza Yolanda Umar Mariah Mariah, Mariah Maya Handayani, Maya Moh Heri Kurniawan Moh. Heri Kurniawan Moh. Heri Kurniawan Mualimah, Siti Mufreni, Agung Muhamad Dhenda Raihan nabilla anna cressia Nasasi Nindya Saputri Nashiratunnisa, Ratu Siti Neliwati Noverita Gusmeta Novita Putri Hardiyati Nugroho, Tri Adi Nur Anggraini, Silvia Nur, Sulistia Nuraini Nuraini Nuria Salsabila Nurjanah, Fadilla Octaviani, Nurul Oktarina, Anggita Dwi Palupi, Rini Prasandi, Adi Pratiwi, Liliek Psiari Kusuma Wardani Puji Oktaviane Prasasti Rahmi Nabilah Retno Rahayu Ningsih Rice Hernanda Rika Damayanti Rini Palupi Rini Wahyuni Rio Saputra Riska Hediya Putri Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum, Riza Saputri, Rani Kurnia Sari, Dina Yulia Sari, Fitri Ana Septi Rahmayani Septiana, Marisa Setia Putri, Ayu Setiawan, Moh Heri Sintya, Vina Siti Nur Hazizah Siti Rohani Subari, Ahmad Suhendra, Aan Surmiasih Surmiasih Surmiasih Surmiasih Surmiasih Surmiasih, Surmiasih Suwanto Suwanto Tejaningsih, Oktiani Tri Adi Nugroho Tri Adi Nugroho Wardani, Fransisca Janu winarto, em Wisnu Probo Wijayanto Wisnu Sadhana Yosi Hafid Muammar Yugiyanti, Desita Yuli Sena Futri Yuliyanto, Dian Yunina Elasari Yunina Elasari Yunina Elasari Yunina Elasari, Yunina Yunitasari, Eva