p-Index From 2021 - 2026
8.543
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian Politik Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan PRoMEDIA Jurnal Sains Sosio Humaniora Journal of Humanities and Social Studies Syntax Idea Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Kami : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Jurnal Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi (JIPIKOM) jurnal syntax admiration Jurnal Scientia Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Action Research Literate (ARL) Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Anifa Studi Gender dan Anak Jurnal Ilmu Komunikasi Journal of Social And Economics Research Journal of Governance and Administrative Reform Journal of Law, Poliitic and Humanities Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Madani: Multidisciplinary Scientific Journal PARAPOLITIKA: Journal Of Politics and Democracy Studies Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Journal of Social Contemplativa Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Bharasumba Jurnal Multidispliner Jurnal Multidisipliner Kapalamada Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia Society Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikirian Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran JHSS (Journal of Humanities and Social Studies) ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyederhanaan Partai Politik Melalui Parliamentary Threshold: Pelanggaran Sistematis Terhadap Kedaulatan Rakyat Indrawan, Jerry; Aji, M Prakoso
Jurnal Penelitian Politik Vol 16, No 2 (2019): Evaluasi Pemilu Serentak 2019
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4682.672 KB) | DOI: 10.14203/jpp.v16i2.802

Abstract

Sejak pemilu 2009, aturan Ambang Batas Parlemen (PT) sudah mulai diterapkan secara nasional di dengan tujuan mengurangi parpol yang lolos di DPR. Diharapkan aturan ini dapat menyederhanakan jumlah parpol di Indonesia yang dirasa sudah terlalu banyak. Namun, pertentangan terhadap aturan ini muncul karena PT terkesan melanggar kedaulatan rakyat dengan cara tidak memberikan kesempatan bagi calon legislatif untuk duduk di parlemen pusat, sekalipun berhasil meraih kursi di daerah pemilihannya, hanya karena parpolnya tidak lolos ambang batas secara nasional. Angka 4% yang ditetapkan sebagai ambang batas penulis anggap sebagai pelanggaran sistematis terhadap kedaulatan rakyat. Hal ini karena angka tersebut ditentukan hanya melalui proses kompromi elit, bukan kajian ilmiah, maupun lewat aspirasi masyarakat, yang tetap dapat menjaga tegaknya kedaulatan rakyat. Selama dua pemilu terakhir sejak PT diterapkan, jumlah parpol di Indonesia tidak berkurang, justru bertambah. Kondisi ini semakin menegaskan kegagalan PT dalam proses penyederhaan parpol di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa PT tidak berhasil melakukan penyederhanaan parpol. Penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif, dengan mengambil data-data melalui sumber sekunder, yaitu buku, jurnal, dan teks-teks lainnya. Penulis juga melakukan wawancara dengan beberapa narasumber ahli yang diharapkan bisa memberikan masukan terkait penelitian ini. Temuan penelitian adalah bahwa konsep penyederhanaan parpol tidak dapat dilakukan berdasarkan PT, tetapi melalui pengurangan kursi di setiap daerah pemilihan, yang tidak melanggar kedaulatan rakyat. Kata Kunci: Ambang Batas Parlemen, Penyederhanaan Parpol, dan Kedaulatan Rakyat
Political Dynasty in Banten: Improvement or Threat to Democracy Indrawan, Jerry; Simanihuruk, Hermina; Aji, M. Prakoso
Administratio Vol 11 No 1 (2020): Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.228 KB)

Abstract

In many developing countries, namely in South East Asia, political leaderships are marked by numerous hereditary systems, also include Indonesia. Banten is the writers selected region as a research subject in this writing. The former Governor of Banten, Ratu Atut Chosiyah, has relatives in seven regencies and cities all across Banten, including national scale, in such creates her own political dynasty. This paper are about to answer two questions and reveal some close facts to discuss in Indonesia related to political dynasty. Does this hereditary systems works well in serving the people’s need? Does political dynasty close other people opportunity to run for public offices as well? If this so, political dynasty will be a threat for ongoing Indonesian democratic practices, especially bureaucratic reform efforts. Research metdhod is done through qualitative descriptive with literature study to gain data and information required. The conclusion of this writing is that political dynasty do more harm than give benefit and it would definitely endanger the lives of local democracy. In terms of public service, little advantages received from this sort of practices.
KONSTELASI POLITIK DI TENGAH PANDEMI: POTENSI BERTAMBAHNYA DUKUNGAN PARTAI POLITIK BAGI PEMERINTAH Aji, M. Prakoso
Jurnal Penelitian Politik Vol 17, No 2 (2020): Konstelasi Politik di Tengah Pandemi Covid-19 (I)
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v17i2.885

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat konstelasi politik di Indonesia berubah. Perubahan konstelasi ini membuat pola hubungan antarpartai, baik di ranah eksekutif maupun legislatif, menjadi lebih cair. Nuansa kedaruratan membuat konsensus politik untuk kepentingan penangangan Covid-19 lebih mudah. Hal ini karena dalam situasi pandemi, peran pemerintah dapat diperkuat serta munculnya rasa krisis yang dirasakan pemerintah maupun oposisi. Krisis yang dialami bangsa ini membuat semua elemen bangsa mau tidak mau harus bersatu mengatasi pandemi yang belum juga berakhir. Kondisi demikian membuat partai-partai yang belum masuk ke dalam pemerintah mempertimbangkan untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintah. Hal ini tentunya berpotensi menambah dukungan politik bagi pemerintahan Joko Widodo, khususnya untuk menangani pandemi Covid-19. Dari tiga partai yang belum bergabung, PAN dan Partai Demokrat menjadi dua kandidat serius untuk menjadi bagian dari pemerintahan. Untuk itu, penelitian ini akan melihat bagaimana konstelasi politik Indonesia di masa pandemi ini sekaligus melihat potensi dari bertambahnya dukungan politik bagi pemerintah dengan kemungkinan bergabungnya PAN dan Partai Demokrat. Penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif dengan mengambil data-data melalui sumber sekunder, yaitu buku, jurnal, dan teks-teks lainnya. Temuan penelitian adalah bahwa konstelasi politik di tengah pandemi akan membuat partai-partai yang belum bergabung dengan koalisi pemerintah, kecuali PKS, memiliki potensi tinggi untuk bergabung karena ingin membantu mengatasi pandemi secara bersama-sama.
Penyederhanaan Partai Politik Melalui Parliamentary Threshold: Pelanggaran Sistematis Terhadap Kedaulatan Rakyat Jerry Indrawan; M Prakoso Aji
Jurnal Penelitian Politik Vol 16, No 2 (2019): Evaluasi Pemilu Serentak 2019
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v16i2.802

Abstract

Sejak pemilu 2009, aturan Ambang Batas Parlemen (PT) sudah mulai diterapkan secara nasional di dengan tujuan mengurangi parpol yang lolos di DPR. Diharapkan aturan ini dapat menyederhanakan jumlah parpol di Indonesia yang dirasa sudah terlalu banyak. Namun, pertentangan terhadap aturan ini muncul karena PT terkesan melanggar kedaulatan rakyat dengan cara tidak memberikan kesempatan bagi calon legislatif untuk duduk di parlemen pusat, sekalipun berhasil meraih kursi di daerah pemilihannya, hanya karena parpolnya tidak lolos ambang batas secara nasional. Angka 4% yang ditetapkan sebagai ambang batas penulis anggap sebagai pelanggaran sistematis terhadap kedaulatan rakyat. Hal ini karena angka tersebut ditentukan hanya melalui proses kompromi elit, bukan kajian ilmiah, maupun lewat aspirasi masyarakat, yang tetap dapat menjaga tegaknya kedaulatan rakyat. Selama dua pemilu terakhir sejak PT diterapkan, jumlah parpol di Indonesia tidak berkurang, justru bertambah. Kondisi ini semakin menegaskan kegagalan PT dalam proses penyederhaan parpol di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa PT tidak berhasil melakukan penyederhanaan parpol. Penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif, dengan mengambil data-data melalui sumber sekunder, yaitu buku, jurnal, dan teks-teks lainnya. Penulis juga melakukan wawancara dengan beberapa narasumber ahli yang diharapkan bisa memberikan masukan terkait penelitian ini. Temuan penelitian adalah bahwa konsep penyederhanaan parpol tidak dapat dilakukan berdasarkan PT, tetapi melalui pengurangan kursi di setiap daerah pemilihan, yang tidak melanggar kedaulatan rakyat. Kata Kunci: Ambang Batas Parlemen, Penyederhanaan Parpol, dan Kedaulatan Rakyat
KONSTELASI POLITIK DI TENGAH PANDEMI: POTENSI BERTAMBAHNYA DUKUNGAN PARTAI POLITIK BAGI PEMERINTAH M. Prakoso Aji
Jurnal Penelitian Politik Vol 17, No 2 (2020): Konstelasi Politik di Tengah Pandemi Covid-19 (I)
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v17i2.885

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat konstelasi politik di Indonesia berubah. Perubahan konstelasi ini membuat pola hubungan antarpartai, baik di ranah eksekutif maupun legislatif, menjadi lebih cair. Nuansa kedaruratan membuat konsensus politik untuk kepentingan penangangan Covid-19 lebih mudah. Hal ini karena dalam situasi pandemi, peran pemerintah dapat diperkuat serta munculnya rasa krisis yang dirasakan pemerintah maupun oposisi. Krisis yang dialami bangsa ini membuat semua elemen bangsa mau tidak mau harus bersatu mengatasi pandemi yang belum juga berakhir. Kondisi demikian membuat partai-partai yang belum masuk ke dalam pemerintah mempertimbangkan untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintah. Hal ini tentunya berpotensi menambah dukungan politik bagi pemerintahan Joko Widodo, khususnya untuk menangani pandemi Covid-19. Dari tiga partai yang belum bergabung, PAN dan Partai Demokrat menjadi dua kandidat serius untuk menjadi bagian dari pemerintahan. Untuk itu, penelitian ini akan melihat bagaimana konstelasi politik Indonesia di masa pandemi ini sekaligus melihat potensi dari bertambahnya dukungan politik bagi pemerintah dengan kemungkinan bergabungnya PAN dan Partai Demokrat. Penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif dengan mengambil data-data melalui sumber sekunder, yaitu buku, jurnal, dan teks-teks lainnya. Temuan penelitian adalah bahwa konstelasi politik di tengah pandemi akan membuat partai-partai yang belum bergabung dengan koalisi pemerintah, kecuali PKS, memiliki potensi tinggi untuk bergabung karena ingin membantu mengatasi pandemi secara bersama-sama.
PENYULUHAN IMPLEMENTASI BELA NEGARA BAGI MASYARAKAT KELURAHAN REMPOA, KECAMATAN CIPUTAT TIMUR, TANGERANG SELATAN Jerry Indrawan; Muhammad Prakoso Aji; Anwar Ilmar
ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2021): (Februari 2021)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/abdi_kami.v4i1.492

Abstract

This community service activity (PKM) is carried out to provide information on the situation experienced by the community regarding changes in extension activities that are usually carried out directly. Due to the Covid-19 pandemic, outreach activities on the implementation of civic defense were carried out in online form. This online outreach was carried out using the Zoom Meeting application platform for 180 minutes. This counseling provided an explanation of the implementation of civic defense for the general public. The civic defense material presented was the meaning, values and goals of civic defense. In general, it can be concluded that the online outreach activity for the implementation of civic defense to the Rempoa Village provides an understanding that any Indonesian citizen can play an active role in realizing the values of civic defense in their daily life. KEYWORDS: PKM, online counseling, civic defense.
Olahraga sebagai Sarana Pemersatu Bangsa dan Upaya Perdamaian Dunia [Sports as an Instrument of Unifying a Nation and Achieving World Peace] Jerry Indrawan; Muhammad Prakoso Aji
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol 10, No 20 (2018): July - December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v10i20.1459

Abstract

Cyberpolitics Sebagai Bagian dari Perubahan Sosial dan Budaya di Era Revolusi Industri 4.0 Prakoso aji
PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies Vol. 2 No. 2 (2021): PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies
Publisher : Prodi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.975 KB) | DOI: 10.33822/jpds.v2i2.5908

Abstract

In the globalization era, political activities has already being started through internet. This is because the development of information technology has become so massive that it has an impact on many aspects of human life, including politics. Political activity in cyberspace is called cyberpolitics. The use of cyber platform for political activities also has an impact on social and cultural changes in society. The practices of modern society that are very dependent on technology have made a shift in social and cultural values. The emergence of the Industrial Revolution 4.0 era caused by globalization also made the social and cultural systems of society change, especially in relation to political activities. The existence of cyberpolitics has changed the socio-cultural interaction pattern of modern society today. Political activities are no longer carried out through face-to-face, but through cyberspace. This paper will discuss how political activities in the cyber realm are part of the socio-cultural changes in the era of the Industrial Revolution 4.0. This research is using qualitative method through literature studies to obtain the required information.
Sosialisasi Politik Siber untuk Memperkuat Ketahanan Nasional dalam Menghadapi Tantangan Global M. Prakoso Aji; Subakdi
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.11576

Abstract

Background: This community service activity (PKM) was held to provide socialization of the situation experienced by the community regarding cyber politics to strengthen national resilience in facing global challenges. This PKM activity aims to make residents understand the increasing prevalence of political activities in cyberspace today. With the improvement of the pandemic situation, this socialization activity is carried out in the form of face-to-face or offline. Method: PKM partner is RT. 008, RW. 06 TNI AL Complex, Pondok Labu, Cilandak, South Jakarta. The number of participants was about 20 people. This socialization provides socialization in the form of cyber politics that has a role in strengthening national resilience in facing increasingly widespread global challenges. The material explained is about understanding cyber politics and what policies have been carried out by the government to increase citizens' awareness regarding the importance of having attention to politics to how the public can further raise awareness of the political field, which is currently strongly influenced by technological developments to strengthen national resilience. Results: Increase the erstanding the surrounding community about cyber politics and its relation to national resilience in facing global challenges. Conclusion: In general, it can be concluded that this cyber political socialization activity provides understanding for citizens' need to understand the political dynamics in cyberspace.
Analisis Kinerja Birokrasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya Dalam memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat Achmad Hafidz; Arief Fadillah Ramadhan; Aryo Ronggur Samudra; Feby Mawarda; Muhammad Prakoso Aji
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 5 (2023): Juni
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai kinerja Birokrasi pelayanan masyarakat dalam wilayah Sektor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu lingkup Kepolisian Polda Metro Jaya. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian Kualitatif dengan pengolahan data pada penelitian ini berasal dari wawancara dan observasi lapangan untuk memperkuat hasil kesimpulan. Sebuah alur pelayanan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan terpadu bagi kepolisian merupakan sebuah pengaruh besar antara faktor birokrasi dengan tugas kepolisian dalam bagian SPKT. Selain itu SPKT juga merupakan sebuah layanan integritas bagi masyarakat yang mempunyai keluhan dan masalah terkait Pelayanan kepolisian dan tindak kriminalitas. Sebagai unit pelayanan terpadu, SPKT berperan penting dalam menjaga alur pelayanan yang efisien dan memberikan respons yang cepat terhadap laporan masyarakat. Dalam konteks birokrasi, hal ini melibatkan koordinasi yang baik antara berbagai bagian atau divisi di kepolisian, agar informasi dan tugas dapat mengalir dengan lancar dan tidak terhambat. Dengan adanya SPKT, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah mengakses pelayanan kepolisian yang mereka butuhkan, serta merasa didengar dan dihormati dalam penanganan kasus atau pengaduan yang mereka laporkan. SPKT juga berfungsi sebagai jembatan antara masyarakat dan kepolisian dalam membangun kepercayaan dan kerjasama yang saling menguntungkan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.Hasil penulisan ini akan mendeskripsikan pelayanan yang baik antara birokrasi dan politik terkait Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Penelitian ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai dasar dalam perbaikan dan pengembangan lebih lanjut dalam pelayanan kepolisian. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi dalam menjaga integritas lembaga kepolisian dan membangun kepercayaan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Co-Authors Achmad Aidil Viqri Achmad Hafidz Ahmad, Fauzan Ramdhani Ahren Jasmine Azzahra Al Ziden Farel Jabriel, Alief Aliah, Shilmi Ainun Alita Aura Zahir Alma Dheafany Ana Sabhana Azmy Ananda Dewi Andrew Raymond Jonathan Andzi Salwa Salsabila Angelica Maria D. C Anggi Alvionita Anindya Naylal Husna Annasya Regina Sitio Annisaa Dwi Astrid Anwar Ilmar Arief Fadillah Ramadhan Aryo Ronggur Samudra Atala Atala Atala Aulia Husnafa Navila Aulia Rasel Widodo Azahra Nabila Balqis, Arale Calista Mutiara Uma Cendana Anabel Chantika Felicia Azhar Chifra Zeila Pramesyanti Cipta Damai Arya Cudu Clarissa Paripurna Cokro, Mahdavikia Danis Tri Saputra Della Agustia Disy, Canda Desita, Maria Mariska Dewa Nugraha Handoko Dewi, Tias Rahma Dewinta Oktavia Dhanyra Nayla Talitha Dhiyah Akmala Putri Dinda Rizka Maulany Kurnia EKA RAHAYU Fajri, Nadhira Nurul Fandan Prima Jaya Zai Fandan Prima Jaya Zai Fauzan Ramdani Ahmad Feby Mawarda Gabriella Dofani Natalia Gabriella Dofani Natalia Siregar Gledysta Nauli Aquinas Situmorang Gumilar Rusliwa Somantri Hafiz, Zufar Hana Radifa Hartanto, Hartanto Harywibowo, Ryan Hermina Simanihuruk Ibrahim Reyhan Wicaksono Ichwanusafa, Rifki Indrawan, Jerry Indrawan, Jerry Isvandanu Wicaksono Jamalia Sumala Jerry Indrawan Jerry Indrawan Jerry Indrawan Jerry Indrawan Jerry Indrawan Jerry Indrawan, Jerry Jihan Hasnah Hamidah Jihan Nur Alifah Kanina Aufia Hanindita Kayla Aqila Zahwa Khalif, Syahdan Raga Khalil Albany Prayitno Khansa Nabilla Lutfiyah Khilda Fatmawati Kusumah, Fitrya Anugrah Mansur Juned Marsha Nabilla Marsya Luthfia, Haifa Marsya Zusrieka Misbah, Revalyza Revalyza Moerdijanto, Muhammad Athallah Mohammad Rafatta Umar Muhammad Farel Adrian Muhammad Sulthan Fatih Muhammad Syaroni Rofii Nabilah Nameera Ruzdy Najla Dara Ayunda Nasywa Nurul Aini Naura Rania Bari Nayiroh, Luluatu Nayla Febrina Nida Salma Aden Nikolas Silitonga Nurcahyani, Nabila Putri Nurfathiya Efsya Nurul Alifah Putri Apriliana Nurulita, Safrida Oktavia Anggi Ramadhani Pramessella, Mega Arinda Pratiwi, Amalia Purwanto, Calista Sahlah Putrawan Yuliandri Putrawan Yuliandri Putri Salsadila Putri, Almirah Ghaisani Putri, Dhiyah Akmala Rachmawaty, Artika Ridha Ragilia Dwi Pradita Rahma Nanda Azizah Rahma Syakira Ayu Rahma Titania Rahmadiany, Adisti Raissa Kevin Ivansyach Ramadhani, Najwa Adhwa Restu Rahmawati, Restu Reza Pahlevi Chairul Rifqi Bayu Azi Rika Dewi Sartika Rizka Luluatul Hasanah Rizky Firmansyah Rochmani, Syifa Annisa Sabrina Shafa Qonita Saffa, Kirana Anindya Safrida Nurulita Salma Indri Yulianti Salsabila, Neisya Salwa Adina Zafira Salwa Alfira Sarah Diba Sekar Mimirawati Sembiring, Salsabilla Zahwa Shafa Haura Shafa Kinar Qamara Shalwa Azahra Silvana Putri Priageng Silvana Putri Priageng Sinaga , Rebecca Chrisnata Sofia Syahrani Suandi, Azril Shiva Miraj Subakdi Subakdi Subakdi, Subakdi Sunarto, Efrida Primani Suprayitno, Dede Syahwa Fitria Kurniawan Talitha, Dhanyra Nayla Titi Nurholizah Vionita Shakila Maharani Wahyuningratna, Ratu Nadya Wulandari, Lia Yudha Yulia Putri Yulia Putri Zitha Yolanda Raya